Aku Sang Pelakor

Aku Sang Pelakor
Bab. 27


__ADS_3

Anastasia sungguh dilanda kebingungan luar biasa. Ia tak mengerti sebenarnya apa yang sudah terjadi. Ia sampai mondar-mandir seperti setrika yang kesulitan merapikan pakaian yang terlampau kusut. Yah, memang saat ini benak Anastasia benar-benar kusut bahkan semerawut. Otaknya sedang hang. Ia tak mampu mencerna semua yang dilihatnya saat ini. Kamarnya ... kamar dirinya dan suaminya, Calvin, mengapa berubah 180°.


Mata Anastasia tampak berkeliling, memperhatikan setiap sudut kamar yang sangat dikenalinya itu. Kamar yang sudah dihuninya sejak beberapa tahun yang lalu. Kamar tempat dirinya dan Calvin biasa memadu kasih, tapi kenapa kamar ini tiba-tiba terasa begitu asing. Kamar ini seperti bukan lagi miliknya. Ia sampai keluar dari kamar dan memperhatikan, apa mungkin dia salah masuk?


Ternyata tidak. Secara posisi kamar ini benar kamar tidur dirinya dan Calvin.


"Apa Calvin hendak memberikan kejutan untukku dengan memberikan nuansa berbeda di kamar ini?" gumamnya sambil melebarkan senyumnya.


Ya, setidaknya hanya itu yang ada di otaknya kini.


"Apa aku ke kantornya saja ya? Iya, sepertinya itu bagus jadi nanti kami akan pulang kemari bersama-sama. Lalu aku akan bersikap pura-pura terkejut melihat kejutan yang diberikannya ini," gimana sambil tersenyum-senyum sendiri.


Lalu Anastasia kembali masuk ke dalam kamar untuk menarik kembali koper miliknya. Ia akan menaiki taksi ke Maxxon Group. Saat berdiri di pertengahan tangga, mata Anastasia memicing tajam. Ia melihat ke arah dinding yang tampak kosong. Seperti ada sesuatu yang hilang, tapi apa? Ia benar-benar lupa.


Karena terlalu jarang berada di rumah, ia sampai lupa penghuni di dinding itu. Apalagi kalau foto pernikahannya. Foto itu sudah tak lagi ada. Entah kemana foto itu disingkirkan. Semua tak lain dan tak bukan adalah pekerjaan Nathalia.


Apakah Calvin marah?


Tidak. Bahkan ia sudah benar-benar lupa dengan foto yang dulu sering ia pandangi saat merindukan sang istri. Ia tak sadar, foto pernikahannya telah disingkirkan sang ibu. Mom Nathalia memang yang terbaik. Hahaha ...


Tak mau terlalu memusingkan apa yang hilang di dinding itu, Anastasia justru dengan percaya diri pergi dari rumah itu menaiki taksi menuju Maxxon Group.


Sementara itu, di kantor CEO Maxxon Group, tampak Gea yang sudah uring-uringan. Ia merasa bosan karena tidak ada yang bisa ia kerjakan. Melihat sang istri yang sudah mulai bosan, lantas Calvin pun menggerakkan jari telunjuknya, isyarat agar Gea mendekat.


Dengan patuh, Gea pun mendekat. Lalu dengan satu kali tarikan, Gea kini telah terduduk di pangkuan Calvin. Kemudian Calvin pun memeluk pinggang sang istri sambil menatap lekat netra cantiknya.


"Kenapa, sayang? Kamu bosan, hm?" tanya Calvin sambil memainkan ujung rambut Gea dan menciuminya.


Gea mengangguk sambil mencebikkan bibirnya membuat Calvin gemas lalu mengecup bibir indah itu singkat.

__ADS_1


"Ck ... cium-cium mulu bisanya. Nggak ada puasnya kamu, Mas," desis Gea sambil menaikkan satu alisnya.


Melihat ekspresi itu, Calvin justru mencubit cuping hidungnya sambil terkekeh.


"Nggak ada kata puas semua yang menyangkut kamu, sayang. Kamu itu seperti zat adiktif yang membuatku candu. Apa yang ada dalam dirimu selalu membuatku ingin lagi dan lagi. Salah satunya ya bibir merah ini, bikin mas pingin cium lagi, lagi, dan lagi," ungkapnya membuat semburat merah muda terbit di pipi Gea.


Cup ...


Cup ...


Cup ...


Seperti yang Calvin katakan, Gea benar-benar membuatnya candu. Padahal baru saja ia mengecup bibirnya, kini ia sudah mengecupi seluruh wajahnya tanpa satupun yang terlewat.


"Mas Calvin," rengek Gea manja sambil memukul pelan dada Calvin.


Mendengar rengekan manja dari sang istri justru membuatnya kian menyunggingkan senyuman.


