
" aku merindukan mu " ucap Sandrina tersenyum gila sambil melukis " tidak, aku menyukai mu , aku akan membuat mu tersenyum seperti Joker kau pasti kelihatan manis dengan sedikit sentuhan air mata " ucap Sandrina tersenyum gila sambil meneteskan air mata
" astaga aku terlambat " ucap Aqeela berlari ke meja makan sambil memakan roti yang sudah di siapkan ibunya sambil berlari keluar , tapi kembali berlari ke ayahnya " muach aku sayang papa bye " ucap Aqeela tergesa-gesa sambil mencium pipi ayahnya dan kembali berlari keluar " hati hati " teriak ayahnya
" maaf aku terlambat " ucap Aqeela lelah di depan tenda mereka " tidak apa-apa, di mana barang nya " ucap Sandrina lembut " astaga aku lupa " ucap Aqeela lupa " sekarang kita harus bagaimana kita sudah membawa yang lain tapi , barang yang terpenting nya tidak ada " ucap salah satu adek kelas nya " tidak masalah, tunggu sebentar " ucap Aqeela bergegas pergi
" apa yang akan di lakukan kak Aqeela " ucap adek kelas nya " kalian percaya saja " ucap Sandrina lembut
" ini " ucap Aqeela senang sambil menyodorkan botol kaca bekas " maksudnya " ucap Sandrina lembut " lihat saja " ucap Aqeela senang lalu berdiri membelakangi tenda mereka
" ayo siapapun , siapa yang ingin tahu hati kekasih nya , mari sini berkumpul " teriak Aqeela semangat " bonus dapat hadiah " teriak Aqeela yang membuat murid lain satu persatu datang " Qeel kau tidak menipu " ucap salah satu murid " lihat saja kau hanya perlu membayar 500 ribu per sekali main " ucap Aqeela " kenapa mahal sekali " ucap yang lain
" astaga , uang jajan sebulan kalian saja puluhan juta kalian malah bilang ini mahal , apa kalian bisa menemukan jajan seharga 1000 rupiah di sekolah elit ini tidak kan, kalian bahkan akan kami kasih hadiah " ucap Aqeela semangat " apa itu tidak berbahaya " ucap yang lain " di jamin aman , kalian tidak percaya lihat ini, tolong salah satu dari kalian apa bisa membantu ku " ucap Aqeela " aku " ucap Dion semangat " ya Dion maju " ucap Aqeela dia pun menyuruh Dion duduk di salah satu kursi sedangkan yang lain sudah di isi oleh kelompok Aqeela termasuk dirinya , dia pun mulai memutar botolnya " ini mah truth or dare" ucap salah satu murid kesal " iya, tapi ini lebih spesial " ucap Aqeela menenangkan " nah menunjuk Dion , truth or dare " ucap Aqeela
" truth " ucap Dion " gue cantik nggak " ucap Aqeela " mm cantik tapi gue nggak suka " ucap Dion santai " tuh kan jujur dan semua orang tahu itu walaupun aku tidak suka "ucap Aqeela menatap Dion " ini hadiah Lo " ucap Aqeela
__ADS_1
" a hae boneka imut kayak gue " ucap Dion senang " gimana seru kan " ucap Aqeela " lumayan " ucap salah satu murid yang membuat Aqeela tersenyum kecut " saya kak lawannya dia " ucap salah satu murid
setelah beberapa waktu akhirnya barang mereka sudah habis
" Aqeela aku beresin yang di belakang dulu ya " ucap Sandrina lembut yang diikuti anggukan dari Aqeela " kak kita juga ya " ucap adek kelas nya yang di ikuti anggukan dari Aqeela sedangkan Aqeela sibuk menghitung keuntungan mereka " ya elah gue pinter juga " ucap Aqeela bangga " gue mau main " ucap Rey berdiri di depan Aqeela " hadiah nya sudah habis " ucap Aqeela ketus " aku tidak mau hadiah , aku bayar dua kali lipat " ucap Rey
" baiklah di mana lawan mu " ucap Aqeela " kau" ucap Rey " aku, baiklah tidak masalah " ucap Aqeela , Aqeela pun mulai memutar dan itu menunjuk Aqeela " aku truth " ucap Aqeela
