
"Bagaimana keadaan ibu, sayang?" tanya Calvin yang baru saja tiba di rumah sakit. Setelah mendapatkan kabar kalau ibu mertuanya kembali drop, Calvin pun segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.
Gea yang sedari tadi duduk di samping ibunya sambil menggenggam tangan yang sudah mulai mengeriput itu lantas menoleh ke sumber suara. Tanpa menjawab pertanyaan Calvin, Gea justru langsung berdiri dan berhambur ke pelukan Calvin kemudian ia pun menumpahkan air matanya. Ia sanggup menghadapi kekejaman dunia, tapi ia tak sanggup melihat ibunya tak berdaya seperti ini.
Namun ia bersyukur, pemberitaan tentang dirinya dan Calvin sudah benar-benar hilang. Ternyata Calvin memang mampu membuktikan ucapannya. Talk less do more. Tak perlu banyak basa-basi, yang penting aksi.
"Ibu masih tidur, Mas. Syukurlah dokter segera melakukan penanganan. Kalau terlambat sedikit saja ... hiks ... hiks ... hiks ... Gea nggak tahu harus bagaimana ke depannya. Ibu adalah penyemangat Gea. Tanpa ibu, hidup Gea hampa," lirih Gea seraya terisak di dada Calvin.
Calvin pun mengusap pelan punggung Gea yang berguncang hebat.
"Kau punya aku, Ge. Apakah kehadiran Mas tidak berarti apa-apa bagimu sehingga kau masih merasakan hampa?"
"Bukan begitu maksud Gea, Mas. Tapi ... mas tahu sendiri, bertahun-tahun Gea berjuang itu untuk ibu. Kalau terjadi sesuatu dengan ibu, maka Gea ... Gea ... "
"Ssst ... jangan berpikiran macam-macam! Doakan saja, ibu akan baik-baik saja dan bisa segera menemukan pendonor sehingga bisa melakukan transplantasi secepatnya," tukas Calvin berusaha menenangkan Gea.
Gea pun mengangguk dalam dekapan Calvin.
Mereka menghabiskan malam di rumah sakit. Gea tak mau beranjak dari sana. Ia ingin menemani sang ibu hingga ia sadar. Ia ingin bicara dengan ibunya. Ia yakin, ibunya tengah kecewa padanya. Kecewa karena dirinya telah menghancurkan rumah tangga orang lain. Bagaimana pun, ibunya sangat tahu bagaimana menderitanya mereka saat itu akibat perselingkuhan ayahnya yang kemudian memilih menelantarkan mereka berdua di saat usia Gea yang masih terlalu kecil untuk mengalami segala penderitaan itu.
Bahkan setelah bertahun-tahun lamanya, tak pernah sekalipun ayahnya mencoba mencari dan menemui mereka. Karena itu, ibunya amat sangat tahu bagaimana beratnya hidup mereka saat itu dan ia tak ingin anaknya justru mengikuti jejak wanita kurang ajar itu yang merenggut suaminya juga ayah dari putrinya.
Saat rembulan mulai naik ke peraduan, di saat itulah Martini berhasil membuka matanya. Gea pun gegas menghampiri ibunya. Dan benar dugaan Gea, ibunya mulai mempertanyakan pemberitaan yang pagi tadi sempat viral.
Tak ingin Gea menjelaskan seorang diri, Calvin pun ikut maju dan menceritakan kalau bukan salah Gea yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya. Tapi memang rumah tangganya tidak baik-baik saja sejak lama. Karena itu, ibunya pun mendukung ia menikahi Gea.
Tapi tetap saja, ibu Gea belum. bisa menerima kenyataan itu. Anaknya menjadi pelakor. Putri kebanggaan dan kesayangannya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain. Martini kecewa. Kemudian Gea maju dan membisikkan sesuatu pada ibunya membuat Martini membelalakkan matanya.
"Jadi perempuan itu ... "
__ADS_1
Gea mengangguk sebagai jawaban.
"Lagi pula Bu, nggak mungkin Mama Nathalia menyetujui aku menjadi istri putranya tanpa alasan yang jelas."
"Tapi nak, bagaimana kalau ... "
"Ibu jangan khawatir, Gea akan aman bersamaku," pungkas Calvin yang dapat membaca sorot kekhawatiran di mata ibu mertuanya itu.
...***...
Siang hari, di salah satu cafe yang terletak di pusat kota, tampak ramai dipadati awak media. Mereka mewakili perusahaan masing-masing baik media cetak maupun elektronik. Siang itu akan diadakan konferensi pers dengan Anastasia Hill sebagai narasumber. Tentu hal tersebut menjadi topik hangat siang itu. Para awak media berlomba-lomba mengabadikan momen tersebut baik melalui rekaman video dan foto-foto, ada juga yang menyiarkannya secara live di berbagai media.
