Aku Sang Pelakor

Aku Sang Pelakor
Bab. 32


__ADS_3

Calvin baru saja menginjakkan kakinya di perusahaan miliknya, Maxxon Group. Saat kakinya mulai menjejaki lobby perusahaan, terlihat beberapa karyawan yang sedang kasak-kusuk kemudian mendadak membubarkan diri saat melihat kedatangannya. Sebelah alis Calvin terangkat ke atas, merasa aneh dengan situasi yang tengah dilihatnya saat ini.


Kini Calvin telah berada di ruang kerjanya. Masih penasaran, Calvin memeriksa cctv perusahaan. Dan benar saja, ia melihat ada beberapa karyawan yang membentuk kelompok seperti tenaga membahas sesuatu sambil menunjukkan layar ponsel masing-masing.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Apa telah terjadi sesuatu di luar sana?" gumamnya makin penasaran.


Calvin bukanlah tipe laki-laki yang gemar bermain sosial media. Karena itu ia tidak memiliki akun sosmed dan hanya memiliki segelintir akun untuk berkomunikasi saja Jadi ia tidak bisa melihat ada berita apa di luaran sana. Ia hanya gemar membaca dan memperhatikan berita seputar perkembangan bisnis dan ekonomi. Karena makin penasaran, Calvin pun memanggil sekretarisnya untuk memberitahukan apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Apa ada yang sudah terjadi di luaran sana? Mengapa sepertinya karyawan kita tampak sibuk bergosip dari tadi?" tanya Calvin pada sang sekretaris.


Sekertaris Calvin tampak ragu ingin menjelaskan, jadi ia membuka layar ponselnya kemudian mencari berita yang sedang viral pagi itu. Setelah mendapatkannya, ia pun segera menyodorkan ponselnya ke arah tuannya.


"Ini tuan berita yang sedang tranding topik pagi ini," ujar sekretaris Calvin.


Calvin pun menerima ponsel itu dan dalam sekejap matanya terbelalak saat membaca highlight dan caption dari beberapa foto yang tersebar luas.


Foto itu merupakan foto kemarin pagi saat ia akan berangkat keluar kota. Lebih tepatnya saat ia berpamitan dengan Gea sambil merangkul dan menciumnya.


Ada beberapa caption yang menyertai yang semuanya berisi tentang hujatan pada Gea yang disebut-sebut sebagai seorang pelakor yang telah merusak rumah tangga seorang designer ternama, yaitu Anastasia Hill.


Foto itu telah dibagikan sampai ratusan ribu akun. Komentar mengejek, mencemooh, dan menghujat membuat nama Gea menjadi begitu buruk. Hal inilah yang membuat Calvin seketika murka.


RUMAH TANGGA ANASTASIA, SEORANG DESIGNER KENAMAAN NEGERI INI TERANCAM HANCUR KARENA PIHAK KETIGA.


VIRAL! SEORANG PEMGUSAHA MUDA TAMPAK MEMBAWA ISTRI MUDANYA LALU MENGUSIR ISTRI TUANYA


SUAMI DARI DESIGNER TERNAMA ANASTASIA HILL DIREBUT PELAKOR


PELAKOR MAKIN MERAJALELA, ISTRI SAH TERUSIR DARI RUMAHNYA SENDIRI


Dasar pelakor tak tahu diri.

__ADS_1


Mati aja loe pelakor.


Dasar laki-laki bodoh, punya istri cantik dan terkenal justru memilih perempuan biasa.


Yang sabar ya sis, si pelakor pasti akan dapetin karma.


Dasar jalaang, mau-maunya jadi pelakor. Kayak yang single udah habis aja.


Brakkk ...


"Brengsekkk! Kerjaan siapa ini!" umpatnya sambil menggebrak meja hingga menimbulkan bunyi yang menggelegar.


"Edgar, cepat perintahkan Tim IT untuk menghapus semua pemberitaan ini sekarang juga! Aku mau dalam 1 jam ke depan, semua berita ini sudah hilang dari semua laman pencarian. Lalu cari tahu, siapa yang menyebarkan berita ini!" Titah Calvin pada sekretarisnya. Ya, sekretaris Calvin seorang laki-laki. Anastasia tidak menyukai keberadaan karyawan perempuan di sekitar Calvin karena itu demi menjaga perasaan Anastasia, Calvin mempekerjakan sekretaris laki-laki.


"Baik, pak," sahut Edgar sambil membungkukkan sedikit badannya kemudian segera beranjak dari sana.


"Kurang ajar. Siapa yang sudah mencoba main-main denganku? Aku takkan membiarkan orang itu begitu saja." Desis Calvin dengan dada bergemuruh.


