Aku Sang Pelakor

Aku Sang Pelakor
Bab. 35


__ADS_3

Di istana megah Nathalia


Nathalia tersenyum puas saat melihat layar televisi super besar yang menempel di dinding ruangan khusus dirinya dan keluarga berkumpul. Bagaimana ia tak puas, sebab akhirnya ia menemukan cara paling ampuh plus kesempatan untuk menghancurkan wanita yang hanya memanfaatkan putranya. Ia sebenarnya tidak masalah bila Anastasia memanfaatkan Calvin sebatas hartanya saja, tapi kebencian itu makin tumbuh subur saat tahu bagaimana pergaulan Anastasia dan juga affairnya dengan rekan model sekaligus kekasih gelapnya sejak kuliah itu.


Sudah sejak lama Nathalia mengetahui kelakuan buruk Anastasia, namun ia bingung bagaimana caranya untuk membuat Calvin meninggalkan perempuan binal dan licik itu. Nathalia sangat tahu betapa selama ini Calvin begitu mencintai sang istri. Bila ia membeberkan kelakuan Anastasia dengan gegabah, bukan tidak mungkin itu akan menghancurkan Calvin. Ia tak ingin Calvin patah hati dan merasa hancur apalagi merasa trauma untuk menjalin hubungan dengan perempuan lain. Nathalia sangat tahu, di balik sikap dingin Calvin, putra satu-satunya itu sebenarnya berhati lembut dan cukup rapuh. Ia sangat ingat bagaimana hancur dan terpuruknya sang putra saat ayahnya meninggal dalam kecelakaan bertahun-tahun yang lalu. Calvin sampai harus diopname karena ia kehilangan napsu makan dan semangat hidup. Nathalia yang sebenarnya juga merasakan hancur, harus bisa menguatkan diri agar demi harta satu-satunya peninggalan sang suami tercinta.


Sebenarnya tak pernah terpikirkan oleh Nathalia untuk membuat skenario pelakor ini. Justru ide itu tiba-tiba saja datang saat melihat Gea yang sedang terpukul atas sakit yang menimpa sang itu. Alih-alih menjadikan Gea sebagai pelakor, Nathalia justru benar-benar menginginkan Gea menjadi menantu sungguhannya. Tentu keinginan itu muncul setelah menyelidiki segala sesuatu yang berhubungan dengan Gea. Sejauh hasil penyelidikannya, Gea merupakan sosok anak yang berbakti, bertanggung jawab, mampu menjaga diri, dan tentunya baik hati. Biarpun Gea membutuhkan uang yang banyak, Gea tetap berusaha mencari uang dengan cara yang halal. Rela banting tulang siang dan malam demi pengobatan sang ibu, membuat jiwa keibuan Nathalia tersentuh.


Awalnya Gea memang menolak, namun fakta tak terduga mengenai Anastasia yang merupakan putri perempuan yang sudah menghancurkan rumah tangga ibunya membuat Gea berani mengambil risiko. Memang wajah Mardian sekarang sedikit berubah akibat faktor usia, tapi Nathalia ternyata juga menunjukkan foto masa muda Mardian. Tak butuh pikir panjang, Gea pun menyetujui permintaan Nathalia. Anggap saja itu pembalasan untuk orang-orang yang sudah membuat dirinya dan ibunya menderita.


...***...


Dengan perasaan yang kacau, Anastasia masuk ke dalam butik miliknya. Produk miliknya merupakan brand yang cukup terkenal. Apalagi semenjak ia kerap mengikuti parade busana maupun perlombaan fashion membuat produk rancangan butiknya kian terkenal.


Setibanya di ruangannya, Anastasia langsung menghempaskan bokongnya di kursi kebesarannya. Kepalanya berdenyut nyeri, semenjak skandalnya terbongkar ke hadapan publik, setiap kemanapun ia melangkahkan kakinya, ia selalu menjadi incaran wartawan yang ingin meminta konfirmasi mengenai foto-foto dan video tak senonohnya itu. Bukan hanya itu, mata-mata sinis penuh rasa jijik dan kebencian pun ia dapatkan dimana pun ia berada membuatnya enggan kemana-mana.


Tok tok tok ...


"Masuk," seru Anastasia dengan mata terpejam dan kepala bersandar di sandaran kursi.

__ADS_1


"Bu," panggil Alya ragu-ragu.


"Apa?" sahut Anastasia ketus.