" apa kau sungguh melupakan masa lalu kita " ucap Rey sedih yang membuat Aqeela berpikir
" apa yang bisa aku mengerti kau saja tidak memberi tahu ku " ucap Aqeela kesal " aku sudah bilang kau tidak akan bisa mengerti karena kau tidak bisa mengingat nya " ucap Rey dingin berjalan pergi tapi tiba-tiba Aqeela pusing dan tidak sengaja menjatuhkan botol kaca sampai pecah yang membuat Rey menoleh " Aqeela " ucap Rey bergegas memegang tubuh Aqeela " apa kau tidak apa apa " ucap Rey khawatir yang di ikuti anggukan dari Aqeela , Rey pun membantu Aqeela duduk dan Rey memberikan dia minum
" apa lebih baik " ucap Rey khawatir " iya " ucap Aqeela sedikit pusing " sepertinya kau masih tidak baik , tunggu sebentar " ucap Rey pergi
" Rasya si Aqeela pusing tu kayak nya dia perlu ke UKS " ucap Rey " kenapa kau memberi tahu ku " ucap Rasya dingin " tadinya aku mau membantunya tapi, aku memiliki urusan penting , bye " ucap Rey bergegas pergi tanpa memberikan Rasya kesempatan menjawab
__ADS_1
" aduh , kenapa kepala ku pusing " ucap Aqeela lemah " apa kau tidak bisa tidak pura pura " ucap Rasya dingin " ada apa " ucap Aqeela lemah " kau membuat ku muak " ucap Rasya kesal " tapi aku benar benar tidak mengerti " ucap Aqeela pusing " tidak ada siapapun , apa kau tidak lelah berpura pura " ucap Rasya kesal
" aku tidak mau maksud mu tapi, kau tidak nyambung jika kau mau membantu tolong diam kalau tidak kau bisa pergi " ucap Aqeela pusing
" bagus lah jadi aku tidak repot " ucap Rasya dingin meninggalkan Aqeela " duh , kenapa sakit begini " ucap Aqeela memejamkan mata
" sebaiknya aku ke UKS " ucap Aqeela pusing sambil berjalan linglung tiba tiba " a au " pekik Aqeela kesakitan karena tidak sengaja menginjak pecahan botol karena kebetulan tadi sempat melepaskan sepatunya , yang membuat salah satu kakinya terluka , Aqeela pun kembali ke tempat duduk nya dengan pincang , Aqeela pun berusaha membersihkan telapak kakinya yang luka " aa au aduh " pekik Aqeela , dia pun memutuskan untuk pergi ke UKS untuk memakai obat merah sambil berjalan dengan pincang , saat dalam perjalanan dia bertemu dengan Rey tapi dia hiraukan dan terus berjalan yang membuat Rey menatap nya yang berjalan menjauh tanpa alas kaki , saat Rey berjalan pergi dia menyadari kalau ada noda darah di jalan yang dijalani Aqeela dia pun segera menyusul Aqeela dengan mengikuti tetesan darah kaki Aqeela
" bagaimana ini , kotak P3K nya ada di rak atas" ucap Aqeela bingung sambil duduk di ranjang sambil memandang rak itu " tapi kalau tidak ku ambil, darah nya tidak akan berhenti keluar " ucap Aqeela dia pun berusaha menggapai kotak P3K dengan menaiki kursi , tapi karena kaki nya yang sakit dan rak kotak P3K yang tidak bisa di capai dia pun terpeleset karena kursi yang di gunakan memiliki roda yang membuat nya susah bergerak dengan leluasa,
di saat yang tepat Rey menangkap Aqeela
" kau tidak apa-apa " ucap Rey mendudukkan Aqeela di ranjang yang diikuti anggukan dari Aqeela " lalu apa yang kau lakukan, kenapa kau menaiki kursi yang tidak bisa di andalkan begitu " ucap Rey kesal " diam, kaki ku terluka dan obat merah nya ada di rak atas itu " ucap Aqeela " tunggu sebentar " ucap Rey bergegas mengambil kotak P3K itu " sini kaki mu " ucap Rey khawatir " aku bisa sendiri " ucap Aqeela
" aku tahu, tapi menurut lah " ucap Rey menarik kaki paksa kaki Aqeela " tahan sebentar " ucap Rey khawatir sambil mengoleskan obat dengan lembut
__ADS_1