
" ma, pa " masuk ke kamar orang tuanya
" sayang sini " ucap mamanya yang di ikuti anggukan dari Aqeela " ma, tolong ceritain dongeng ya " ucap Aqeela yang diikuti anggukan dari mamanya " apa papa bisa mengelus rambut ku " ucap Aqeela yang diikuti anggukan dari papanya , setelah beberapa menit Aqeela pun tertidur tanpa sadar dia meneteskan air mata " pa, mama merasa ada yang salah " ucap mamanya sambil memperhatikan Aqeela yang tidur pulas di tengah mereka " kayak nya ada yang disembunyikan " ucap papanya memperhatikan Aqeela
" Morning honey " ucap mamanya " kok nggak bangunin Qeela, ini kan udah siang " ucap Aqeela bergegas kembali ke kamar nya
" honey tenang , mama udah minta izin sama guru kamu " ucap mamanya yang membuat Aqeela menoleh " beneran " ucap Aqeela senang yang diikuti anggukan dari mamanya
" hore, mama hari ini kita bisa piknik nggak " ucap Aqeela " nggak mau pesta " ucap mamanya " nggak , Qeela mau jalan jalan sama mama dan papa " ucap Aqeela ' mungkin ini juga terakhir kalinya aku disini jalan jalan dengan mama dan papa ' ucap batin Aqeela sedih " iya, udah sekarang kamu siap siap ya " ucap mamanya " mm, tapi papa nggak ke kantor " ucap Aqeela " tenang papa kan bisa pulang kapan pun " ucap mamanya senang
" baiklah, bye mom " ucap Aqeela senang berlari ke kamarnya
" halo, pa " telpon mamanya
" iya, kenapa " ucap suaminya
" begini hari ini Aqeela tidak masuk sekolah, dan dia mau piknik dengan kita , menurut mama ini kesempatan untuk kita menanyakannya " ucap istrinya
" baiklah, kalau begitu aku akan pulang " ucap suaminya lalu mematikan handphone nya
" Astaga aku benar benar lupa kalau kemarin hari ultah Aqeela, dia pasti kecewa , sebaiknya nanti aku menemuinya " ucap Rasya teringat di perjalanan " tumben papa nelpon " ucap Rasya melihat handphone nya " halo pa " ucap Rasya
" Sya, papa lupa tadi malam Aqeela nitip terima kasih buat kamu " ucap papanya " kenapa nggak bilang tadi di rumah " ucap Rasya
" ya, namanya aja lupa " ucap papanya
" jadi cuma itu doang, kan bisa nanti " ucap Rasya " itu, amanat lebih cepat lebih baik " ucap papanya " ya deh, aku tutup ya " ucap Rasya mematikan handphone nya
" terima kasih, perasaan gue nggak lakuin apa apa, ya udah lah nanti aku tanyain " ucap Rasya bingung
__ADS_1
" Sya tumben banget si Aqeela nggak kesini biasanya , dari tadi udah nongol " ucap Dion
tapi tidak di hiraukan oleh Rasya " kebiasaan " ucap Dion kesal
" anak anak ibu absen dulu ya " ucap Bu, Linda
" ya " ucap semua serempak " siapa yang tidak masuk " ucap Bu Linda " Aqeela, Bu " ucap teman sebangku Aqeela " o, iya tadi mama Aqeela udah ngabarin kalau hari ini Aqeela nggak masuk " ucap Bu Linda " Aqeela kenapa Bu " ucap salah satu temannya " ibu juga nggak tahu, sudah jangan nanya lagi, ayo kita mulai belajarnya " ucap Bu Linda " iya Bu " ucap semua serempak
' Aqeela, kenapa ya, apa dia sakit, sebaiknya nanti aku periksa ' ucap batin Rey cemas
" permisi Bu " ucap Dion masuk kelas " kamu ini dari mana aja " ucap gurunya " toilet Bu " ucap Dion santai " ke toilet kok lama, kamu mandi ya" ucap gurunya yang membuat semua tertawa
" Bu rumah saya tidak kekurangan air " balas Dion " memang nggak, tapi kelebihan males " ucap gurunya " tahu aja sih Bu " ucap Dion tersenyum malu " tahu aja, tahu aja sana duduk" ucap gurunya yang di ikuti senyuman dan anggukan dari Dion " dasar , untung nilai kamu nggak ancur kalau nggak udah ibu buat sate kamu " ucap gurunya " Bu jangan jadi kanibal dong " balas Dion dari mejanya
