Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
17. bosan


__ADS_3

" Aila, aku berterima kasih atas bantuan mu tapi kau tahu tidak ada yang tahu tentang ini dan mungkin orang tua ku akan khawatir jadi bantulah aku sekali lagi, aku sudah merekam suara ku di dalam handphone ku , jika orang tua ku ingin melihat ku bilang saja kalau disini sinyal nya jelek tapi jangan terlalu sering karena itu bisa membuat mereka khawatir , aku tidak memasang sandi dalam handphone ku , jadi kau bisa memakai nya untuk ku sementara waktu ini , aku tahu kau pasti bisa , kau tenang saja ini tidak akan berlangsung lama , terima kasih untuk semuanya , aku percaya padamu , dari Aqeela " ucap surat Aqeela yang dibaca oleh Aila " apa yang kau katakan, seharusnya aku yang berterima kasih karena disaat aku butuh kau selalu ada , dan aku rasa aku tidak akan bisa membalas mu " ucap Aila sambil melihat Aqeela , tiba tiba di saat Aila menyalakan data seluler handphone Aqeela sebuah notifikasi masuk " aduh gimana nih , dasar ceroboh " ucap Aila bingung " o iya rekaman " ucap Aila ingat dia pun mendengarkan rekaman Aqeela , setelah beberapa menit , Aila pun membuka wa dari ibu Aqeela


" Qeela udah sampai " wa ibunya " iya Bu maaf aku baru bisa memberi tahu ibu soalnya sinyal di sini jelek " ketik Aila lalu mengirim nya " iya tidak apa-apa , ibu senang kau aman " wa ibunya " iya, bagaimana kabar kalian " wa Aila


" semua baik , hanya saja ibu rindu kamu " wa ibu Aqeela " Qeela juga" wa Aila " bagaimana kabar teman mu, apa dia sudah sembuh" wa ibunya " apa maksudnya, o aku tahu Qeel apa kau membuat alasan dengan mengatakan aku sakit " kesal Aila sendiri " kau tega sekali, aku sehat begini kau bilang sakit " kesal Aila melihat Aqeela " tadi dia sempat memburuk tapi , sekarang dia sudah lebih baik tapi kami masih harus terus mengawasi nya " wa Aila


" kau bilang aku sakit tapi , kau malah membicarakan dirimu " kesal Aila melihat Aqeela " syukurlah semoga dia cepat sembuh " wa ibu Aqeela " Qeel ibu mu baik sekali mendoakan mu walaupun dia tidak tahu " ucap Aila bercanda " amin, ibu maaf sepertinya aku harus kembali mengawasinya " wa Aila " iya sudah kamu baik baik di sana " wa ibu Aqeela


" iya " wa Aila setelah melihat pesannya centang biru , Aila pun mematikan data handphone Aqeela " lihat aku sudah mengerjakan tugas ku " ucap Aila senang sambil melihat Aqeela yang masih tidak bangun


Dua Minggu kemudian

__ADS_1


" Qeel kapan sih kau bangun , aku bosan tahu " ucap Aila menidurkan kepalanya di sebelah Aqeela " aku bagaikan seorang pesuruh padahal aku tidak pernah bercita-cita menjadi pelayan , aku di besarkan seperti putri tapi kau mudah sekali menyuruh ku, kau tega " ucap Aila dengan bosan , menidurkan kepalanya di samping Aqeela " kau harus bangun , sebentar lagi ada festival di sini jadi kau harus bangun aku tidak mau pergi sendiri " keluh Aila bosan


" sepertinya aku sudah tidak bisa berbohong kepada orang tua mu , bagaimana kalau aku di cap sebagai penipu " keluh Aila bosan sambil memainkan jari Aqeela , tiba-tiba handphone nya berbunyi " halo ma " ucap Aila bosan


" kenapa suaranya begitu " ucap mamanya heran " aku lapar " ucap Aila " tadi kan sudah makan, dan juga kau kan bisa membeli jajanan" ucap ibunya " ma, yang ku tinggal sedikit " ucap Aila " makanya jangan boros " ucap mamanya


