
perkenalkan nama saya Rima syahputri. saya yang berusia tahun ini genap 24 tahun. saya bekerja di sebuah restoran, saya sudah bekerja selama 4 tahun, karena kini kerja saya bagus menurut bos saya, alias pemilik restoran tersebut. maka saya di beri kesempatan kepada saya untuk mengolah restoran tersebut.
awal saya tidak percaya, karena saya bukan siapa siapa, saya hanya anak kampung yang mengadu nasib ke ibu kota. bahkan saya tidak ada ikatan keluarga dengan bos saya, tapi beliau memberi kesempatan kepada saya untuk mengolah restorannya agar lebih baik.
" gimana rasanya sudah jadi bos " ucap Lia teman rekan kerja Rima alias sebagai sahabatnya dengan menggoda Rima.
" menurut kamu" tanya Rima dengan memainkan kursi yang dia duduki. " seperti nya enak duduk di kursi kamu deh rim" ucap Lia dengan memegang kursi yang diduduki Rima. " kamu mau mencoba duduk disini " ucap Rima dengan menggoda Lia. " emang boleh" tanya Lia . " ya tentu bolehlah" ucap Rima dengan berdiri dan mempersilahkan Lia untuk mencobanya. " ya ampun rim, empuk banget ... begini ya jika sudah jadi bos " ucap Lia dengan menikmati duduk di kursi tersebut. Rima hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya Lia. " Oya rim, karena kamu sudah jadi bos kamu harus traktir aku" ucap Lia dengan lantang. " iya iya... aku akan traktir kamu , kamu boleh makan sepuasnya " ucap Rima .
" gitu dong" ucap Lia dengan senang. " sudah main kursinya ya, gak enak ma anak anak yang lain, entar mereka berpikir yang bukan bukan lagi" ucap Rima . " siap bos " ucap Lia dengan bergegas ke luar dari ruangan Rima.
" Lia Lia , dasar ... " batin Rima kembali ke tempatnya dengan meneruskan pekerjaannya.
beberapa bulan ini Rima sudah melakoni pekerjaan dengan baik, bahkan restoran semakin ramai. Rima orang disiplin dan tegas ia selalu bertanggung jawab sehingga bosnya merasa puas dengan hasil kerja Rima. bahkan karyawan karyawan senang dengan sikap Rima yang sportif, jadi dia tidak merasa kesulitan untuk bekerja sama dengan karyawan karyawan di restoran tersebut ,meski ia sebelum jadi bos, ia adalah karyawan di restoran tersebut. tidak ada rasa ke irian dari rekan rekan kerjanya karena ia naik jabatan.
"rim kamu jadi kan mentraktirku" ucap Lia kepada Rima karena sebentar lagi Lia akan segera pulang.
" iya, jadi kok aku mentraktir kamu, kamu tunggu saja di depan setelah jadwal kamu pulang ntar aku nyusul" ucap Rima yang sibuk dengan pekerjaannya.
" benar ya, aku tunggu di depan " ucap Lia yang keluar dari ruangan Rima.
setelah beberapa menit, Rima mensudahi pekerjaannya dan meninggalkan ruangan nya untuk menemui Lia.
" sorry aku agak lama" ucap Rima tergesa gesa karena membuat Lia lama menunggu.
" tidak apa apa , namanya juga bos pasti sibuk banget" ucap Lia dengan menyenggol pundak Rima dengan pundaknya. " jadi gak " ucap Rima dengan melotot ke Lia. " jadi dong" ucap Lia dengan menarik tangan Rima.
mereka langsung pergi ketika ojek online mereka sudah menjemput. setelah sampai tujuan mereka yaitu sebuah kafe baru yang tidak terlalu jauh dari restoran mereka. ya sekitar 15 menit jika menaiki kendaraan. " bagus kan kafenya " tanya Lia dengan menuju meja kosong. " Rima hanya melihat melihat sekeliling restoran yang bernuansa kekinian. bahkan pengunjung kafe tersebut kebanyakan anak anak anak SMA atau anak kuliahan.
" mbak" ucap Lia dengan memanggil pelayan kafe tersebut.
"iya mbak " ucap pelayan tersebut. " aku mau pesan menu utama dan minumannya ucap Lia.
__ADS_1
"mbak pesan apa " tanya pelayan kepada Rima.
" samain saja mbak" ucap Rima.
"Lo yakin bro" ucap seseorang yang baru datang dengan teman temannya. dan mereka ambil meja yang bersampingan dengan meja Rima dan Lia.
" yakinlah " jawab temanya dengan kegirangan. dari seragam mereka, mereka anak SMA yang baru lulus karena baju mereka habis di coret coret. mungkin mereka merayakan kelulusan mereka di kafe tersebut.
mereka memesan berbagai menu makanan dan minuman kepada pelayan.
