Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
21. good night


__ADS_3

" Qeel " ucap Rey tersenyum menatap Aqeela " aku berharap kau akan kembali ceria seperti dulu " ucap Rey tersenyum " mumpung kau tidur , aku ingin bilang , semoga saat bangun kau bisa mengingatku , dan semuanya akan kembali seperti dulu " ucap Rey tersenyum , lalu mencium kening Aqeela " maafkan aku karena lancang , ku harap kau tidak marah " ucap Rey tersenyum " good night , aku yakin di saat kau bangun semuanya pasti akan berbeda" ucap Rey tersenyum lalu pergi , tidak lama setelah Rey pergi , Aila datang


" Qeel , liat ni maksud ku cium bau makanannya, enak kan , ya dong siapa lagi yang buat chef gitu , maklum aja aku kan belinya di restauran " ucap Aila senang sambil membuka makanan nya


" pa , mama mau nanya " ucap mama Aqeela


" iya , apa " ucap suaminya " isi paket tadi apa " tanya istrinya " o itu , itu buat klien , papa kira pesanannya masih lama dateng nya " ucap suaminya berbohong dengan tenang " kok dari papa " ucap istrinya heran " iya, maksudnya itu hadiah dari papa buat klien papa , soalnya dia udah banyak bantu papa jadi ya papa berpikir untuk memberikannya hadiah ya walaupun itu nggak sebanding " ucap suaminya tersenyum


" kalau begitu tindakan papa ini betul karena walau bagaimanapun dia sudah membantu papa yang artinya telah membantu kita " ucap istrinya senang yang diikuti senyuman dari suaminya

__ADS_1


di saat semua orang telah tertidur , ayah Aqeela diam diam keluar sambil membawa beberapa foto dan korek api " jangan berpikir aku akan membiarkan mu " ucap ayah Aqeela dingin sambil melihat foto yang telah dia buang di tempat sampah , lalu membakarnya sambil menatap dengan dingin kearah foto yang tengah terbakar setelah api nya padam dan foto itu hangus dia pun kembali ke dalam rumah , karena isi paket yang sebenarnya yaitu foto bahagia Klara dan ayah Aqeela , karena dia tidak mau tahu tentang hubungannya dengan Klara dia pun menghapus semua jejak , sebenarnya Klara itu adalah selingkuh ayah Aqeela karena ayah dan ibu Aqeela tidak kunjung dikaruniai anak ayahnya pun merasa hampa dan malah memilih selingkuh tapi setelah beberapa bulan selingkuh ternyata ibu Aqeela hamil dan ayahnya memutuskan untuk meninggalkan Klara , karena Klara begitu mencintai ayah Aqeela dan tidak terima di tinggalkan dia pun ingin memberi tahu ibu Aqeela hubungannya namun selalu ada halangan dan di saat dia memiliki kesempatan dia justru menghilangkan tanpa kabar tidak ada yang tahu dia masih hidup atau tidak tapi sekarang dia malah kembali yang membuat ayah Aqeela takut , karena masalahnya ini bisa membuat keluarganya hancur


" uncle, Rey pulang duluan ya " ucap Rey memegang kopernya " loh, katanya nanti samaan " ucap Ghani heran " iya tapi, tadi papa nelpon dan bilang kalau dia ngirimin aku mobil , dan sekarang sopir plus mobil lagi nunggu di bawah , jadi aku nggak bisa lama lama " ucap Rey tersenyum " ya sudah, nanti uncle susul , setelah pekerjaan uncle selesai , uncle juga belum beli hadiah " ucap Ghani " kalau begitu aku pamit ya " ucap Rey tersenyum yang diikuti anggukan dari Ghani lalu Rey pergi sambil membawa kopernya " ya , sudah sebaiknya aku mengecek keadaan Aqeela " ucap Ghani , berjalan pergi


" Qeel , apa kau tidak bosan tidur " tanya Aila heran sambil memegang tangan Aqeela tiba-tiba Aila melihat samar gerakan dari jari Aqeela " aku tidak salah lihat kan " ucap Aila semakin memperhatikan jari Aqeela tiba-tiba jari Aqeela kembali sedikit bergerak " Qeel, apa kau bangun " ucap Aila senang


" ada apa " ucap Ghani tersenyum dari belakang


" wah sepertinya aku bisa nonton festival " ucap Aila senang " bukannya senang Aqeela bangun malah seneng karena bisa nonton, aduuuh " ucap dokter Ghani " aku senang Aqeela bangun dengan begitu kesenangan saat menonton festival akan bertambah karena Aqeela ikut " ucap Aila " tapi kita tidak tahu dia akan bangun sebelum itu atau setelah itu jadi kau jangan terlalu berharap ya " ucap dokter Ghani tersenyum mengejek sambil berjalan pergi yang membuat Aila jengkel " dasar , untung mama ku pintar walaupun kekanakan , kau jadi tidak menjadi papa tiri ku , kalau tidak hidup ku bisa hancur " ucap Aila kesal sambil melihat ke arah dinding kaca ruangan Aqeela

__ADS_1


" semoga saja kau bangun " ucap Aila senang menatap Aqeela " dengan begitu telinga ku tidak akan tuli karena mendengar kan suara cempreng mama ku karena kau bisa terus bersamanya dan menggantikan ku menjadi pasien rutin dokter telinga " ucap Aila senang


" hahaha " tawa Aila berlagak jahat


" astaga , Aila kau tidak boleh begitu , dia itu teman mu tapi kau malah ingin menyiksanya " ucap Aila menasehati dirinya lalu kembali senang lalu berbaring di sofa sambil bermain handphone


" bi " panggil ibu Aqeela berdiri di depan tong sampah " ya, nyonya " ucap pelayannya " kenapa sampah yang di tong ini seperti telah di bakar apa kau yang sudah melakukannya " ucap ibu Aqeela " tidak nyonya, kemarin pengangkut sampah memang tidak datang tapi saya tidak melakukan apapun dengan sampahnya " ucap pelayannya " iya udah kembali kerja " ucap ibu Aqeela , pelayannya pun pergi " aneh " gumam ibu Aqeela berpikir


" pak, berhenti di toko hadiah " ucap Rey yang diikuti anggukan dari sopirnya , setelah beberapa menit akhirnya mereka berhenti di toko

__ADS_1


" ada yang bisa kami bantu " ucap staf toko dengan ramah " saya mau hadiah untuk mama saya " ucap Rey , karena Rey memang selalu bingung jika itu hadiah untuk wanita " bagaimana dengan ini " ucap staf menunjukkan Rey sebuah bros yang indah tapi Rey tidak yakin dengan itu " tidak, apa ada buku diary " ucap Rey " ada kami juga memiliki yang terbaru apa adek mau lihat " ucap staf yang diikuti anggukan dari Rey , staf itu pun pergi mengambil nya " ini " ucap staf memperlihatkan Rey " wah, ini bagus saya ambil ini ya " ucap Rey tersenyum yang diikuti anggukan dari staf, staf itu pun membungkus buku diary itu dengan indah menggunakan bungkus kado yang di pilih oleh Rey setelah transaksi selesai Rey pun pergi dengan membawa barang nya dan melanjutkan perjalanan pulang


__ADS_2