
Makin hari keadaan Butik milik Anastasia kian sepi bahkan nyaris tak ada pelanggan sama sekali.. Kalaupun ada yang datang mereka hanya berpura-pura ingin membeli lalu mengacau di sana. Seperti siang ini, ada beberapa ibu-ibu sosialita yang masuk ke butik Anastasia. Dengan senyum merekah, Anastasia yang biasanya tidak turun tangan langsung terpaksa menyambut sendiri para pelanggan yang tampaknya berkantong tebal, terlihat dari pakaian dan barang-barang branded yang menempel di tubuh mereka.
"Selamat siang nyonya-nyonya. Senang melihat kedatangan Anda kemari. Mari, silahkan lihat-lihat koleksi terbaru kami," tukas Anastasia seraya mempersilahkan para ibu-ibu sosialita itu masuk ke dalam butiknya. Kemudian ia menunjukkan satu persatu koleksi terbarunya yang ia klaim dibuat menggunakan benang terbaik modelnya pun terbaik. Dijahit dengan menggunakan tangan dan kualitasnya pun sangat terjaga. Produk butik mereka juga hanya dibuat satu-satunya sehingga takkan mungkin ditemukan produk yang sama di tempat yang lain.
Para ibu-ibu sosialita itu hanya ber'oh ria saja sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Kemudian mereka menyusuri satu persatu pakaian yang terpajang di sana. Mereka melepas dari manekin kemudian mencobanya. Dirasa tidak cocok, mereka melemparnya begitu saja hingga berceceran di lantai. Lalu mereka mengambil yang lain, mengepaskannya di tubuh kemudian mereka lemparkan kembali dengan wajah acuh tak acuh.
Anastasia yang melihat hal tersebut, tentu saja berang. Ia sampai mengumpat dalam hati dan mengepalkan tangan. Namun, di wajah, ia tetap memasang wajah super ramah. Hingga 2 jam berlalu, ternyata tak ada satupun pakaian koleksinya yang dibeli ibu-ibu sosialita itu. Padahal hampir semua koleksinya telah berceceran di lantai. Produk rancangan yang ia buat susah payah seperti tak ada harganya di tangan ibu-ibu sosialita itu. Tak sanggup menahan emosinya yang telah sampai di ubun-ubun, Anastasia pun menghardik mereka dengan caci maki dan sumpah serapah.
"Apa maksud kalian dengan pergi begitu saja setelah mengacaukan butikku, hah? Kalian sengaja ingin membuat kekacauan di sini kan? Setelah mengobrak-abrik semua koleksi rancanganku, lalu kalian hendak pergi begitu saja? Pokoknya saya tidak mau tahu menahu, kalian harus mengganti rugi semua ini!" bentak Anastasia dengan gigi bergemeluk dan wajah menggelap.
"Ganti rugi? Hellow, kalau produk buatanmu nggak ada yang kami beli artinya memang semua rancanganmu nggak ada yang bagus. Wajar dong kami nggak mau beli. Ngapain buang-buang duit untuk baju nggak bermutu kayak gitu. Mending kita beli di butik lain, ya nggak jeng!" seru salah seorang ibu-ibu dengan tas Chanel di lengan kanannya.
"Kalian ... " desis Anastasia murka. "Halah, palingan kalian itu sebenernya pura-pura kaya alias kere, iya kan! Dasar ibu-ibu BPJS. Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita. Dasar menjijikkan!" cibir Anastasia dengan mata mendelik membuat ibu-ibu itu murka.
"Heh, jalaang! Wajar aja laki lu milih nikah lagi, bininya aja modelan kayak gini. Lu pikir kami mau beli baju-baju rancangan tangan lu yang menjijikkan itu. Punya laki tapi sibuk gulat-gulatan sama laki-laki lain, cih dasar menjijikkan!" desis ibu-ibu bergaun merah menyala.
"Ayo jeng, kita tinggalkan butik perempuan menjijikkan ini. Entar kita ketularan jadi perempuan menjijikkan kayak dia," sahut yang lainnya membuat Anastasia kian kesal.
"Woy kalian, ganti rugi dulu sini! Jangan mau pergi begitu saja sesudah membuat kekacauan di sini!" teriak Anastasia dari depan pintu butiknya membuat beberapa orang yang melihatnya tak tinggal diam untuk mengabadikannya dengan layar ponsel mereka. Sedangkan ibu-ibu tadi telah pergi dengan mobil mereka.
