
Calvin dan Gea baru saja tiba di rumah. Namun, baru saja mereka menginjakkan kaki mereka di dalam rumah besar itu, terdengar seruan seseorang sambil melangkah dengan anggun untuk menyambut kepulangan Calvin.
"Honey, akhirnya kamu pulang. Aku sudah menungguumu sejak tadi lho," ujar Anastasia dengan suara mendayu-dayu manja. Melihat tangan Gea yang sedang saling berangkulan dengan Calvin membuat Anastasia berdecak kesal lantas ia segera menyentak tangan Gea agar terlepas dari lengan Calvin dan gantian kini ialah yang merangkul lengan Calvin.
Namun bukannya sambutan hangat yang Anastasia dapatkan, justru tatapan dingin dan sentakan cukup kuat hingga Anastasia sedikit terhuyung. Lalu ia kembali meraih lengan Gea dan menggandengnya masuk ke dalam rumah.
"Honey, apa yang kau lakukan?" Anastasia memasang wajah sendu. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya agar memerah. Tapi Calvin tak menghiraukannya sama sekali membuat Anastasia menghentakkan kakinya.
Tak mau menyerah, ia pun ikut menggandeng lengan kiri Calvin dan menyandarkan kepalanya di bahu Calvin sambil mengikuti langkahnya menuju kamar.
Calvin menghela nafasnya, sedangkan Gea terdiam. Hingga sampailah mereka di depan kamar paling besar di rumah itu.
"Honey, kenapa semua pakaianku tidak ada di kamar? Oh, pasti jalaang ini kan yang menyingkirkan semua pakaian dan perhiasanku? Kau kemanakan semua barang-barangku, jalaang? Semua itu barang mahal, tidak pantas untukmu yang aku yakini pasti hanya seorang gadis miskin yang berharap memiliki suami kaya tanpa peduli kalau laki-laki itu telah memiliki istri. Dasar tak tahu malu,"desis Anastasia sambil berdecih sinis ke arah Gea. "Pergi sana! Ini kamarku dan Calvin. Ngapain kau ikutan masuk. Dasar jalaaang murahan Nggak tahu malu," lanjutnya menghalangi Gea ikut masuk ke dalam.
Gea hendak melepaskan rangkulan tangannya dari tangan Calvin, tapi Calvin justru mengeratkan genggamannya.
"Bisa kau tutup mulutmu yang memuakkan itu! Aku peringatkan kau sekali lagi, Gea bukan jalaang. Dia istriku dan aku adalah laki-laki pertama yang menyentuhnya. Jadi jangan sembarangan bicara!" desis Calvin. Ia sudah berusaha mengontrol emosinya, tapi sikap Anastasia justru terus memancing kemarahannya.
"Pertama? Apa kau benar-benar yakin, honey? Bisa saja itu hanya rekayasa operasi. Kau tahu, zaman sekarang semua perempuan bisa menjadi perawan lagi hanya dengan melakukan operasi," ucapnya sambil memandang sinis Gea. Namun ia tak sadar, kalimatnya tersebut membuat sebelah alis Calvin menukik ke atas.
"Apa itu juga yang kau lakukan dulu?"
__ADS_1
Duarrrr ...
Anastasia tak menyangka, kata-katanya justru menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.
"Ah, i-itu tidak mungkin, honey. Kau-kaulah yang pertama kali menyentuhku," sanggah Anastasia terbata.
Anastasia mengumpat dalam hati, bagaimana kalimat tersebut justru menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.
"Benarkah?" Sinis Calvin. Entah kemana rasa cintanya yang pernah menggebu-gebu itu. Semenjak kepergian Anastasia tanpa mempedulikan perasaannya sama sekali dan ditambah dengan kehadiran Gea membuat perasaan Calvin pada istri pertamanya itu perlahan menguap.
Bila ada yang bertanya kenapa tidak Calvin ceraikan saja Anastasia?
