Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
15. RS Gold City


__ADS_3

Negara C ( bahasa negara C )


" gimana perjalanannya " ucap Aila teman Aqeela " baik "ucap Aqeela " ayo , nyokap gue cerewet dari tadi mau ketemu sama Lo " ucap Aila " mm gue langsung ke dokternya deh " ucap Aqeela " loh, besok pagi aja " ucap Aila


" lebih cepat lebih baik " ucap Aqeela " sebenarnya Lo sakit apa " ucap Aila " gue nggak sakit, gue cuma kelelahan dan butuh konsultasi" ucap Aqeela " gue tuh bukan anak kecil lagi, kalo cuma konsultasi di negara Lo juga banyak dokter kali " ucap Aila tersenyum


" iya deh gue sakit, tapi cuma lo yang tahu jadi gue harap Lo nggak bocor " ucap Aqeela " orang tua Lo nggak tau juga " ucap Aila tidak percaya yang di ikuti anggukan dari Aqeela


" wah gila, Lo nekad banget " ucap Aila


" nggak nyambung, lebih baik Lo siapin tuh mental, siap siap aja dengerin cempreng mami Lo , udah yuk gue capek nih " ucap Aqeela masuk mobil yang diikuti oleh Aila " pak RS , Ai namanya " ucap Aqeela " ke RS gold City " ucap Aila ke sopirnya yang diikuti anggukan dari sopirnya , yang diikuti oleh mobil pengawal Aila di belakang

__ADS_1


" dok, ini pasien yang sebelumnya saya bicarakan, Qeela kenalin dia dokter terkenal, jadi jangan menarik perhatian bisa bisa kamu dilabrak sama fansnya " ucap Aila tersenyum


" kalian sepertinya dekat " ucap Aqeela " iya lah, kalau nggak mana mungkin aku mau bantu kamu, dia ini sahabat mama ku , sebenarnya dia itu menyukai mamaku tapi sayang mama ku menolaknya jadi ya pasrah aja " ucap Aila senang " kau ini membuat ku malu saja " ucap dokter Ghani " perkenalkan saya Aqeela " ucap Aqeela " saya Ghani , dokter yang akan merawat kamu , mari ke ruangan ku " ucap dokter , mereka pun pergi


" jadi apa yang bisa ku bantu " ucap dokter Ghani duduk di sofa yang diikuti oleh yang lain


" begini ini_" ucap Aqeela terpotong karena tiba-tiba handphone Aila berdering " maaf, aku angkat dulu " ucap Aila


" ya, ma " ucap Aila malas " kau dimana, apa kau bersama Aqeela " ucap maminya " ma, kalau mau nanya , tanyain keadaan anaknya dulu kenapa " ucap Aila " duh, kamu kan setiap hari mami liat sampai bosan mami liatnya " ucap maminya " tega banget sih sama anak sendiri , dasar mami cempreng " ejek Alia " biarin, udah cepetan pulang, mami udah bosan ni nunggu " ucap maminya " bye " ucap Aila seketika mematikan handphone nya


" iya, tapi jangan lupa balik ke sini " ucap Aqeela

__ADS_1


" iya, tapi sepertinya sebelum kembali, aku udah tuli duluan " ucap Aila " kamu ni ada ada aja , udah sana " ucap Aqeela tersenyum " tenang nanti telinganya Om kerokin, gratis " ucap dokter tersenyum " enak aja, emang nya masuk angin , yang ada aku malah tambah malang " ucap Aila " udah sana " ucap Aqeela


" Qeela, kamu niat banget sih ngusir aku, o aku tahu, kamu jangan sampai termakan senyuman mistis nya " ucap Aila menyindir Ghani " mistis tapi menarik ya kan " ucap dokter Ghani tersenyum " i dih pede amat bye " ucap Aila segera pergi


" jadi, bagaimana " ucap dokter Ghani kembali serius " saya tidak bisa menjelaskan tapi lihat hasil scan saya , agar saya tidak salah bicara " ucap Aqeela mengeluarkan semua hasil pemeriksaan sebelumnya dari tasnya


