Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Tujuh Puluh Sembilan


__ADS_3

“Gue gak apa-apa .. gue mau mandi .. iya gue mau mandi dulu baru makan” Ucap Rissa gugup


Karena Rissa gak mau teman – temannya tau dia sedang cemburu sama Andi dan ingin beranjak ke kamar mandi tapi di cegah oleh Putri. Rissa yang di cegah oleh Putri langsung memandang Putri


“Ada Apa?” Tanya Rissa


“Gue tau ... kita sahabat... ada kala kita bisa terbuka dengan masalah pada orang lain apalagi sahabat kita dan ada juga gak bisa kita terbuka dengan masalah kita pada sahabat tapi .. di sini gue gak maksa buat lu jujur sama kita masalah lu tadi .. kita tau lu ada masalah tapi kita gak mau maksa sekarang kita keluar makan dulu baru lu mandi jangan jadikan masalah tadi lu gak mau makan “ Ucap Putri


Rissa yang mendengar itu hanya memandang Putri dan berbalik memandang Mita, Mita hanya mengangguk kepala setuju dengan apa yang Putri ucapkan. Rissa hanya pasrah mengikuti apa kata Putri karena benar juga dan mereka keluar mendapatkan David yang sedang menunggu mereka dengan bermain game dan Putri hanya menggeleng kepala. Mereka pun makan bersama tanpa meminta Rissa jujur pada mereka hingga Rissa kesal dan cemberut tadi.


“Ketemu papa bukannya pulang senang malah cemberut .. “ Ucap David membuat Rissa hanya tersenyum saat mereka makan


“Gimana keadaan papa lu Ris?” tanya Mita


“Papa baik... Mungkin udah berangkat ke kota x untuk mengantar barang “ Ucap Rissa


“Papa lu pergi juga? Lu udah bilang kalau kita nginap di sini ? “ Tanya David


“Iya papa pergi .. udah.. gue udah bilang dan papa ijinkan “ Ucap Rissa


“Kapan Balik lagi? Nanti kenalin sama kita supaya kita mengucapkan terima kasih karena udah memperboleh kita nginap disini” ucap Putri dan dianggukin oleh yang lain


“Papa pergi sekitar dua minggu ... iya nanti papa balik gue kasih kenalin sama kalian“ Ucap Rissa


Besoknya Rissa, Putri, David dan Mita bersiap – siap untuk ke rumah sakit tempat mereka akan praktek. Sementara Putri, Mita dan Rissa bersiap – siap bi yani mengetuk pintu kamar Rissa. Rissa yang mendengar itu memandang Putri dan Mita yang masih siap – siap lalu Rissa membuka pintu kamarnya


“Ada apa bi?” Tanya Rissa


“Andi udah di luar non .. “ ucap Bi yani

__ADS_1


Rissa hanya memandang bi Yani yang heran karena pagi – pagi Andi sudah ada di depan untuk mengantarnya ke rumah sakit tapi semalam dia tak memesan untuk mengantarnya. Putri dan Mita yang mendengarnya memandang Rissa


“Lu gak berangkat sama kita?” Ucap Putri


“Semalam gue gak bilang sama bang andi untuk antar gue... bi tolong bilang bang Andi tunggu sebentar “ Ucap Rissa


Rissa, Mita dan Putri yang sudah siap keluar dari kamar dan mendapatkan bang Andi bersama David. David yang melihat Rissa, Putri dan Mita yang sudah siap pun angkat bicara menanyakan ke Rissa berangkat bersama siapa


“Ris Lu berangkat sama siapa?”


“Bang Andi .. maaf aku kan gak minta di antar kenapa bang Andi datang “ tanya Rissa tanpa menajwab pertanyaan David


“Maaf non .. tuan Galang sebelum berangkat semalam yang pesan untuk mengantar non ke rumah sakit” Ucap Andi membuat Rissa tau kenapa Andi datang pagi – pagi


“Bang .. makasih udah repot pagi – pagi datang kesini tapi biar saya berangkat bersama teman – teman saja” Ucap Rissa dan di anggukin oleh Andi.


“Gak ada .. yang ada gue jadi pengganggu buat kalian berdua gitu” Ucap putri


“Gak apa – apa .. Non berangkat bersama kalian saja “ucap Andi


Putri, David dan Mita serta Rissa hanya mengangguk kepala dan mereka berangkat ke rumah sakit.