" kamu ini bisa nya jawab aja " ucap gurunya yang membuat Dion tersenyum malu
" emang dia kenapa " ucap Rasya dingin kembali fokus ke bukunya " Lo khawatir ya " goda Dion " nggak tuh, kalo dia sakit pasti bokap gue nyuruh gue jenguk dia terus si Aqeela nya malah nyuruh gue nemenin dia , gue kan nggak bisa nolak kalo nggak gue bisa , di buat rujak sama nyokap gue " ucap Rasya dingin " walaupun Lo dingin ternyata banyak omong juga ya " ucap Dion mengejek
setelah beberapa waktu
" ting tong , permisi " ucap Rey sambil menekan bel " iya, cari siapa " ucap salah satu pelayan Aqeela " Aqeela nya ada " ucap Rey sopan
" non Aqeela nya tidak ada " ucap pelayan itu
" kemana ya " ucap Rey " saya juga kurang tahu" ucap pelayan itu " kalau begitu terima kasih " ucap Rey yang diikuti anggukan dari pelayan itu , Rey pun pergi
" Qeela, Rasya tempat ini pun tidak berubah " ucap Rey sendirian di tepi sungai yang sebelumnya tempat Aqeela
" apa kalian ingat masa lalu kita, begitu indah, tidak ada yang di khawatirkan " ucap Rey menikmati pemandangan " dulu kita saling bercanda, tertawa lepas , selalu pergi bersama sama " ucap Rey senang " tapi semenjak kejadian itu semuanya berubah , Rasya, dan Aqeela yang ku kenal dulu, sekarang sudah berubah " ucap Rey sedih
__ADS_1
" ting tong , permisi " ucap Rasya sambil menekan bel " iya, eh den Rasya " ucap pelayan itu " iya " ucap Rasya sopan " silahkan masuk" ucap pelayan itu " nggak usah, Aqeela nya ada" ucap Rasya sopan " non Aqeela nya nggak ada"
ucap pelayan itu " kemana ya " ucap Rasya
" bibi juga kurang tahu " ucap pelayan itu
" tadi juga ada yang nyariin non Aqeela " ucap pelayan itu " siapa ya " ucap Rasya heran
" bibi juga tidak tahu tapi dia laki laki seragam nya sama seperti den Rasya dan non Aqeela " ucap pelayan itu " o iya sudah , kalau begitu Rasya pamit dulu ya " ucap Rasya yang diikuti anggukan dari pelayan itu Rasya pun pergi
" kira kira siapa ya " ucap Rasya penasaran di perjalanan pulang
" wah pemandangan nya cantik banget " ucap Aqeela senang " ma, pa sini " ajak Aqeela senang yang diikuti anggukan dari orang tuanya " lihat cantik kan " ucap Aqeela sambil menunjuk pemandangan yang indah
" honey " panggil ayahnya dari belakang yang membuat Aqeela dan mamanya menoleh
" wah kalian cantik " ucap papanya sambil melihat hasil fotonya " ih papa kita kan belum siap " ucap Aqeela " iya, iya ayo, satu dua tiga " ucap papanya memotret Aqeela dan mamanya
" ayo sekarang tinggal papa dan mama " ucap Aqeela merebut kamera yang dipegang papanya " satu, dua, tiga " ucap Aqeela memotret orang tuanya " sekarang tinggal bersama sama " ucap Aqeela senang
" permisi pak boleh fotoin saya tidak " ucap Aqeela kepada orang yang juga sedang piknik
yang di ikuti anggukan dari orang itu
" ma, pa, ayo siap " ucap Aqeela senang
setelah beberapa menit
" Aqeela , papa mau nanya " ucap ayahnya, saat mereka sedang istirahat di bawah pohon yang rindang yang diikuti anggukan dari Aqeela yang sedang makan " apa kamu menyembunyikan sesuatu dari mama dan papa " ucap ayahnya yang membuat Aqeela terdiam " nggak ada kok, kenapa tiba-tiba nanya gitu " ucap Aqeela tersadar ' maaf ma, pa ' ucap batin Aqeela sedih " nggak ada, baguslah " ucap mamanya lega yang diikuti senyuman dari Aqeela
__ADS_1