Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Episode 4


__ADS_3

Keesokan Hari nya, Rumah Tanaka


Sinar Matahari Pagi menembus sela sela Tirai Jendela di kamar Tanaka


Silau dari Sinar Matahari itu membangun kan Tanaka secara perlahan


"Ughh... Sudah Pagi..."


Ucap Tanaka


Tanaka merogoh selimut nya dan mencoba menyingkirkan nya, namun, tangan Tanaka merasakan sensasi yang begitu lembut, kenyal dan elastis


"Emmmmhhh"


Tanaka melihat ke arah kiri nya dan mendapati Adik nya yang sedang mengamati nya dan pandangan Reina terkunci rapat ke arah Tanaka


Tanaka mencoba menggerakkan tangan nya, benar saja, itu ada sesuatu yang lembut, kenyal dan elastis


"Ouuhh... K-kakak...."


Ucap Reina dengan nada yang sedikit menggairahkan


"Reina... Jangan bilang kau menyelinap ke kamar ku dan tidur dalam keadaan t*lanjang lagi?"


Tanya Tanaka kepada Reina


Reina menggeleng kan kepala nya


"Tidak... Aku tidak t*lanjang... aku memakai kaus kaki panjang ku..."


Ucap Reina


"Hanya itu saja?"


Tanaka kembali bertanya


"Mmm"


Balas Reina


Kemudian Tanaka bangkit dari tempat tidur dan menarik selimut nya kemudian menutupi Reina dengan selimut


"Sudah berapa kali aku bilang untuk jangan menyelinap ke kamar ku?"


Ucap Tanaka kepada Reina


"Tapi... Aku menginginkan kakak... aku tidak bisa tidur tanpamu... Tanpa Aroma mu ini... *Sniff Sniff"


Ucap Reina sambil menghirup Aroma Tanaka yang ada di selimut


Merasa kesal, Tanaka melemparkan sebuah bantal ke arah Reina


"Cepatlah mandi atau kita akan terlambat"


Ucap Tanaka


"Hump"


Balas Reina


30 Menit Kemudian


Setelah Tanaka sudah selesai mandi dan langsung menyiapkan sarapan untuk nya dan adik nya


"Reina... Apa kamu belum selesai? cepatlah sebelum sarapannya dingin"


Ucap Tanaka


"Sebentar Lagi"


Balas Reina


Tak lama kemudian, Reina turun dari Lantai atas dan segera menghampiri Tanaka yang ada di Ruang Makan


Penampilan Reina imut dan cantik seperti biasanya, dengan Seragam Sekolah nya, Rambut nya yang berwarna Merah Muda, Serta High Knee Sock nya yang berwarna Hitam Kecoklatan membuat Kecantikan dan Keimutan Reina begitu sempurna


Kemudian Reina duduk di sebelah Tanaka dan mereka pun menikmati Sarapan Pagi bersama


Tiada sesuatu yang bisa merusak momen kebersamaan mereka, tidak akan pernah


...----------------...


Di Sekolah


Sekolah selalu Ramai seperti biasa nya, Dan seperti biasa nya juga, Aura kecemburuan muncul dimana mana saat Reina berjalan sambil menggenggam lengan Tanaka dengan begitu mesra layaknya sepasang kekasih


"Kakak ayo cepat..."

__ADS_1


Ucap Reina


Tanaka hanya mengikuti Arus dimana adik nya selalu begitu semangat saat sampai di sekolah, walaupun itu harus menjadikan target kecemburuan 1 sekolah, tapi Tanaka merasa masa bodo dengan hal itu, yang dia inginkan hanyalah adiknya mendapatkan kebahagiaan yang sepantasnya dia dapatkan


Dan jika ada seseorang yang menghancurkan kebahagiaan Adik nya, maka Tanaka tidak akan tinggal diam


Di Sisi Lain


Ruang Ketua OSIS


Aiko sedang di Ruangannya bersama dengan seorang Gadis berambut Biru Muda yang kecantikan nya cukup setara dengan Aiko


"Apa yang kamu inginkan, Irina...."


Ucap Aiko dengan Tatapan yang dingin


Gadis yang sedang bersama Aiko adalah Salah satu dari 5 Idola Sekolah, Nagase Irina, Berumur 17 Tahun dan dia adalah Seorang Idol Top 1 Di Negara Apple


Irina memulai debut nya sebagai Idol sejak 2 tahun lalu, dan di saat itu juga lah Karir nya sebagai Idol mulai berkembang pesat


Dalam Kurun waktu 2 tahun saja, Irina sudah masuk ke dalam Jajaran Top Idol dan menjadi Idol Top 1 Dalam Weekly dan Monthly Idol List di Negara Apple


Hubungan antara Aiko dan Irina tidak cukup baik karena suatu alasan, dan alasan apa itu, hanya mereka yang tau


Irina dan Aiko saling berkontak mata dengan menunjukkan sikap tidak suka satu sama lain


Kemudian Irina mengeluarkan sesuatu dari dalam Tas nya yang ada di lantai


"Ketua OSIS.... Apa Maksud nya ini....?"


Ucap Irina sambil memegang sebuah Boneka Chibi di tangan nya


Saat itu juga, Aiko merasa sangat terkejut dengan apa yang Irina perlihatkan


"D-d-dimana k-kamu menemukan nya....?"


