Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Episode 17


__ADS_3

Tengah Malam


Di Sebuah Danau


Udara malam yang dingin di sertai angin yang berhembus lembut mengitari Danau dan menerbangkan dedaunan yang ada di Pohon


Cahaya Bulan Purnama yang begitu terang mengalahkan Gelapnya Malam


Bayangan Bulan Purnama mengapung di atas Air yang ada di Danau dan membuat sebuah Pemandangan indah yang menenangkan hati dan pikiran


Terdapat seorang Gadis yang tengah berjalan perlahan di pinggiran Danau, Gadis itu adalah Shiro


Dengan Nafasnya yang lembut, dan langkah kakinya yang Ringan, Shiro berjalan menyusuri Pinggiran Danau menuju ke sebuah Pohon Besar


Sebuah Pohon yang menjadi Saksi Atas Janji yang Shiro Ingkari


Shiro berjalan mendekat ke arah Pohon tersebut, Lalu menyentuh Pohon itu dan membelainya dengan lembut


"Sudah 10 tahun berlalu sejak Aku dan Tanaka mengikat Janji untuk bertemu di sini..." Ucap Shiro


Mata Shiro mulai berkaca kaca saat dirinya mengingat Janji yang telah di ingkarinya


"Tanaka... Maafkan aku... Tolong maafkan aku..." Ucap Shiro


Tak Lama setelahnya, Shiro sudah tak kuasa untuk menahan Kesedihannya


Kedua Kaki Shiro kehilangan keseimbangannya dan membuat Shiro terjatuh di bawah Pohon Besar itu


Meratapi Kesedihannya, Shiro meringkuk dan terus menerus Meminta Maaf dalam Lautan Kesedihannya


Selang Waktu Berlalu


Shiro tertidur setelah dirinya meluapkan seluruh kesedihannya


Tak Lama kemudian, Elise datang menghampiri Shiro


Elise terus memperhatikan Shiro dari kejauhan karena Elise sangat Khawatir kepada Shiro


Elise berdiri di samping Shiro yang telah tertidur nyenyak di bawah Pohon


"Tuan Putri..." Ucap Elise


Elise melihat Shiro yang masih Larut dalam Kesedihannya di dalam Tidurnya

__ADS_1


Elise tidak pernah melihat Shiro merasa sesedih itu, Tidak pernah walaupun hanya sekali ataupun sesaat


Elise menganggap bahwa Shiro merupakan seorang Gadis dengan Karakter yang Kuat dalam segala hal, Namun Elise tidak pernah menyangka bahwa Shiro juga mempunyai sisi yang begitu Rapuh di dalam Dirinya


Hal itu semakin membuat Elise semakin penasaran dengan Seseorang yang selalu Shiro bicarakan


Elise menghela nafasnya, Kemudian Elise mengambil sebuah Selimut yang ada di Tas Kecilnya lalu menyelimuti Tubuh Shiro yang tertidur di bawah Pohon


"Tidurlah yang nyenyak Tuan Putri... Maafkan saya karena saya tidak pernah bisa memahami Kesedihan yang selama ini anda alami..." Ucap Elise


Kemudian Elise berdiri di samping Shiro yang tengah tertidur nyenyak untuk menjaga Shiro sepanjang Malam


Udara Malam yang dingin menyerang namun itu tak membuat Elise gentar sedikitpun


Walaupun itu tidak bisa menggantikan Sikap Elise yang tidak pernah bisa mengerti tentang Kesedihan yang selama ini Shiro alami, Namun setidaknya itu adalah hal yang bisa Elise lakukan untuk Shiro


...----------------...


Pagi Hari


Matahari terbit dengan Cahaya nya yang Hangat


Pada saat saat itulah, Angin Sejuk berhembus mengelilingi Danau, Menerpa dedaunan dan menerbangkannya ke sana kemari lalu jatuh ke atas permukaan Danau


Air Danau yang jernih memantulkan Bayangan Langit Biru Cerah Berawan, Suara Kicauan Burung terdengar Merdu di iringi dengan Suara lembut yang di hasilkan oleh hembusan Angin


Elise tersenyum ke arah Shiro, "Selamat Pagi Shiro..." Ucap Elise


Shiro terkejut, "E-elise...? K-kenapa kamu ada di sini...?" Ucap Shiro


Elise tersenyum, Kemudian Elise duduk di samping Shiro dengan melipat kedua kakinya di bawah Pahanya


"Saya sangat mengkhawatirkan Anda karena Anda keluar saat malam sudah larut, maka dari itulah saya mengikuti Anda sampai di sini" Ucap Elise


