Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
8. keceplosan


__ADS_3

" apa yang terjadi dok " ucap Aqeela lemah


" apa obat itu sudah tidak bekerja " ucap dokter


" iya " ucap Aqeela lemah " sebenarnya penyakit mu semakin parah , apa kau tidak mau memberi tahu keluarga mu " ucap dokter " ini belum waktunya , aku tidak mau menjadi beban" ucap Aqeela sedih " apa kau mampu menanggung beban ini sendirian " ucap dokter kasihan " aku mampu, lagi pula masih banyak orang yang lebih menyedihkan dibandingkan aku " ucap Aqeela tersenyum " aku tidak tahu, tapi kau tidak bisa lagi memakai dan melakukan apapun yang membuat tubuh mu merasa berat karena itu bisa membuat mu cepat berkeringat dan letih sehingga membuat tubuh mu semakin lemah , kau mengerti " ucap dokter itu yang diikuti anggukan dari Aqeela


" aku sudah menyuntikkan obat ke tubuh mu dan ingat kau harus mengonsumsi obat yang aku sarankan ini kau tidak boleh melewatkan nya mungkin tidak kau tidak akan kesakitan tapi kau akan lemah dan tidak bisa beraktivitas dan ingat dosis obat ini lebih besar dari sebelumnya jadi kau tidak bisa mengonsumsi nya secara berlebihan " ucap dokter yang diikuti anggukan dari Aqeela " apa ada efek samping nya " ucap Aqeela " pasti dan ini bisa membuat mu ketiduran kurang lebih satu jam, datang keruangan ku , aku akan memberi kan mu di sana " ucap dokter yang diikuti anggukan dari Aqeela " ngomong ngomong apa kau , jadi pergi" ucap dokter yang diikuti anggukan dari Aqeela " siapa yang akan menjaga mu di sana " ucap dokter " aku sudah menyiapkan semuanya, dokter tenang aja , dokter seperti ibu ku saja " ucap Aqeela tersenyum " ya, sudah aku keluar dulu jangan lupa ambil obatmu " ucap dokter yang diikuti anggukan dari Aqeela


" dokter bagaimana kondisi Aqeela " ucap Rey yang dari tadi menunggu di luar " tenang dia baik baik saja , dia hanya kelelahan " ucap dokter berbohong " terima kasih dok " ucap Rey senang " sama sama, sebaiknya kau menjaga Aqeela " ucap dokter " apa saya boleh masuk " ucap Rey yang diikuti anggukan dari dokter lalu pergi

__ADS_1


" apa kau baik-baik saja " ucap Rey " ya seperti yang kau lihat " ucap Aqeela " aku melihat kau tidak baik " ucap Rey " apa kau khawatir " ucap Aqeela " selalu " ucap Rey " aku bingung , kenapa kau kelihatan begitu khawatir , apa kau benar benar menyukai ku " ucap Aqeela curiga


" aku hanya khawatir " ucap Rey " iya aku tahu, tapi kenapa kau khawatir seperti kau sudah mengenal ku dengan dekat " ucap Aqeela curiga " aku hanya memiliki hati yang begitu baik " ucap Rey tersenyum " i dih " ucap Aqeela


" terima kasih lo udah mau bantu gue " ucap Aqeela yang diikuti anggukan dari Rey


" Sya tumben banget, si Aqeela nggak milih lo " ucap Dion bingung " bagus deh gue jadi nggak ribet " ucap Rasya kembali ke tenda mereka


" dokter " ucap Aqeela sedikit memasukkan kepala nya melihat dokter yang sedang duduk di kursi kerja nya " iya, silahkan " ucap dokter dengan ramah , Aqeela pun segera masuk dan duduk di kursi pasien tepat didepan meja dokter " ini obat nya , minum sesuai anjuran " ucap dokter " iya , terima kasih kalau begitu saya permisi dulu " ucap Aqeela yang diikuti anggukan dari dokter , lalu pergi