" silahkan mbak " ucap pelayan kepada Rima dan Lia. " terima kasih mbak " ucap Rima.
" sepertinya enak" ucap Lia dengan mencoba mencicipi pesanannya. " enak Lo rim" ucap Lia kepada Rima yang masih sibuk dengan hpnya.
" kamu harus cobain deh " ucap Lia dengan menikmatinya.
" masa" ucap Rima dengan menghentikan main ponselnya dan mencicipi nya . " iya benar Lia, ucap Rima dengan menikmatinya.
mereka pun berdua sibuk dengan menikmati pesanan mereka.
" silahkan mas " ucap pelayan kepada anak anak SMA tersebut. " terima kasih mbak cantik " ucap salah seorang kepada pelayan tersebut.
mereka juga menikmati pesanan mereka dan sekali kali mereka bercanda.
" bro coba lihat ke sebelah " ucap seseorang kepada teman temannya dengan mengarahkan pandangan ke Rima dan Lia.
" kenapa " kata teman yang lain. " cantik ya " ucapnya dengan tersenyum . " eh... kamu mau sama Tante Tante..? ucap temannya lagi dengan tertawa. " Tante apaan, dia bukan Tante Tante, coba kamu lihat dari penampilannya mereka itu masih singel. ucap seseorang itu kepada teman temanya.
" sama saja bro, kamu mau pacaran dengan orang yang lebih tua dari kamu" ucap teman lagi dengan tertawa.
" jodoh itu bukan di tentukan oleh umur " ucap seseorang itu dengan percaya diri.. " selera Loe memang benar benar lain dari pada yang lain" ucap teman temannya.
__ADS_1
" gua tantang Leo, jika Leo berani minta kenalan dengan dia dan dia mau " gua akan jadi kacung Loe selama seminggu ucap temannya dengan menantangnya. " baik " ucap dengan percaya diri dan mencoba mendekati Rima dan Lia.
" hai mbak ucap nya dengan tersenyum" Rima dan Lia mendengar suara itu, mengarahkan pandangan mereka dan menghentikan makan mereka.
" ada apa ya " ucap Rima kepadanya karena orang yang ada di hadapannya yang tak henti menatap Rima.
" emm, kenalin nama aku Mario " ucap dengan mengulurkan tangannya ke Rima.
Rima yang tidak menerima uluran tangan Mario, Rima hanya diam saja, karena ia syok anak SMA ajak kenalan. " ok kalau mbak nya mau menjabat tangan aku,. gak apa apa ucap Mario dengan menarik uluran tangannya. " tapi kalau boleh tau, nama mbak siapa ya " tanya Mario lagi yang tidak berputus asa agar tau namanya.
" emang penting ya buat kamu" tanya Rima dengan cetus. " iya, bukan begitu mbak, mana tau suatu saat kita kita bisa bertemu lagi, jadi tak usah kenalan lagi gitu" ucap Mario.
" hai bocah, dari pada kamu ngurusin yang tidak penting. mending kamu pikirkan sekolah kamu, sekolah yang benar, biar kelak kamu menjadi orang sukses " ucap Rima seperti kakak yang sedang menasehati adek nya. "
teman teman Mario malah mentertawakan Mario karena Rima mengatakan kalau Mario masih bocah.
" mbak aku bukan bocah, aku sudah gede, aku juga udah dapat KTP " ucap nya karena ia tidak terima jika Rima mengatakan jika ia masih bocah. " kamu aja masih pakai seragam SMA, itu sama aja kamu masih bocah" ucap Rima dengan berdiri dan mengelus kepala Mario seperti bocah.
" ayu Lia , kita pergi " ucap Rima dengan bergegas pergi. teman teman Mario semakin tertawa ketika Rima mengelus kepala Mario seperti anak kecil.
" mbak tunggu" ucap Mario dengan mengejar Rima dan Lia.
" apalagi" ucap Rima dengan menghentikan langkahnya karena Mario sudah ada di depannya.
" mbak jangan gitu dong, aku hanya ingin tau nama mbak saja" ucap Mario dengan tersenyum . " hai kamu , kamu tidak ada kerjaan apa , selain menggangu orang lain" ucap Rima dengan kesal.
" mbak cukup memberi tahu nama mbak , aku tidak akan menggangu mbak" ucap Mario.
" hai bocah, please deh, biarkan aku pergi " ucap Rima dengan menerobos pertahan dari Mario.
" hai... mbak aku pastikan kita akan bertemu lagi...? teriak Mario ketika Rima dan Lia sudah agak jauh.
__ADS_1