Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Tiga Puluh Empat


__ADS_3

“ Assalamualaikum “ ucap Tari


Putri langsung berbaring lagi di pangkuan Tari tanpa menghiraukan Aldo yang telpon sedangkan Rio duduk di sofa yang lain


“ Waailakumsalam ma “ ucap Aldo


“Gimana kabar mama sama papa juga Ade?” tanya Aldo


“Semua baik disini kakak, “ Jawab Tari


“Mau berangkat kerja atau kuliah?” Tanya Tari lagi


“ Berangkat kerja ma … nanti jam sepuluh baru ke kampus … kuliah siang… “ ucap Aldo


“Ma Ade dimana? “ tanya Aldo


“Kenapa kangen sama Ade? “ tanya Tari balik nanya ke Aldo


“Iya ma “ ucap Aldo jujur


“Telpon aja jika kangen… kakak gak pernah telpon Ade… selalu nanya kabar Ade aja… “ ucap Tari


“Nanti kakak telpon Ade “ ucap Aldo


“Ade udah tidur ma kan di situ malam? “ ucap Aldo


“Ade lagi keluar sama pacar barunya” ucap Tari menjaili Aldo membuat Rio tertawa sedangkan Putri hanya menggeleng kepalanya heran atas kejahilan Tari pada Aldo.


“Ada papa di situ ma? Kenapa papa tertawa?” tanya Aldo yang mendengar suara Rio


“Iya ., Ini papa .. memangnya papa gak boleh tertawa? “ ucap Rio Walau tak melihat Aldo


Dan Tari dan Putri hanya tersenyum.


“ Kakak kangen gak sama Ade? “ Tanya Tari


Putri yang mendengar itu hanyalah memandang Tari dan memasang telinga untuk mendengar jawaban Aldo


“Kangen ma” ucap Aldo


Mendengar ucapan Aldo Tari lalu tersenyum dan memandang Rio lalu ke Putri sedangkan Putri sudah pura-pura menutup matanya


“Jangan pura-pura tidur sayang … kakak kangen loh” Ucap tari menggoda Putri


“Ade ada di situ ma ?” Tanya Aldo


“Ada dari tadi malah mendengar “ ucap Tari


Tari lalu mengubah layar belakang dan nampak Putri yang di layar, Aldo yang melihat Putri di layar handphonenya menjadi senang


“Ade … “ panggil Aldo


Putri yang mendengar Aldo memanggilnya membuka matanya dan melihat Tari mendekati handphone di depan wajahnya lalu Putri bangun dari pangkuan Tari dan Tari memberikan handphonenya pada Putri. Putri yang melihat Tari memberikan handphonenya lalu mengambilnya dan melihat Aldo di layar handphone menjadi gugup dan salah tingkah karena ada Tari dan Rio. Jantungnya berdetak kencang membuat Putri tambah gugup lalu Putri mengubah layar depan kembali


“ Assalamualaikum kak, ada apa?” tanya Putri


Aldo yang melihat Putri dan melihat mata Putri menjadi heran

__ADS_1


“ Waailakumsalam… Ade kenapa? Kok mata bengkak gitu habis nangis?” ucap Aldo khawatir


Putri yang menyadari Aldo memperhatikan matanya sadar dan memandang Rio dan Tari meminta jawaban mereka dan Rio dan Tari saling memandang mendengar Aldo bertanya dan melihat Putri matanya bengkak


“Ade baru habis nangis kangen kakaknya yang gak pernah telpon Ade” ucap Tari menggoda Putri


Sedangkan Putri kaget mendengar jawaban Tari dan hanya menggeleng kepalanya


“ Mama ihhh.. “ keluh Putri


“Benar de? … Ade nangis karena kakak gak pernah telpon Ade…? Maaf kakak de .. kakak sibuk “ ucap Aldo


“Sibuk pacaran maksudnya kan ?” ucap Putri Kasar dan hatinya menjadi sakit tapi tak berdarah


“Kakak gak telpon ade takut Ade gak angkat telpon karena pasti Ade menghindar dari kakak “ ucap Aldo jujur


Ucapan Aldo membuat Putri langsung diam dan memandang Aldo. Sebelum mengetahui jati diri Putri yang sebenarnya Putri akan menghindar dari Aldo.


“Ya udah sekarang telpon di handphonenya Ade biar bicaranya bebas, nanti papa sama mama jadi ganggu” goda Tari dan Putri hanya memandang Tari dan yang di pandang menambah menggodanya apalagi Rio yang langsung tersenyum.