" ma tambahin dong " rayu Aila " iya tapi ada syaratnya " ucap ibunya " apa syaratnya " ucap Aila bosan " saat festival kita dan Aqeela harus pergi bersama sama untuk bersantai bagaimana " ucap ibunya " deal sekarang transfer " ucap Aila senang " sudah " ucap ibunya tidak lama sebuah notifikasi masuk yang menyatakan kalau ibunya sudah mentransfer uang ke rekening nya


" wah Qeel, kau memang keberuntungan ku " ucap Aila senang duduk dengan tegak di samping ranjang Aqeela " sekarang aku tidak akan mengeluh " ucap Aila senang


" ada apa dari tadi om perhatikan kau senang sekali " ucap dokter Ghani tiba tiba datang " om tahu, mama menambahkan uang jajan ku " ucap Aila senang " o iya tapi aku merasa kalau kau yg memerasnya " goda dokter Ghani " om tahu saja, tapi dia juga memberikan ku syarat jadi ini adil kan " ucap Aila " dasar " ucap dokter Ghani sambil berjalan mendekati Aqeela , lalu memeriksa nya " ada apa " ucap Aila " sepertinya obatnya akan habis sebentar lagi dia pasti akan bangun " ucap dokter Ghani

__ADS_1


" baguslah aku juga sudah bosan di sini " ucap Aila senang " apa kau tidak ikhlas membatu teman mu sendiri " ucap dokter Ghani " ikhlas, hanya saja aku sedikit bosan " ucap Aila membela diri " kamu ini " ucap dokter Ghani


" om aku keluar dulu ya " ucap Aila senang


" ke mana " ucap dokter Ghani " lapar , aku mau beli jajan om mau " ucap Aila senang " tidak pasti kamu nanti minta ganti kan " ucap dokter Ghani " tahu aja bye " ucap Aila senang lalu keluar dengan gembira


" halo pa " ucap Rey mengangkat panggilan dari ayahnya " Rey maaf ya sebenarnya papa ada rapat mendadak di London jadi papa nggak sempat ngabarin kamu, papa juga mau bilang berhubung tiga hari lagi ultah mamamu jadi kamu juga ke sini ya , pas udah sampai di sini kamu ke uncle Ghani dulu ya, satu lagi sebaiknya kamu ke RS nya , takutnya dia tidak ada di rumah, nanti setelah semua selesai papa jemput kita sama sama menemui mama " ucap ayahnya " iya pa , tapi sekarang papa ada di mana " ucap Rey " papa udah di Landon soalnya papa berangkat tengah malam tadi , papa nggak tega bangunin kamu makanya papa ngasih tahunya sekarang " ucap ayahnya


" ya , sudah nanti Rey susul , Rey juga harus minta izin dari sekolah " ucap Rey " iya tapi kalau nggak di izinin jangan di paksa nanti papa salamin ke mama " ucap ayahnya " iya pa, see you " ucap Rey , ayahnya pun mematikan handphone nya , Rey pun pergi ke ruangan Bu Linda karena saat ini sedang waktu istirahat


" Sya Lo suka ya sama Sandrina " ucap Dion penasaran yang " kenapa Lo ngomong gitu " ucap Rasya dingin sambil memakan makanannya " soalnya gue liat sejak Aqeela diskors Lo kayak nya makin deket sama si Sandrina " ucap Dion " itu mah cuma perasaan lo " ucap Rasya " Lo nggak kangen gitu sama Aqeela " ucap Dion yang membuat Rasya terdiam sejenak " nggak gue malah seneng nggak ada yang gangguin gue " ucap Rasya sambil memakan makanannya " kok keliatannya nggak gitu " ucap Dion " Lo itu murid atau emak emak rumpi sih " kesal Rasya

__ADS_1


" santai bro " ucap Dion tersenyum


__ADS_2