Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Empat Puluh Sembilan


__ADS_3

Besok pagi sebelum sarapan Putri yang membantu Tari menyiapkan sarapan meminta untuk menjaga Aldo agar tidak melarang dan mengikuti kemana Putri pergi sesuai janji Putri Bersama Citra dan Rava serta Ardi dan David. Setelah selesai Sarapan Putri pergi ke apartemen dengan aman tanpa merasa di ikuti oleh Aldo. Sesampainya di apartemen Citra sudah ada David dan Ardi di sana.


Mereka semua lalu ke Pemakaman umum ke makam Arya dan Ardian.


“Assalamualaikum “ Ucap Rava dan Citra dan di ikuti oleh David dan Ardi serta Putri


“Ayah ini abang bawa ade “ Ucap Rava


Putri hanya mendengar Rava berbicara memandang Citra dan Citra hanya mengangguk kepala. Mereka semua duduk di samping makam Arya, Putri yang membaca Tulisan nama ayahnya menjadi sedih dan matanya sudah berembun


“Ayah Maaf ade baru datang ke sini …” Ucap Putri sendu dengan berlinang airmata


Rava yang melihat itu hanya merangkul Putri dan Putri hanya memandang Rava


“Udah jangan nangis lagi ayah udah bahagia di sana “ Ucap Rava dan Putri hanya mengangguk kepala. Tak lama mereka berdoa di depan makam Arya yang di pimpin doa oleh Rava. Setelah dari makam Arya mereka ke makam Opa mereka Ardian dan mereka sampai mengucapkan salam dan duduk sebentar serta berdoa di depan makam Ardian.


Setelah dari pemakaman hari sudah siang, atas permintaan Rava mereka semua makan siang di sebuah restoran dan Rava meminta ruang VIP untu mereka makan bersama.


Sementara makan handpone Rava berbunyi dan Rava memandang Putri tapi Putri masih di suapi oleh Citra sama seperti kemarin makan siang. Rava lalu mengangkat telpon yang dari Aldo dan meloadspekaer karena sengaja untuk menggoda Putri dan melihat perubahan Putri adiknya.


“Hallo siang, Tuan” Ucap Rava


“Bukan jam kerja manggil biasa aja” Ucap Aldo dingin membuat Putri kaget lalu memandang Rava


Rava memandang Putri yang kaget karena mendengar suara Aldo langsung tersenyum dan mengangguk kepala


“Aldo” Ucap Rava pelan ke Putri tapi Putri memutar matanya malas mendengar suara kakaknya


Sedangkan Rava dan Citra serta Ardi dan David hanya tersenyum melihat Putri


“Ada Apa Al?” Tanya Rava


“Udah pesan tiket?” Tanya Aldo

__ADS_1


“Belum “ Ucap RAva


“Oh… pesan untuk Lusa aja baru kita berangkat .. kita berangkat pagi aja” Ucap Aldo


“Baik akan aku pesan bentar malam “ ucap Rava


Setelah selesai menelpon, Rava memandang Putri ketika Putri memandangnya


“Muka Biasa aja kalau Kakak ade telpon” Goda Rava membuat Putri jengah dengan Rava menggoda dia bukan malu seperti biasanya


“Malas sama dia posesif habis … masih curiga ade sama David “ Ucap Putri


“Tandanya Kak Aldo sayang sama kamu de” Ucap Citra


“Pulang gue antar… gue mau lihat gimana wajahnya jika gue antar lu pulang Put” Ucap David membuat Putri kaget dengan ucapan David


“Gak … Gue gak mau lu antar gue… Yang ada lu pulang, gue dan dia bertengkar lagi” Ucap Putri sewot


“Ingat yang di sekolah… gue gak tenang saat pulang .. apalagi sampai di rumah bertengkar kita .. malas gue “ ucap Putri membuat David tertawa begitu juga Ardi


