Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Lima Puluh Empat


__ADS_3

“ aaaaa … “ Teriak Lily kaget dan pistol yang dia pegang terlepas dari tangannya dan memandang kesekeliling dan bertatapan dengan David, Aldo dan Ardy. Pistol yang Lily pegang jatuh sedikit jauh membuat Lily kaget dan menyuruh anak buahnya untuk melawan.


Dan tanpa di minta kedua kali anak buah Lily yang tinggal sedikit lalu menghajar David, Ardy dan Aldo. Aldo, Ardy dan David yang melihat pergerakan anak buah Lily langsung menghajar mereka satu persatu walau mereka sudah ada dan di tambah Anak buah Rava yang langsung masuk bergabung untuk melawan Lily dan pasukannya. Rava tak tinggal diam pun lalu menghajar anak buah Lily juga. Nathan langsung berlari menuju Putri yang masih terikat tanpa mempedulikan Lily yang memandang mereka dan anak buahnya


“Papa… “ ucap Putri pelan dengan suara seraknya


“ Sabar .. papa lepaskan dulu ikatannya.” Ucap Nathan melepaskan ikatan Putri


Lily yang melihat anak buahnya yang sudah mau kalah lalu memandang Nathan yang masih membuka ikatan Putri lalu Lily mencari sesuatu yang bisa memukul Nathan dan Lily pun melihat ada pistol yang tak jauh darinya berdiri lalu bergerak dengan cepat dan mengambil pistol dan mengarahkan pada Putri dan Nathan. Aldo yang melumpuhkkan anak buah Lily lalu melihat gerakan Lily pun kaget dengan pistol yang ditangan Lily yang mengarahkan ke arah Putri dan Nathan. Ketika tau Lily akan menembak mereka dimana yang akan di tertembak nanti adalah Putri, Aldo pun berlari ke arah Putri dan Nathan yang mereka sedang berpelukan karena Nathan berhasil membuka ikatan Putri.


“ Awas .. “ Teriak Aldo Lalu memeluk Putri dan membiarkan dirinya ditembak.


Dor!!!


Suara tembakan membuat Rava, Ardy dan David serta anak buah Rava yang sudah mengalahkan semua anak buah Lily mendengar suara tembakan membuat mereka semua kaget. Dan mencari sumber suara tembakan dan kaget mendengar teriakan Putri begitu pun Nathan kaget dengan suara tembakan dan memandang Aldo


“kak Aldo” teriak Putri Kaget dan langsung memeluk Aldo sedangkan Aldo hanya tersenyum memaksakan diri membuat Putri menangis


“Aldo..” ucap mereka serempak


Rava yang melihat Aldo tertembak langsung memandang ke arah Lily yang siap menembak lagi


Dor!!!


Rava, David, Ardy Nathan dan Putri kaget mendengar lagi suara tembakan membuat mereka takut dan memandang ke Lily yang berteriak dan pistol terlepas dari tangannya membuat mereka heran. Mereka semua begitupun Nathan dan Putri mencari siapa pelaku penembak karena melihat Lily terluka dan melihat polisi yang memegang pistol merasa tenang begitu juga dengan Ardy, David dan Rava. Lily yang tertembak mengenai bahunya langsung terlihat lemas dan berlutut. Rava yang melihat Lily marah dan maju mendekati ingin memberikan pelajaran pada Lily tapi di tahan oleh Ardy karena melihat Polisi yang berjalan mendekati Lily


“Bang sudah.. biarkan polisi yang menanganinya kita lihat Aldo dan Putri “ ucap Ardy dan di anggukin oleh David


“Bawa mereka semua pak” Ucap Ardy pada pa polisi


“Baik ..kami tunggu di kantor kalian semua sebagai saksi” Ucap Polisi kepada Ardy dan Rava dan dianggukin mereka serempak.


Rava, Ardy dan Nathan yang melihat para polisi membawa Lily dan anak buahnya dan langsung berjalan menuju Aldo, Putri dan Nathan.

__ADS_1


“Aldo ..” Ucap Rava dan Ardy bersamaan yang melihat Aldo sudah tak berdaya di pangkuan Putri yang masih sadar karena Putri memanggilnya terus


“Cepat Kita bawa ke rumah sakit “ Ucap Nathan


“Bertahan Al .. kita bawa lu ke rumah sakit “ Ucap Rava Aldo hanya pasrah dan mengangguk lemah karena darah sudah banyak keluar


Rava dan Ardy memapah Aldo dengan berjalan cepat begitu juga Nathan, David dan Putri yang berjalan dari belakang dengan David memapah Putri


“Maaf …” Ucap David kepada Putri sedangkan Putri yang di pandang memandang David heran karena meminta maaf