Gea pun membenarkan duduknya agar bisa lebih leluasa memeluk Calvin kemudian ia mengalungkan lengannya di leher Calvin sehingga wajah mereka kini nyaris tak berjarak.


Dada keduanya sudah naik turun, pun jakun Calvin yang makin terlihat seksi. Sepertinya gairah Calvin sudah merambat naik. Bahkan si jaguar pun telah menegang di bawah sana.


"Sayang, kita ke kamar yuk!" ucap Calvin dengan nafas memburu.


Gea yang berniat menggoda Calvin lantas menggeleng, "kemarin udah, semalam udah, pagi tadi juga udah, masa' sore aja belum benar-benar datang udah mau lagi sih? Gea kan capek, mas sayang," ucapnya dengan suara mendayu-dayu membuat Calvin kian kesulitan mengontrol libidonya yang sudah menantikan kenikmatan lembah cinta milik Gea.


Mendengar kata mas sayang dari mulut Gea, membuat rasa bahagia kian membuncah di dada Calvin. Bahkan si jaguar pun sudah makin meronta ingin bermanja dengan lembah cinta isterinya itu.


"Seperti kata mas tadi, kamu itu ibarat zat adiktif, sayang. Dan mas benar-benar butuh kamu sekarang. Mau ya, please!" mohon Calvin dengan wajah memelas. Kabut gairah di matanya pun terlihat begitu jelas.

__ADS_1


Gea lantas menyusuri pipi dan rahang Calvin dengan jemarinya. Lalu Gea mengusap bibir Calvin dengan ibu jarinya membuat Calvin terpejam menikmati segala rasa indah yang diberikan Gea. Padahal hanya dengan sentuhan, tapi mampu membuatnya melayang tinggi.


Lalu dengan berani Gea mengecup bibir Calvin sekilas. Belum sempat Gea menarik wajahnya, Calvin sudah lebih dahulu menahan tengkuk Gea dan memperdalam ciuman mereka. Ciuman itu awalnya lembut namun lambat lain makin dalam dan menuntut. Calvin melu*mat bibir Gea atas dan bawah. Tangan Calvin bahkan telah menyusup di balik blouse yang Gea kenakan dan mere*mas salah satu aset kembarnya membuat Gea melenguh kenikmatan. Seolah tak mau melepaskan kesempatan, Calvin langsung melesakkan lidahnya ke dalam mulut Gea dan mulai mengabsen satu persatu isi di dalamnya. Mereka pun saling berpagutan, bertukar saliva, dan membelit lidah dengan gelora yang kian membara.


Tak mampu lagi membendung hasrat yang kian membara, Calvin pun segera berdiri sambil membawa Gea dalam gendongannya tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


Setibanya di kamar, mereka pun segera menuntaskan apa yang sudah sejak tadi meledak-ledak ingin dipuaskan hingga tak lama kemudian terdengarlah suara desa*han bersahutan-sahutan dari dalam sana disertai suara kecipak pertemuan si jaguar dan lembah cinta.


Sementara itu, di koridor Maxxon Group, tampak Anastasia berjalan dengan penuh percaya diri menuju kantor pemimpin utama pemilik perusahaan itu. Setibanya di luar ruangan, Anastasia lebih dahulu memperbaiki penampilannya, baik itu dengan meretouch make up nya maupun merapikan pakaiannya yang super seksi.


Setelah dirasa penampilan maupun make up nya sudah pas dan memukau, dengan senyum terkembang Anastasia membuka pintu ruangan secara perlahan.


"Sur- ... "


Seruan Anastasia terjeda. Ia pikir Calvin sedang duduk di kursi kebesarannya seperti biasa, namun ternyata ia tak ada di sana. Namun, ia melihat jas milik Calvin berada di lengan sofa.


"Mungkin dia sedang berada di kamar mandi," gumamnya sambil mengulum senyum.


Namun, saat baru saja kakinya melangkah masuk ke dalam sana, ia seperti mendengar suara -suara yang tak asing di pendengarannya. Ia sangat tahu suara apa itu.


Perlahan, Anastasia meneruskan langkahnya dengan tubuh yang mulai bergetar. Keringat dingin bercucuran di pelipisnya.


"Itu ... itu tidak mungkin dia kan! Calvin nggak mungkin mengkhianatiku kan!" gumamnya berusaha tetap optimis dengan kesetiaan sang suami.


Namun, semakin dekat langkah kakinya ke balik pintu rahasia yang sedikit renggang itu, suara itu kian terdengar jelas dan nyaring.


Dengan tangan bergetar pun berkeringat dingin, Anastasia mendorong pintu rahasia itu secara perlahan.


"Ho-honey ... " cicitnya yang sudah membelalakkan mata dan wajah yang pias.

__ADS_1


...******...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2