AKU TAK AKAN MEREBUT ENGKAU DARI DIA

AKU TAK AKAN MEREBUT ENGKAU DARI DIA
episode 3 rumah sakit.


__ADS_3

"dasar bocah tengil " batin Rima dengan masuk ke dalam.


"aduh sakit banget ni kaki " ucap Rima dengan mencari salep buat kaki yang sudah memulai membengkak. " ini dia ucap Rima dengan mengoles salep ke kakinya .


" ya Allah sungguh cantik bidadari yang engkau pertemukan denganku ?"batin Mario yang tersenyum sendiri , dengan mengingat wajah Rima yang begitu cantik.


Mario yang masih berada di depan kontrakan Rima dengan cepat ia menancapkan mobilnya pergi dari situ.


" AU... pegal banget ni badan " ucap Rima yang baru bangun. ah ... sudah jam 8 pagi" Rima yang kaget ketika melihat jam, " aku kesiangan ni" Rima dengan bergegas untuk siap siap pergi ke restoran.


"AU..." teriak Rima karena kakinya sakit. " ya ampun, kaki masih sakit, ini kaki bukan sembuh malah semakin bengkak" ucap Rima dengan bergumam sendiri.


Rima mengambil ponsel yang di atas meja, ia mencoba menghubungi seseorang. " halo mas dewa !. " iya halo jawaban dari seberang sana. hari ini aku tidak masuk, karena aku lagi sakit mas" kata Rima kepada dewa. Dewa adalah salah satu chef yang ada restoran tersebut. karena Rima merangkap sebagai manajer juga, maka Rima minta tolong ke dewa karena dewa bisa di andalkan .


" sakit apa mbak " tanya dewa yang khawatir dengan ke adaan Rima. " kaki saya hanya keseleo kok mas" ucap Rima kepada dewa. " apakah mbak Rima sudah berobat " tanya dewa yang masih khawatir dengan Rima.


" sudah mas, hanya masih terasa sakit saja" kata Rima . " oh, gitu ya mbak " ucap dewa dengan perasaan lega. " ya udah dulu ya mas, aku nitip restoran ke kamu, jika ada apa apa tolong kabarin aku" kata Rima .


" iya mbak" ucap dewa dengan berakhirnya pembicaraan di telepon.


" tok.... tok.... tok...." suara pintu yang diketok.


"siapa yang bertamu di pagi hari ini, perasaan jika tetangga tidak mungkin ? mereka tau nya jika jam sekarang aku sudah pada pergi kerja ? " batin Rima dengan curiga.


jangan...... jangan..... pemuda mabuk itu buntuti ku" batin Rima yang semakin curiga.

__ADS_1


dengan bersusah payah Rima berdiri dan mengambil sapu buat senjata jika pemuda yang mabuk itu datang. ia perlahan lahan menuju arah kepintu dengan membuka pintu perlahan lahan. " dasar manusia biadab teriak Rima dengan memukulnya tak henti henti. " mbak ... mbak ... ini aku Mario... teriak Mario yang kesakitan .


" kamu bocah tengil.... " ucap Rima dengan menghentikan pukulannya. " mbak ini aku, dengan muka merenggut kesakitan karena habis di pukuli Rima. " mana aku tau jika kamu" ucap Rima yang tidak merasa bersalah. " mbak sakit.... ucap Mario kesakitan .


" lagian kamu juga ngapain kamu ke sini" tanya Rima yang tidak peduli dengan Mario yang kesakitan. " aku kesini khawatir dengan mbak" ucap Mario dengan mengusap usap badan yang terkena pukulan.


" hai bocah, tak usah sok khawatir dengan ku, aku pasti baik baik saja, mending kamu pulang sana " ucap Rima dengan mengusir Mario dengan mendorongnya , karena Mario menahan dirinya sehingga ia tidak sengaja menginjak kaki Rima yang bengkak.


" AU... sakit ... teriak Rima yang kesakitan karena ke injak Mario.


" kakiku bocah tengil... ,dengan mata membulat menatap Mario yang telah membuat kakinya semakin parah."


bukan semakin sembuh malah semakin parah kamu buat" teriak Rima dengan merengek kesakitan.


