
"assalamu'alaikum ma... " teriak Mario menghampiri mamanya berada di ruang tamu sedang berbincang bincang bersama teman temanya dengan mencium punggung tangan mamanya.
"wa'alaikumusalam " Henny mama nya Mario membalas salam dari Mario. " darimana sayang, kok mama tidak melihat kamu satu hari ini ? tanya Henny " biasa ma, nama juga anak muda" jawab Mario dengan manja ke mamanya. " Oo gitu... masalah anak muda ya ! jawab mamanya . Oo ya aku ke kamar dulu mau mandi ... ucap Mario dengan mencium pipi mamanya dan menuju ke kamarnya.
" sampai mana tadi Bu perbincangan kita " tanya Henny untuk melanjutkan kembali perbincangan dengan teman temannya.
" hai mau kemana lagi ?" tanya Henny kepada Mario yang baru keluar kamarnya menuju pintu utama untuk pergi. " mama" ucap Mario dengan tersenyum dan menghampiri Henny.
" mau kemana, baru saja pulang kok sudah pergi ?* tanya Henny yang melihat Mario sudah rapi. " teman teman mama kemana " tanya Mario ketika Mario tidak melihat lagi teman teman Henny. " teman teman mama sudah pada pulang " jawab Henny... dengan memperhatikan Mario begitu senang tidak seperti biasanya . " sudah rapi gini, anak mama ini mau ke mana sih ? tanya Henny dengan melipatkan tangan ke dadanya.
" ke rumah sakit ma, teman Mario sedang sakit tidak ada yang jagain " ucap Mario dengan merayu mamanya agar di beri ijin untuk pergi.
" ma aku pergi dulu ya " dengan mencium pipinya dan pergi begitu saja.
" Mario ... teriak Henny yang belum selesai bicara tapi Mario sudah melajukan mobilnya .
" dasar anak susah di atur, mau seenak saja " gumam Henny yang pusing melihat anak pertamanya itu.
__ADS_1
di perjalan Mario berhenti membeli sesuatu, tanpa sengaja Lia menabrak Mario. " sorry , sorry... aku tidak sengaja " dengan spontan Lia memungut barang terjatuh dari tangan Mario.
"sekali lagi sorry " Lia yang memberikan kepada orang yang dia tabrak. " gak apa apa kok" jawab Mario dengan menerimanya. " seperti kita pernah ketemu tapi dimana ya " tanya Lia dengan mencoba mengingat ingat?. " Oo.. iya aku ingat !"
Lia yang sudah mengingatnya. Mario hanya bingung dengan sikap Lia, dan tidak paham apa maksud dari perempuan yang ada di hadapannya sekarang . " kamu bukannya yang ada di kafe waktu kemarin, masih ingat gak..? kamu mau minta kenalan dengan temanku ? sedangkan kamu bersama sama dengan teman kamu ? ucap Lia menjelaskannya. " Oo iya, aku ingat ... ? mbak temannya mbak yang galak itu ? " ucap Mario yang sudah mengingatnya. " tidak nyangka kita bisa bertemu lagi disini " kenalin nama aku Lia ucap Lia dengan mengulurkan tangannya. " Mario " ucap Mario dengan menjabat tangannya ." udah tau kok nama kamu Mario " ucap Lia dengan senyum.
"Oo ya mbak , mbak mau kemana" tanya Mario.
" ini aku mau ke tempat teman aku, habis hari ini dia sakit, tapi tidak kasih kabar ke aku, jadi aku ingin menjenguknya takut dia kenapa kenapa ? kata Lia . " maksud mbak, temannya yang mbak galak itu " tanya Mario. " iya... " ucap Lia yang masih khawatir dengan keadaan Rima.
