Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Tiga Puluh


__ADS_3

Sudah hampir dua tahun berlalu, Putri sudah naik kelas tiga dan Aldo serta Rangga bahkan belum pulang, dengan alasan masih banyak tugas dan kerja di sana yang belum bisa di tinggalkan. Rangga selalu menelpon Tya tapi tidak dengan Aldo yang menghindar dari Putri. Bahkan Putri sudah mendengar jika Aldo udah punya kekasih di sana. Membuat Putri sedih dan hanya bisa diam karena memang ia berfikir harus seperti ini.


Seperti sekarang, pagi ini Putri yang semula mendengar jika Aldo dan Rangga akan pulang dibatalkan karena ada kerjaan yang tak bisa di tinggalkan membuat Putri ke sekolah dengan diam tanpa berkata apa-apa membuat Rio dan Tari memandang dengan heran


“Ada apa sayang mukanya kok di tekuk ?” tanya Tari


“Gak ada apa-apa ma… “ ucap putri


Lalu pamit ke sekolah.


Ketika Putri berangkat ke sekolah, Tari dan Rio memandang Putri merasa sedih.


“Pa, ma kasihan melihat anak-anak kita seperti ini. Kita harus memberi tahu tentang sebenarnya supaya mereka berdua bisa bersama seperti dulu. Kakak selalu telpon tidak menanyakan Ade begitu sebaliknya ketika Ade tau kakak sudah punya kekasih “ ucap Tari


“Papa ikut mama saja, lebih baik Ade tau yang sebenarnya sekarang walaupun kita tidak tau dimana Citra berada” ucap Rio.


“Nanti kita bicarakan lagi, tapi gimana menurut mama jika kakak gak usah tau dulu kita beritahu Ade dulu.” Ucap Rio dan Tari hanya mengangguk kepalanya setuju dengan apa yang diucapkan oleh Rio.


Di sekolah, Putri sampai di kelas sudah ada Tya dan Diva.


“Mita belum masuk,?” tanya Putri


“Belum… “ ucap Diva.


Dan tak lama Mita datang mukanya pucat, Putri yang melihat Mita menjadi khawatir begitu pun Diva dan Tya


“Mit, lu kenapa? muka lu pucat lu sakit?” Tanya Putri


Mita memandang mereka satu persatu


“Gue gak apa-apa, gue dari semalam Uda gak enak badan “ ucap Mita


“Kalau sakit kenapa lu sekolah?” ucap Diva

__ADS_1


“Gak apa-apa nanti gue ke UKS jika gue gak kuat nahan sakit lagi“ ucap Mita


Putri, Tya dan Diva hanya mengangguk kepalanya.


“Kak Rangga nanya ke gue, kak Aldo sering nelpon lu gak Put?” Tanya Tya Putri hanya menggeleng kepala


“Lebih baik begini … apalagi kak Aldo udah punya kekasih di sana jarang kak Aldo nelpon gue alasannya sibuk melulu” ucap Putri sedih


“Ya lebih baik begitu daripada perasaan kalian makin mendalam “ ucap Mita pelan takut yang lain dengar apalagi David. Karena mereka naik kelas tiga satu kelas kembali.


***


Ketika pulang sekolah, Putri sampai di rumah dan melihat ada tamu seorangpun lelaki yang ada Rio dan Tari. Putri memberikan salam buat mereka dan menyalami mereka. Rio meminta Putri ganti baju setelanim itu turun untuk makan, putri hanya mengangguk kepala. Ketika Rio melihat ke Putri yang sudah berjalan ke kamarnya Rio lalu memandang ke arah tau lelaki tersebut. Lelaki tersebut orang suruhan kakak kandung ayah Putri atas permintaan ibunya nenek Putri.


