
Putri yang mendengar cerita dari Citra hanya memeluk Citra. Putri menangis dalam pelukan Citra sedangkan Citra membalas pelukan.
“Maafkan Bunda yang tak bisa mencegah Oma Tiara yang memberikan ade pada Papa Rio hanya oma katakan jika kamu di culik itu saat di antar ke teman ayah Arya ” Ucap Citra
Putri melepaskan pelukan dan memandang Citra lalu menggeleng kepala ketika mendengar ucapan Citra
“Yang seharusnya minta maaf itu Ade Bun, karena ade membuat Bunda koma … ade juga tak bisa berangkat saat itu karena Ade masih bayi dan tidak diijinkan untuk berangkat” Ucap Putri
Citra hanya bisa memeluk Putri
“Bang, semua bukti ini abang dapat dari mana?” Tanya Ardi
“Yang memberikan semua ini adalah orang suruhan papa Nathan… Tommy … Tommy selamat dari kecelakaan itu tapi dengan kecelakaan itu Tommy lumpuh dan duduk di kursi roda hingga sekarang dan dia bersembunyi bersama istri dan anak-anaknya di desa terpencil” Ucap Rava
“Terus tindakan apa yang harus kita ambil bang? Dari dulu Nenek Lily kita tidak tahu dimana hanya mendengar nama saja.. sedangkan Tante Hana kita tau ada disini tapi kita tidak pernah ketemu. Papa Nathan yang tak mau kita ketemu sama tante Hana” Ucap Ardy dan di anggukin oleh David
“Semua Bukti ini sudah abang serahkan sama papa… papa yang akan beritahu ke kita apa yang harus kita lakukan… karena papa dan abang belum tau Nenek Lily dimana … hanya Tante Hana sudah tau dimana dan Abang sedang mengambil alih perusahaan milik opa Adrian dengan mengirimkan orang kepercayaan untuk masuk di perusahaan opa Adrian “ Ucap Rava
David dan Ardi hanya mengangguk kepala
“Mungkin lusa abang sudah balik lagi tapi Bunda masih di sini jadi tugas kalian berdua Ardy, David jaga Putri sama Bunda walau abang dan Papa Nathan sudah memberikan pengawasan pada Putri” Ucap Rava Dan mereka berdua setuju
Sementara selesai membahas tentang keselamatan Putri dan kelanjutan apa yang akan dilakukan nanti Citra meminta mereka semua untuk makan
“Sekarang kita makan dulu … “ Ucap Citra
“Aku kangen masakan Bunda .. udah lama aku gak makan masakan Bunda” Ucap Ardi senang
“Bukan kamu saja Ardi yang kangen sama masakan Bunda, ada juga yang kangen bahkan ingin merasakan masakan Bunda” Ucap Rava lalu mengode pada Putri
Ardi dan David memandang Putri dan Putri hanya mengangguk kepala
“Memang Bunda sering datang ke sini?” Tanya Putri lalu beranjak ke dapur dengan Citra
“Iya Ade, Bunda datang tapi yang ade tau oma Tiara belum mau jujur tentang ade pada Bunda… Bunda hanya menjenguk makam ayah Arya saja” Ucap Citra
__ADS_1
“Bun, Kita ke makam ayah Arya sama opa Adrian boleh?” Ucap Putri
Citra memandang Rava, Rava hanya mengangguk kepala
“Besok kan libur… Besok setelah sarapan kita kesana aja … Abang sama Bunda belum ke makam Ayah juga “ Ucap Rava dan Citra pun setuju
“Aku ikut bang” Ucap Ardi dan David bersamaan…
Mereka semua duduk dan Citra yang memandang Diva langsung menjaili Ardi dan Diva
“Abang Ar, kan ada pacarnya sekalian diambilin buat abang, biar Bunda yang mengambil makanan buat David, ade sama bang Rava” ucap Citra
Diva yang mendengar itu menjadi malu tetapi mengambil makanan buat Ardi sedangkan Citra mengambil makanan buat Rava, David dan terakhir Putri dan tetap memegang piring makan buat Putri membuat Putri memandang heran
“Boleh Ade bunda suapin sebagai tebusan Bunda yang tak bisa merawat dan menyuapi ade dari kecil” Ucap Citra sendu mengingat dia tak pernah menyuapi dan membesarkan Putri dengan tangan sendiri
Putri hanya mengangguk kepala
“Lalu Bunda gak makan ? “ Tanya Putri
“Gak Bun, kita makan berdua Bersama, Boleh?” Tanya Putri
Citra yang tak mau mengecewakan Putri begitu juga Putri juga yang tak mau mengecewakan Citra sedangkan Rava yang melihat Putri mengangguk hanya tersenyum begitu juga David, Ardi dan Diva.