__ADS_1


" sudah " ucap Rey yang diikuti anggukan dari Aqeela


" ma " ucap Aqeela senang " kok pulang nya lebih cepat " ucap ibunya " iya, soalnya banyak anggota kelompok dari pada tahun sebelumnya" ucap Aqeela berbohong " o iya itu siapa mama belum pernah melihat nya " ucap ibunya sambil melihat Rey " itu Rey teman sekelas ku , dia murid pindahan namanya Rey, Rey perkenalkan ini mamaku dan mama ini Rey" ucap Aqeela " Reyhan Imanuel Syaraza Tante " ucap Rey ramah " Syaraza , Reyhan seperti nya tante pernah dengar ,..... ala " ucap mama Aqeela senang " iya tante " ucap Rey senang " wah kamu sudah besar , o iya bagaimana kabar papa mu " ucap mama Aqeela yang membuat Aqeela bingung " baik , ma mm maksud ku tante " ucap Rey yang membuat mama Aqeela tersenyum kecut


" o iya kapan kalian kembali " ucap mama Aqeela senang " beberapa hari lalu " ucap Rey tersenyum " kenapa kalian tidak memberi tahu kami " ucap mama Aqeela " kami juga kembali mendadak karena papa ada urusan disini " ucap Rey senang " iya udah ayo duduk " ucap mama Aqeela " ma, tunggu sebentar kenapa mama bertindak seperti mama sangat dekat dengan nya, apa ada yang mama sembunyikan, bahkan Rey juga bersikap seperti itu kepada ku" ucap Aqeela heran " mm itu karena m itu , iya itu karena dia anak rekan bisnis papa sekaligus ayah nya sahabat papa " ucap ibunya berbohong " tapi kenapa mama memanggil nya ala seperti panggilan akrab " ucap Aqeela masih heran " soalnya dulu dia suka bilang ala-ala seingat mama itu karena dia hobi masak i iya betul " ucap mama Aqeela kembali berbohong " iya bener aku juga ingat ingat lupa" ucap Rey " tapi rasanya tidak begitu " ucap Aqeela curiga " sudah , kamu ini mau jadi anak durhaka , curiga sama ibunya " ucap ibunya


" bukan begitu ma tapi an_" ucap Aqeela " sudah sana lebih baik kamu bersih bersih kamu bau " ucap mamanya mendorong Aqeela yang membuat Aqeela mengendus tubuhnya


" ya sudah kalau begitu saya permisi dulu " ucap Rey " enggak istirahat dulu " ucap ibu Aqeela " tidak usah , kalau begitu saya pergi dulu " ucap Rey yang diikuti anggukan dari ibu Aqeela , lalu pergi " ma, badan ku nggak bau kok " ucap Aqeela heran " itu kan badan mu mana mungkin kamu bilang bau, sudah sana mama mau muntah ni " ejek ibunya " iya iya " ucap Aqeela kesal

__ADS_1


larut malam " pa, tadi ala kesini " ucap mama Aqeela " siapa " ucap suaminya lupa " Reyhan Imanuel Syaraza , anak Ardiantara Syaraza " ucap istrinya " mm apa, lalu apa yang terjadi " ucap suaminya kaget " aku sempat keceplosan bicara tapi untung aku bisa membuat alasan , tapi itu tidak mudah Aqeela terus saja bertanya, aku tidak enak dengan Rey maksud ku ala walaupun dia sudah tahu kondisi Aqeela , tapi aku bingung bagaimana jika Aqeela bertanya lagi , aku tidak bisa terus berbohong " ucap istrinya khawatir " tenang saja , kita akan melewati nya " ucap suaminya memeluk istrinya


" ini belum seberapa , aku akan membuat mu menderita melalui anak kesayangan mu itu, kau lihat saja nanti " ucap Sandrina sambil memandang foto


__ADS_2