Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Enam Puluh Delapan


__ADS_3

Hari pun berlalu hingga hamper empat tahun dan di sebuah desa terpencil seorang laki-laki di sawah sedang melihat para pekerja sedang memanen hasil perkebunan. Dan dia memandang pekerja itu sambil mengingat anaknya yang sedang di kota untuk menuntut ilmu dan belum kembali menjadi rindu. Ingin di telpon tapi takut mengganggu karena hari masih siang dan belum terlalu sore, pasti anaknya sedang berada di kampus itu yang ada di pikiran lelaki itu. Dan tiba-tiba ada bayangan samar – samar yang ia lihatkan tapi tidak jelas membuat kepalanya menjadi sakit karena berusaha mengingat bayangan samar – samar itu.


“Pa Galang tidak apa-apa?” Tanya salah satu asistennya yang melihat tuannya sedang sakit dan pucat


“saya tidak apa-apa” Ucapnya


Dan ucapannya itu tidak lama ia jatuh pingsan dan asistennya itu memanggil beberapa pekerja untuk menggotong Tuannya untuk kembali ke rumahnya yang tak jauh dari sawahnya. Asistennya yang bernama Andi lalu berterima kasih pada beberapa pekerja yang menggotong galang pulang. Andi lalu meminta salah satu dari pekerja itu untuk memanggil dokter yang bertugas di puskesmas datang untuk memeriksa Galang. Dan Andi pun memberitahukan anak dari Tuannya Galang yang berada di kota.


Dokter datang untuk memeriksa Galang dan


“Apa tadi Pa Galang sakit kepala lagi?” Tanya dokter


“Saya tidak tau dok.. Tadi saya liat Pa Galang memegang kepala tapi saya tanya pak Galang bicara dia gak apa-apa dan tak lama langsung pingsan .. mungkin saja dok pak Galang sakit kepala tapi tak mau jujur sama saya” Ucap Andi


“Karena sakit kepala itu yang membuat Pak Galang seperti ini .. kemungkinan ada memori masa lalunya hadir kembali dan Pak Galang seperti ini.. “ Ucap Dokter


Tak lama Galang pun sadar dan memandang ke sekitarnya dan memandang Andi serta dokter menjadi heran


“Pak Galang apa ada yang sakit?” Tanya dokter


“Gak ada dok.. hanya saja memory masa lalu saya terbelesit di kepala saya dan saya berusaha kuat mengingat itu ketika saya berusaha membuat saya sakit kepala dan pandangan saya gelap” Ucap Galang


“Pak Galang tak apa-apa tapi usahakan jangan terlalu berusaha untuk mengingat ..suatu saat pasti pak Galang kembali menginat masa lalu Pak Galang” Ucap Dokter


“Tapi sampai kapan dok… ini udah lama saya seperti ini saya ingin kembali ke keluarga saya pasti mereka mencari saya” Ucap Galang


“Saya bukan Tuhan tapi Pak Galang selalu minta petunjuk dari-Nya pasti lambat laun akan terjawab semua” ucap dokter


“Kalau begitu saya permisi pak Galang saya balik ke Rumah sakit karena piket malam .. kalau ada apa – apa hubungi saya secepatnya” Ucap dokter


“Makasih dok” Ucap Galang


“Mari dok saya antar ke depan “ Ucap Andi

__ADS_1


***


Di kota Putri, Mita, David dan Rissa sudah hampir empat tahun sudah mereka masa kuliah dan sekarang mereka sedang mempersiapkan untuk seminggu lagi mereka akan mengikuti praktek yang akan turun disebuah desa dan mereka mendapatkan tempat praktek yang sama di desa itu . Dan sekarang Putri, Mita dan Rissa ada di rumah Putri karena permintaan Putri. Sedangkan David duduk di balkon lantai atas karena tidak mungkin dia maduke kamar Putri karena Mita dan Rissa mau ke kamar mandi karena panggilan alam. Pintu kamar Putri di ketuk dari luar dan Putri yang membuka pintu dan berdiri Citra di depan pintu kamarnya


“Ada apa Bun?” tanya Putri


“Ada teman – teman Ade datang lagi tuh “ ucap Citra membuat Putri bingung dan memandang Rissa dan Mita yang baru keluar kamar mandi


“Siapa Put.. lu undang siapa lagi selain kita berdua?” Tanya Mita


Putri hanya menggeleng kepala


“Hanya kalian berdua.. Diva kan gak bisa masih kuliah… sore atau malam baru dia datang itupun nanti dia kasih kabar jika dia menuju ke sini” ucap Putri