Dengan wajah sembab, Anastasia masuk ke cafe tersebut di dampingi sang ibu dan seorang perempuan yang diketahui merupakan asisten pribadi Anastasia. Penampilan Anastasia dan ibunya tampak sangat kacau dan menyedihkan. Tampaknya mereka berdua sangat terguncang dengan berita perselingkuhan Calvin yang padahal tak pernah terlibat rumor sekalipun.
Ya, selama ini pasangan pengusaha dan designer itu tampak begitu harmonis. Di beberapa kesempatan mereka kerap datang ke beberapa acara bersama. Terkadang mereka tertangkap kamera sedang melakukan makan malam romantis. Mereka merupakan pasangan harmonis yang kerap menjadi inspirasi pasangan lain.
Kilatan blitz dari kamera para pengejar berita terkini tampak memenuhi ruangan yang cukup luas itu. Saat sesi konferensi pers dibuka, satu persatu pewarta mengajukan pertanyaan dan dijawab Anastasia seraya menangis.
Anastasia mengangkat wajahnya kemudian mengangguk lemah. Matanya memerah. Sorot matanya tampak begitu terluka.
"Sejak kapan Anda mengetahui tentang perselingkuhan ini?" lanjut yang lain.
"Saya baru mengetahuinya 3 hari yang lalu. Tepatnya saat saya baru pulang dari Milan untuk mengikuti undangan parade busana."
"Wah, artinya suami Anda menikahi perempuan itu tanpa meminta izin dari Anda lagi?"
Anastasia mengangguk tanpa menjawab. Hanya ada isakan lirih yang keluar dari bibirnya.
"Apa Anda mengenal perempuan yang menjadi istri muda suami Anda tersebut?"
__ADS_1
Anastasia kembali menggeleng, "aku tidak mengenal pelakor itu sama sekali. Bahkan aku baru bertemu dengannya saat hari aku memergoki mereka tengah bercinta di ruang kerja suamiku."
Terdengar koor terkejut dari semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Kemudian mereka pun kembali bertanya satu persatu dan Anastasia menjawab semuanya dengan kata-kata dan mimik wajah seolah begitu terluka. Terang saja, siaran langsung dari acara konferensi pers tersebut menjadi perbincangan hangat hampir di seluruh jagat sosial media. Segala umpatan dan caci maki pun terlontar untuk Gea yang dicap sebagai pelakor yang merusak rumah tangga Anastasia Hill dan Calvin Alviano.
Namun belum sempat acara konferensi pers itu ditutup, tiba-tiba jagad sosial media dikejutkan dengan beredarnya foto-foto dan potongan video mesra dan tidak senonoh antara Anastasia dengan seorang lelaki yang disebutkan merupakan model yang kerap bekerja dengan Anastasia. Bahkan dari foto-foto tersebut dapat diketahui bahwa hubungan itu telah berjalan begitu lama semenjak Anastasia belum menikah dengan Calvin.
Melihat kasak-kusuk para awak media di hadapannya, terang saja membuat Anastasia penasaran. Ia pun segera meminta asisten pribadinya untuk mencari tahu sebenarnya apa yang orang-orang itu bahas. Apalagi mereka dengan terang-terangan menatap Anastasia dengan sorot mata yang sangat mencurigakan.
"Kenapa mereka semua tiba-tiba bersikap aneh seperti itu?" tanya Anastasia pada ibunya yang duduk di sampingnya. Suasana yang memang sejak awal sedikit riuh, mendadak makin riuh. Apalagi satu persatu dari mereka tiba-tiba mengalihkan pandangan mereka ke Anastasia setelah melihat layar ponsel mereka masing-masing.
"Mama juga nggak tau," sahut Monika yang ikut bingung.
"Alya, coba lihat sosial mediamu! Lihat, apa yang sebenarnya terjadi!" tukas Anastasia memberikan perintah pada asisten pribadinya yang bernama Alya.
Alya pun mengangguk dan segera melaksanakan tugas atasannya. Seketika matanya terbelalak saat melihat postingan-postingan yang sedang menjadi tranding topik siang ini. Bahkan berita yang baru dirilis beberapa menit yang lalu itu mengalahkan berita konferensi pers Anastasia barusan.
Alya pun segera menyodorkan ponselnya dengan sedikit ragu. Tak sabar lagi, Anastasia pun segera merebut ponsel Alya dan melihat berita yang sedang jadi perbincangan hangat siang itu.
Tubuh Anastasia mendadak bergetar dengan wajah yang pucat pasi seperti tak ada darah yang mengalir dari balik kulitnya.
"Cia, kau kenapa?" tanya Monika penasaran.
Lalu Anastasia menyodorkan ponsel Alya dengan tangan yang bergetar hebat.
"Cia, ini ... "
Brukkk ...
"Mama ... " jerit Anastasia panik saat melihat ibunya tiba-tiba pingsan setelah melihat foto-foto dan video putrinya yang tersebar di sosial media.
__ADS_1
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...