
" wah , mi liat deh " ucap Aqeela senang menunjuk nunjuk " makan dulu yuk mami laper nih " ucap mami Aila " iya ayo " ucap Aila dengan cepat , lalu berjalan dengan cepat meninggalkan Aqeela dan maminya
" kalian mau apa " ucap mami Aila " mi aku stik yang original sama , oranye jus " ucap Aila
" aku spicy chicken sama oranye jus " ucap Aqeela , tak lama pelayan pun datang " mau pesan apa " ucap pelayan itu " satu stik original,
spicy chicken , milktea satu , oranye jus dua , itu aja mbak " ucap mami Aila , pelayan pun mengangguk " tunggu sebentar ya " ucap pelayan itu lalu pergi
" loh katanya laper kenapa cuma mesen milktea sih mom " ucap Aila heran , Aqeela pun mengangguk " mami lagi diet , siapa tahu di sini mami dapet jodoh " ucap mami Aila " kan ada , maminya aja yang pilih pilih " ucap Aila
" siapa Ai " ucap Aqeela " itu om Ghani " ucap Aila malas " oooo " ucap Aqeela sambil mengangguk , tak berselang lama makanan mereka pun datang
" Sya , aku liat liat , kamu udah mulai deket ya sama si Sandrina " ucap Dion tapi, Rasya tidak menjawab dan terus tersenyum menatap Sandrina yang sedang bercanda gurau dengan teman yang lain , melihat itu Dion pun mengikuti arah pandangan Rasya " hm pantesan ada gebetan sih " ucap Dion
" eh Sya , kok aneh ya " ucap Dion berpikir " aneh apa nya " ucap Rasya " itu , Aqeela pergi eh Reyhan juga , menurut mu , mereka ada hubungan nggak " ucap Dion " nggak aneh kok, lagian mereka ada apa apa pun itu kan terserah mereka " ucap Rasya " kau nggak cemburu " ucap Dion " nggak kok " ucap Rasya santai
" ayo kita pergi " ucap mami Aila " mi bentar dulu aku masih lapar " ucap Aila membuat alasan agar tidak keluar " kau masih belum kenyang Ai " ucap Aqeela sambil melihat bekas makanan Aila " kamu udah mesen berkali kali loh , kamu bahkan nggak nawarin aku minta loh, oh nggak cuma itu kamu bahkan liat mami cuma minum susu karna lagi diet , kamu nggak kasian, kau tak berperi ke ibuan " ucap Aqeela tiba tiba dengan bahasan Indonesia yang membuat Aila heran " apa maksudmu " ucap Aila pelan dengan bahasa Indonesia , sedangkan maminya cuma heran melihat itu
" oh nggak cuma itu kamu bahkan pake dress , pun lyang aku suka , it's my favorite dress , not here Ai " ucap Aqeela menghayati Aila pun juga mulai mengerti " kamu emang udah gila sih " ucap Aila " aku gila , kamu yang gila " ucap Aqeela " wah kamu emang gila " ucap Aila meraih tangan maminya lalu tapi Aqeela langsung menarik dress Aila " aku belum selese ngomong " ucap Aqeela sambil melotot
" kamu emang gila " ucap Aila , Aqeela pun langsung meremas rok dress Aila yang mengembang " diem dengerin aku , aku jelek nggak di mata kamu " ucap Aqeela " you crazy " bentak Aila sambil menarik bajunya dan berjalan keluar dengan cepat , Aqeela pun mengikutinya saat sudah di luar mereka pun tiba tiba tersenyum lalu tos , sedangkan mami Aila masih di dalam meminta maaf , lalu pergi sedikit malu
" hehehe , kasian mami " ucap Aqeela tertawa kecil " Qeel kerja bagus " ucap Aila , melihat maminya yang dekat , Aila pun langsung menarik Aqeela berlari , maminya yang melihat itu pun langsung berjalan dengan cepat saat di luar tidak melihat Aqeela dan Aila mami Aila pun kesal " yaaaaa " teriak mami Aila tanpa ragu lalu pergi masuk ke kerumunan orang , mencari Aqeela dan Aila
