Aku Jahat ( Memang )

Aku Jahat ( Memang )
23. senjata makan tuan


__ADS_3

" aduh perut ku kenyang " ucap Aila bersandar lega sambil menyentuh perutnya , sedangkan Aqeela dan Rey masih terus menahan tawa nya, tapi ternyata Aila memperhatikan nya


" ada apa, kalian belum pernah liat orang kenyang apa " ucap Aila sedikit kesal " pernah tapi, bukan orang rakus yang katanya tidak punya selera " ucap Rey " apa, aku rakus, kakak tahu siang malam aku bolak balik dari rumah ke RS tiada hari tanpa itu , aku terus menambah beban dosa ku dengan terus berbohong, coba saja bayangkan di umur ku yang segini seharusnya aku menjauhi perbuatan buruk tapi, aku malah menambah beban dosa " ucap Aila langsung berdiri dengan ekspresi menghayati


" berbohong, apa maksudmu " ucap Rey heran yang membuat Aila dan Aqeela terdiam sejenak


" mm maksudnya , iya maksudnya aku mau nyemil, ya kantin , kantin " ucap Aila berpikir tidak jelas langsung berjalan pergi " apa kau mengerti " ucap Rey melihat Aqeela yang diam berpikir yang membuat Aqeela menoleh " o iya, maksudnya, tadinya dia berjanji dengan ibunya kalau dia tidak akan banyak nyemil tapi, dia melanggarnya itu sebabnya " ucap Aqeela menyakinkan " aku tidak mau memaksamu mengatakan yang sebenarnya tapi aku ingin bertanya , sejak kapan kau mengingat masa lalu " ucap Rey " sejak kau bercerita kepada ku" ucap Aqeela memalingkan pandangannya


" aku , kapan aku tidak ingat " ucap Rey heran


" tidak perlu di ingat kau hanya perlu tahu kalau aku sudah ingat " ucap Aqeela " tidak, sebentar aku harus mengingat nya ini hal baik " ucap Rey berpikir tidak lama Rey terlihat terdiam sejenak lalu melihat ke arah Aqeela " apa saat kau masih di rawat , di saat aku berbicara saat kau tertidur " ucap Rey melihat Aqeela yang membuat Aqeela menoleh lalu kembali memalingkan pandangannya dan pergi ke dekat ranjangnya dan mengambil kopernya yang ada di bawah ranjang dan membuka nya

__ADS_1


" sebaiknya kita tidak membicarakannya " ucap Aqeela " apa kau mendengar semuanya " ucap Rey berjalan mendekat " iya dan itu membuat ku tidak nyaman jadi bersikap saja seperti biasa " ucap Aqeela " bagaimana kalau aku tidak mau " ucap Rey yang membuat Aqeela menoleh " terserah aku juga tidak bisa memaksa mu kan " ucap Aqeela kembali fokus ke kopernya " kalau begitu , aku tidak akan berbohong aku mungkin sahabat mu tapi aku ingin menjadi lebih dari itu , jadi aku jujur akan mengejar mu " ucap Rey yang membuat Aqeela berdiri dan melihatnya " seperti yang kau bilang, aku menyukai Rasya dan kau sendiri yang bilang kalau kau tahu aku menyukainya sejak dulu " ucap Aqeela " aku tahu tapi, itu bukan berarti aku tidak bisa mendekati mu kan, aku tahu kau menyukai nya tapi, belum tentu dia menyukai mu kan " ucap Rey " kenapa kau mengatakan ini apa kau berusaha membuat ku tidak mengharapkan nya lagi " ucap Aqeela


" tidak hanya menyadarkan , mungkin saja kau malah yang akan berbalik menyukai ku " ucap Rey tersenyum berjalan pergi " itu tidak akan terjadi , kita lihat saja nanti " ucap Aqeela


" jika kau bilang begini , itu berarti kau menantang ku dan mempersilahkan ku mendekati mu dengan terbuka dan aku menerima tantangan mu " ucap Rey tersenyum berbalik yang membuat Aqeela kesal namun dia hanya bisa diam karena dia tidak bisa bilang kalau Rey salah , lalu Rey pun tersenyum dan pergi meninggalkan Aqeela


