
" rim, aku pulang duluan ya, ibu aku lagi sakit ! " kata Lia dengan buru buru dan melambaikan tangannya. hati hati... , semoga Tante Erna sempat sembuh ! pekik Rima dengan melambaikan tangannya.
" Rim, tumben tidak bareng Lia pulangnya " tanya dewa yang tiba tiba saja di sampingnya.
" dewa, itu Lia buru buru karena Tante Erna lagi sakit " ucap Rima.
"oh,.. gitu, sakit apa !. kurang paham sih , Lia belum ada ngomong sakit apa ! kata Rima sibuk dengan ponselnya untuk memesan ojek online.
" aku antar kamu ya ! kata dewa dengan memberikan helem ke Rima. " aku sudah mesan ojek online, gimana tu.. ! jawab Rima .
" atas nama mbak Rima ya ! tanya seseorang tiba tiba saja. " iya betul ...., Oya wa , ojek aku sudah datang, duluan ya " Rima yang langsung naik dan ojek melajukan motor nya untuk pergi.
" sial..., dengan kesal menatap Rima yang sudah jauh pergi.
dewa yang melajukan motornya pergi ke suatu tempat , tak lain adalah bar.
" hai bro... kemana saja Loe ! anta yang sedang asyik minum dengan menggoyangkan badannya. dewa yang menghampiri anta dengan hanya memberi respon senyuman tipis dan memesan minumannya. " sepertinya ... lagi ada masalah ya bro " tanya anta sekita melihat wajah dewa tak bersahabat. tapi dewa tidak menjawab dia , ia hanya menikmati minumannya yang ia pesan.
__ADS_1
" hai... seorang wanita mendekati dewa dengan tersenyum. dewa mendengar suara itu dengan seketika ia menoleh wanita itu, hai juga dengan memberi senyuman tipis. " kita ketemu lagi.. " ucap Devi dengan menggoda dewa. " kamu siapa ? dewa yang terus menikmati minumannya. hai Devi, apa kabar ? " tanya anta kepada Devi yang ada di samping dewa.
" baik, ... " jawab Devi. " kalian sudah saling kenal, tanya dewa kepada mereka. " iya la bro... masa Loe tak ingat dengan Devi tanya anta kepada dewa. " gua serius , gua gak ingat sama sekali dengan Devi " dewa yang belum ingat dengan Devi. " masa Cewek secantik Devi Loe tak ingat sih " bisik anta . " gua serius " bisik dewa.
" aku rasa kalian perlu ngobrol untuk bisa lebih dekat" ucap anta dengan memukul pundak dewa. " mumpung ada cewe cantik menghampiri Loe, jangan sia sia kan rezeki nomplok ! " udah saat nya Loe move on dari Rima yang tidak jelas itu ? bisik anta dengan menggoda dewa, ia pun langsung pergi meninggalkan mereka.
" kenalin nama gua Devi " ucap Devi dengan mengulurkan tangannya. " gua dewa " dengan menjabat tangannya.
mereka saling bercengkrama dan mereka tidak sadar jika mereka sudah banyak minum , sehingga membuat dewa tidak sadar diri.
dewa yang tidak sadar diri sehingga membuat penglihatannya begitu kacau , Devi yang ada di sampingnya dia mengira jika Devi tersebut adalah Rima.
dewa terus menyebut nama Rima. " hai... dengan membalikkan tubuh Devi, kamu kenapa. kok nangis " dengan mengusap air mata Devi yang sudah membasahi wajah cantik Devi. " kamu kelihatan jelek jika muka cemberut gini " ucap dewa lagi dengan memandang wajah Devi. " please dewa, gua bukan Rima" gua Devi.. ? Devi dengan berusaha menyakinkan dewa. " kamu kenapa sih kok terus ngaku ngaku Devi ? tanya dewa yang dengan memandang wajah nya . " Devi..., Loe tak sadar apa.. dewa itu lagi mabuk..., mau menjelaskan bagaimana pun juga dia akan tetap anggap Loe tu wanita itu " batin Devi dengan ngobrol sendiri dengan hatinya.
Devi melepaskan genggaman dewa yang memegang wajahnya. " kenapa sayang , kamu tak suka jika aku memandang wajah cantik kamu itu " dewa yang kebingungan atas sikap Devi yang agak menjauh darinya. hai kamu kenapa ? dengan memeluk Devi dengan erat.. " please dewa lepaskan ? dengan mencoba melepaskan pelukan dewa tapi dewa semakin erat memeluknya ." jangan lepaskan , aku hanya ingin memelukmu saja ,kata dewa yang tak mau melepaskan pelukannya. Devi yang berusaha melepaskan tapi tak bisa maka ia pun menyerah dan membiarkan dewa yang terus memeluknya.
dret... tret... tret... siapa sih malam malam gini nelpon " batin Rima yang dengan masih merem dengan seketika mengangkat telpon.
__ADS_1
" halo... " tanya Rima tanpa melihat kontak nama siapa yang menelpon dia.
" hai mbak.... " jawab seorang dari sana. " siapa, ada perlu apa nelpon " tanya Rima yang masih setengah sadar. " mbak sudah tidur ya... aku kira
mbak belum tidur.... tanya lagi.
" siapa sih... batin Rima dengan melihat ponselnya . " ah.... dengan kaget yang bertuliskan nama bocah tengil.
" kamu ngapain malam malam gini nelpon ,karena jam sudah menunjukkan pukul 0.1.00 wib. " aku tak bisa tidur mbak... " jawab Mario dengan tidak merasa bersalah jika ia sudah mengganggu jam istirahat seseorang. " Mario... ini sudah jam beberapa, ngapain juga kamu nelpon jam segini, jika kamu tidak bisa tidur bukan berarti kamu ganggu jam istirahat orang dengan kesal . " mbak yang membuat aku tidak bisa tidur ? jawab Mario dengan menyalahkan Rima.
" kok aku" kenapa aku ? " tanya Rima yang bingung Mario menyalahkan dia . " iya mbak lah, pasti mbak kan selalu mikirin aku sepanjang hari ,bahkan setiap jam, bukan setiap jam tapi setiap menit, eh bukan juga setiap detik , mbak yang selalu sebut sebut namaku, sehingga suara mbak itu terdengar ke telinga aku, karena terdengar ke telinga aku , maka aku pun tak bisa tidur mbak" ucap Mario dengan panjang lebar .
" Mario.... teriak Rima dengan keras di telpon. "ya ampun... " Mario yang menjauhkan ponsel dari telinganya.
" dengarkan ya Mario, aku tak pernah ingat kamu sama sekali, jangankan ingat , terpikir sekilas saja tak pernah, ganggu orang tidur aja " teriak Rima dengan menutup telpon.
Tut... Tut. Tut.. halo halo... yah di matiin, gerutu Mario.
__ADS_1
" dasar bocah tengil... ganggu orang aja tidur... dengan merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya. " ya ... aku tidak bisa lagi tidur... gerutu Rima yang kesal dan mencoba lagi untuk tidur tapi tak bisa juga. Mario.... teriak Rima dengan kencang.
cantik cantik marahnya kayak Mak lampir ... ucap Mario dengan mengusap telinganya karena teriakan rima.