“Sampaikan pada Pa Nathan kita ketemu di restoran xxx jam 6 besok malam “ Ucap Rio


“ Baik Pak Rio saya akan sampaikan pada Pak Nathan .. Kalau gitu saya pamit “ Ucapnya


Rio dan Tari hanya mengangguk kepala


“Waailakumsalam” Balas Rio dan Tari dan lelaki tersebut keluar dan Tari memandang Rio lalu mengajk Rio duduk


“Kita harus katakan pada Putri yang sebenarnya supaya dia bersiap-siap menghadapinya dan kita harus memperketat Putri .. “ Ucap Rio


“Papa harus menyuruh orang menjaga Putri dari kejauhan … “ Ucap Tari dan dianggukin oleh Rio


“Kita makan dulu baru kita bicarakan “ Ucap Tari


Tari lalu meminta Art untuk memanggil Putri untuk makan bersama Rio dan Tari. Putri turun menuju meja makan yang sudah ada Rio dan Tari


“Tumben papa Makan siang sama kita” Ucap Putri


“Iya tadi mama telpon ada yang mencari papa dan mama … “ Jawab Rio

__ADS_1


“Yuk makan setelah ini papa dan mama mau bicara serius sama ade” Ucap Rio serius Putri yang mendengar Rio papanya yang tidak pernah serius menjadi tanda Tanya di pikirannya


“Serius banget ya sampai muka papa dan mama seperti itu” Ucap Putri khawatir dan di anggukin oleh Rio membuat Putri hanya diam.


Setelah selesai Rio dan Tari mengajak Putri ke gazebo untuk mengatakan sejujurnya buat Putri . ketika sampai di gazebo, art membawakan cemilan dan minuman untuk mereka atas permintaan Tari. Ketika art pergi Putri yang duduk bersama Tari memandang Tari dan Rio


“Ada apa Pa? Kok mau bicara saja sampai ajak kesini?” Ucap Putri


Rio dan Tari saling memandang, mereka berdua tidak tega memberitahukan pada Putri.


“Papa saja yang katakan” Ucap Tari dengan suara serak membuat Putri kaget dan heran lalu memandang Tari


“Ma kenapa? “ Tanya Putri lalu memeluk Tari


“Ada Apa Pa? Kenapa mama nangis?” Ucap Putri


“Papa gak tau mau dari mana ceritanya tapi… ade selalu ingat satu hal papa dan mama selalu sayang sama ade jika mengetahui hal yang sebenarnya … “ Ucap Rio Putri hanya mengangguk walau masih dengan kebingungannya


“Ade… tadi itu suruhan orang paman kandung ade…Adik Papa Arya .. papa kandung ade … “ Ucap Rio


Rio lalu memandang Putri yang masih bingung dan memandang Rio dan Tari


“Maksud papa apa ade gak ngerti ?” Ucap Putri


Putri memandang Tari yang tidak berhenti menangis membuat Putri semakin bingung


“Papa dan Mama bukan orang tua kandung ade … “ Ucap Tari di sela tangisnya


Putri yang mendengar itu kaget dan melepaskan pelukan Tari lalu memandang Tari, sedangkan Tari yang dipandang itu hanya mengangguk kepala. Putri lalu memandang Rio meminta kepastian atas pendengarannya dan Rio mengangguk kepala dengan tatapan Putri


“Papa dan Mama prank Ade… gak lucu pa .. Ma .. “ Ucap Putri masih tak percaya atas ucapan Rio dan Tari, Tari hanya menggeleng kepala begitu juga Rio


“ Papa gak prank ade… ini kenyataan sayang… mereka orang tua kandung ade bukan Papa dan mama … Papa Arya dan Mama Citra orang tua kandung ade…” Ucap Rio Putri yang mendengar itu air matanya sudah berembun dan memandang Rio dan Tari. Tari yang mlihat itu menghapus airmatanya dan memeluk Putri dan Putri langsung menangis di pelukan Tari

__ADS_1


“Kalau memang mereka orang tuaku dimana mereka pa? Kenapa Ade di titip sama papa dan Mama?” Ucap Putri yang sudah menangis di pelukan Tari sambil memandang Rio


“Papa ade udah meninggal dan Mama ade… Mama citra sama nenek papa sampai sekarang belum tau dimana, .. “ ucap Rio


__ADS_2