
Sampai di rumah sakit hari sudah malam, Ardy turun dan memanggil suster untuk membawa brankar rumah sakit dan Rava serta David yang sudah turun membantu Aldo yang sudah pingsan langsung di letakkan di brankar rumah sakit dan langsung di dorong oleh suster masuk ke ruang operasi untuk ambil tindakan. Putri yang syok turun dari mobil dibantu oleh Ardy dan Nathan ke bagian Administrasi. Sedangkan David pergi kekantin atas permintaan Rava untuk membelikan minuman dan makanan ringan untuk Putri. Aldo yang dibawa masuk ke ruang operasi langsung di tangani sedangkan Rava, Ardy dan Putri menunggu di depan ruang operasi. Ardy meminta Putri untuk duduk sedangkan Rava yang melihat tangan dan baju serta celana Putri masih berlumuran darah langsung meminta suster yang lain untuk mengambil tisu atau kain untuk membersihkan tangan Putri walau baju dan celananya biar dibersihkan pasti masih ada. Suster datang dan suster dibantu Rava membersihkan tubuh Putri, David datang dengan minuman dan langsung membuka penutup minuman
“Minum dulu Put” Ucap David pada Putri
Putri yang sudah di bersihkan tangannya lalu mengambil minuman dari tangan David
“Makasih bang “ Ucap Putri tersenyum memaksa dengan memandang David sedangkan David yang tidak suka Putri memanggil dengan panggilan abang menjadi jengah
“Bisa-bisanya lu Put dalam keadaan begini masih bercanda” Ucap David yang membuat Ardy dan Rava tersenyum melihat Putri.
Putri lalu minum dan David memberikan Roti yang dia belikan tapi di gelengkan kepala oleh Putri
“Gue gak lapar” Ucap Putri
Setelah membersihkan Putri dari darah Aldo suster meninggalkan mereka dan Rava mengucapkan terima kasih. Putri yang duduk diapit oleh Ardy dan Rava sedangkan Nathan dan David duduk tak jauh dari mereka masih memandang pintu ruang operasi. Putri langsung memeluk Rava dan meletakan kepalanya di bahu Rava.
“Ade ngantuk?” Tanya Rava dan
“Gak Bang” Ucap Putri
Rava, Ardy dan Putri yang melihat Rio, Tari, Citra dan Ryara yang datang langsung memandang mereka. Ketika mereka sampai Tari langsung menanyakan keadaan Putri dan Aldo
“Ade gak apa-apa? Kakak gimana?” Tanya Tari
Putri mengangkat kepala dari bahu Rava hanya mengangguk kepala
“Aldo tertembak ma … karena menolong ade.. seharusnya ade .. bukan kakak” Ucap Putri yang menangis karena mengingat semua itu
Rava dan Ardy yang mengerti jika Putri ingin di peluk oleh Citra dan Tari langsung berdiri dan Rava meminta Citra untuk duduk di samping Putri dan Ardy meminta Tari duduk juga di samping satu lagi. Sedangkan Putri yang menangis hanya menutup mukanya dengan kedua tangannya sedangkan Tari dan Citra langsung memeluk Putri.
“Sudah de, Kakak lakukan itu karena kakak sayang sama ade dan gak mau terjadi sesuatu sama ade” Ucap Tari masih memeluk Putri. Putri lalu menurunkan tangannya dan memeluk kedua orang yang berarti dalam hidupnya. Tak lama dokter keluar dan memanggil mereka dan semua orang berkumpul di depan dokter
“Gimana keadaan anak saya dok?” Tanya Rio
“Kami berhasil mengeluarkan peluru dalam tubuh pasien “ Ucap dokter membuat mereka senang tapi mereka kembali sedih mendengar ucapan dokter lagi
__ADS_1
“Tapi maaf .. pasien sekarang kritis karena banyak kehilangan darah untung cepat dibawah ke rumah ke rumah sakit kalau tidak pasein tidak akan tertolong… kami sudah menghubungi PMI dan rumah sakit ini tapi golongan darah pasien kosong jadi apa ada keluarga atau saudara yang golongan darah yang sama dengan pasien” ucap dokter
Putri yang mendengar itu semakin menangis dan langsung pingsan untunglah Rava yang berdiri di belakang Putri dengan sigap memegang untuk putri agar tidak jatuh ke dasar.
