
Malam Hari
Pusat Kota Cherry
Malam hari yang begitu sibuk, hawa dingin menusuk kulit dengan taburan bulan dan bintang yang menutupinya
Pusat kota sangatlah Ramai, banyak Kendaraan berlalu lalang di Jalan Raya, Kemacetan kerap terjadi saat Lalu Lintas tengah dalam kondisi yang sangat padat
Gedung Gedung tinggi betebaran di sana sini, Banyak Tempat yang bisa di kunjungi, baik itu Restoran maupun Hotel
Di Depan Sebuah Minimarket
Elise berdiri di depan minimarket sembari melihat ke arah Ponselnya
Membalas Pesan Pesan yang masuk, Elise tampak menjalaninya dengan serius
Elise menghela nafasnya, kemudian Elise menutup ponselnya lalu melihat ke sekeliling
"Apakah tidak ada lagi taksi yang beroperasi di waktu ini?" Ucap Elise
Elise Melihat ke arah Jam Tangannya yang sudah menunjukkan Jam 22.35
"Seperti nya memang sudah tidak ada taksi lagi yang beroperasi" Ucap Elise
Elise menghela nafasnya, Kemudian Elise berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut
...----------------...
Di Tengah Perjalanan
Elise berjalan kaki dari Pusat Kota menuju ke Kawasan Villa Elite Kota Cherry
Jarak Kawasan Villa Elite dari Pusat Kota cukup jauh jika di tempuh dengan berjalan kaki, namun itu tidak membuat Elise mengeluh sama sekali
Elise sampai di sebuah Taman Bermain Anak Anak yang ada di sebuah Komplek Perumahan
Melihat sekeliling, Elise mendapati hanya dirinya lah yang ada di tempat itu
Rumah Rumah yang ada sudah mematikan lampu mereka karena malam sudah sangat larut
Lampu lampu jalan bersinar terang menerangi Jalanan tempat Elise berdiri
Hawa dingin menusuk kulit namun Keringat mulai membasahi tubuhnya, Kemudian Elise menyeka keringat yang ada di wajahnya dengan tangannya
Sesaat setelahnya, Tubuhnya Gemetaran, Nafasnya terengah engah dan Pandangannya mulai memudar
"Ugh... Tubuhku..." Ucap Elise
Kepala Elise terasa sangat sakit hingga tubuhnya hampir terjatuh, untungnya Elise berpegangan pada Pagar Taman Bermain yang ada di sampingnya untuk menopang tubuhnya
Namun Elise tak bisa menahan tubuhnya lagi, Tak sampai 10 detik sejak Elise mulai merasakan semua itu, Dirinya terjatuh dan terkapar tak sadarkan diri di atas Tanah
...----------------...
Keesokan Harinya
Kicauan Burung terdengar nyaring, Terik Panas Matahari terasa menghangatkan
Cahaya Matahari menembus sela sela Tirai Kamar tempat dimana Elise berada
Jari jemari Elise mulai bergerak di ikuti oleh Mata Elise yang mulai terbuka
__ADS_1
Perlahan namun pasti, Elise mulai mendapatkan kesadarannya kembali
"Ini... dimana...?" Ucap Elise
Kemudian Elise mencoba bangkit dari tempat tidur lalu melihat ke sekeliling Ruangan
Ruangan itu penuh dengan Nuansa seorang Gadis dan di dominasi oleh warna Merah Muda
Elise duduk di tepi tempat tidur, "Dimana ini?" Ucap Elise
Sesaat setelahnya, Pintu Ruangan terbuka lalu masuklah seseorang ke dalam Ruangan
Terlihat seorang Pemuda yang sepertinya masih berstatus sebagai seorang Pelajar memasuki Ruangan tersebut dengan membawa sebuah Nampan dengan semangkuk sup di tangannya
"Ohh... Kamu sudah sadar?" Ucap Pemuda tersebut
Elise menatap Pemuda itu dengan tatapan Curiga, "Siapa kamu...? Dan dimana ini?" Ucap Elise bertanya kepada Pemuda itu
Pemuda itu meletakkan Sup yang di bawanya ke atas sebuah Meja yang ada di dekatnya
"Namaku Tanaka, dan ini adalah Rumahku" Ucap Pemuda itu memperkenalkan dirinya
"Tadi malam aku menemukanmu tergeletak tak sadarkan diri di tengah jalan, Aku ingin membawamu ke Rumah sakit namun aku meninggalkan Ponselku di Rumah, jadi aku tidak bisa memanggil Ambulan, Oleh karena itu aku membawamu ke Rumahku, Tenang saja, aku tidak melakukan apapun kepadamu" Ucap Tanaka
Elise Percaya tak Percaya dengan apa yang Tanaka katakan, Namun, Saat itu juga, Elise merasakan bahwa Tubuhnya terasa lebih Segar dan Terasa lebih Ringan daripada sebelumnya
"Jika memang benar itu yang terjadi... Maka aku berterimakasih kepadamu" Ucap Elise
Elise menatap Tanaka dengan tatapan yang tidak pasti, (Tubuhku terasa lebih segar dan lebih bertenaga daripada sebelumnya, aku yakin dia pasti melakukan sesuatu padaku) Ucap Elise dalam benaknya
Tanaka berjalan menghampiri sebuah Kotak Kayu kecil yang ada di dekat lemari, Kemudian mengambilnya lalu meletakkan Kotak Kayu kecil itu di atas Lemari
