
Rumah Tanaka
Secepat Kilat Reina berlari ke arah pintu depan dan langsung membuka nya lalu masuk ke dalam Rumah
"KAKAK... AKU PULANG" Teriak Reina
Dari arah dapur, Tanaka muncul dan melihat ke arah pintu depan
"Ohh Reina" Ucap Tanaka
Kemudian Reina langsung menerjang ke arah Tanaka lalu memeluknya dengan erat
"Aku sangat merindukanmu" Ucap Reina
Tanaka tersenyum, Kemudian Tanaka membalas pelukan Reina, "Bagaimana diskusi nya?" Ucap Tanaka bertanya kepada Reina
"Semuanya berjalan dengan baik dan kami juga menyelesaikan beberapa permasalahan yang mungkin akan jadi kendala bagi semuanya" Ucap Reina
"Syukurlah kalau begitu" Ucap Tanaka
Kemudian Reina melepaskan pelukannya lalu melihat ke sekeliling
"Kakak, apa gadis itu sudah pergi?" Ucap Reina bertanya kepada Tanaka
Tanaka mengangguk, "Ya, dia sudah pergi" Ucap Tanaka
Reina kembali melihat ke sekelilingnya lalu menatap kembali ke arah Tanaka
"Jadi, apakah dia memperkenalkan dirinya juga?" Ucap Reina bertanya kepada Tanaka
"Namanya Elise, Dia bilang bahwa dia adalah seorang Maid Pribadi dari seseorang" Ucap Tanaka
"Ternyata begitu, apakah dia benar benar sudah pulih? dia terlihat sangat pucat saat kakak membawanya ke rumah" Ucap Reina
Kemudian Tanaka membelai pipi Reina dengan lembut, "Dia sudah baik baik saja, namun dia belum pulih sepenuhnya, tapi itu tidak menjadi masalah jika dia tidak memaksakan dirinya" Ucap Tanaka
Reina mengangguk, Kemudian Reina kembali memeluk Tanaka dengan Erat
Selang sesaat setelahnya, Tanaka mengangkat lalu menggendong Reina, Kemudian Tanaka membawa Reina ke lantai atas
Kamar Tanaka
Tanaka berjalan masuk ke dalam Kamarnya
Berjalan menghampiri Tempat Tidur, Tanaka menidurkan Reina di tempat tidur
Reina tersenyum manis, namun ekspresi imut Reina itu seketika berubah, "Kakak, apa hari ini kakak juga akan pergi ke tempat itu?" Ucap Reina
__ADS_1
Tanaka menghela nafasnya, "Benar... aku harus pergi ke sana" Ucap Tanaka
Kemudian Reina langsung mencium bibir Tanaka
Ciuman itu bertahan selama beberapa waktu sebelum akhirnya Reina melepaskan ciumannya lalu tersenyum kepada Tanaka
"Aku tau kakak adalah orang yang selalu memegang janji, dan aku tidak akan pernah mempermasalahkan apapun mengenai Teman Masa Kecil kakak" Ucap Reina
Tanaka tersenyum, "Terima Kasih Reina" Ucap Tanaka
Reina membalas senyuman Tanaka, "Kakak tidak perlu berterima kasih" Ucap Reina
Keduanya larut dalam kehangatan momen tersebut, bibir mereka menyatu menjadi satu dan menyatukan cinta mereka sepenuhnya
...----------------...