Itu karena ia tahu, perceraian merupakan perbuatan yang sangat dibenci Allah meskipun diperbolehkan. Namun, untuk saat ini ia belum memiliki alasan yang memperkuat dirinya harus menceraikan Anastasia. Sebenarnya ia masih berharap, rumah tangganya masih bisa berjalan baik-baik saja. Ia bisa saja berlaku adil, tapi melihat perangai Anastasia membuat Calvin kian jengah. Apalagi Anastasia tak henti-hentinya menyudutkan Gea. Bila terus-terusan begini, bukan tidak mungkin ia akan benar-benar menceraikan istri pertamanya itu.
"Tentu itu benar, honey! Apa kau lupa bagaimana aku mengerang kesakitan saat pertama kali kita melakukannya?"
"Oh."
Calvin seakan malas merespon, ia hanya ber'oh ria saja.
Kemudian dengan santainya ia menarik pergelangan tangan Gea agar masuk ke kamar mereka. Tapi Gea justru bergeming membuat Calvin mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya Calvin bingung.
"Apa ... kita akan satu kamar bertiga? Mas, bagaimana kalau aku tidur di kamar sebelah saja. Bukankah ini kamar mas dan mbak Anastasia," cicit Gea sambil menundukkan wajahnya dengan tangan saling meremas.
Anastasia tersenyum meremehkan, "baguslah kalau kau sadar."
"Tidak sayang, sejak kita menikah, kamar ini telah menjadi kamar kita. Bukankah semua barangmu ada di dalam," ujar Calvin sambil mengangkat dagu Gea membuat Anastasia hampir menjatuhkan rahangnya. Kalau perempuan sialan itu di kamar mereka, lalu ia dimana pikirnya. "Dan kau, mulai sekarang tidurlah di kamar sebelah!" ucap Calvin tegas pada Anastasia membuat mata Anastasia terbelalak sempurna.
"Tap honey ... "
"Tak ada penolakan, Cia!" tegas Calvin sambil menggandeng tangan Gea masuk ke dalam kamar mereka. Diam-diam, Gea melirik ke arah Anastasia lalu menyeringai puas membuat Anastasia kian terbelalak, tenyata madunya tampangnya saja polos, tapi kelakuannya sangat licik.
"Honey, kenapa begitu? Kenapa kau tega, honey? Bukankah itu kamar kita? Kenapa dengan mudahnya kau membawa perempuan lain masuk ke dalam rumah ini dan menempatkan dia di kamarku? Aku tidak terima, honey! Honey ... " pekik Anastasia tapi Calvin tak menghiraukannya sama sekali. Pintu telah ditutup rapat membuat Anastasia kian murka.
"Sialan! Dasar jalaaang! Aku akan membuat perhitungan denganmu!" desis Anastasia dengan dada bergemuruh.
Wajahnya sudah menggelap karena emosi yang kian meletup-letup. Ia tak pernah menduga akan mengalami hal seperti ini Selama ini ia terlalu percaya diri kalau Calvin akan selalu bertekuk lutut padanya. Namun nyatanya, entah dengan cara apa, tiba-tiba saja Calvin berubah dan membawa perempuan lain masuk ke dalam rumah tangganya. Tiba-tiba saja, kini ia telah dimadu. Bahkan Calvin lebih mengutamakan istri mudanya dibanding dirinya. Ia tentu takkan rela membiarkan posisinya tersisihkan begitu saja dari sisi Calvin. Hanya dirinya lah yang lantas menjadi istri seorang Calvin Alviano, CEO perusahaan Maxxon Group.
"Honey, aku tidak terima kau perlakukan aku seperti ini! Keluarkan dia dari kamar kita, honey! Dia itu licik honey. Dia hanya ingin menghancurkan rumah tangga kita. Aku yakin, kau pun hanya memanfaatkannya untuk membuatku cemburu kan! Ayolah honey, jangan kekanak-kanakan! Okay, aku minta maaf karena lebih mementingkan karir dibandingkan dirimu. Aku berjanji akan berubah asal kau meninggalkannya. Aku tidak akan pergi-pergi lagi asal kau usir dirinya dari rumah kita. Aku mohon honey, maafkan aku. Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Oh ya, aku juga kini telah siap untuk mengandung anak-anakmu. Jadi aku mohon honey, buka pintu, biarkan aku masuk dan usir perempuan sialan itu dari rumah ini," pekik Anastasia sambil menggedor-gedor pintu kamar Calvin.
...***...
__ADS_1
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
.