Sedangkan di tempat lain Aldo dan Rava yang sudah menyelidiki tentang kecurangan yang di buat suami hana masih belum selesai hingga mereka berdua terpaksa ke perusahaan cabang.


“Gue yakin ada yang menyabotase data di sini karena banyak keganjilan di data pengiriman barang- barang .. buktipun sudah kita kumpulkan tinggal pengakuan mereka dan pasti ada anak buah mereka juga di sini” Ucap Aldo dan di anggukin oleh Rava. Rava lalu menelpon pimpinan cabang yang di percayakan oleh Nathan.


“Pak kumpulkan semua kepala pimpinan setiap bagian dalam perusahaan ini sekarang “ Ucap Rava


Dan tak lama mereka berumpul di ruang Rapat sesuai permintaan Rava. Rava yang sudah mulai tak tahan dengan kecurangan yang di buat oleh pihak yang tak bertanggung jawab akhirnya marah ketika mulai rapat.

__ADS_1


“Setiap bagian sekarang harus pertanggung jawabkan semua yang kalian kerjakan dengan presentasikan “ ucap Rava tegas membuat mereka semua menjadi takut dan Rava dan Aldo menyadari ada dua orang bagian pengiriman yang sudah semakin gelisah dan semakin pucat


Rava dan Aldo saling memandang dan mereka hanya mengangguk kepala denga pikiran mereka yang sama terhadap dua orang tersebut. Ketika salah satu dari mereka berdua presentasikan hancur dan tak sama tetapi Aldo masih bisa menguasai marahnya tapi Rava tidak hingga Rava meminta dia duduk dan salah satu lagi presentasikan. Hal sama yang di lakukan hingga Rava tak bisa di kendalikan hingga Rava menjadi murka dan Rava meminta semua keluar kecuali dua pegawai tersebut. Ketika mereka semua keluar dan tinggal Rava dan Aldo serta dua orang yang mereka curigai berdiri di depan Rava dan Aldo. Rava langsung menanyakan pada dua orang tersebut dengan langsung to the point.


“Kenapa bisa data pengiriman dan laporan masuk tidak sama ? Kami udah punya bukti tapi kami mau Kalian jujur .. untuk apa dan kepada siapa kalian menggelapkan dana hingga ratusan juta? ” Tanya Rava membuat kedua orang tersebut menjadi takut dan menjadi gugup tapi mereka berdua hanya diam


“Kenapa diam ... Jawab” bentak Aldo yang tak bisa lagi menahan amarahnya


“Ma .. Maafkan kami tuan” Ucap salh satunya


“Kalau kalian berdua jujur kita bisa saja maafkan tapi kalian harus bertanggung jawabkan semuanya itu di pihak berwajib dan mengembalikan dana yang kalian hilangkan “ Ucap rava membuat kedua orang itu semakin takut


“Maaf kan aku tuan ... jangan cebloskan ke penjara .. “Ucap salah satu yang semakin takut


“Kalau tidak mau di penjara jangan mengabil hak yang bukan milik kalian” ucap Rava


“Maaf tuan” Ucapnya


“Maaf kalian tidak bisa mengembalikan ke sedia kala “ Ucap Rava yang massih tegas


“Siapa di balik kalian berdua?”Tanya Aldo dan mereka berdua salig memandang


“Jawab !!” teriak Rava udah tak tahan lagi


“Tuan Haris .. Tuan” Ucap kedua bersamaan membuat Rava dan Aldo saling memandang dan tebakan mereka benar. Dan tak lama beberapa polisi datang, Rava meminta polisi menangkap mereka berdua dan membuat surat perjanjian untuk mengembalikan dana yang mereka ambil bahkan mengirimkan ke haris dan Rava memberikan bukti supaya Haris juga di cebloskan ke penjara.


“Akhirnya terbongkar juga .. “ucap Aldo ketika para polisi membawa dua orang tersebut dengan bukti kejahatan mereka serta akan menangkap Haris.


“Gue telpon papa nathan dulu supaya berjaga – jaga agar gak tejadi apa – apa lagi nantinya.. setelah ini kita kembali ke jakarta. “ Ucap Rava dan di anggukin oleh Aldo.

__ADS_1


__ADS_2