
“Astaga Tuan “ ucap Andi kaget melihat Galang pingsan seperti itu
dan Andi meletakan handphonenya lalu ke Galang untuk mengatur posisi tidur Galang yang masih pingsan.
Setelah selesai mengatur posisi Galang, Andi lalu mengambil handphonenya yang masih terhubung dengan Rissa
“Non saya matikan dulu ya .. mau hubungi dokter ..” ucap Andi
Rissa yang masih memandang handphonenya dan mendengar Andi berbicara
“Baik bang tapi posisikan handphonenya papa untuk aku melihatnya walaupun gak melihat papa dengan jelas .” pinta Rissa
“Baik Non” ucap Andi
Andi lalu mematikan telpon dan mengambil handphone Galang lalu meletakkan di atas nakas dengan mengatur posisi tapi Andi berusaha untuk Rissa melihat Galang tapi selalu yang terlihat badan Galang
“maaf non begini aja yach” ucap Andi
“Gak apa-apa bang” ucap Rissa
Di rumah Putri Rissa yang mendengar Andi menelpon Dokter hanya pasrah dan mematikan suara supaya Andi gak mendengar mereka semua berbicaralalu memandang Putri, Diva, Tya dan Mita
“Maaf.. udah merepotkan kalian.. kalian tidur aja .. apalagi kamu Tya.. ibu hamil gak boleh begadang” ucap Rissa dan di anggukin oleh Mita dan Putri
“Iya aku tidur tapi boleh aku nanya ..” ucap Tya dan di anggukin oleh Risa
“Tanya aja “ ucapya
“Tadi yang pingsan itu siapa pacar kamu atau papa kamu? “ tanya Tya
Rissa mendengar pertanyaan Tya hanya tersenyum
“kamu sama dengan Putri tadi siang… heran ya.. “ ucap Rissa dan di anggukin oleh Tya
__ADS_1
“Iya itu papa aku . Memang panggilan aku dan Papa selalu begitu walaupun jujur… aku bukan anak papa tapi papa sayang sama aku” ucap Rissa
Membuat Putri dan lainnya kaget
“Maksud kamu Ris?” tanya Putri
“Kedua orang tuaku udah meninggal…. Menurut cerita ibu .. waktu aku masih dua bulan ayah menemukan papa di sungai waktu ayah pulang dari sawah.. lalu papa di bawah pulang kerumah dan kebetulan ibu kan suster jadi papa di rawat di rumah dulu karena tak sadarkan diri papa di bawah ke rumah sakit dan sempat koma selama dua tahun.. ketika papa sadar papa gak ingat apa-apa… papa amnesia sampai sekarang… karena sakit ayah meninggal ketika aku umur 8 tahun .. aku kehilangan sosok ayah dan papalah yang membuat aku merasa mempunyai ayah walau kami tinggal pisah rumah dua tahun kemudian ibu meninggal karena kecelakaan ke rumah sakit dan tak tertolong dan saat itulah papa menjadi ibu dan ayah sekaligus buat aku .. “ Ucap Rissa
“Trus papa kamu gak ingat keluarganya dan kenapa sampai papa kamu pingsan begitu ? “ tanya Mita
“Papa gak ingat apa-apa tentang keluarga papa dan papa pingsan seperti ini sudah hampir satu tahun belakangan ini karena menurut papa ada bayangan yang tak jelas dan papa berusaha mengingat tapi ujungnya selalu pingsan .. aku udah katakan jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat tapi kadang papa turuti tapi kadang papa maksain “ ucap Rissa
Semua hanya mengangguk kepala “sekarang biar aku yang menunggu papa seperti ini kalian tidurlah” Pinta Rissa kembali .
“Aku dan Tya tidur di sofa kalian bertiga tidur di sini” ucap Putri lalu beranjak ke sofa bersama Tya. Mita dan Diva mengatur posisi tidur begitu juga dengan Rissa.
Putri lalu mematikan lampu kamarnya dan menggantikan dengan lampu tidur dan menyalakan lpu dekat Rissa. Saat mereka semua sudah di tempat tidur Putri dan Tya tau Rissa belum tidur karena masih sedang menunggu kabar terbaru dari papanya. Putri yang sudah berbaring memandang Tya yang tidurnya terlentang dengan mata masih terbuka. Putri lalu mencolek Tya di bahunya membuat Tya memandang dengan tersenyum
“Jangan reseh .. ini udah malam” ucap Tya pelan membuat Putri tertawa
“Thu rasain” ucap Tya lalu berbalik tidur menghadap Putri
“Gue mau nanya sama lu” ucap Putri pelan
“apa?” tanya Tya pelan karena tak mau Mita menegur mereka lagi
“Gue kepikiran soal ucapan kak Rangga tadi siang,” ucap Putri pelan
“Ucapan yang mana?” tanya Tya
“Cinta lama bersemi kembali.. emang lu sebelum dengan kak Rangga lu sama siapa ?” tanya Putri membuat Tya langsung diam dan memandang Putri
“jawab gue dodol” ucap Putri pelan tapi kesal dengan diamnya Tya
__ADS_1
“Iya gue jawab tapi dengan syarat lu gak boleh kasih tau siapapun termasuk Diva dan Mita “ ucap Tya
“iya.. siapa? “ tanya Putri penasaran siapa yang dimaksud Rangga
“Dia … David “ ucap Tya pelan
“Apa” teriak Putri tanpa sadar berbicara keras membuat Mita dan Diva kaget begitupun Rissa yang masih fokus di handphonenya
“Kalian berbicara apa sich berisik sekali” ucap Diva
“ Put sekali lagi lu berisik gue lakban mulut lu” ucap Mita kesal
Putri langsung diam membuat Tya hanya tertawa pelan melihat Putri dari tadi di tegur oleh Mita
“maaf ..” ucap Putri
“Lu serius Tya? Kapan kalian pacaran?” tanya Putri pelan
“kita pacaran kelas 2 smp mau naik ke kelas 3 .. “ ucap Tya
“ kenapa kalian putus? Dan Siapa yang minta putus?” tanya Putri memandang Mita takut dia bangun dan mendengar semuanya bisa berantakan
“Gue yang minta putus.. bukan karena gue gak sayang sama David tapi orang tua gue gak setuju … karena gue udah di jodohkan.. tapi gue masih SMP saat itu dan ingin fokus sama ujian gue minta sama ortu gue untuk tak membahas masalah ini dengan satu syarat gue gak boleh lagi pacaran.. dan gue setuju dan gue bicara sama David baik-baik dan kita putus baik-baik “ ucap Tya
“pantas saat sekolah kalian berdua seperti biasa saja dan lu gak cemburu saat sekolah “ ucap Putri
“Saat kelas satu SMA gue kaget satu kelas sama David dan kami biasa aja.. maaf kalau kamu nanya cemburu gue gak cemburu lagi karena semenjak putus kita los kontak dan ketemu disaat SMA. Saat David tanya Mita gue yang minta ke David gak ada yang boleh tau gue pernah jadian sama dia dan David setuju karena melihat kecemburuan Mita terhadap lu” Ucap Tya
“lu sama David luar biasa “ ucap Putri
“Kenapa Kak Rangga sampai tau??” tanya Putri
“Itu karena gak sengaja saat gue beres-beres kamar.. kak Rangga liat diary gue dan pas buka buku diary gue, Kak Rangga menemukan foto gue saat gue pacaran sama David .. gue sengaja melepaskan dari bingkai dan taruh di buku diary gue … takut kalian nginap Mita melihatnya “ ucap Tya
__ADS_1
Putri yang mendengar itu hanya diam tidak tau harus berbicara apa.