Alya ingin menyampaikan sesuatu yang penting tapi ia merasa ragu. Ia merasa khawatir Anastasia justru malah memarahinya seperti biasa saat mendengar apa yang ingin ia sampaikan.


"Apa kau bisu, hah? Cepat katakan ada apa?" bentak Anastasia sambil melempar sebuah map ke arah Alya membuat Alya reflek mundur ke belakang.


"Be-begini, Bu, beberapa pelanggan kita yang sudah memesan produk butik kita tiba-tiba membatalkan pesanan mereka. Yang sudah memberikan uang muka, menuntut uang mereka kembali. Termasuk pemesan yang bajunya seharusnya diambil hari ini, tiba-tiba menghubungi ingin membatalkan pesanan. Dan masih banyak lagi pelanggan yang membatalkan pesanan mereka pagi ini. Pihak sponsor dan vendor yang bekerja sama dengan kita pun mendadak membatalkan kerja sama," tutur Alya gugup.


Sontak saja mendengar penuturan Alya membuat Anastasia melotot dan segera berdiri kemudian menggebrak meja. Ia tidak menyangka dampak skandalnya bisa sedahsyat ini. Bila dibiarkan, ia akan menanggung kerugian yang tidak sedikit. Bahkan bisa-bisa bisnis yang ia bangun susah payah akan hancur dalam hitungan hari. Pun karirnya yang baru satu tahun terakhir menginjak popularitas tinggi akan segera berakhir.


Brakkk ...


"Sebenernya siapa dia? Awas saja kau jalaang, aku akan membuat perhitungan denganmu," geram Anastasia dengan emosi dan kebencian yang membuncah.


...***...


Tok tok tok ...

__ADS_1


Pintu ruangan perawatan ibu Gea diketuk, kemudian dari luar masuk Nathalia diikuti beberapa orang dokter. Melihat hal tersebut, Gea mengerutkan keningnya. Ia merasa heran, mengapa ibu mertuanya itu sepertinya sangat dihormati oleh para dokter. Hingga saat ini, Gea tak pernah tahu kalau rumah sakit tempat ibunya dirawat merupakan milik Natalia.


"Mama," gumam Gea yang segera beranjak menyalami sang ibu mertua. Calvin yang sedang berkutat dengan beberapa berkas laporan di hadapannya pun ikut bangkit menyalami kemudian memeluk sang ibu. Kehadiran Gea ternyata mampu mengubah Calvin menjadi sosok yang lebih baik. Bila biasanya setiap berjumpa dengan sang ibu, Calvin bersikap biasa saja, namun kini tidak lagi. Calvin bersikap lebih sopan dan terbiasa menyalami tangan ibunya dan menciumnya.


"Ada apa ya, ma? Kok mama diikuti dokter-dokter itu?" tanya Gea bingung membuat Nathalia tersenyum.


"Bagaimana keadaan ibumu?" Nathalia justru menanyakan keadaan Martini.


"Sudah baikan, ma. Makasih ya, ma. Berkat bantuan mama, ibu bisa mendapatkan perawatan terbaik dan sigap," ujar Gea sumringah.


Nathalia tersenyum lebar kemudian mengusap kepala Gea dengan sayang.


"Tak perlu berterima kasih, kamu dan ibumu memang layak mendapatkannya.. Bagaimana pun kamu sekarang menantu mama dan ibu kamu itu besan mama, jadi surga sewajarnya mama membantu," tukas Nathalia. "Baguslah kalau keadaan ibu kamu udah baikan. Oh ya, mereka ini adalah dokter bedah terbaik di sini. Kebetulan ada informasi penting buat kamu dan pastinya juga kabar bahagia."


"Apa itu, ma?" tanya Calvin yang penasaran.


Nathalia lagi-lagi tersenyum, "mama sudah mendapatkan donor ginjal yang cocok untuk ibu kamu. Tapi posisi orang itu masih di rumah sakit luar kota. Ada pasien mati otak dan kebetulan ginjalnya cocok buat ibu kamu. Anggota keluarganya sudah mengikhlaskan mendonorkan ginjalnya untuk ibu kamu. Semoga dalam waktu dekat, operasi sudah bisa dilakukan," tukas Nathalia membuat mata Gea sampai berkaca-kaca. Ia lantas segera berhambur ke pelukan Nathalia seraya tak henti-henti mengucapkan terima kasih.


Calvin yang melihat hal tersebut pun ikut terharu. Ia pun ikut berhambur memeluk dua wanita kesayangannya itu.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2