
Ketika Rio dan Tari Melihat teman-temannya Putri naik ke atas mengikuti Putri Tari pun angkat bicara pada Rio
“Pa.. kamu gak kasian melihat anak kita seperti ini … “ ucap Tari Pelan
“Aku kasihan ma .. kita tunggu waktu yang tepat untuk memberitahu kenyataan pada Putri untuk sementara jangan dulu dia masih sedih kehilangan Aldo pacarnya “ ucap Rio
“Hussstt nanti Putri dengar … “ tegur Tari
“Akhirnya kita bisa memiliki keduanya.. mama takut kehilangan Putri pa.. ketika Citra di temui ..” ucap Tari sedih.
“Papa juga … Citra dan neneknya putri dimana mereka ya ma… aku menyuruh anak buahnya mencari tapi tidak pernah ketemu. “ ucap Rio
Tari hanya mengangkat bahunya tanda tak tau.
Sedangkan di kamar, Putri masuk ke dalam kamar dan langsung masuk kamar mandi. Mita dan Diva yang melihat Putri masuk ke kamar mandi menjadi bingung
“Biarkan aja Putri dulu, sedih di tinggal sama kakaknya “ ucap Tya
Mita dan Diva hanya mengangguk kepala an memandang Tya
“Lu juga gak kehilangan kak Rangga suami lu” ucap Mita memandang Tya
“Gue kehilangan, tapi mau gimana lagi “ ucap Tya
“Tya, walau kalian berdua nikah karena dijodohkan tapi dia itu suami lu, jangan katakan kalau lu belum di apa-apain sama Kak Rangga “ ucap Mita
Tya yang mendengar pun kaget
“Apaan sich lu Mit, “ ucap Tya membuat Mita dan Diva tertawa dan Pintu kamar mandi di buka. Putri keluar melihat Mita dan Diva tertawa
“Tertawa apa sich kalian berdua?” tanya Putri
“Biasa pada kepo gue sama kak Rangga “ ucap Tya yang menjawab pertanyaan Putri
“Gak baik tau… Kalau diapain juga mereka sudah suami istri, benar kan kak Tya” ucap Putri menggoda Tya
Tya di atas tempat tidur lalu mengambil bantal melempar ke arah Putri dan Putri kaget karena di timpuk dengan bantal
__ADS_1
“Gak usah manggil gue gitu” ucap Tya sewot pada Putri membuat Putri, Mita dan Diva tertawa
“Gimana kalau kita manggil juga dengan kak Tya” ucap Diva dan dicubit oleh Tya
“Reseh ya kalian bertiga… udah ah gue mau ganti baju dulu… put minjam baju lu” ucap Tya.
Setelah selesai berganti baju, Mita Diva, Tya dan Putri mulai tidur tapi Putri belum bisa tidur. Putri melihat mereka tidur lalu bangun dan sekali lagi memandang mereka tidur lalu ke arah balkon kamar Putri. Putri membuka pintu pelan agar tidak membangunkan mereka yang tertidur. Lalu Putri keluar arah balkon dan menutup pintu pelan juga lalu memandang ke arah langit
“Kak Aldo baru pergi saja Putri sudah kangen.. gimana sampai lama“ gumamnya
Putri mendengar suara pintu di buka dan Putri berbalik memandang ke arah pintu. Putri lalu melihat Tya sudah berdiri di depan pintu dan memandang Putri
“Kenapa gak tidur Put? Gak bisa tidur ?” tanya Tya, Putri mengangguk kepala
“Lu gak apa-apa kan?” tanya Tya khawatir pada Putri
“Gue gak apa-apa, lu ngapain bangun? Gak bisa tidur juga karena biasanya di peluk oleh kak Rangga” ucap Putri menggoda Tya
Tya yang mendengar itu langsung memandang Putri dengan tatapan jengah karena yang di katakannya tidak benar.
“Maaf kak Rangga Tya, gue akan perhitungan sama kak Rangga jika telpon nanti” ucap Putri sudah emosi
Tya yang mendengar itu hanya diam dan memandang Putri
“Emang pacar Kak Rangga ada ? Siapa biar gue hajar dia sekalian “ ucap Putri
“Jangan aneh-aneh, Put… Lu mau hajar gue gitu” ucap Tya membuat Putri tidak mengerti
“Yang gue hajar Thu pacar Kak Rangga bukan lu” ucap Putri membuat Tya menggeleng kepalanya
“Bukan pacar Kak Rangga tapi cewek masa kecil kak Rangga yang dia cintai sejak dulu yang belum ketemu.. karena dulu kak Rangga janji mau menjadi pacar sekaligus istrinya“ ucap Tya
Putri memandang Tya tak mengerti
“lLu udah ketemu sama dia?” tanya Putri membuat Tya tersenyum.
Putri yang melihat Tya tersenyum menjadi bingung serta heran sama Tya yang tak marah
__ADS_1
“Lu pasti bingung kan?” ucap Tya Putri hanya mengangguk kepala
“Cewek itu gue tapi kak Rangga belum tau kalau itu gue dan paper bag yang gue kasih tadi di bandara itu benda pemberian kak Rangga… gue foto dan kasih buat kak Rangga gak mungkin gue kembalikan… pemberian gue aja dia marah saat gue memegangnya “ ucap Tya yang membuat Putri kaget
“Jadi cewek itu lu dan kak Rangga gak tau itu lu?” ucap Putri Tya hanya mengangguk kepalanya.
Pintu kamar dibuka dan Putri serta Tya memandang kearah pintu dan Mita serta Diva sudah ada di depan pintu
“Ngapain kalian berdua disini bukannya tidur malah curhat “ ucap mita membuat Tya dan Putri saling memandang dan tersenyum
“Kepo…” ucap Tya dan Putri bersamaan dan mereka berdua saling memandang lalu tertawa
Mita yang melihat mereka berdua tertawa langsung masuk dengan muka di tekuk sedangkan Diva memandang heran Mita dengan muka yang sudah di tekuk
“Tu anak kenapa Di? Kita kan bercanda” ucap Putri yang sudah merasa tak enak pada Mita
“Lu berdua kita berdua khawatir malah bercanda kaya gitu .. ya pastilah Mita marah “ ucap Diva
Tya dan Putri yang mendengar penjelasan Diva langsung masuk ke dalam kamar mengikuti Mita yang sudah di atas tempat tidur yang sudah menutup badannya dengan selimut.
Putri dan Tya masuk dan berjalan menuju tempat tidur dimana ada Mita disana
“Maaf sayang, kekasih hatiku … “ ucap Tya membuat Putri dan Diva tersenyum melihat rayuan gombal Tya Mita memandang Tya dengan jengah
“Gak lucu” ucap Mita memukul Tya dengan bantal membuat Tya tertawa
“udah… jangan ngambek sayang… maaf membuat kalian berdua khawatir .. gue gak bisa tidur begitu juga Tya” ucap Putri
“Udah .. reseh kalian berdua… sayang kalian Thu suami lu Tya dan pacar lu putri bukan Gue … “ ucap Mita
“Emang gak boleh manggil sayang sama sahabat atau orang yang kita sayang selain pacar atau suami” ucap Tya protes
Mereka langsung tertawa
“Udah ayo tidur udah malam juga … awas berani belum tidur gue kasih minum obat tidur baru tau rasa.” Ucap Mita
“iya gue tidur dari pada ibu tiri ngambek bahaya juga” ucap Putri membuat Mita menggeleng kepalanya atas Ucapan Putri. Mereka semua tidur.
__ADS_1