
tengah malam " awas, awas, aaa " teriak Aqeela terbangun dari tidurnya " ternyata cuma mimpi" ucap Aqeela sambil mengusap wajah nya dan menyadari dirinya mengeluarkan air mata
" mungkin , aku lebih baik meminum obat, agar aku tenang " ucap Aqeela sambil mengambil obatnya
" morning honey " sapa ayah nya " morning pa" ucap Aqeela senang " mama mana " ucap Aqeela ikut makan " biasa lagi sama anaknya " ucap ayahnya " papa mau nyamain aku dengan hewan " ucap Aqeela cemberut " nggak , Qeela kan kesayangan papa " ucap ayahnya yang membuat Aqeela tersenyum " ya, udah kalau begitu Qeela berangkat dulu ya " ucap Aqeela senang , lalu pergi
" mama , Qeela berangkat dulu " ucap Aqeela berpamitan kepada ibunya " dogi , kakak mu berangkat dulu ya " ucap Aqeela senang sambil mengelus ngelus kucing milik ibunya
" bye mom " ucap Aqeela sambil berjalan pergi
" bye honey " ucap ibunya
" pa " ucap ibu Aqeela ikut duduk di meja makan " ya " ucap ayah Aqeela " sebentar lagi kan anniversary sekolah Aqeela , jadi mama mau ke butik " ucap ibu Aqeela " tumben ngasih tau " goda suaminya " pa " ucap istrinya
" bener kan " goda suaminya " maksud mama kali ini mama mau borong " ucap istrinya
" sebaiknya jangan " ucap suaminya " kok gitu sih " ucap istrinya " kamu lupa , terakhir kali kita borong Qeela langsung ngambek , kamu mau begitu " ucap suaminya yang diikuti gelengan dari istrinya
" pagi Qeel " ucap teman-temannya " pagi guys" ucap Aqeela senang " Qeela sebentar lagi kan hari anniversary sekolah kita " ucap temannya
" o iya gue lupa " ucap Aqeela " Lo udah nyi_" ucap temannya terpotong " bye, gue ada urusan sebentar " ucap Aqeela senang meninggalkan teman temannya
" Rasya " ucap Aqeela senang sambil duduk di kursi di depan meja Rasya " kamu tahu kan , sebentar lagi hari anniversary sekolah kita , gimana kalo kita couple " ucap Aqeela senang
" o iya gue lupa , gimana kalo triple aja " ucap Dion senang yang duduk di sebelah Rasya
__ADS_1
" terserah " ucap Rasya dingin " Sya, kemarin Lo mau bilang apa ke Aqeela " bisik Dion
" ikut gue " ucap Rasya dingin sambil berjalan keluar " kok gue sih " ucap Dion heran " Aqeela " ucap Rasya dingin " oo kiraiin gue " ucap Dion menggoda tapi tidak di hiraukan oleh Rasya , sedangkan Aqeela mengikuti Rasya
" permisi kak " ucap adik kelas yang sebelumnya menemui Rasya " ya " ucap Dion
" Kak Rasya dimana " ucap gadis itu sopan
" o dia lagi keluar " ucap Dion santai " ke mana ya" ucap gadis itu sopan " mana gue tahu " ucap Dion santai yang membuat gadis itu mengepalkan tangannya tanpa di sadari oleh Dion " kalau begitu saya pergi dulu " ucap gadis itu pura pura
" makasih " ucap Rasya dingin di lorong sekolah " buat apa " ucap Aqeela heran
" Lo udah belain gue, pas dinner kemarin " ucap Rasya dingin " oo, tapi kenapa Lo nggak dateng, kata bokap Lo , lo nggak ada di rumah " ucap Aqeela penasaran " ngapain lo nanya bukan karena gue ngucapin terima kasih lo bisa kepo gitu " ucap Rasya kesal " ya, udah maaf , kalau gitu Lo tau kan nggak ada yang gratis " ucap Aqeela sambil tersenyum yang membuat Rasya bingung " maksud lo " ucap Rasya dingin
