Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
4. murid baru


__ADS_3

" anak anak, hari ini kita kedatangan murid baru" ucap Bu Linda tegas " masuk " ucap Bu Linda " Liat deh ganteng banget " ucap beberapa murid " wah kayaknya kita nambah temen cowok nih " ucap salah satu siswa senang " Qeela lihat deh ganteng banget " ucap teman sebangku nya tapi tidak di hiraukan oleh Aqeela sedangkan Reyhan terus mencari keberadaan Aqeela " Rey , perkenalkan diri mu" ucap Bu Linda yang diikuti anggukan dari Rey


" perkenalkan nama saya Reyhan Imanuel Syaraza panggil aja Reyhan atau Rey, salam kenal " ucap Rey datar " kamu bisa duduk di kursi kosong itu " ucap Bu Linda sambil menunjuk kursi yang ada di belakang Aqeela


yang di ikuti anggukan dari Rey


" hai, Rey kenalin nama gue Alin " ucap teman sebangku Aqeela sambil melihat Rey


" Rey " ucap Rey dingin sambil melihat Aqeela yang terus fokus dengan tugasnya " Qeela , lo nggak mau kenalan " ucap Alin senang tapi tidak di hiraukan oleh Aqeela " maaf ya anaknya memang begini " ucap Alin tersenyum


" Alin " panggil Bu Linda yang membuat Alin kembali duduk dengan rapi " pr mu sudah jadi " ucap Bu Linda " pr yang mana ya " ucap Alin bingung " Qeel yang mana " bisik Alin " nggak ada cuma ngetes " ucap Aqeela " Bu nggak ada kok " ucap Alin " memang, ibu cuma ngetes kamu ternyata kamu memang tidak memperhatikan , pr aja nggak tahu ada atau tidak " ejek Bu Linda yang membuat Alin tersenyum malu


setelah beberapa waktu akhirnya waktunya pulang


" Qeel kerjain tugas bareng yuk " ajak Alin


" nggak lo tahu kan gue punya urusan " ucap Aqeela serius " lo tega ya gue kena hukuman " rayu Alin " mana pernah lo dihukum " ejek Aqeela " tapi_" ucap Alin terpotong " bye " ucap Aqeela pergi


" Rey kerjain tugas bareng yuk " ajak Alin senang tapi tidak di hiraukan oleh Rey dan pergi mengikuti Aqeela tanpa ada yang curiga


" Rasya " ucap Aqeela senang " Qeel lo udah waras lagi " ucap Dion " lo pikir gue gila gitu " ucap Aqeela kesal " bukan soalnya dua hari belakangan ini sikap Lo beda " ucap Dion santai

__ADS_1


" sewet aja lo " ucap Aqeela tidak jauh dari mereka Rey sedang mempersiapkan mereka tanpa ada yang mencurigai


" Sya, pulang bareng yuk " ucap Aqeela senang


" gue nggak bisa , gue ada janji " ucap Rasya dingin " kapan " ucap Dion heran " kebiasaan lo kita dikasih tugas oleh Mrs. Laren " ucap Rasya dingin " ya sorry lo tahu sendiri kalau di kelas


bawaannya pengen tidur " ucap Dion merayu


" ayo hari ini di rumah gue aja , jemputan gue udah nunggu tu " ucap Rasya dingin berjalan pergi " duluan ya Qeel " ucap Dion mengejar Rasya " pergi sana " kesal Aqeela , dia pun pergi dengan sedih yang dilihat oleh Rey


" pak berhenti " ucap Aqeela " itu kayak adik kelas itu " ucap Aqeela melihat dari dalam mobil melihat mobil Aqeela yang berhenti mobil Rey pun ikut berhenti karena penasaran apa yang sedang Aqeela lihat Rey pun ikut memperhatikan gadis yang sedang Aqeela amati " atau hanya mirip saja, tapi kalau benar kenapa dia sendirian di tepi jalan " ucap Aqeela heran " sudahlah besok akan ku cari tahu lagi " ucap Aqeela kembali ke posisi semula


" pak ke danau biasa ya " ucap Aqeela datar


setelah beberapa waktu akhirnya Aqeela sampai


" sebenarnya apa yang Aqeela maksud , apa dia sakit " ucap Rey bingung " apa , om tahu sesuatu " ucap Rey heran


setelah beberapa waktu akhirnya Aqeela sampai di rumah


" rumah ini tidak berubah sedikit pun " ucap Rey mengamati rumah Aqeela dari luar

__ADS_1


" Rasya, perasaan gue ada yang salah dengan Aqeela " ucap Dion serius " bukan Aqeela tapi Lo tumben tumbenan lo pake perasaan, selama ini perasaan lo kemana aja " ucap Rasya mengejek " dasar , o iya lo bilang kita ada tugas mana " ucap Dion santai " itu cuma alasan , gue nggak mau sama Aqeela " ucap Rasya dingin


" biasanya nih walaupun Lo pake alasan si Aqeela pasti tetap maksa tapi akhir akhir ini dia nurut juga " ucap Dion bingung " bagus dong , gue jadi bebas " ucap Rasya dingin " Lo benar benar nggak suka sama Aqeela " ucap Dion


" ya " ucap Rasya dingin " gue nggak tahu kenapa, tapi bukan nya Aqeela itu teman Lo dari kecil " ucap Dion " terus " ucap Rasya dingin


" Lo nggak ada rasa suka sedikit pun sama Aqeela " ucap Rasya " nggak, kok Lo nanyain Aqeela terus, apa lo suka ya sama Aqeela " ucap Rasya dingin " enak aja mana mungkin gue suka sama cewek bermuka dua kayak dia " ejek Dion " lo aja nggak suka apalagi gue yang selalu diikutin kayak buronan " ucap Rasya datar


" lo kok sepi " ucap Aqeela masuk rumah


" ma, pa " panggil Aqeela " bibi, mang " panggil Aqeela tapi tetap saja tidak ada jawaban


" kok semua nggak ada , apa semuanya lupa kalau hari ini _" ucap Aqeela sedih terpotong


" happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday happy birthday to you " ucap semua serempak yang membuat Aqeela menoleh dan senang


" happy birthday honey " ucap mamanya mendekat " ayo tiup lilin nya " ucap ayahnya


yang membuat Aqeela menangis " loh kok nangis , Qeela kecewa ya nggak ada pesta " ucap mamanya sedih " nggak tadi aku pikir semuanya ngelupain aku " ucap Aqeela sedih sambil mengusap air matanya " mana mungkin" ucap mamanya sambil memeluk Aqeela


setelah beberapa menit

__ADS_1


" Qeela mau hadiah apa " ucap papanya " Qeela mau malam ini tidur dengan mama dan papa, boleh ya " ucap Aqeela senang yang diikuti anggukan dari orang tuanya " non, ini ada paket" ucap pelayan nya " paket, ma, pa " ucap Aqeela heran sambil melihat orang tuanya yang diikuti gelengan dari mereka " ya, udah sini " ucap Aqeela " ma, pa, Qeela ke kamar dulu nanti Qeela temuin " ucap Aqeela sambil memegang paketannya yang diikuti anggukan dari orang tuanya


" Rasya, paket dari Rasya " ucap Aqeela senang dan membuka paketnya " wah, bajunya cantik banget " ucap Aqeela senang sambil membentangkan bajunya


__ADS_2