Shiro membuang pandangannya untuk menghindari kontak mata dengan Elise, "J-jadi... Kamu... Kamu mendengar semuanya?" Ucap Shiro


Elise tersenyum, Kemudian Elise memeluk Shiro dengan Erat, "Shiro... Tolong maafkan saya karena saya tidak pernah bisa memahami tentang perasaan dan Kesedihan yang anda Alami..." Ucap Elise


Shiro tersenyum manis, Kemudian Shiro membalas pelukan Elise, "Elise... Kamu tidak perlu meminta maaf... Pasti sulit bagimu untuk menerima ini semua, seharusnya akulah yang meminta maaf karena aku terus menerus bersikap egois" Ucap Shiro


Elise menggeleng, "Tidak... Anda tidak pernah merasa Egois, Justru Sayalah yang sudah mengerti apa alasan anda melakukan ini semua..." Ucap Elise


Shiro tersenyum, "Terima kasih Elise... Terima kasih karena kamu selalu ada di sisiku..." Ucap Shiro

__ADS_1


Momen itu berlangsung selama beberapa waktu, Di bawah Sinar Matahari pagi yang cerah dengan Langit Biru berawan, Ikatan Persahabatan yang tidak terhancurkan telah terbentuk


Sesaat kemudian, Shiro melepaskan pelukannya lalu tersenyum ke arah Elise, "Elise... Kamu tidak perlu bersikap terlalu formal kepadaku, kita telah bersama sejak kecil, dan kita sudah menjadi keluarga, jadi kamu tidak perlu bersikap formal kepadaku" Ucap Shiro


"Tapi... Saya tidak bisa melakukannya..." Ucap Elise


Kemudian Shiro menggenggam kedua tangan Elise, "Elise... Kumohon..." Ucap Shiro dengan nada memohon


Elise melihat keseriusan yang terpancar di wajah Shiro, Sebenarnya Elise ingin sekali bisa berbincang dan mengobrol seperti seorang sahabat dengan Shiro, namun di sisi lain, Elise sadar akan posisinya yang hanya seorang Maid Pribadi


Namun hal itu sudah tidak menjadi halangan lagi karena halangan itu sudah terpatahkan saat itu juga


Elise menghela nafasnya, Kemudian Elise tersenyum ke arah Shiro, "Baiklah... Jika itu yang kamu inginkan" Ucap Elise


Shiro tersenyum bahagia, Kemudian Shiro kembali memeluk Elise dengan erat, "Terima Kasih Elise" Ucap Shiro


Elise hanya bisa tersenyum untuk menanggapi Rasa Kebahagiaan itu, Kata kata saja tidak akan mampu untuk menunjukkan betapa Bahagianya mereka berdua


Kemudian Elise membalas pelukan Shiro, "Sama Sama Shiro" Ucap Elise


Sesaat setelahnya, Elise melepaskan pelukannya, "Sudah saatnya untuk kembali ke Villa, Kamu tertidur semalaman di sini dan kamu perlu perawatan untuk mencegah hal yang tidak di inginkan" Ucap Elise


Shiro tersenyum bahagia karena akhirnya Elise bisa berbicara tanpa nada dan kata yang begitu formal kepadanya


"Baiklah..." Ucap Shiro


Kemudian Shiro dan Elise berdiri, Lalu beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut


Dengan perubahan yang terjadi di antara mereka berdua, Shiro dan Elise akan selalu bersama, baik saat ini maupun di masa depan


...----------------...


Rumah Tanaka


Reina berjalan menuruni tangga lalu menuju ke kamar Mandi


Sesaat setelah sampai di depan pintu Kamar Mandi, Reina langsung membuka Pintu Kamar Mandi


"Ehh...?"


Di dalam Kamar Mandi, Terlihat Tanaka yang hendak memakai Pakaian


Tubuh Berotot yang sempurna itu dapat di lihat dengan jelas oleh Reina, Dengan 8 Buah Roti Sobek melapisi bagian Perut Tanaka dan Bagian Tangan serta Kaki Tanaka yang berotot terlihat seperti terbuat dari Lempengan Baja, dan di sertai dengan Benda Kejantanan Tanaka Yang Berukuran Sangat Besar dan Tengah Berdiri Tegak Berurat

__ADS_1


Reina sangat terkejut dengan hal itu dan langsung membanting Pintu kamar mandi


"M-MAAF... KAKAK MAAF... AKU... AKU TIDAK BERMAKSUD UNTUK MENGINTIP..."


__ADS_2