".Rima ... " teriak Lia dengan langsung memeluk Rima yang lagi duduk bersandar. " Lia " ... dengan membalas pelukan Lia. " sakit apa sih , sampai di rawat gini ? " tanya Lia dengan melihat ke adaan Rima. Rima membuka selimut yang menutupi kakinya dan memperlihatkan kepada Lia. " ya ampun rim, ni
kaki kenapa bisa seperti ini ". Lia yang melihat kaki Rima bengkak. " cerita nya panjang Lia " tapi kenapa kamu bisa dengan dia " dengan mengarahkan pandangan ke Mario yang dari tadi berdiam diri hanya melihat dan mendengarkan pembiaraan mereka." Oo Mario kamu maksud ?, tadi tidak sengaja ketemu di jalan, karena Mario bilang ke aku jika kamu di rawat di sini , maka aku bareng dengan dia " jawab Lia. " Oo gitu... dengan agak kesal karena Mario datang lagi ke rumah sakit. " seharusnya kamu yang cerita ke aku, kenapa kamu bisa dengan dia ? " bisik Lia .. karena penasaran hubungan Rima dan Mario , bukan kemarin Rima tidak mau kenalan dengan Mario, eh malah sekarang pada akrab.
" cerita panjang Lia, ntar aku cerita deh ma kamu, tapi sekarang bagaimana caranya agar si
bocah itu pulang ?" dengan berbisik membujuk Lia agar memberi ide . ".mana aku tau rim, masa aku usir ? ucap Lia kepada Rima. mereka pun saling berbisik bisik bagaimana cara agar Mario bisa keluar dari ruangan tersebut. ok.... jawab Lia dengan memberanikan diri untuk mengatakannya. hai Mario... malam ini biar aku saja yang menjaga Rima, kamu pulang saja, bukan kamu dari tadi pagi kamu sudah menjaganya , pasti kamu capek " ucap Lia kepada Mario .
__ADS_1
" Mario yang masih terdiam tidak memberi respon dari perkataan Lia. tiba tiba saja, Lia menerima telpon.. "bentar bentar ya..ucap Lia dengan mengangkat ponselnya. " halo... ada apa ya mas dewa. tanya Lia kepada orang yang menelponnya.
"Oo gitu ya mas, baiklah aku segera ke sana " jawab Lia dengan mengakhiri telpon.
" sorry ya rim, aku tidak bisa menjaga kamu malam ini, di restoran butuh bantuan aku ! Oya kamu di jaga sama Mario aja ya" dengan mengarahkan pandangan ke Mario. kamu tidak jadi pulangnya kan ? tanya Lia kepada Mario. " senang hati mbak aku akan menjaga sahabat mbak ini " lirik Mario kepada Rima dengan tersenyum." gak apa apa kan rim aku tinggal " ucap Lia dengan pergi buru buru... " Lia... Lia... teriak Rima tapi Lia sudah keluar dari ruangan tersebut.
" kenapa mukanya cemberut gitu " tanya Mario dengan meletakan makanan di atas meja. " kenapa kamu tidak pulang saja sih " dengan wajah yang ditekuk. " lah jika aku pulang.. siapa yang jagain mbak, bukan teman mbak sudah menitipkan mbak ke aku. jadi aku harus pertanggung jawab kan ! Mario dengan santai. Rima masih saja cemberut dan bergumam atas keputusan Mario yang tidak mau pulang. karena Mario masih kekeh pada pendiriannya , akhirnya Rima menyerah juga .
ini aku bawa sesuatu buat kamu " Mario memberi sebuah bungkusan kepada Rima
" apa ini ... dengan membuka bungkusan tersebut. " Rima kaget dan langsung menatap Mario. "kamu suka kan " tanya Mario. ". corn dog ! darimana kamu tau jika aku suka banget dengan makanan ini ? ini jajanan kesukaan aku loh, dengan langsung memakannya tanpa mempedulikan siapa yang membelinya. pedasnya juga pas.. ucap Rima dengan lahap memakannya.
" mbak itu sakit, atau gimana sih, biasa orang sakit ma tidak selera makan " ejek Mario yang melihat Rima begitu lahap makannya.
" yang sakit itu kaki aku, bukan perut aku" jawab Rima yang tidak mempedulikan omongan Mario. " sepertinya enak " dengan mengambil satu tusuk. " tidak boleh " Rima menepis tangan Mario. " iya , aku juga pingin mbak " jawab Mario dengan nafsu ingin memakan corn dog. " kamu mau, Mario menggelengkan kepalanya. " ya udah ini buat kamu" dengan memberikan satu tusuk kepada Mario.
" cukup satu ya, jangan minta lebih " ucap Rima dengan melanjutkan lagi makannya. " pelit amat mbak " ucap Mario dengan menikmati corn dog yang di beri Rima. " bodoh amat ... yang penting aku kenyang " titah Rima dengan menikmati corn dog.
__ADS_1