" dasar bodoh , kenapa aku bilang seperti itu lihat sekarang aku kena imbasnya sendiri " ucap Aqeela kesal , Aqeela pun pergi ke kamar mandi dengan membawa bajunya setelah beberapa akhirnya Aqeela keluar dari kamar mandi tidak lama dokter Ghani juga datang


" bagaimana kabarmu " ucap dokter Ghani sedangkan Aqeela duduk di tepi ranjang


" tidak perlu berterima kasih, seperti yang kau bilang aku seorang dokter dan ini memang tugas ku " ucap dokter Ghani tersenyum " apa karena hal ini anda mendapat masalah " ucap Aqeela " ya tentunya karena aku menggunakan obat yang masih belum banyak digunakan dan itu untuk mengobati anak yang bahkan tidak memiliki siapapun tapi, sekarang semuanya sudah selesai jadi kau tidak usah khawatir , o iya apa kau sudah meminum obat yang ku berikan kepada Aila " ucap dokter Ghani

__ADS_1


" iya, apa aku bisa pergi hari ini " ucap Aqeela


" sebaiknya kau istirahat atau membiasakan tubuh mu untuk beraktivitas dulu di sini dan besok mungkin kau bisa pergi " ucap dokter Ghani tersenyum " baiklah hari ini aku akan berkeliling di sekitar sini dengan Aila " ucap Aqeela " o iya, apa Aila tidak menginap " ucap dokter Ghani melihat sekeliling " dia menginap tapi, tadi dia bilang dia mau ke kantin hm maaf maksudnya ke koridor bawah " ucap Aqeela


" om , kenapa di sini " ucap Aila tiba-tiba dari belakang sambil memegang jajannya dan langsung duduk di sofa yang membuat Ghani menoleh " kepo " ucap dokter Ghani mengejek Aila yang asik memakan jajannya " biarin , o iya Qeel jalan jalan yuk " ucap Aila sambil mengunyah makanan nya " ayo aku juga sudah mengganti baju biar nyaman " ucap Aqeela tersenyum " baiklah kalau begitu dokter ini pamit dulu " ucap dokter Ghani tersenyum


" Qeel kak Rey kemana " ucap Aila " dia sudah pergi " ucap Aqeela " siapa " ucap dokter Ghani yang masih belum pergi " keponakan om kak Rey " ucap Aila sambil mengunyah makanan nya " aku tidak tahu dia kesini padahal dari tadi aku di ruangan ku , apa dia mencari ku " ucap dokter Ghani " nggak , mungkin jenguk Aqeela soalnya katanya kak Rey itu teman masa kecil nya " ucap Aila " apa, apa itu benar " ucap dokter Ghani melihat Aqeela " iya tapi, aku juga baru tahu kalau dokter pamannya " ucap Aqeela


" apa, dasar anak tengil dia bahkan tidak memberi tahu temannya sendiri tentang pamannya yang keren ini " ucap dokter Ghani yang membuat Aqeela tersenyum kecut sedangkan Aila mengeluarkan ekspresi ingin muntah " huek, pede BANGET " ucap Aila


" itu kenyataan " ucap dokter Ghani tidak mau kalah " o iya tapi, kenapa sampai sekarang om nggak jadi papa ku malah terus berjalan di tempat yang sama nggak sampe sampe ke pelaminan " ejek Alia " hei, itu privasi om jangan di umbar umbar dong , malu tahu " ucap dokter Ghani " makanya jangan kepedean " ucap Aila

__ADS_1


" o iya , bukan nya kalian mau jalan-jalan , kalau begitu aku pergi dulu " ucap dokter Ghani mengganti topik " uuu udah malu baru nyadar" ucap Aila " biarin " ucap dokter Ghani berjalan pergi yang membuat Aqeela tersenyum


" ayo kita juga pergi , aku juga mau beli sesuatu" ucap Aqeela senang menarik Aila yang memeluk makanannya , lalu mereka pun pergi


__ADS_2