Aku Sang Pelakor

Aku Sang Pelakor
Bab. 22


__ADS_3

Gugup, ini yang kini tengah Gea rasakan. Bagaimana tidak, pagi ini ia akan melangsungkan pernikahan dengan Calvin. Pernikahan ini hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat saja. Hanya sebuah akad nikah. Bahkan pernikahan ini dilangsungkan di rumah sakit, tepat dihadapan Martini, ibu kandung Gea.


Keadaan Martini yang masih membutuhkan perawatan ekstra membuatnya tidak bisa pergi kemana-mana. Alhasil, pernikahan pun diadakan di rumah sakit. Baik Nathalia maupun Calvin tidak mempermasalahkannya sama sekali. Bagi mereka, yang penting pernikahan Gea dan Calvin sah, itu yang utama.


Semenjak malam dimana Calvin kembali menyatakan keinginannya menikahi Gea, di saat itu juga Gea menjawab lamaran Calvin dengan satu kalimat yang sukses membuat Calvin menjadi lebih bergairah dalam hidupnya.


Hanya dengan satu kata 'Yes, i do', membuat Calvin tak mau menunda-nunda keinginannya mempersunting Gea sebagai istrinya. Bahkan keesokan harinya, tanpa mau menunda waktu, ia meminta Gea mempertemukannya dengan ibu kandung Gea untuk melamar gadis tersebut secara langsung dari ibunya.


Martini tentu saja terkejut dengan lamaran dadakan itu. Namun, hak tersebut tak menutup rasa bahagia yang membuncah. Martini tak henti-hentinya mengucap syukur sebab masih diberikan kesempatan untuk menjadi saksi dimana anak perempuan satu-satunya itu akan dinikahi seorang pria. Apalagi dari kaca mata seorang ibu, Martini dapat melihat kalau Calvin sungguh-sungguh mencintai Gea.


Dan di sinilah mereka berkumpul sekarang, dengan bantuan wali hakim dan beberapa saksi yang didatangkan Nathalia, pun ada tetangga Gea, yaitu bu Ayu dan suaminya serta ketua RT di tempat Gea tinggal, mereka akan menjadi saksi disatukannya dua orang insan dalam satu ikatan sakral, yaitu tali pernikahan.


SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA GEA MORINA BINTI MARDIAN DENGAN MAS KAWIN YANG TERSEBUT TUNAI.


SAH

__ADS_1


SAH


SAH


ALHAMDULILLAH


Calvin tersenyum sumringah, pun Nathalia dan Martini. Dari atas tempat tidurnya, Martini duduk bersandar sambil menatap prosesi ijab kabul yang dilakukan Calvin. Ada rasa haru maupun sedih tersirat di mata Martini. Rasa haru karena akhirnya putrinya menemukan pasangan hidup dan rasa sedih sebab Gea menikah tanpa wali sebenarnya, yaitu ayah kandungnya. Bertahun-tahun lamanya Mardian pergi meninggalkan mereka. Bertahun-tahun lamanya, tak ada kabar berita dari mantan suaminya itu. Setelah menjatuhkan talak, Mardian pergi begitu saja meninggalkan mereka. Bahkan mencari pun tak pernah. Mereka terlunta-lunta di jalanan kehilangan arah.


Setelah kata sah menggema di ruangan serba putih itu, Calvin tampak menundukkan wajahnya untuk mencium dahi Gea yang menang lebih rendah darinya. Setelah bergantian, Gea yang mencium punggung tangan Calvin.


Calvin tak henti-hentinya tersenyum bahagia. Padahal ini merupakan pernikahan keduanya, tapi ia seakan merasa baru pertama kali menikah. Sungguh aneh, namun inilah kenyataannya. Perasaan bahagia membuncah di relung hati Calvin. Apalagi saat melihat bagaimana Gea tersipu saat ia melabuhkan kecupan di dahinya.


"Semoga kamu bisa berbahagia ya, nak. Tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu selain bisa melihat anaknya bahagia. Semoga kehadiran Gea bisa menyempurnakan kebahagiaanmu. Memberikan keluarga yang utuh. Selalu mendampingi baik di saat suka maupun duka. Doa mama selalu menyertaimu, nak," ujar Nathalia saat Calvin dan Gea bersimpuh di hadapannya. "Dan Gea, sekarang kau sudah menjadi istri putraku. Menjadi menantuku. Besar harapan mama agar engkau dapat memberikan kebahagiaan yang tidak pernah ia rasakan. Mana yakin, kau paham maksudnya," imbuhnya lagi setelah mengalihkan pandangannya pada Gea.