“De… “ Ucap Rava dan Bunda
Sedangkan Tari hanya lemas karena anaknya sedang berjuang dengan kondisi koma. Ibu mana yang tega melihat anaknya berbaring koma, Rio hanya merangkul Tari. David melihat brankar yang tak jauh dari mereka lalu berlari mengambil brankar dan membawa ke Rava untuk meletakan Putri begitu pun suster yang kebetulan melewatinya langsung di perintahkan oleh dokter untuk membawa ke UGD.
Rava dan David serta Citra menemani Putri ke ruang UGD sedangkan lainnya masih tetap berdiri di depan ruang operasi.
“Gimana apa ada yang golongan darahnya sama dengan pasien karena harus di tindak secepatnya “ Ucap Dokter
Tari yang golongan darah sama dengan Aldo langsung angkat bicara
“Ambil darah saya dok..” Ucap Tari
Dokter yang melihat Tari yang seperti ini menjadi bingung
“Maaf bu.. Ibu tidak bisa karena kondisi ibu yang seperti ini .. apa ada keluarga atau saudara yang lain “ Ucap dokter yang tak mau ambil resiko
“Siapa Bang?” Tanya Nathan
“Alvin pa … “ Ucap Ardy
“silahkan hubungi teman Tuan secepatnya “ Ucap dokter dan di anggukin oleh Ardy.
Ardy lalu mengambil handponenya dan menghubungi Alvin. Ardy berharap Alvin angkat telpon karena melihat jam sudah hamper jam Sembilan dan ketika di sana mengangkat telpon membuat Ardy senang karena dengan cepat menanggapi telponnya. Nathan meminta Ardy meloadspekaer.
“Assalamualaikum” Ucap Alvin di sana
“Waailakumsalam” Ucap Ardy
“Vin, Lu di mana?” Ucap Ardy mulai panik
“Gue di rumah … Lu kenapa ? suara lu panik gitu?” Ucap Alvin
__ADS_1
“gue butuh bantuan lu… Bisa ke rumah sakit sekarang Aldo membutuhkan darah dan golongan kalian berdua sama … Bisa?” Ucap Ardy
“Bisa Ar… Aldo kenapa Dy?” Ucap Alvin cemas
“Aldo kenapa Ardy?” Tanya suara perempuan bersama Alvin yang Ardy paham itu suara Gita istrinya karena mereka udah menikah enam bulan yang lalu
“Aldo tertembak… udah sampai di sini baru gue jelaskan” Ucap Ardy
“Ok Gue kesana sekarang tunggu gue” Ucap Alvin
“Gue juga ikut “ Ucap Gita
“Ya udah cepat Aldo membutuhkan lu Vin …Assalamualaikum” Ucap Ardy
“Waailakumsalam” Ucap Alvin dan Gita
Ardy menutup telpon dan memandang Nathan, Ryara, Rio dan Tari serta dokter yang masih berdiri menemani mereka
“Bisa dok… teman saya mau kesini” Ucap Ardy
“Baik kalau datang langsung beritahu suster jaga “ Ucap dokter
“Makasih dok” Ucap Ardy
Dokter lalu meninggalkan mereka, Tari yang sudah berhenti menangis memandang Rio
“Jangan seperti ini .. Aldo liat pasti merasa sedih.. papa yakin Aldo pasti kuat .. “Ucap Rio dan Tari mendengar itu hanya mengangguk kepala
Handpone Ardy berbunyi lagi dan Ardy melihat siapa yang menelpon menjadi bingung antara angkat atau tidak
“Siapa Bang? kenapa gak diangkat Bang?” Tanya Ryara
“ Diva Ma… “ Ucap Ardy
“Angkat aja” Ucap Nathan Ardy lalu mengangkat dan memberitahu yang sebenarnya pada Diva dan Diva ingin ke rumah sakit juga tapi di larang oleh Ardy. Diva tak mau dia tetap ke sana karena mengingat Putri membutuhkan teman-temannya. Diva lalu menelpon Tya, Tya meminta Diva tunggu di rumah nanti di jemput oleh Tya dan rangga yang akan ke rumah sakit bersama.
__ADS_1