Besoknya seperti biasa, Putri dan lainnya sekolah sedangkan di perusahaan yang di pimpin oleh Nathan sudah ada janjian dengan Rava bertemu di kafe saat makan siang dan di kejutkan dengan munculnya perempuan yang sudah lama menghilang dan sudah lama di cari oleh Nathan. Ya Perempuan itu Lily, Lily datang di perusahaan dan membuat onar dengan Lily yang maksa untuk masuk ke dalam ruangan untuk bertemu dengan Nathan tetapi di larang oleh resepsionis karena Nathan sedang metting. Sekertaris Nathan akhirnya memberitahu asisten pribadi Nathan yang Bernama Anton, Anton yang mendengar sekretaris melaporkan keributan langsung membisikan kepada Nathan dan Nathan yang mendengar langsung menyerahkan rapatnya ke Anton. Sesudah itu Nathan keluar ruangan meting dan langsung meminta sekertaris untuk membiarkan Lily masuk ke dalam ruangannya. Ketika Lily dibiarkan masuk ke ruangan Nathan dengan berjalan angkuh menuju ruangan Nathan. Sekertaris Nathan yang tau Lily datang dengan di ijinkan Nathan supaya jangan di halangi lagi dan dibiarkan saja Lily masuk ruangannya. Ketika Lily masuk Nathan yang sudah menanti Lily hanya memandang dengan tatapan jengah


“Begini karyawan kamu ketika mama datang .. Gak ada sopannya mereka sama mama“ Ucap Lily


“Wajar mereka seperti itu karena mereka semua tau hanya mommy Tiara ibuku bukan kamu” Ucap Nathan dingin dan tegas membuat Lily emosi dengan ucapan Nathan


“Mau apa kesini dan bikin kekacauan di perusahanku?” Ucap Nathan


Lily lalu duduk di sofa dan memberikan amplop untuk Nathan yang berdiri lalu duduk dan mengambil amplop lalu membuka serta melihat isi amplop dan kaget ketika melihat foto Rava, Citra dan Putri serta Ardi dan David kemarin masuk di restoran


“Mama sudah tau jika Citra ada di sini dengan anak-anaknya .. “ Ucap Lily sinis dan memberikan tanda map yang berisikan surat perjanjian ahli waris


“Tanda tangan itu dan berikan pada citra dan anak-anaknya jika kalian ingin selamat” Ucap Lily dan Nathan yang mendengar itu langsung emosi

__ADS_1


“Jangan berharap jika kamu dan anak kamu ingin semua harta Daddy .. “ Ucap Nathan lalu menelpon satpam untuk keruangannya membuat Lily berdiri dengan amarahnya


“Gak Perlu … “ Ucapnya lalu meninggalkan ruangan Nathan dan membuka pintu dan berbalik memandang Nathan


“Kamu akan menyesal … lihat aja nanti “ Ucapnya lalu pergi meninggalkan ruangan Nathan ketika dua satpam sudah berada di depan ruangan Nathan dan pergi. Nathan yang melihat satpam hanya menggeleng kepala


“Makasih .. Kalian kembali ke depan “ Ucap Nathan


“Baik Pak .. Permisi “ Ucap Kedua Satpam tersebut


Satpam pergi lalu Nathan menelpon orang suruhannya untuk mengikuti Lily dan kembali menelpon Rava untuk memintanya langsung ke perusahaannya karena akan membicarakan kedatangan Lily tadi. Ketika Rava sampai dan masuk ke ruangan Nathan yang sudah di nantikan Nathan


“Assalamualaikum, Pa” Ucap Rava


“Waailakumsalam”


“Rava Lily tadi datang dan sudah tau tentang Putri dan Kamu serta bunda ada di sini dan mengancam papa untuk menandatangani surat perjanjian ahli waris .. “ Ucap Nathan


“Terus apa yang kita lakukan Pa ?” Tanya Rava


“Kita perketat Bunda sama Citra dan secepatnya kita merebut kembali perusahaan opa.. “ Ucap Nathan


“Gimana urusan kamu di perusahaan opa?” Tanya Nathan


“Dalam beberapa hari ini Orang suruhan aku sudah Sembilan puluh persen sudah mengambil dan mengembalikan semua asset perusahaan tinggal tunggu perintah aku saja pa untuk mengambil keseluruhan perusahaan opa” Ucap Rava


“Mungkin itu yang membuat Nenek Lily yang datang ke papa” Ucap Rava kembali


Dan di anggukin oleh Nathan


“Biar papa menelpon orang suruhan untuk menambah dan memperketat menjaga Putri dan Bunda “ Ucap Nathan


“Baik pa… Biar aku kirim pesan buat David menjaga Putri di sekolah “Ucap Rava

__ADS_1


Dan mereka sebuk dengan menelpon.


__ADS_2