Putri yang berbicara dengan Mita heran melihat Rissa yang seperti kebingungan


“Ada apa Ris?” tanya Putri


“Sebenarnya ibu kamu yang mana Put?”tanya Rissa berbisik membuat Putri hanya tersenyum


“Maaf Tante udah menanyakan ini pada Putri” ucap Rissa


“Gak apa-apa kan gak tau.. udah yuk turun teman kalian ada di ruang tamu “ ucap Citra


Citra lalu keluar kamar meninggalkan Putri, Mita dan Rissa. Putri, Mita dan Rissa keluar menghampiri David memanggilnya untuk ketemu teman mereka yang belum tau siapa yang datang. Ketika turun mereka melihat Diva dan ketika mereka melihat Rangga dan Tya yang berdiri langsung kaget apalagi Putri dan Mita senang dan langsung berlari memeluk Tya. Putri yang duluan memeluk dan Mita langsung memeluk mereka berdua sekaligus. Sedangkan Rio, Tari dan Citra ada di ruang keluarga yang tak mau mengganggu Putrid dan teman-temannya.


“Kapan pulang? Pulang gak kasi tau“ tanya Mita ketika mereka melepaskan pelukan dan berbalik memeluk Diva


“Kejutanlah buat kalian.. pulang Kemarin sampai udah malam “ ucap Tya


“Trus kenapa bisa sama Diva?” Tanya Putri


“Sama Put, gue kira Tya boong kalau dia udah di gerbang kampus nunggu gue … awalnya gue gak percay tapi dia ngirim foto dia di depan kampus baru gue percaya habisnya kadang Tya jailin kita makanya gue ragu sich“ ucap Diva

__ADS_1


Putri menghampiri Rangga dan menyalaminya


“Gak meluk kak Rangga nich ceritanya.. “ ucap Rangga yang belum selesai ucapannya di potong oleh Putri


“Nanti ada yang marah kak” ucap Putri menggoda Tya


“Apaan sich lu put.. peluk aja gue gak mungkin melarang kan kakak lu” ucap Tya tertawa sambil memukul Putri dan Putri memeluk Rangga


David yang berjalan mendekati Tya dan berjalan ingin berjabat tangan langsung di cegah oleh Rangga. Rangga yang berjabat tangan dengan David membuat Tya dan Putri yang disampingnya kaget. Tya memandang Rangga hanya memandang dan menggeleng kepalanya sedangkan Putri tersenyum melihat sifat Rangga


David langsung melepaskan tangannya dari Rangga dan tersenyum


“Jangan bilang kak Rangga cemburu juga sama gue” ucap David


“Kalau iya kenapa?” ucap Rangga dingin


Tya yang mendengar suara Rangga yang dingin langsung kaget


“Kak Rangga jangan mulai lagi deh” ucap Tya pelan tapi masih di dengar oleh Rangga dan Putri


Rangga memandang Tya dan Tya yang memandang Rangga yang raut wajahnya yang dingin dan tak tersenyum menjadi diam. Putri yang melihat raut perubahan Tya menjadi bingung apalagi melihat wajah Rangga dan Putri yakin pasti ada sesuatu yang terjadi antara mereka tapi tak tau itu apa Putri hanya bisa berharap mereka berdua baik-baik saja.


Putri lalu meminta mereka semua duduk. Diva, Putri dan Rissa duduk bersama, Mita dan David duduk berdua berdampingan begitupun Rangga dan Tya yang raut wajah Rangga masih tetap sama. Ketika Rissa duduk bersama Putri dan Diva dia merasakan Handponye berbunyi dan ketika Rissa mengambil handponenya lalu membuka pesan dan membacanya langsung mukanya menjadi sedih dan Putri serta Mita melihat menjadi heran dengan perubahan Rissa


“Ada apa Rissa ? kenapa kamu menjadi gelisah?” Tanya Mita dan Putri hanya mengangguk kepala


“Gak apa-apa .. “ Ucap Rissa menutupi dari Mita dan Putri yang tak mau mereka menjadi khawatir padanya.


“Kak Rangga udah ada ponakan aku belum? “ Tanya Putri yang melihat Tya yang tak biasanya membuat Tya dan Rangga hanya tersenyum lalu memandang Putri


Rangga hanya diam sedangkan Tya hanya mengangguk membuat Putri dan Mita serta Diva senang


“Berapa Bulan Tya, kak ?” Tanya Putri

__ADS_1


“Udah jalan delapan minggu” Ucap Tya


“Selamat ya Kak Rangga .. Tya “ Ucap Putri begitu juga Mita dan Diva serta Rissa


__ADS_2