" melihat ini sepertinya kamu sudah lama mengalami penyakit ini " ucap dokter Ghani


" iya, dan sebelumnya semakin parah dan sebelum ke sini saya diberikan obat baru " ucap Aqeela " apa kau membawanya " ucap dokter yang diikuti anggukan dari Aqeela , dia pun merogoh tasnya " ini " ucap Aqeela memperlihatkan obatnya " iya aku tahu ini , ini baru baru ini diproduksi , menurut penelitian ini memang manjur tapi ini juga banyak mengandung antihistamin yang membuat seseorang yang mengonsumsinya akan tertidur lebih lama " ucap dokter Ghani " iya , tapi setelah itu saya merasa lebih baik walaupun itu tidak bertahan lama " ucap Aqeela " kalau begitu aku tahu apa yang harus dilakukan tapi sebelum itu aku harus membicarakannya dengan orang tua mu " ucap dokter Ghani


" sebenarnya tidak ada yang tahu tentang penyakit saya termasuk orang tua saya " ucap Aqeela " apa bukankah obat ini perlu izin dari pihak keluarga " ucap dokter Ghani " saya tahu, tapi bagaimana lagi saya tidak mau membebani siapapun dan saya juga sangat membutuhkan nya , selain itu apa bedanya dengan orang yang tidak memiliki keluarga apakah mereka harus terus menunggu memiliki keluarga agar mereka bisa di obati , tidak kan , lagi pula tugas seorang dokter itu menyelamatkan bukan menghakimi ya kan jadi, saya mohon " ucap Aqeela " saya tahu tapi ini beresiko " ucap dokter Ghani " saya tahu , tapi untuk melewati sesuatu kita harus melewati resiko itu kan , jadi saya mohon kali ini saja bantu saya " ucap Aqeela yang membuat dokter Ghani ragu " saya tidak mau mengatakan ini tapi, bagaimana jika itu keluarga anda, apa anda akan terus menunggu persetujuan orang tuanya sedangkan anda sendiri mengetahui betapa tersiksanya dia , apakah anda hanya akan menonton sampai dia berhenti atau membantunya , jadi saya mohon sekali ini saja dokter tenang saja jika ada masalah dalam prosesnya saya tidak akan menuntut siapapun, apa saya perlu membuat kesepakatan tertulis " ucap Aqeela " tidak perlu, baiklah aku akan membantu mu, kami memiliki obat yang akan bekerja tapi resikonya tinggi, dan mungkin kau akan tertidur selama beberapa hari " ucap dokter Ghani " tidak masalah, saya akan menjalani nya, terima kasih, sekali lagi terima kasih " ucap Aqeela senang yang diikuti senyuman dari dokter Ghani " baiklah kapan kau siap " ucap dokter Ghani " sekarang juga saya siap, saya juga tidak boleh menyia nyiakan waktu saya " ucap Aqeela " baiklah, kau bisa pergi ke kamar mu ini nomer nya di sana kau bisa mengganti pakaian mu dengan yang nyaman sebelum kita mulai , nanti aku akan ke sana , aku akan menyiapkan semuanya dulu " ucap dokter Ghani yang diikuti anggukan dari Aqeela lalu pergi dengan membawa satu koper berukuran kecil dan ransel berukuran sedang ,

__ADS_1


setelah beberapa waktu


" apakah kau sudah siap " ucap dokter Ghani memegang sebuah suntikan " iya, tapi sebelum itu tolong berikan Aila handphone dan surat yang ada di bawahnya, saat dia kemari, dan itu ada di laci paling atas " ucap Aqeela tersenyum yang diikuti anggukan dari dokter " dokter, sekali lagi terima kasih " ucap Aqeela tersenyum , Aqeela pun berbaring dan menutup matanya , yang diikuti suntikan dari dokter serta diikuti oleh seorang perawat memakaikan Aqeela alat medis untuk bernafas , Aqeela pun mulai kehilangan kesadaran dan tidur pulas


__ADS_2