"Terima kasih, ma, atas restu mama. Semoga doa-doa mama dikabulkan Allah SWT," ujar Calvin setelahnya.

__ADS_1


"Terima kasih, ma. Gea mengerti, ma. Mohon bimbingannya. Semoga Gea bisa mewujudkan harapan mama," ujar Gea membuat Nathalia makin tersenyum lebar dan segera merengkuhnya ke dalam pelukannya.


Calvin dan Martini merasa sangat terharu. Bila dulu Nathalia tampak terpaksa merestui dirinya dan Anastasia, namun kali ini berbeda. Nathalia terlihat begitu ikhlas dan dengan senang hati menyambut Gea. Yang membuat Calvin heran, padahal Anastasia dari keluarga yang cukup berada, tapi mengapa ia justru kurang menyukainya? Sangat berbanding terbalik dengan Gea yang hanya orang biasa, tapi Nathalia justru sangat menyukainya.


Kini Calvin dan Gea bergantian bersimpuh di hadapan Martini. Martini sampai meneteskan air matanya, ia bersyukur Gea menemukan pendampingnya. Ia kini bisa merasa tenang. Bilamana memang sudah waktunya di dunia ini berakhir, ia dapat pergi dengan tenang. Semoga Calvin bisa membahagiakan Gea, harap dan doanya.


"Nak Calvin, besar harapan ibu nak Calvin bisa membahagiakan Gea. Dari kecil Gea tak pernah merasakan kebahagiaan. Ayahnya pergi dengan perempuan lain meninggalkan kami. Sejak kecil, Gea terbiasa mandiri dan membantu ibu tak kenal lelah. Apalagi semenjak ibu sakit, ia nyaris tak memiliki waktu untuk bersenang-senang ataupun membahagiakan dirinya sendiri. Besar harapan ibu nak Calvin bisa membahagiakan putri ibu satu-satunya ini. Bila suatu hari nanti, nak Calvin merasa bosan dengan Gea, ibu mohon jangan sakiti dia. Lepas dia dengan baik sebagaimana kamu mengambilnya juga dengan cara yang baik-baik. Namun tetap, doa ibu kalian dapat selalu bersama sampai sang pemilik waktu menakdirkan kalian untuk berpisah. Kau tahu, ibu sempat merasa was-was, takut Gea tidak bisa menemukan pasangan hidupnya karena terlalu sibuk mengurusi ibu yang sakit-sakitan ini. Namun, ibu bersyukur, itu tidak terjadi. Ibu akhirnya bisa melepas Gea dengan tenang. Bilapun ibu harus pergi hari ini juga, ibu dapat pergi dengan tenang karena akhirnya Gea menemukan kebahagiaannya. Tolong jaga Gea ya nak Calvin. Ibu percaya kau dapat membahagiakan putri ibu satu-satunya ini," tukas Martini.


Calvin mendengarkan secara seksama. Ia tak menyangka, nasib Gea begitu miris.


"Calvin tidak bisa berjanji untuk membahagiakan Gea, bu. Tapi Calvin akan membuktikan dan mengusahakan yang terbaik untuk Gea. Berusaha membahagiakannya dengan sepenuh jiwa dan raga Calvin. Karena Calvin ... menyayangi Gea," pungkas Calvin membuat Martini tersenyum dengan lega.


"Ibu, ibu kok ngomong gitu sih!" Protes Gea setelah Calvin selesai berbicara. "Pokoknya ibu nggak boleh ninggalin Gea. Ibu harus sehat biar bisa lihat cucu ibu nanti," imbuh Gea sambil mencebikkan bibirnya.


Calvin tersenyum bahagia mendengar kata-kata itu. Itu artinya, Gea bersedia untuk mengandung dan melahirkan anaknya seperti yang selama ini ia impikan. Dulu ia sangat berharap Anastasia mau mengerti dirinya dan bersedia mengandung serta melahirkan anaknya, tapi harapan itu telah lama pupus. Dan kini, harapan itu datang kembali walaupun dengan wanita yang berbeda. Ia harap, ini bukanlah sekedar mimpi. Ia harap, apa yang Gea ucapkan bisa benar-benar diwujudkan, bukan sekedar bualan dan harapan palsu semata.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2