" mm, hore akhirnya " ucap Aqeela senang sambil melompat lompat kegirangan , dari arah yang berlawanan adik kelas nya yang tadi mendengar percakapan mereka yang membuatnya kembali mengepalkan tangannya sedangkan tanpa ada yang menyadari terbit sebuah senyuman dari salah satu siswi
' aduh , kenapa sekarang ' ucap batin Aqeela kesalahan saat pelajaran sedang berlangsung
" permisi Mrs " ucap Aqeela sambil mengangkat tangannya " ya " ucap gurunya menoleh " saya minta izin ke toilet " ucap Aqeela yang diikuti anggukan dari gurunya
" akhirnya, lega juga " ucap Aqeela lega setelah meminum obat nya sambil duduk di atas toilet
" tapi kok aku ngantuk , mungkin karena obatnya lain jadi efek nya lebih keluar " ucap Aqeela sambil memegang kepalanya , dan tertidur bersandar di salah satu dinding, karena ruang toilet nya tidak terlalu luas
setelah beberapa waktu ,
__ADS_1
" Kok Aqeela lama sekali " ucap gurunya bingung " kami juga nggak tahu tapi kemarin dia juga begitu " ucap salah satu temannya
" Bu guru nanyain alasannya tapi dia nggak mau jawab " ucap yang lain " sebaiknya dia di hukum , biar jera " timpal yang lain " ya " ucap para murid serempak " udah, lebih baik kalian kerjakan tugas kalian " ucap gurunya
setelah beberapa menit
" permisi Mrs " ucap Aqeela sopan " kenapa lama sekali " ucap gurunya " maaf " ucap Aqeela " ibu bertanya alasannya bukan menyuruh meminta maaf " ucap gurunya
yang membuat Aqeela terdiam " kalau begitu , sekarang kamu ibu hukum , hormat ditengah lapangan sambil melihat bendera , cepat " ucap gurunya , Aqeela pun bergegas pergi
setelah beberapa menit , Aqeela mulai merasa pusing , dan akan terjatuh tiba-tiba " hati hati " ucap siswa itu sambil membantu Aqeela berdiri dengan tegak yang membuat Aqeela ingin menoleh tapi di hentikan " lihat bendera " ucap siswa itu Aqeela pun menurut, tapi karena sinar matahari yang begitu terik , Aqeela merasa semakin pusing , menyadari hal itu siswa itu menghalangi sinar matahari mengenai wajah Aqeela dengan tasnya
setelah beberapa waktu akhirnya waktu hukuman nya selesai " siapa _" ucap Aqeela sambil berbalik ingin tau siapa murid tadi tapi siswa itu sudah duluan pergi
" aduh , kaki gue mati rasa " ucap Aqeela langsung duduk di kursi nya " lo sih nggak mau jawab " ucap temannya " temen lagi susah malah diceramahi " ucap Aqeela kelelahan
" permisi " ucap siswa tadi masuk ke ruang guru " ya " ucap salah satu guru " permisi saya mau konfirmasi " ucap siswa itu " o iya silahkan duduk " ucap salah satu guru " ada apa " ucap guru itu " begini saya siswa pindahan " ucap siswa itu " o iya, sebentar , atas nama Reyhan Imanuel Syaraza " ucap guru itu sambil memegang berkas data Reyhan " iya " ucap Reyhan " ini bros nama mu " ucap guru itu
" Bu. Linda ini siswa baru di kelas anda " ucap guru itu " iya, tunggu sebentar " ucap Bu Linda
" ayo , ikuti ibu " ucap Bu Linda sambil berjalan pergi yang diikuti oleh Reyhan dibelakang
Reyhan Imanuel Syaraza , pintar , baik , dan menyukai Aqeela
__ADS_1