
"Gea," panggil Calvin pada Gea yang sedang berjalan membawakan tasnya untuk diletakkan di ruang kerja Calvin seperti biasanya.
Merasa namanya dipanggil, Gea pun membalikkan badannya menghadap Calvin dengan raut wajah bertanya.
"Iya, tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Gea dengan tatapan lembut dan senyum manis yang selalu ia sunggingkan membuat Calvin terpesona melihatnya.
"Malam ini kau tidak perlu memasak," ujar Calvin.
"Anda mau makan malam di luar, tuan?" tanya Gea selanjutnya.
Calvin mengangguk dengan pasti, "ya. Jadi nanti kau bersiap-siaplah. Kita akan makan di luar," ujar Calvin yang kemudian segera melangkahkan kakinya melewati Gea. Mengabaikan wajah cengo Gea karena ucapannya.
Sadar Calvin telah berlalu, ia pun berusaha mengejar, "tuan, tunggu!" seru Gea sambil berusaha mensejajari langkah panjang Calvin.
"Kenapa?" tanya Calvin yang diam-diam mengulum senyum.
"Tuan ajak saya makan malam?" tanya Gea memastikan membuat Calvin langsung menghentikan langkahnya menghadap Gea.
Calvin mengangguk kemudian mengulurkan tangannya untuk mengusap pipi Gea dengan lembut membuat gadis itu meremang dengan wajah tersipu, manis sekali batin Calvin bermonolog, "ya, kita akan makan malam berdua. Jadi, bersiaplah," imbuhnya sambil tersenyum manis. Sangat manis hingga membuat Gea membeku di tempatnya.
"Astaga ... " gumam Gea sambil memegang kedua pipinya. "Apa tuan Calvin mau ngajakin aku kencan? Benarkah? Ah, ya ampun, senyumnya kok manis banget sih! Bikin jantung jedag-jedug," gumamnya dengan wajah tersipu.
Sesuai perintah Calvin, malamnya Gea pun telah bersiap. Dengan kemampuan make up yang telah diajarkan padanya, Gea memulas berbagai kosmetik ke wajahnya dengan terampil membuat wajah cantiknya kian menonjol namun tak berlebih. Ia menyesuaikan make up nya dengan suasana. Apalagi ia masih gadis, ia tak mau memakai make up tebal yang justru akan membuatnya seperti tante-tante. Ia ingin tampil istimewa di depan Calvin. Membuat Calvin kian terpesona dengan dirinya.
Tok tok tok ...
Terdengar suara pintu diketuk.
"Sebentar," pekik Gea sembari mengambil tas tangan yang telah ia siapkan sebelumnya. Tentu saja tas itu pemberian Nathalia. Nathalia memang tak pernah setengah-setengah dalam bertindak. Semua yang Gea kenakan adalah merk ternama namun dengan kesan sederhana tapi indah sesuai dengan sifat Gea yang sederhana. Ia tak menyukai sesuatu yang glamor apalagi berlebihan. Bahkan saat Gea ditunjukkan beberapa perhiasan, Gea lebih memilih kalung dengan liontin berbentuk hati yang kecil dan anting-anting yang juga kecil dan semua itu ia kenakan malam ini agar bisa tampil sempurna. Ia tak menyukai sesuatu yang mencolok. Entah berapa banyak uang yang telah Nathalia habiskan untuknya, Gea tak pernah tahu.
Ceklek ...
__ADS_1
Gea membuka pintu, ternyata di hadapannya Calvin telah berdiri menjulang tinggi dengan menggunakan sebuah tuksedo berwarna hitam senada dengan gaun hitam yang dipakainya.
Kedua mata mereka saling bersirobok. Saling mengagumi satu sama lain. Gea mengagumi ketampanan Calvin, sedangkan Calvin mengagumi kecantikan Gea yang kian bersinar dengan balutan gaun hitam sebatas lutut miliknya. Cara berpakaian Gea tidaklah terbuka seperti Anastasia, namun nyatanya Gea tetap saja terlihat seksi di matanya. Ternyata untuk tampil seksi tak perlu dengan pakaian terbuka dan Gea menjadi buktinya.
"Cantik," puji Calvin saat melihat Gea telah berdiri di ambang pintu.
Mendengar pujian itu sontak saja pipi Gea langsung bersemu merah. Ia tak menyangka akan mendapatkan pujian ini dari bibir pria yang biasanya bersikap dingin ini.
"Ayo!" ajak Calvin seraya mengulurkan tangannya.
Melihat Gea yang tampak ragu ingin menyambut tangannya lantas Calvin pun menarik pergelangan tangan Gea dan melingkarkannya di lengannya. Gea mendongak menatap lekat wajah laki-laki yang kini juga sedang menatapnya sambil tersenyum.
Cup ...
Tanpa Gea duga, Calvin lagi-lagi menciumnya. Walaupun singkat, tapi mampu menggetarkan jiwa dan raganya.
Setelah melakukan perjalanan selama 30 menit, akhirnya mobil yang dikendarai Calvin berbelok sebuah gerbang masuk sebuah hotel ternama. Mendadak Gea merasakan panas dingin di sekujur tubuhnya. Berbagai pikiran buruk muncul di benaknya. Bagaimana bila ternyata Calvin mengajaknya ke hotel itu untuk ...
