Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
2. obat


__ADS_3

di tengah malam " aduh, kenapa datang nya sekarang " ucap Aqeela kesakitan sambil bangun dari tempat tidur nya " aduh, obat itu dimana lagi, aa " ucap Aqeela kesakitan sambil mencari obat nya " aau, bagaimana ini obat ku sudah habis , aa, aduh " ucap Aqeela semakin kesakitan dan mulai meneteskan air matanya


" aa, aduh, astaghfirullah, aduh " ucap Aqeela menangis sambil meringkuk kesakitan di tempat tidur , setelah beberapa menit, tiba tiba Aqeela pingsan


" sayang bangun sudah pagi " ucap mama Aqeela sambil menggerak gerakan tubuh Aqeela setelah beberapa menit akhirnya Aqeela terbangun " iya ma " ucap Aqeela pura pura baik, padahal dia sedang berusaha menahan sakit nya " Qeela sakit " ucap mamanya khawatir " nggak kok " ucap Aqeela berbohong


" tapi kok suaranya gitu terus bibir nya juga kenapa pucat " ucap mama nya khawatir


" o tadi sebelum tidur aku keselek pas minum dan bibir Qeela habis mencoba lipstik " ucap Aqeela berbohong sambil sekuat tenaga menahan sakit nya " mm ma aku mau siap siap , mama keluar dulu ya " ucap Aqeela lembut sambil tersenyum yang diikuti anggukan dari mama nya , lalu pergi Aqeela pun bergegas mengunci pintunya


" aa, a aduh " ucap Aqeela kesakitan sambil bersandar di belakang pintu " sebaiknya nanti aku pergi mengambil obat " ucap Aqeela kesakitan setelah beberapa waktu , Aqeela akhirnya selesai bersiap siap tak lupa ia memakai riasan yang tebal untuk menutupi wajahnya yang pucat


" pagi Qeel " ucap teman temannya menyapa dengan riang " pagi " ucap Aqeela senang sambil menahan sakit nya " bareng yuk ke kelas " ucap teman temannya " yuk " ucap Aqeela senang sambil menahan rasa sakit nya


" permisi Bu " ucap Aqeela di tengah pelajaran sambil mengangkat tangannya yang membuat gurunya yang sedang menjelaskan menoleh


" ya " ucap gurunya " saya minta izin ke toilet " ucap Aqeela tidak tahan sambil menyentuh perutnya , yang membuat gurunya berpikir kalau dia mau BAB , padahal sebenarnya Aqeela sudah tidak tahan dengan sakit yang sudah terasa sampai perutnya " ya " ucap gurunya


" Sya, lihat si Aqeela kenapa " ucap teman Rasya yang duduk di sebelah nya " gue nggak peduli " ucap Rasya dingin sambil fokus pada bukunya " tapi kok dia keliatan pucat " ucap temannya sambil melihat Aqeela yang berjalan dengan linglung yang membuat Rasya menoleh


" Lo nggak liat dia nyentuh bagian perut nya " ucap Rasya dingin " terus " ucap temannya


" Lo ini tolol banget sih, maksud gue dia itu lagi sakit perut , mau ke toilet ngerti " ucap Rasya kesal yang di ikuti anggukan dari temannya


" duh, dada ku sakit sekali " pekik Aqeela kesakitan sambil menyentuh dadanya duduk di ruang toilet , " lo tahu nggak , temen si kakak kelas Aqeela itu , mereka jelek -jelekin si Aqeela itu , ternyata mereka cuma manfaatin si Aqeela itu " ucap adik kelas Aqeela sambil memperbaiki riasan nya tanpa menyadari kalau Aqeela ada di dalam salah satu toilet , mendengar itu Aqeela hanya bisa diam dan menangis " dan Lo tau , padahal dari perilaku mereka itu kelihatan kalau mereka lagi memanfaatkan nya, tapi si Aqeela itu ternyata cuma pinter pendidikan bukan melihat " ucap adik kelas Aqeela " dia pantes dapetin itu , siapa juga yang suruh jahat kan dapet balasannya " timpal yang lain " udah yuk, lama banget " ucap yang lain " iya , tinggal sedikit , nah sudah ayo " ucap temannya sambil menyelesaikan liptin nya , yang di ikuti anggukan dari yang lain , lalu pergi , dan tanpa ada yang menyadari ternyata Aqeela sudah pingsan