“Iya ma Kakak nelpon sekarang di handphonenya Ade.. assalamualaikum “ ucap Aldo lalu mematikan handphonenya


Putri yang melihat Aldo sudah matikan teleponnya memandang Tari


“Sudah …. Ke kamar bicara sama kakak gak usah menghindar lagi … papa dan mama merestui kakak sama Ade “ ucap Rio lalu mengajak Tari ke kamar dan Putri pun ikut masuk ke kamarnya.


Sebelum sampai kamar handphonenya Putri sudah berbunyi dan Tari mendengar itu lalu mengangguk kepala


“Angkat .. bicara di kamar .. “ ucap Tari dan Putri menggeser tombol hijau


“Ade mau kemana?”


“Mau masuk kamar kak” ucap Putri


Aldo hanya mengangguk kepala dan sampai di depan kamar putri membuka pintu lalu menutup serta mengunci dari dalam. Putri berjalan menuju tempat tidur dan dudu bersandar


“Ade kakak kangen?” ucap Aldo


“Ade juga kak…” ucap Putri


“Kakak takut jika kakak telpon Ade gak angkat telpon karena Ade pasti menghindar dari kakak karena permintaan Ade yang ingin kita lupakan perasaan kita” ucap Aldo


“Dan kakak berhasilkan … kakak udah punya pacar sekarang dan jangan katakan itu pacar pura-pura kakak lagi” ucap Putri sedikit kasar hatinya sakit


“Kakak memang udah punya pacar … dan pacar kakak ada dua… “ ucap Aldo membuat Putri kaget


“Pacar satu yang disini dan pacar satunya lagi yang kakak ada nelpon nich” ucap Aldo


Putri mendengar itu kaget dan memutar matanya jengah


***


Pagi hari sebelum ke sekolah Putri sarapan bersama Rio dan Tari. Tari yang selalu menggoda Putri membuat Putri malu


“Yang udah dapat telpon dari pacarnya langsung senang pa… “ ucap Tari pada Rio menggoda Putri


Sedangkan Rio hanya tersenyum melihat Putri yang malu. Setelah selesai sarapan Putri berangkat ke sekolah yang diantarkan oleh Rio dan sampai di parkiran sekolah Rio langsung berangkat ke kantor karena sudah David yang sudah ada di parkiran sekolah.

__ADS_1


“Assalamu’alaikum “ ucap Putri


“ Waailakumsalam “ balas David


Putri lalu memandang David dan memberikan tangannya membuat David bingung


“Mau ngapain lu?” David


“Mau salamin bang David “ ucap Putri membuat David memandang dengan jengah


“Apaan lu salamin gue dan manggil gue Abang” ucap David


“Yang tua harus disalamin kan dan wajar gue manggil Abang kan lu Abang gue” ucap Putri


“Ga ada lu manggil gue gitu” ucap David sewot membuat Putri tersenyum


“Mau gue aduin sama papa Nathan “ ucap Putri


David hanya menggeleng kepalanya dan memandang Putri jengah lalu memberikan tangannya pada Putri


“Salamin tapi gak boleh manggil Abang” ucap David lalu Putri menyalami David


Handphone David berbunyi dan David melihat handphonenya yang ternyata menelpon David Abang Rava


“Bang Rava…. “ ucap David dan Putri kaget


“Bang Rava tadi telpon ingin melihat adiknya “ ucap David membuat Putri bersedih dan matanya sudah berembun


“Gue juga pingin liat bang Rava” ucap Putri sendu


Ucapan Putri membuat David memandang Putri hanya diam dan menggeser tombol hijau


“Assalamualaikum bang” ucap David


“ Waailakumsalam.. udah di sekolah?” ucap Rava


Putri yang mendengar suara Rava membuat Putri sedih dan matanya sudah berembun. David melihat Putri yang sudah ingin menangis membuat David menggeleng kepalanya


“Udah bang…. Aku udah di sekolah” ucap David


“Boleh Abang ketemu dan kalau boleh bicara sama Anastasya adik Abang” ucap Rava


Permintaan Rava membuat putri yang mendengar langsung menangis dan David yang melihat itu langsung memeluknya. Rava yang melihat David memeluk seseorang membuat Rava heran apalagi David memeluk orang dan orang itu nangis


“Ada apa David?” tanya Rava


David mendengar itu memandang handphonenya


“Bang yang aku peluk ini adik Abang “ ucap David dengan suara serak karena menahan tangis


“Adikku?“ tanya Rava belum yakin secepat ini ketemu Putri hanya lewat telepon dan David hanya mengangguk kepalanya


“ Ade… Anastasya sayang” ucap Rava


Putri yang mendengar namanya dipanggil membuat dia menangis terus


“Ade… “ panggil Rava dengan suara serak

__ADS_1


__ADS_2