Khawatir dengan keadaan Gea, Calvin pun segera menghubungi istri mudanya itu.


"Sayang, kamu nangis?" tanya Calvin yang kini sudah berdiri dari tempat duduknya.


"Ng-nggak kok. Aku ... aku cuma ... "


"Ssst ... Aku mohon kamu tenang ya! Aku tahu, kamu pasti sedang sedih saat ini. Kamu jangan khawatir, aku akan segera membereskannya," tukas Calvin mencoba menenangkan Gea.


Mendengar hal tersebut, Gea makin terisak. Ia sebenarnya tidak begitu takut dengan kabar tersebut, tapi yang membuatnya khawatir justru keadaan sang ibu yang tiba-tiba drop karena berita yang sudah beredar luas. Di kamar VVIP tempat ibu Gea dirawat juga dilengkapi televisi. Siapa sangka, berita ini begitu cepat viral hingga masuk ke infotainment pagi-pagi sekali. Alhasil, Martini shock dan drop setelah melihat berita itu.


'Aku yakin, ini pasti ulah kedua orang itu! Tunggu saja pembalasanku jalaaang!'


"Baik Mas, terima kasih," ucap Gea sebelum panggilan benar-benar ditutup.

__ADS_1


...***...


"Hahahaha ... rasain kau jalaang! Makanya jangan sok jadi orang. Sekarang baru tau rasa kan!" seru Anastasia seraya tergelak kencang bersama sang ibu di ruang tamunya.


"Heh, dia pikir bisa macam-macam dengan kita. Dasar perempuan bodoh. Mau dikemanakan wajahnya sekarang. Mama yakin, semua orang sekarang sedang sibuk menghujatnya beramai-ramai. Bagaimana kalau kita ikutan memanas-manasi keadaan. Buat akun palsu," ujar Monika memberikan saran pada putrinya.


"Mama benar. Pasti akan sangat menyenangkan. Pasti sekarang dia sedang sibuk menangis meraung-raung karena semua orang menatapnya jijik dan menghujatnya," imbuh Anastasia yqngbtak henti-hentinya tertawa.


Lalu ia mengambil ponsel cadangannya untuk melihat sudah berada orang yang membagikan postingannya.


Namun, baru saja membuka ponsel, Anastasia kebingungan sebab postingan yang ia buat semalam tiba-tiba saja lenyap tak bersisa.


"Kenapa Cia? Kenapa wajah kamu tiba-tiba panik gitu?" tanya Monika heran.


"Ma, postingan aku semuanya lenyap. Bahkan akunku yang aku buat semalam juga nggak bisa dibuka. Berita-berita tentang pelakor itu juga tiba-tiba lenyap tak bersisa. Kenapa bisa begitu?" gumam Anastasia yang benar-benar kebingungan.


"Bagaimana bisa? Coba kau cari lagi. Mustahil bisa lenyap begitu saja."


"Aku serius, Ma. Coba mama cari di ponsel mama!" ujar Anastasia. Monika pun dengan segera membuka akun sosial media miliknya dan matanya seketika terbelalak. Bahkan hampir di semua penelusuran mereka tak menemukan berita tentang perselingkuhan Calvin maupun Gea satupun.


"Kamu benar, Cia. Bagaimana mungkin semua berita itu tiba-tiba lenyap begitu saja." Monika menyeka peluh di dahinya. Ternyata berita itu hanya bisa bertahan dalam hitungan jam. Bahkan tidak sampai setengah hari.


"Itu bisa saja, Ma," sahut Anastasia dengan tangan mengepal. "Bisa saja kalau Calvin turun tangan. Sepertinya, dia benar-benar melindungi jalaaang itu. Apa hebatnya sih jalaaang itu? Sialan. Dasar brengsekkk! Bagaimana ini?"


"Sepertinya kita harus turun tangan langsung, Cia."


"Maksud Mama?" tanya Anastasia dengan dahi mengerut.


"Kita lakukan konferensi pers. Kau harus tunjukkan wajah menyedihkan, sakit hati, kecewa, terluka, dan nelangsa di hadapan semua awak media. Dengan begitu, berita perselingkuhannya akan makin gencar diperbincangkan. Mama yakin, Calvin takkan sanggup untuk meredam berita yang sudah makin menyebar luas. Perempuan murahan itu pasti akan makin terpojok. Syukur-syukur dia mati bunuh diri karena tidak tahan menanggung malu," tukas Monika yang diangguki Anastasia.


"Ide mama memang brilian. Let's play the game," gumamnya sambil menyeringai.

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2