Ucap Aiko dengan nada yang gugup dan terdengar ketakutan


"Heeehh.... Ternyata Ketua OSIS yang mempunyai Ketegasan dan Kedisiplinan yang sangat tinggi juga memiliki hal lain yang dia sembunyikan yaa..."


Ucap Irina menyindir Aiko


Aiko gemetaran karena Boneka Kesayangan nya berada di tangan Irina


"K-k-kembalikan.... T-tolong kembali kan itu padaku"


Irina menyeringai saat mengetahui dan melihat langsung sisi dari diri Aiko yang lain


Kemudian Irina melihat wajah dari Boneka yang dia pegang


"Rasanya ini mirip dengan seseorang... Ehmm... Benar... Ini Sangat Mirip dengannya... My Darling..."


Ucap Irina


Saat itu juga, Aiko merasa terkejut saat mendengar apa yang Irina katakan


"Hmmm... Seperti nya Ketua OSIS juga menyukai Darling..."


Ucap Irina


"A-a-apa yang kamu bicarakan... Aku.. Aku tidak pernah menyukai lelaki manapun..."


Ucap Aiko membantah apa yang Irina katakan


Irina kembali menyeringai


"Ohh... Benarkah...?"


Tanya Irina


"I-itu benar... Aku adalah Ketua OSIS dan aku tidak akan pernah berpikiran untuk melakukan hal seperti itu..."


Ucap Aiko


Irina Tersenyum dengan apa yang Aiko katakan


"Kalau Begitu... Kau tidak keberatan kan jika boneka ini aku robek...?"


Tanya Aiko


Setelah Irina selesai mengucapkan kalimat nya, Keringat Dingin mulai membasahi Aiko, Panik, Syok, Terkejut dan Bingung bercampur menjadi satu


Aiko merasa Bingung dan tidak tau apa yang harus dia lakukan, Dia tidak bisa membiarkan Irina merobek Boneka Chibi kesayangan nya itu


"jangan..."


Ucap Aiko dengan nada pelan

__ADS_1


"Apa?"


Ucap Irina yang tidak mendengar ucapan Aiko


Aiko mencoba menahan diri namun dia tidak dapat lagi menahan diri nya saat Tangan Irina mulai memegang Bagian Kepala dan Tangan dari boneka nya


"JANGAN... KUMOHON JANGAN HANCURKAN BONEKA TANAKA KU... AKU AKUI... AKU MENYUKAI NYA... AKU MENYUKAI AIZUMI TANAKA... JADI TOLONG JANGAN LAKUKAN ITU... AKU MOHON PADAMU..."


Ucap Aiko dengan cukup keras dan dengan air mata yang mulai berjatuhan dari mata nya


Irina yang melihat hal itu langsung menghentikan aksi nya


"Ternyata Ketua OSIS benar benar mencintai Darling... Kalau begitu..."


Kemudian Aiko meletakkan Boneka yang dia pegang ke tengah meja dan kembali duduk di kursi nya


Melihat hal itu, Aiko langsung menyeka air mata nya dan secepat kilat menyambar Boneka nya dan memeluk nya erat erat


"Jadi... Apa mau mu yang sebenarnya?"


Ucap Aiko


Kemudian Aiko kembali duduk ke kursi nya sambil terus memeluk Boneka nya erat erat dan tak mau melepaskan nya lagi


Irina tersenyum


"Tenanglah Ketua OSIS... Aku hanya bercanda saja... aku tidak akan pernah merusak boneka mu itu... apalagi Boneka itu adalah Darling... Kecuali jika itu boneka orang lain... mungkin akan langsung ku bakar sesaat setelah aku menemukan nya..."


Ucap Irina


Setelah Irina mengatakan itu, Aiko lebih mengeratkan pelukan nya terhadap boneka nya


"Ada satu hal yang ingin aku tanyakan, Sejak kapan kamu menyukai Darling?"


Tanya Irina


"Apa itu ada hubungan dengan mu?"


Jawab Aiko


Irina tersenyum


"Kalau kamu tidak mau memberitahu ku itu tidak apa apa... Tapi perlu di ingat... Tidak ada yang bisa Merebut Darling dari ku..."


Ucap Irina


Aiko tersenyum setelah mendengar ucapan Irina


"Apa kamu benar benar yakin dengan hal itu?"


Ucap Aiko


"Jika aku bergerak terlebih dahulu... maka siapa yang bisa Merebut Darling dari sisi ku?"


Ucap Irina


"Jika kau ingin mencoba Merebut Darling... maka kau bisa mencoba nya..."


Ucap Irina


Aiko kembali tersenyum


"Baiklah jika itu keinginan mu"


Ucap Aiko


Kemudian Irina berdiri dan mengambil tas nya dan bersiap untuk pergi dari ruangan Aiko


"Kuharap Persaingan kita ini bisa berjalan secara bersih dan adil..."


Ucap Irina


Kemudian Irina pergi dan meninggalkan Aiko sendirian di Ruangan nya


Lalu, Aiko melepas pelukannya dari boneka nya dan memandangi nya


"Tanaka adalah milikku... Tidak ada yang bisa Merebut nya dari ku..."


Ucap Aiko


...----------------...


Gerbang Sekolah


Seorang Gadis sedang berdiri di depan gerbang dan tidak bergerak sama sekali


"Akhirnya Aku menemukan mu... My Master"

__ADS_1


__ADS_2