Pusat Kota Cherry
Sebuah Mobil Limosin melaju di jalanan yang padat akan kendaraan yang berlalu lalang
Lampu merah menyala tanda untuk berhenti bagi lajur yang di ambil Mobil Limosin itu
Mobil Limosin itu berhenti tepat di lampu merah lalu menunggu agar lampu kembali menjadi Hijau
Di dalam mobil Limosin, terdapat Aiko dan Irina yang duduk bersebelahan
Meskipun mereka saling tidak menyukai satu sama lain, tapi sekarang mereka mencoba membuang Rasa Tidak suka itu karena sekarang mereka sama sama telah menjadi Kekasih Tanaka
Aiko melirik ke arah Irina, "Apakah Tanaka juga termasuk dalam orang yang kamu benci?" Ucap Aiko
Irina mengarahkan pandangannya ke arah Aiko, "Mana Mungkin aku membenci Darling, Tanpa dirinya, Aku tidak akan pernah bisa hidup di dunia ini, aku lebih baik mati daripada harus hidup tanpa dirinya" Ucap Irina
Aiko menghela nafasnya, "Lalu, apa maksud mu dengan dirimu yang membenci Pria" Ucap Aiko
Irina menghela nafas berat, "Paparazi, Mereka selalu membuntuti ku kemanapun aku pergi, sebagai seorang Idol, aku tidak bisa pergi secara bebas karena akan selalu ada kerumunan orang yang mendatangi ku, Terutama para penggemar ku dan para Paparazi yang selalu memotret di sana dan di sini" Ucap Irina
"Seperti nya menjadi Idol adalah pekerjaan yang melelahkan" Ucap Aiko
Irina mengepalkan tangannya, "Kamu benar, terkadang aku benar benar lelah dengan Karirku sebagai Idol, tapi aku selalu mengingat Darling yang selalu ada untuk mendukungku, maka dari itulah aku membuang Rasa lelah itu dan kembali menjalani Kehidupanku sebagai seorang Idol dengan penuh semangat" Ucap Irina
Aiko menghela nafasnya, "Seberapa penting Tanaka bagimu?" Ucap Aiko bertanya kepada Irina
"Penting... Sangat Penting... Lebih penting dari apapun yang ada di dunia ini... Bahkan Hidupku sendiri" Ucap Irina
Aiko tersenyum, "Sepertinya Tanaka selalu ada di hatimu" Ucap Aiko
"Darling adalah Satu Satu nya orang yang ada di dalam lubuk hatiku yang paling dalam" Ucap Irina sembari meletakkan kedua tangannya di tengah dada nya
__ADS_1
Kemudian Irina melihat ke arah Aiko, "Lalu, bagaimana denganmu?" Ucap Irina
Aiko merenung sejenak sebelum akhirnya dirinya menghela nafas lalu tersenyum ke arah Irina
"Kurang lebih sama seperti mu, Aku tidak bisa hidup tanpa Tanaka, Tanaka adalah segalanya bagiku, Aku mencintai nya lebih dari apapun yang ada di dunia ini" Ucap Aiko
Irina tersenyum mendengar jawaban Aiko, "Kurasa kita benar benar mirip" Ucap Irina
Aiko tersenyum, "Mungkin saja" Ucap Aiko
...----------------...
Malam Hari
Villa Milik Shiro
Kamar Elise
Elise berbaring di atas tempat tidurnya dengan mengenakan sebuah Lingerie Berwarna Putih Transparan yang membuat Pakaian Dalamnya yang Berwarna Putih Polos terlihat dengan jelas dan juga sepasang Kaus Kaki berwarna Putih yang menutupi bagian Paha hingga ujung kaki nya
Elise memandangi Ponselnya dengan penuh senyuman karena dirinya tengah berkomunikasi dengan seseorang yang di cintai nya lewat Aplikasi Chatting
[ Jangan memaksakan dirimu dan jagalah kesehatanmu, bagaimanapun juga, kesehatanmu adalah hal yang paling penting ] Tulis Pesan dari Nomor Telefon Tanaka
Elise tersenyum bahagia, Kemudian Elise membalas pesan Tanaka, [ Baik ] Tulis Pesan Elise
[ Ini sudah larut, sebaiknya kamu segera tidur ] Tulis Pesan Tanaka
Elise kembali tersenyum, Kemudian Elise kembali menulis pesan kepada Tanaka, [ Baik, Selamat Malam Tanaka ] Tulis Pesan Elise dan di akhiri dengan Emoticon Bulan Sabit di akhir Kata
[ Baiklah, Selamat Malam ] Tulis Pesan Tanaka
Sesaat kemudian, Status Tanaka menjadi Offline yang menandakan bahwa Tanaka sudah keluar dari Aplikasi Chatting
Elise tersenyum, Kemudian Elise mematikan Ponselnya lalu memeluk Ponselnya dengan cukup Erat
"Tanaka... Kamu adalah satu satu nya orang yang aku cintai..." Ucap Elise
Kemudian Elise menghela nafasnya, "Andai saja aku bisa bebas dari Jeratan Loyalitas ini... Mungkin sekarang aku tengah tidur di dalam pelukan Tanaka" Ucap Elise
Elise kembali menghela nafasnya, "Setelah sekian lama akhirnya aku merasakan bagaimana rasanya Jatuh Cinta... Dan setelah sekian lama akhirnya aku mendapatkan cinta pertamaku... Tapi..." Ucap Elise
Sesaat setelahnya, Air mata Elise mengalir jatuh dari kedua belah matanya
"Tapi mengapa aku harus merelakan Cinta Pertamaku begitu saja..." Ucap Elise dalam kesedihannya
Luapan Kesedihan Elise terus berlanjut hingga tengah Malam
__ADS_1
Isak Tangis terdengar menggema di seluruh Ruangan, Dalam Kesedihannya yang tak terbendung, Elise meluapkan segalanya
Cinta Pertama yang selama ini Elise dambakan harus di relakannya begitu saja demi sebuah Loyalitas semata