Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
24. Karina


__ADS_3

" A hai , di kasih lowongan , udah Aqeela ingat , di kasih pdkt lagi senangnya hati" ucap Rey senang " tuan , tuan lagi jatuh cinta ya" ucap sopirnya " rahasia , o iya pak , gimana cara nya dapetin cewek yang kita sukai " ucap Rey serius " katanya rahasia tapi, tidak masalah seingat paman dulu paman deketin bibi modalnya cuma gombalan aja ya mengingat mang kan nggak punya uang 😅 " ucap sopirnya tersenyum


" ma apa hari ini ada paket " ucap ayah Aqeela


" nggak , kenapa " ucap ibu Aqeela


" nggak ada , ya udah papa berangkat dulu ya " ucap ayah Aqeela " iya pa , hati hati ya " ucap ibu Aqeela tersenyum , tidak berselang lama suara bel berbunyi


" ada apa ya " ucap ibu Aqeela" ini ada paket buat Bu Karina " ucap kurir itu " dari siapa ya " ucap ibu Aqeela " saya juga kurang tahu, saya hanya mengantarkan saja " ucap kurir itu

__ADS_1


" ini Bu paketnya " ucap kurir itu " oh iya " ucap ibu Aqeela " tolong tanda tangan di sini Bu " ucap kurir itu , ibu Aqeela pun menandatangani nya


" jadi penasaran, isinya apa ya " ucap ibu Aqeela penasaran sambil membolak-balik paket nya , dia pun membukanya saat melihat isinya ibu Aqeela langsung berteriak " aaaaaa " teriak ibu Aqeela seketika mundur yang membuat pelayannya berlari untuk melihat


" nyonya, nyonya ada apa " ucap pelayannya mengetuk pintu , mendengar suara pelayan nya ibu Aqeela pun kembali sadar dan berusaha tenang lalu berjalan membuka pintu " nyonya Anda tidak apa-apa " ucap pelayannya " hm iya, kalian bisa kembali " ucap ibu Aqeela berusaha tenang , pelayannya pun pergi ibu Aqeela pun kembali masuk , lalu memberanikan diri melihat isi paketnya , saat memperhatikan isi paket itu ternyata di bawah bangkai anak kucing itu ada sebuah amplop , ibu Aqeela pun memberanikan diri memindahkan bangkai kucing itu menggunakan sesuatu dan di masukkan ke plastik lalu mengambil amplop yang berisi selembar kertas " Kirana , Kirana tolong, tolong , hehehe bagaimana kau suka " ucap Kirana membaca surat itu " siapa kau, kau pikir aku akan ketakutan atau apa tapi, sayang kau belum tahu aku bisa saja melakukan hal yang tidak pernah kau pikirkan " ucap Ibu Aqeela dingin sambil meremas kertas itu dan melemparkannya , ibu Aqeela pun keluar dari kamarnya sambil membawa plastik yang berisi bangkai kucing itu , lalu masuk ke kamar Aqeela , setelah mengunci pintu ibu Aqeela pun sekuat tenaga menggeser tempat tidur Aqeela dan membuka lantai lalu masuk


" bangun" bentak ibu Aqeela sambil menampar wanita yang di ikat dengan rantai itu yang membuat wanita itu membuka matanya , ibu Aqeela pun duduk di kursi yang ada di sana