Sorenya, Putri Pulang dengan di antar oleh David. Putri masuk dengan wajah ceria membuat Tari dan Rio senang karena tau Putri ketemu dengan Citra sedangkan Aldo mukanya langsung di tekuk karena berfikir Putri baru habis pacaran
“Senang habis pacaran” Ucap Aldo tegas membuat Rio dan Tari kaget serta heran
Putri yang mendengar itupun menjadi bingung dengan sikap Aldo padanya.
“Apasih kak Aldo orang baru pulang juga tapi bukan pergi pacaran juga” Ucap Putri sewot
“Ma … Pa Ade masuk ke kamar dulu dari pada mendengar Kak Aldo yang gak jelas marahnya” Ucap Putri lalu beranjak meninggalkan mereka bertiga tapi mendengar ucapan Rio membuat Putri diam
“Itu tandanya kak Aldo Sayang sama ade” Ucap Rio
__ADS_1
Putri lalu beranjak ke kamarnya tanpa membalas ucapan Rio. Setelah selesai membersihkan diri Putri turun makan tapi tidak menemukan Aldo hanya Rio dan Tari saja.
“Kak Aldo kemana Ma ?” Tanya Putri
“Masih di kamar … “ Ucap Tari lalu memandang ke kamar lantai atas
“Gimana senang ketemu Bunda Citra?” Tanya Tari pelan dan di anggukin oleh Putri
“Ma besok ade sama Bunda serta Bang Rava ke makam Ayah Arya “ Ucap Putri
“Gak Apa-apa … tapi tak apa-apa kalau kamu ikut nanti?” Ucap Tari Putri
“Gak apa-apa ma… Kan Ada Bang .. Bang Ar sama David juga ikut “ Ucap Putri Tari hanya mengangguk kepala. Rio yang memmandang ke atas untuk memastikan Aldo belum turun pun bertanya
“Lalu sampai kapan ade merahasiakan terus menerus sama Kak Aldo.. Kak Aldo berhak tu loh” Ucap Rio dan di anggukin oleh Tari yang memandang Putri sedangkan Putri hanya mengangkat bahunya
“Entahlah Pa … Ma … Kak Aldo yang tau kita berdua kakak adik kandung aja posesifnya kaya gini apalagi Kak Aldo tau kita Bukan kakak adik kandung …”Ucap Putri yang tak bias melanjutkan Karena dipotong oleh Rio
“Lebih posesif habis “ Ucap Rio yang membuat Tari dan Rio tertawa dan di anggukin oleh Putri dan langsung tertawa mengikuti papa dan mamanya.
Sementara tertawa Aldo turun dan melihat Rio dan Tari serta Putri tertawa heran
“Seru banget nich … sampai tertawa begitu “ Ucap Aldo yang membuat mereka bertiga langsung diam dan saling memandang.
“Udah pada makan malam yuk papa lapar” Ucap Rio mengalihkan pembicaraan
“Kok kakak turun langsung disuruh makan kakak gak boleh ikut nich ceritanya” Ucap Aldo
“Siapa suruh lama turun… itu tadi papa sama mama lagi menggoda ade pacarnya kok gak di bawa pulang tapi ade jawab takut kakak ngamuk” Ucap Rio yang membuat Putri kaget dan memandang Rio karena ucapannya sedangkan Tari hanya tersenyum melihat Putri yang kaget serta Aldo yang mukanya sudah di tekuk
“Udah Yuk kita makan “ Ucap Tari menggandeng Putri dan berjalan yang di ikuti oleh Rio dan Aldo yang mukanya masih di tekuk.
Di meja makan Tari yang masih melihat Wajah Aldo yang tak bersahabat menahan senyumannya.
“Thu muka biasa aja kakak … “ ucap Tari membuat Rio memandang Aldo dan langsung tersenyum sedangkan Putri hanya memandang Aldo dan kembali menggodanya
__ADS_1
“Pa … Ma kalau gitu Besok ade pergi dan pulang ke sini nanti sama pacar ade juga sekalian kenalan sama papa dan mama “ Ucap Putri dengan muka serius menahan tawanya melihat muka Aldo yang semakin tak bersahabat sedangkan Rio hanya mengangguk kepala begitu juga Tari