Dari tempat duduknya, Calvin bisa melihat kegelisahan Gea. Bahkan ia sampai tak sadar kalau mobil telah berhenti.
"Mau sampai kapan kau duduk di situ, hm?" celetuk Calvin membuat Gea tersadar dari lamunannya.
"Tapi tuan ... " ucap Gea menggantung membuat alis Calvin saling bertaut.
"Tapi apa?"
"Mengapa Anda membawa saya ke hotel?" tanya Gea memberanikan diri.
Calvin tersenyum lebar lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Gea, "kenapa? Kau takut?" tanyanya sambil terkekeh membuat Gea mencebikkan bibirnya.
"Aku mengajakmu untuk apa?"
__ADS_1
"Makan malam," jawab Gea.
"Lalu? Kenapa kau masih di situ? Kau pasti berpikir yang tidak-tidak kan!" godanya sambil menaik-turunkan alisnya membuat wajah Gea bersemu merah. "Di dalam hotel itu bukan hanya ada kamar yang disewakan, Ge, tapi juga restoran mewah. Jangan takut, aku takkan melakukan hal itu sebelum kau wah menjadi istriku," ucap Calvin pasti membuat Gea tersenyum lebar. Ia bersyukur, ternyata Calvin menghargainya sebagai perempuan. Ternyata Calvin tidak ingin macam-macam dengannya. Yah, paling hanya ada semacam saja seperti yang ia lakukan sebelum pergi ke hotel ini.
Dan seperti yang Calvin katakan sebelumnya, Calvin membawa Gea sebuah restoran mewah yang ada di lantai 6 sebuah hotel mewah di Jakarta Ritz Carlton. Pasola, salah satu restoran mewah bintang 5 dengan interior restoran yang super mewah dan elegan.
Pasola sudah sering masuk daftar restauran mewah yang paling direkomendasikan di Jakarta.
Pasola menyajikan menu fusion layakanya restauran mewah pada umumnya, yaitu gabungan kreasi makanan barat dengan hidangan tradisional Indonesia. Interior mewah dan disajikan pemandangan indah Ibu Kota membuat siapa saja tentu akan merasa nyaman untuk menghabiskan waktu makan dengan keluarga.
Gea sampai berdecak kagum berkali-kali melihat bagaimana mewahnya interior restoran yang dimasukinya ini. Nathalia memang pernah mengajaknya bertemu di sebuah restoran, namun restoran yang kali ini didatanginya lebih mewah lagi. Gea sampai bertanya-tanya, apakah Calvin sedang mengajaknya berkencan? Apakah ini yang dinamakan kencan?
Melihat wajah Gea yang berbinar cerah membuat rasa bahagia membuncah di benak Calvin. Sangat berbeda sekali dengan sikap Anastasia yang biasa saja meskipun ia sengaja mereservasi restoran dengan nuansa romantis sekalipun, ia tampak biasa saja. Hanya ada basa-basi tak berarti. Namun dengan Gea, ia merasakan hal berbeda. Padahal sebenarnya wajar saja, sebab Gea merupakan orang biasa jadi sangat wajar bila ia terkesan dengan apa yang ia lakukan. Tapi tetap saja, semua itu membuat usahanya jadi lebih berarti. Tidak sia-sia.
Apalagi saat hidangan demi hidangan telah terhidang di atas meja membuat pendar bahagia di mata Gea berkilat indah. Melambungkan asanya ingin menjadikan Gea miliknya.
'Maafkan aku Cia bila aku terpaksa mendua.' batinnya bermonolog.
Mereka menikmati makan malam itu sambil bertukar cerita. Ia juga menceritakan kalau ibunya kini sedang dirawat di rumah sakit akibat penyakit gagal ginjal. Oleh sebab itu, ia bersedia saat ditawarkan Nathalia bekerja sebagai asisten pribadinya.
"Es krim?" seru Gea saat baru ia menyelesaikan makannya, seorang pramusaji menghidangkan es krim tepat di depannya.
"Hmmm ... kau suka?" tanya Calvin.
Seperti anak kecil, mata Gea berbinar indah melihat cangkir berisi es krim yang terlihat begitu nikmat itu. Seakan tak sabar lagi ingin menikmatinya, Gea langsung menyendok es krim itu ke dalam mulutnya. Rasa manis dan dinginnya pecah seketika di mulut Gea membuatnya tak henti-henti menyunggingkan senyum bahagia. Hingga saat sendokan terakhir, Gea melihat sebuah benda bulat berkilau di dalamnya. Gea sampai menjatuhkan sendoknya dengan mata berkaca-kaca.
"I-ini ... " cicit Gea yang tak mampu membendung rasa haru yang memenuhi rongga dadanya.
"Yes, that's a ring. Will you marry me, Gea Morina?" ucap Calvin yang kini telah berjongkok di samping Gea dengan sebuah cincin yang ia ambil dari dalam gelas es krim.
...***...
__ADS_1
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...