__ADS_1


setelah beberapa waktu, akhirnya Aqeela tersadar dan kembali ke kelasnya sebelum itu dia sudah menutupi wajahnya yang pucat dan berlagak seperti orang yang baik baik saja


" permisi Bu " ucap Aqeela masuk ke kelas


" dari mana aja kamu " ucap gurunya


" dari toilet " ucap Aqeela " kenapa lama sekali " ucap gurunya yang membuat Aqeela terdiam


" udah tidur " ucap guru nya kesal " saya minta maaf Bu " ucap Aqeela " lain kali jangan di ulangi , duduk " ucap gurunya yang di ikuti anggukan dari Aqeela


" Qeela , Lo lama banget sih " ucap teman yang di duduk di sebelahnya tapi, tidak di hiraukan oleh Aqeela ' dasar sombong ' umpat batin temannya


setelah beberapa waktu , akhirnya waktunya pulang


" Qeela , tumben lo baik " ucap Dion " emang menurut Lo gue gimana " ucap Aqeela kesal


' kasar ' ucap batin Dion " nggak kok , emang lo mau ke mana " ucap Dion sambil tersenyum


" kepo " kesal Aqeela " ya udah Sya gue duluan ya" ucap Aqeela ramah , lalu pergi


" Rasya, kayak nya si Aqeela nyembunyiin sesuatu deh " ucap teman Rasya curiga


" terserah, yang penting gue bebas " ucap Rasya dingin


" pak, berhenti disini " ucap Aqeela datar

__ADS_1


" tapi " ucap sopirnya , berhenti di taman " udah cepetan , atau mau aku pecat " ucap Aqeela judes " nanti nyonya nyariin " ucap sopirnya " aku sudah minta izin, udah ah , diem tunggu di sini , satu lagi jangan bilang kepada siapa pun " ucap Aqeela kesal


" mana obat nya " ucap Aqeela sambil duduk disebelah orang asing itu " ini " ucap orang itu sambil memberikan Aqeela obatnya " uangnya sudah aku transfer, ingat jangan sampai ada yang tahu " ucap Aqeela yang diikuti anggukan dari orang itu ,. lalu Aqeela pergi meninggalkan orang itu , sebelum kembali ke mobil , Aqeela pergi ke toilet umum dekat sana


" aduh " ucap orang itu kesakitan karena terluka


" suara siapa itu " gumam Aqeela keluar dari toilet , dia pun mencari asal suara dan menemukan orang itu " kau kenapa " ucap Aqeela berjongkok di depan orang kucel yang bersandar di dinding itu " tolong, kakiku sakit " ucap Orang itu " astaga kakimu infeksi " ucap Aqeela khawatir " tunggu sebentar " ucap Aqeela pergi meninggalkan orang itu


setelah beberapa menit


" untung ada keos di sekitar sini " ucap Aqeela


" tahan sebentar " ucap Aqeela sambil mengobati kaki orang itu dan meniup nya dengan pelan " nah sudah , ini makan " ucap Aqeela lega sambil memberikan orang itu makanan " kalau begitu aku pergi dulu " ucap Aqeela " tunggu" ucap orang itu sambil memegang tangan Aqeela yang hendak berdiri


yang membuat Aqeela menoleh dan kembali duduk " apa aku bisa meminjam handphone mu" ucap orang itu yang membuat Aqeela berpikir " tenang, aku hanya ingin menelpon keluarga ku " ucap orang itu " apa kau mau aku bantu mencari rumah mu " tawar Aqeela


" tidak perlu , aku hanya ingin meminjam handphone mu " ucap orang itu " baiklah, ini " ucap Aqeela sambil menyodorkan handphone nya , setelah beberapa menit


" ini, terima kasih " ucap orang itu yang diikuti anggukan dari Aqeela " tinggal satu lagi " ucap orang itu yang membuat Aqeela heran


" siapa nama mu " ucap orang itu yang membuat Aqeela lega " nama ku Aqeela Axelo Aulia , panggil saja Aqeela , kalau begitu aku pergi dulu " ucap Aqeela , lalu pergi tanpa memberikan orang itu kesempatan membalasnya , sebenarnya orang ini kelihatan seumuran dengan Aqeela



Aqeela Padira Aulia , pintar, baik , penyayang

__ADS_1


__ADS_2