" ada apa, apa kau sedang ketakutan " ucap wanita itu tersenyum yang membuat ekspresi wajah ibu Aqeela berubah , lalu tiba tiba kembali menampar wanita itu " maaf, aku tidak sengaja " ucap ibu Aqeela dengan raut wajah merasa bersalah sambil menyentuh pipi wanita yang di tampar itu " kau benar karma akan datang pada waktu nya tapi, sebelum itu aku punya hadiah untuk mu " ucap ibu Aqeela mengambil kantung plastik yang dia bawa lalu, dengan tersenyum mengeluarkan isinya tepat di depan wanita itu tanpa menyentuh isinya , melihat bangkai kucing itu, wanita itu langsung berteriak ketakutan " aaaaaa "yang membuat ekspresi ibu Aqeela kembali berubah " ada apa , apa kau menyukai hadiah ku " ucap ibu Aqeela tersenyum " kau pembunuh, berani sekali melakukan ini , asal kau tahu saja kau pasti akan menerima ganjaran nya " ucap wanita itu sambil melotot " aku sudah bilang , aku bisa melakukan apapun jadi, jangan pernah main-main dengan " ucap ibu Aqeela mencengkeram rahang wanita itu lalu melepaskan nya dengan kasar , lalu pergi dan merapikan kamar Aqeela , saat keluar ibu Aqeela terkejut melihat pelayanannya yang ada di depan pintu " astaga " ucap ibu Aqeela " maaf, nyonya saya tidak bermaksud " ucap pelayannya " sudah tidak apa-apa, ada apa " ucap ibu Aqeela lembut " ini saya cuma mau bilang kalau tuan menelpon " ucap pelayannya sambil membawa handphone ibu Aqeela " iya udah terima kasih ya BI " ucap Ibu Aqeela sambil mengambil handphone nya , setelah ibu Aqeela pergi pelayannya pun pergi melanjutkan pekerjaannya " tumben papa nelpon " ucap ibu Aqeela menghubungi suaminya " halo " ucap ibu Aqeela setelah tersambung " halo ma " ucap suaminya " ada apa pa " ucap ibu Aqeela

__ADS_1


" ini papa mau nanya, apa hari ini ada orang yang datang , mungkin paket atau apa " ucap suaminya " nggak kok , emangnya kenapa " ucap ibu Aqeela " nggak ada, iya udah papa tutup ya, love you " ucap suaminya " love you " ucap ibu Aqeela lalu mematikan handphone nya


" Qeel , besok hari festival itu, apa kau bisa pergi dgn ku "ucap Aila duduk di bangku yang ada di halaman Rumah Sakit bersama Aqeela " apa aku bisa menolak " ucap Aqeela tersenyum " nggak juga sih " ucap Aila tersenyum


" o iya kamu bilang kak Rey itu teman mu tapi, Kenapa kau tidak pernah menceritakan ini " ucap Aila penasaran " ya iyalah , gimana mau cerita aku aja baru inget kalau kami itu temen" ucap Aqeela tersenyum " jadi selama ini kamu lupa soal kak Rey " ucap Aila " iya " ucap Aqeela mengangguk " berarti Rasya dan Rey itu juga saling kenal mereka kan teman mu dari kecil" ucap Aila


" ya kalau itu aku juga nggak tahu, setahu ku Rasya juga bertingkah seperti tidak mengenal ku setelah aku sadar setelah kecelakaan itu " ucap Aqeela


" tapi, aku penasaran kenapa kamu dan Rasya mengalami hal yang sama tapi, tidak dengan kak Rey atau dulu pas kalian kecelakaan kamu dan Rasya sedang bertengkar dengan kak Rey , apa begitu , ya iyalah pasti begitu " ucap Aila sok tahu " aku juga nggak tahu , aku saja baru ingat dan belum semuanya " ucap Aqeela tersenyum " hm terasa seperti ada yang janggal" ucap Aila dengan nada bicara seperti penuh misteri " yang janggal itu kamu , kok bisa bisanya kamu nggak bertingkah seperti wanita padahal kamu sendiri wanita , pantes aja mami mu cerewet " ucap Aqeela tersenyum " ya elah itu mah bukan karena aku, itu mah gara gara pita suara nya yang kebanyakan makanya ngomong nya nggak pernah putus , seharusnya orang semakin tua dia semakin lemah , nah ini semakin tua malah semakin cempreng " ucap Aila mengejek ibunya yang cerewet

__ADS_1


" tapi itu tandanya dia sayang sama kamu " ucap Aqeela " emang mami mu sayang sama kamu , ngomong nya kayak mami ku " ucap Aila dengan ekspresi julid " nggak juga sih , mama ku itu nggak bisa marah mungkin pita suara nya sedikit udah di ambil mama mu makanya mama ku nggak pernah marah atau bicara dengan keras mungkin takut kalau kelamaan ngomong pita suaranya jadi putus " ucap Aqeela tersenyum " kamu mah enak nggak pernah di marah , lah ini marah nggak marah suaranya sama aja , sama sama membuat telinga Gagal fokus " ucap Aila " hm Aila Aila " ucap Aqeela tersenyum lalu bersandar melihat pemandangan sekitar


__ADS_2