merasa letih mereka pun duduk di bangku dipinggir jalan seraya melihat keramaian
" Ai , bajunya nyaman kan " goda Aqeela
" sialan kau " cemberut Aila
" oh iya , Qeel sekarang kau lebih suka kak Rey atau si Rasya itu " tanya Aila tiba-tiba
" entahlah aku masih berharap " senyum Aqeela bersandar
setelah menemukan Aila dan Aqeela mami Aila pun mengajak mereka pulang karena kelelahan
__ADS_1
hari ulangtahun ibu Rey pun tiba
dan tentunya keluarga Aila diundang
" Qeel ikut nggak " ucap mami
" hm Qeela nggak ikut deh , Qeela mau beresin barang soalnya besok Qeela harus pulang " ucap Aqeela
" loh kok cepet banget , liburnya kan masih ada beberapa hari " ucap mami
" iya sih tapi, Aqeela udah kangen banget sama mama papa " ucap Aqeela
" ya udah besok mami anterin , mami pergi dulu ya " ucap mami
" loh Ai nggak ikut " tanya Aqeela
" masih molor biarin aja " ucap mami
mami Aila pun pergi meninggalkan Aqeela yang sedang bermain handphone di sofa
" Tante yang lainnya mana " tanya Rey
" oh Aila nggak mau ikut soalnya masih ada di dunia mimpinya " ucap mami
" bukan maksudku Aqeela " ucap Rey ragu
mami Aila bingung
" kamu kenal Aqeela " tanya mami Aila
Rey tersenyum , melihat tingkah Rey sepertinya mami Aila tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Rey
hari kepulangan Aqeela tiba
Aila dan maminya tersenyum seraya melambaikan tangannya seraya tersenyum menatap kepergian Aqeela
__ADS_1
" ma pa aku kangen banget " gumam Aqeela seraya menarik kopernya
" non sepertinya dugaan bibi benar kalau nyonya kedua sepertinya masih di sekap oleh nyonya pertama " ucap wanita paruh baya seraya berdiri di belakang Sandrina yang fokus menatap sebuah lukisan yang melukiskan seorang wanita
" apa kali ini bibi memang benar benar ingin membantu ku atau sedang bekerja sama menjebak ku dengan orang itu " ucap Sandrina
" bibi tahi bibi salah karena membantunya dulu tapi, kali ini bibi benar benar ingin menebus kesalahan bibi " ucap wanita itu
" bibi tahu kan, bantuan bibi ini tidak bisa menebus semua kesalahan bibi " ucap Sandrina
" bibi tahu jadi bibi akan melakukan apapun untuk membantu meskipun itu dengan nyawa bibi sekali pun " ucap wanita itu
" ma, lihat saja aku pasti akan membalas mereka " ucap Sandrina seraya mengepalkan tangannya dengan tatapan membenci
di rumah Aqeela
" mama papa " ucap Aqeela mencari orang tuanya
" non " ucap pelayannya senang
" bibi " ucap Aqeela memeluk pelayannya
" BI mama papa mana " tanya Aqeela
" sepertinya ada di kamar non Aqeela " ucap pelayan
" di kamar ku " ucap Aqeela bingung
" sepertinya nyonya dan tuan sangat merindukan nona " ucap pelayannya
" ya udah bi aku ke kamar dulu ya o iya tolong suruh mang membawa koper ku ya itu ada di depan " ucap Aqeela tersenyum
" baik non " ucap pelayannya , Aqeela pun pergi ke kamarnya dengan melepaskan alas kakinya untuk mengejutkan orang tuanya namun,di saat Aqeela hendak masuk dia mendengar suara tangisan dari dalam kamarnya merasa khawatir dengan orang tuanya , Aqeela pun langsung membuka pintu tapi itu terkunci Aqeela pun langsung pergi mengambil kunci cadangan
saat sudah membuka pintu Aqeela terdiam melihat pemandangan yang dia lihat
__ADS_1