"Seperti nya tubuhmu terlalu kelelahan, dan juga kamu mengalami Stress yang cukup berat, Kamu juga mengalami Demam tapi sepertinya sekarang suhu Tubuhmu sudah Turun, Istirahatlah agar kondisi tubuhmu membaik, jika kamu lapar, aku sudah menyiapkan Sup Kaldu Ayam untukmu" Ucap Tanaka
"Jika kamu membutuhkan sesuatu, Jangan sungkan untuk memanggilku" Ucap Tanaka
Kemudian Tanaka pergi meninggalkan Ruangan tersebut
Elise mencoba berdiri dari tempat tidur lalu menghampiri Tempat dimana Tanaka meletakkan Sup Kaldu Ayam nya
Sesaat setelah sampai di meja tempat Sup Kaldu Ayam berada, Elise mencoba menyentuh Potongan Paha Ayam yang ada di sup itu lalu beralih menyentuh permukaan Kuah Sup tersebut
"Tidak ada Racun..." Ucap Elise
Kemudian Elise mengambil Sendok yang ada di sebelah mangkuk Sup itu, setelahnya, Elise mulai mengaduk aduk Sup Kaldu Ayam itu dengan sendoknya
Terlihat Irisan Wortel, Kentang, Buncis dan Beberapa Potong Ayam mulai bercampur satu sama lain
Aroma Sup itu menusuk Hidung Elise dan membuat Perut nya keroncongan
Elise mencoba melihat ke sekeliling sebelum pandangannya tertuju kembali ke arah Sup Kaldu Ayam yang ada di hadapannya
"Seperti nya... Sedikit saja tidak apa apa..." Ucap Elise
Kemudian Elise mengambil Sesendok Kuah dari Sup itu, lalu Elise mencoba satu suapan Kuah yang ada di sendok nya
Mata Elise langsung terbuka lebar saat Rasa dari satu Suapan itu menyebar ke segala penjuru mulutnya
Paduan Rasa yang sempurna, Penggunaan Bumbu yang pas, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, Kesempurnaan seperti itu sangat sulit di dapatkan jika bukan di lakukan oleh seorang Chef Profesional
"Ini... Sangat Enak..."
__ADS_1
...----------------...
Lantai Bawah
Tanaka tengah menonton TV yang menyiarkan siaran tentang Flora dan Fauna
"T-tanaka..."
Tiba tiba terdengar suara yang memanggil Nama Tanaka
Tanaka mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara itu berasal dan dirinya mendapati Elise yang baru saja turun dari lantai atas
"Apa kamu perlu sesuatu?" Ucap Tanaka
Elise menggeleng, "T-tidak... Terima Kasih..." Ucap Elise
Kemudian Tanaka mematikan TV nya lalu berdiri dan menghampiri Elise
"Ngomong ngomong... aku belum memperkenalkan diriku... Namaku Elise, Aku bekerja sebagai Maid Pribadi dari Seorang Putri Bangsawan" Ucap Elise memperkenalkan dirinya
Tanaka tersenyum, "Senang Berkenalan denganmu, Elise" Ucap Tanaka
Elise mencoba memalingkan pandangannya untuk menghindari kontak mata dengan Tanaka di karenakan wajahnya yang tiba tiba memerah
Elise mengangguk pelan, "Y-ya..." Ucap Elise
Tanpa aba aba apapun, Tanaka langsung meletakkan Tangan Kanannya di Kening Elise dan membuat Elise sangat terkejut dengan apa yang Tanaka lakukan
"T-tanaka...?" Ucap Elise
Wajah Elise semakin memerah karena dirinya malu saat Tanaka tiba tiba melakukan hal tersebut
Tanaka merasakan suhu tubuh Elise dengan seksama untuk memastikan bahwa Kondisi Elise sudah benar benar membaik karena itu akan menjadi masalah jika Elise jatuh pingsan seperti sebelumnya
"Seperti nya kamu sudah pulih, tapi belum pulih sepenuhnya, kamu perlu istirahat untuk mengembalikan kondisi tubuhmu secara menyeluruh dan itu akan membutuhkan waktu setidaknya 4-5 hari untuk kembali ke kondisi Prima mu" Ucap Tanaka
Kemudian Tanaka melepaskan tangannya dari Kening Elise
Elise hanya berdiam diri karena tak tau harus melakukan apa pada situasi tersebut
...----------------...
Di Luar Rumah
"Apa kamu yakin tidak ingin aku antar?" Ucap Tanaka
Elise tersenyum, "Aku menghargai Tawaranmu, tapi aku benar benar tidak ingin merepotkanmu lagi" Ucap Elise
Tanaka menghela nafasnya lalu tersenyum, "Baiklah, Jika ada masalah, jangan sungkan untuk menghubungiku" Ucap Tanaka
Elise tersenyum, "Baik, kalau begitu, aku pamit, maaf karena sudah merepotkanmu" Ucap Elise
"Tidak Masalah" Ucap Tanaka
Kemudian Elise berjalan pergi meninggalkan Rumah Tanaka dan tak lupa untuk melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan
Di Tengah Perjalanan
Elise menggenggam Ponselnya dengan erat sembari memandangi Nomor Telefon Tanaka yang ada di Ponselnya
Elise terus menerus tersenyum saat dirinya memandangi Nomor Telepon Tanaka
__ADS_1
"Apa ini... Yang dinamakan Jatuh Cinta...?"