Aku Sang Pelakor

Aku Sang Pelakor
Bab. 34


__ADS_3

Alya pun segera menyodorkan ponselnya dengan sedikit ragu. Tak sabar lagi, Anastasia pun segera merebut ponsel Alya dan melihat berita yang sedang jadi perbincangan hangat siang itu.


Tubuh Anastasia mendadak bergetar dengan wajah yang pucat pasi seperti tak ada darah yang mengalir dari balik kulitnya.


"Cia, kau kenapa?" tanya Monika penasaran.


Lalu Anastasia menyodorkan ponsel Alya dengan tangan yang bergetar hebat.


"Cia, ini ... " Mata Monika terbelalak, bagaimana bisa skandal putrinya tersebar luas di jagad sosial media seperti ini. Mendadak jantungnya sesak dan kepala berdenyut, tak lama kemudian semua mulai gelap.


Brukkk ...


"Mama ... " jerit Anastasia panik saat melihat ibunya tiba-tiba pingsan setelah melihat foto-foto dan video putrinya yang tersebar di sosial media.


"Ma, bangun, Ma! Mama ... " teriak Anastasia panik.


Seketika keriuhan itu makin menjadi. Para awak media bukannya membantu, mereka justru sibuk mengabadikan momen pingsannya Monika dengan kamera masing-masing. Tentu mereka tak ingin melewatkan satupun bakal berita mereka hari itu. Mereka berlomba-lomba mencari berita terbaru dan terhangat serta terviral kemudian dibumbui foto, video, dan caption yang semenarik mungkin bahkan terkadang tak sesuai dengan isi berita demi memancing audience sehingga popularitas media mereka kian meraja.


"Kalian kenapa cuma sibuk jeprat-jepret aja bukannya bantuin!?" bentak Anastasia. Ia sampai lupa kalau tadi sedang berakting menjadi istri yang terdzolimi. Kini ia justru menunjukkan rupa aslinya yang angkuh dan kasar. Sangat berbeda dengan caranya bersikap di depan kamera pun Calvin selama ini.


Namun, tak ada satupun dari mereka yang mau turun tangan. Mereka seolah-olah tak peduli bahkan jijik kepada Anastasia. Hingga ada pihak keamanan datang setelah dipanggil Alya. Lalu dibantu pihak keamanan itu, Monika digendong masuk ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit. Tentu Anastasia tak mau memapah sang ibu. Alasannya berat sebab tubuh Monika memang cukup berisi atau lebih tepatnya sedikit gemuk.


"Kurang ajar! Siapa yang berani-beraninya menyebarkan foto-fotoku dan video itu? Sialan! Brengsekkk! Bagaimana ini? Bagaimana kalau Calvin melihatnya? Bisa-bisa Calvin marah kemudian menceraikanku. Tidak ... tidak ... aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak mau diceraikan. Ya, aku harus melakukan sesuatu," gumam Anastasia panik sambil menggigit ujung-ujung kuku jari tangannya. Kebiasaan Anastasia saat panik yaitu menggigit ujung kukunya.


Kini mobil yang dikendarai sopir Anastasia telah melaju membelah jalanan ibu kota menuju rumah sakit. Setibanya di sana, Monika pun segera mendapatkan penanganan dari pihak medis. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, Monika diminta dibiarkan beristirahat. Menurut dokter yang memeriksanya, Monika hanya mengalami serangan jantung ringan jadi Anastasia tidak perlu mengkhawatirkannya.

__ADS_1


Hari sudah beranjak sore tapi Anastasia belum juga menemukan solusi dari permasalahannya. Saat sedang sibuk berpikir, tiba-tiba pintu di tempat buka dari luar. Kemudian Mardian masuk membuat Anastasia segera berdiri ingin memeluk ayahnya. Tapi Mardian justru menyentak kasar tangan Anastasia membuat perempuan itu nyaris saja terjatuh.


"Pa, papa kenapa sih?" seru Anastasia kesal.


"Kau masih tanya kenapa? Setelah terang-terangan mencoreng dan melempar kotoran ke wajah papa, kamu masih tanya kenapa? Dasar anak tidak tahu diri! Menyesal aku mengakuimu sebagai anak hingga rela meninggalkan anak kandungku sendiri. Tak tahunya, anak yang aku manjakan dan bangga-banggakan tak lebih dari seorang pelacur yang suka menjajakan tubuhnya ke laki-laki lain," bentak Mardian dengan rahang mengeras dan gigi bergemeluk menunjukkan bahwa ia kini sedang benar-benar marah.


Padahal selama ini, Mardian nyaris tak pernah memarahi Anastasia sekali pun. Meski terkadang Anastasia berulah karena memang ia selalu dimanja jadi ia sering berbuat semaunya dan segala apa yang Anastasia inginkan harus bisa ia wujudkan. Tapi kali ini, Mardian sudah tak mampu membendung emosinya lagi. Nyaris semua rekan kerjanya mengenal siapa itu Anastasia Hill. Dulu Mardian begitu bangga dengan Anastasia, tapi kini ia benar-benar murka. Akibat ulahnya, hampir semua rekan kerja Mardian memandangnya sinis bahkan ada yang terang-terangan menghina dan mencemoohnya.