__ADS_1
"Arrghhh ... sialan! Brengsekkk!" teriak Anastasia yang langsung melemparkan begitu saja barang-barang yang ada di dekatnya.
Kemudian ia masuk ke dalam ruangannya dan menelpon ibunya untuk menemaninya ke suatu tempat.
Satu jam kemudian, Anastasia dan ibunya yang telah diizinkan pulang ke rumah telah tiba di suatu tempat. Tempat yang pernah menjadi istananya. Tempat dimana ia pernah menjadi ratu di dalamnya. Namun, semua kini tinggal kenangan. Kini ia bukan siapa-siapa lagi di sana. Dengan dagu terangkat, Anastasia dan Monika masuk ke dalam rumah itu. Security yang melihat kedatangan Anastasia dan Monika, menyambut seperti biasanya.
Saat ia masuk ke dalam rumah. Tercium harum masakan yang menguar dari dapur. Dengan langkah panjang, Anastasia masuk dan langsung menarik rambut Gea yang sedang menumis sayur. Merasakan rambutnya ditarik kasar, sebisa mungkin ia mematikan kompor terlebih dahulu. Ia yakin, kedatangan Anastasia takkan berakhir begitu saja. Pasti drama pertengkarannya akan memakan waktu yang cukup lama. Ia tak mau, karena sibuk beradu argumen dan bertengkar dengan Anastasia justru membuat rumah itu terbakar karena kompor yang lupa dimatikan.
"Aaakh ... " desis Gea lalu ia mencengkram pergelangan tangan Anastasia dan membalik tubuhnya hingga kini mereka saling berhadapan. Lalu Gea pun menghempaskan tangan Anastasia hingga ia reflek mundur ke belakang.
"Sialan," umpat Anastasia dengan nafas memburu.
Gea yang tidak memiliki rasa takut sedikitpun justru bersedekap dada.
"Aku? Buat apa? Kurang kerjaan banget. Apa katamu tadi? Fitnah? Serius? Mau bohong tapi ketahuan banget bohongnya. Jelas-jelas di foto dan video itu wajah kamu yang terpampang, malah bilangin itu fitnah. Ibu dan anak sama aja. Jalaang nggak tahu diri," cibir Gea dengan satu sudut bibir terangkat.
"Apa maksud kamu dengan mengatakanku jalaang, hah?" bentak Monika tak terima kasih dirinya ikut dikatakan jalaang.
Gea tergelak kencang saat mendengar Monika tak terima dirinya disebut jalaang.
__ADS_1
"Kenapa kau tertawa? Dasar pelakor tak tahu diri! Apa stok laki-laki single di dunia ini sudah habis sehingga kau memilih suami orang lain?" bentak Monika lagi sambil maju hendak menampar Gea tapi dengan cepat Gea menangkap tangan Monika dan mencengkramnya kuat.
"Pertanyaan yang sama aku ajukan padamu nyonya, apakah stok laki-laki single di dunia ini sudah habis sehingga kau dengan tega-teganya merebut seorang suami dari istrinya dan seorang ayah dari putrinya? Coba jawab pertanyaanku, setelahnya baru aku akan menjawab pertanyaanmu!" desis Gea sambil menyeringai membuat jantung Monika seketika berdegup dengan kencang.
"Ap-apa maksudmu, hah? Yang aku tanyakan itu dirimu, mengapa kau justru mempertanyakan diriku?"
Gea lagi-lagi menyeringai sambil mengeratkan cengkramannya membuat Monika mendesis kesakitan, "karena aku ... adalah anak dari korban sifat jalaang dirimu. Aku adalah anak dari seorang wanita yang hancur karena suaminya berselingkuh dan lebih memilih selingkuhannya. Karena aku ... adalah korban dari keegoisan, keserakahan, dan perbuatan menjijikkan kalian. Kau paham bukan maksudku apa?"
Monika membulatkan matanya, "k-kau ... "
"Ya, aku ... aku adalah anak kandung dari suamimu dengan istri pertamanya. Karena kau sudah membuat hidupku dan ibuku hancur, maka sekaranglah giliranmu dan putri kesayanganmu itu," desis Gea dengan sorot mata penuh kebencian dan amarah.
Brakkk ...
Sontak saja, kata-kata Gea barusan mengejutkan Anastasia dan Monika, termasuk seorang lelaki yang telah berdiri di ambang pintu sejak beberapa saat yang lalu.
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...
__ADS_1