Tanpa berbicara lagi David langsung menggendong bridal style, Putri hanya pasrah ketika di perlakukan seperti itu karena dia sudah lemas akibat terkejut dan tadi terikat. Putri lalu mengalungkan kedua tangan di leher David agar tak jatuh dan menyandar kepalanya di dada David. Ketika sampai di mobil Rava meminta David dan Nathan serta Putri satu mobil sambil membantu Ardy memapah Aldo ke dalam mobil sedangkan Ardy dan Aldo serta Rava satu mobil tapi Putri yang masih sadar dan meminta dia satu mobil dengan Aldo


“Bang ade sama Kak Aldo “ Pinta Putri dan Rava hanya mengangguk kepala tanpa membantah sedikitpun


“Biar Papa sama Aku aja … “ Ucap David


Ardy lalu berpindah ke depan bersama Rava setelah Putri duduk memangku kepala Aldo. Rava langsung berlari memutaruntuk masukmobil untuk menyetir dan membawa mobil dengan kecepatan tinggi. David dan Nathan pun melakukan hal yang sama.


Di Rumah, Rio, Tari, Ryara dan Citra hanya menunggu dengan cemas dan Rio meminta art untuk membuat teh untuk Citra dan Tari yang begitu cemas. Art datang dengan membawakan teh hangat untuk mereka tapi Ryara memberikan minuman untuk Citra dan Rio memberikan untuk Tari yang masih cemas karena memikirkan nasib Putri yang culik. Dan tiba-tiba perasaan Tari semakin tak menentu dan perasaan tak enak, Tari lalu memandang Rio


Rio mencoba menelpon Nathan tapi tak bisa tersambung hanya nada panggil tapi tak ada jawaban membuat Tari semakin cemas dan perasaan semakin kacau.


“Sabar kita tunggu mereka telpon …saya gak punya nomor Rava” Ucap Rio pada Tari walau dia cemas tapi dia tak mau memperlihatkan pada mereka


Citra lalu mencoba untuk menelpon Rava tapi sama tak ada jawaban tapi ketika ke tiga panggilan baru di jawab oleh Rava.


Sedangkan dalam mobil Rava yang masih menyetir memandang ke belakang dengan menggunakan kaca spion di dalam dan melihat Putri yang masih menangis dalam diam dan masih memangku Aldo yang sudah pucat


“Bang, Cepat darah kak Aldo makin banyak “ Ucap Putri dengan suara serak


Ardy yang melihat tangan Putri yang sudah penuh darah menjadi khawatir dan sudah tak sadarkan diri ketika tadi Rava dan Ardy memasukan ke dalam mobil.


Rava yang merasakan handponenya bergetar karena dia hanya menggetarkan tanpa membunyikan handponenya karena ingin menyelamatkan Putri lalu mengambil handponenya dengan masih fokus dengan menyetir dan melihat siapa yang menelpon

__ADS_1


“Bunda telpon … kamu angkat aja dan katakan ikut kita kerumah sakit biar mereka semua langsung ke sana“ Ucap Rava lalu memberikan pada Ardy tapi ketika Ardy mengambil handponenya dan ingin menjawab panggilannya tapi sudah mati dan tak lama panggilan masuk lagi dengan masih Citra yang nelpon Ardy lalu menerima dan meloadspeker


“Assalamualaikum” Ucap Ardy


“Waailakumsalam” Ucap Citra


“Bang gimana udah berhasil … “ Ucap Citra yang tak bisa melanjutkan karena di potong oleh Ardy yang memanggil Citra


“Bunnnn… Bunda… ini Ardy Bun .. “ Ucap Ardy


“Ardy … Bang Rava mana Ar? “ Tanya Citra


“Bun… aku angkat karena Bang Rava lagi menyetir… kita udah membebaskan Putri dan sekarang lagi menuju ke rumah sakit Bun” Ucap Ardy


Di Rumah, Citra meloadspekar panggilannya atas permintaan Tari karena ingin mendengar kabar dari mereka dan mendengar mereka menuju rumah sakit membuat semua orang yang mendengar tersebut menjadi kaget dan panik membayangkan ada yang terluka hingga Tari dan Citra menangis


“Siapa yang terluka bang?” Tanya Riara mengambil handpone dari tangan Citra yang sedang menangis


Sedangkan Ardy yang mendengar suara mamanya langsung tau siapa yang bicara sekarang


“Ma Aldo yang terluka “ Ucap Ardy yang membuat Tari bertambah menangis dan Rio langsung memeluknya


“Putri gimana Ar? “Tanya Ryara


“Dia gak apa-apa ma” Ucap Ardy memandang Putri dan di anggukin oleh Putri


“Mama sama yang lainnya ke Rumah sakit xxx aja kita ketemu di sana “ Ucap Ardy


“Iya kita akan ke rumah sakit … Assalamualaikum” Ucap Ryara


“Waailakumsalam” Ucap Ardy


Tyara lalu menutup telponnya dan memandang Citra dan Tari yang masih menangis.

__ADS_1


“ Ayo kita kerumah sakit “ Ucap Rio


__ADS_2