Pada awalnya, mereka pun ikut marah saat tahu kalau Anastasia diselingkuhi Calvin. Bahkan mereka mendukung dan menguatkan Mardian. Namun kini, dukungan itu berbalik menjadi sebuah ejekan dan cemoohan. Mardian yang merupakan seorang pegawai pemerintahan, tentu saja merasa malu luar biasa. Ia benar-benar tak menyangka, akan mengalami hal sedemikian rupa di usianya yang mulai senja.


"Memangnya kenapa, hah? Aku kenapa? Aku hanya ingin bersenang-senang di sela-sela kegiatanku yang padat. Untuk sekedar membunuh lelah, apa itu salah?" sahut Anastasia menantang seolah tak memiliki rasa hormat sedikit dengan ayahnya.


"Apa katamu tadi? Apa itu salah? Dasar, perempuan binal!"


Plakkkk ...


Anastasia mendengus, lalu menyeringai sambil mengusap pipinya yang terasa begitu nyeri akibat tamparan Mardian.


"Tak usah menceramahiku bapak Mardian yang terhormat sebab kau bukan ayah kandungku," sinis Anastasia membuat Mardian membelalakkan matanya. Ia tak menyangka, putri yang ia besarkan dengan penuh cinta berani bersikap kurang ajar seperti itu.


"Bukankah kau dan ibuku dulu juga tak jauh berbeda. Kau ... tega meninggalkan anak istrimu demi wanita yang masih bersuami. Bahkan kau dengan tak tahu malunya meniduri ibuku di saat ayahku sedang tidak ada di rumah. Jadi jangan sok suci papaku tersayang," seringai Anastasia memukul telak pria paruh baya itu.


...***...


Setelah kepergian Mardian, Anastasia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Calvin berulang kali, namun tak sekalipun diangkat membuat Anastasia kesal dan membanting ponselnya ke atas sofa di ruang perawatan ibunya. Sebenarnya ia ingin sekali menemui Calvin, tapi ia masih takut sebab ia tahu pasti kini para wartawan telah mendatangi rumah mereka untuk meminta pendapat dari Calvin. Tentu Anastasia tak ingin membuat dirinya makin malu dengan mendatangi Calvin di saat para wartawan tengah sibuk menggali informasi tentang hubungan terlarang antara dirinya dan Christian. Ia yakin, bila ia nekat kesana, para wartawan itu justru akan makin memojokkan dirinya.

__ADS_1


"S hit! Kenapa Calvin tak kunjung mengangkat panggilanku! Pasti ini ulah perempuan sialan itu. Karena dirinya, Calvin menjauhiku. Gara-gara dia, aku harus bertindak sejauh ini. Gara-gara dia, nasib karirku diujung tanduk. Sebenarnya siapa yang sudah menyebarkan foto dan video itu? Apa mungkin itu perbuatan Chris? Ah, tidak ... itu tidak mungkin! Tapi siapa lagi yang bisa melakukannya selain dia? Aaargh ... Sialan!" Raung Anastasia frustasi.


Lalu Anastasia kembali mencoba menghubungi Calvin, hingga panggilan ke lima, barulah panggilan itu diangkat. Anastasia tersenyum lega. Namun, itu tidak berlangsung lama. Apalagi setelah Calvin mengeluarkan kata-kata yang sangat ia takuti.


"Untuk apa kau menelponku lagi jalaang?" sinis Calvin.


"Honey, jangan percaya dengan berita itu! Itu tidak benar. Itu hanya fitnah dari orang yang tidak menyukai keharmonisan rumah tangga kita. Aku mohon, jangan salah paham! Aku ... aku tak mungkin mengkhianati mu, sungguh," ucap Anastasia memelas.


"Kau pikir aku percaya dengan kata-katamu, hah? Setelah membodohiku selama bertahun-tahun, kau pikir aku masih bisa kau bodohi? Kau salah. Aku sudah tak percaya satupun kata-katamu. Semua itu hanya basa-basi busuk. Aku tak menyangka, bertahun-tahun aku memelihara jalaang di sisiku. Dengarkan aku jalanan, mulai hari ini, aku Calvin Alviano menalak tiga dirimu Anastasia Hill dan kini kau bukan lagi istriku. Untuk proses selanjutnya, aku akan segera mengurusnya. Jadi kau tinggal tunggu saja surat gugatan cerai untukmu akan dikirimkan secepatnya."


Tut Tut Tut ...


Panggilan pun diputuskan secara sepihak oleh Calvin tanpa menunggu respon dari Anastasia membuat Anastasia murka lalu melemparkan ponselnya ke dinding hingga hancur tercerai-berai.


"Brengsekkk kau Calvin! Kalian berdua, tunggu pembalasanku!" desisnya dengan dada naik turun.


...***...


...Ayo, tim hore yang udah nungguin momen ini, keluarkan suaramu! 😄...


...*...


...*...


...*...

__ADS_1


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2