" sorry... mbak.. aku tidak sengaja menginjak kaki mbak" ucap Mario yang kebingungan harus berbuat apa. " sakit Mario.... teriak Rima semakin jadi jadi. " ya ampun mbak, ke rumah sakit aja ya, biar di obati" ucap Mario yang semakin merasa bersalah. " ke rumah sakit dengan kamu, tidak mau..." teriak Rima . " ya sama akulah, gak mungkin dengan orang yang mengejar mbak yang semalam" ucap Mario yang masih sempat sempatnya candain Rima." kita ke rumah sakit ya mbak" kata Mario dengan mencoba memapah Rima. " Mario.... jangan paksa aku.... teriak Rima dengan melepaskan genggaman tangan Mario.


" pintu belum di kunci ucap Rima kepada Mario . ayu buruan kunci ucap Mario dengan mengarahkan tangan Rima untuk menguncinya.


setelah itu Mario membawa Rima masuk ke dalam mobilnya.


Mario melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"mbak itu keras kepala banget ya" ucap Mario


" dengan kesal karena mulut Rima masih saja komat Kamit ." lagian ya, aku tidak meminta kamu untuk mengantar aku ke rumah sakit, aku bisa sendiri kok" ucap Rima yang tidak menerima ketika Mario bilang ia keras kepala.

__ADS_1


" jadi menurut mbak, mbak bisa ke rumah sakit dengan sendiri, jalan saja tidak bisa ? " ucap Mario dengan menyindir Rima yang sok bisa.


" iya bisalah... kenapa gak" ucap Rima yang tidak mau kalah. " mbak ... mbak bilang aja, tadi kalau mbak pingin di gendong ?" ucap Mario dengan menggoda Rima. " hai bocah tengil, aku tidak meminta kamu ya, untuk menggendongku , bukan kamu sendiri yang memaksa aku untuk kamu gendong ? " lirik Rima dengan tidak terima jika ia menikmati nya. " buktinya mbak anteng banget pas aku gendong ? " ucap Mario dengan mengangkat alis dan tersenyum kepada Rima. Rima yang sudah terpojok dengan ucapan dari Mario, ia memilih diam saja. setelah beberapa menit, akhir sampai juga di rumah sakit. " jangan turun dulu"kata Mario kepada Rima yang turun dari mobil. Mario keluar dan membuka kan pintu untuk Rima, sini aku gendong"ucap Mario dengan mengulurkan tangannya. "gak mau, aku bisa sendiri" ucap Rima dengan mencoba berjalan sendiri. "AU... Rima yang kesakitan . " sudah aku bilang mbak tu tidak bisa jalan" ucap Mario dengan menggendong Rima tanpa persetujuan dari Rima. Mario membawa Rima masuk ke dalam rumah sakit untuk segera di obati. " sus tolong " ucap Mario kepada suster .. iya mas dengan cepat cepat suster membawa brankar dorong


" tolong segera periksa ya sus" ucap Mario kepada suster. " baik mas, " ucap suster dengan membawa Rima masuk ke sebuah ruangan.


setelah beberapa menit kemudian, suster dan dokter keluar. " bagaimana dok keadaannya " tanya Mario ke dokter. " tidak apa apa , pacar kamu hanya keseleo doang, kakinya bengkak karena tidak langsung di obati, karena sudah di beri obat, mungkin bengkaknya akan berkurang. tapi saat ini dia harus istrahat dulu di rumah sakit, biar kita bisa melihat perkembangannya kakinya, jika terlalu banyak bergerak bisa menimbulkan pembekalan lagi. ucap dokter menjelaskan ke Mario. " yang penting yang terbaik saja dok " ucap Mario ke dokter". dokter dan suster pergi untuk pekerjaan yang lain, sedangkan Mario masuk ke ruangan Rima, di mana Rima terbaring dengan tidur pules, mungkin karena bius obat yang masuk ke tubuh Rima. " mbak ....mbak...jika kamu galak lucu banget batin Mario dengan senyum senyum sendiri.


hari sudah siang tapi Rima belum juga sadar, karena Rima belum sadar, maka Mario menunggunya hingga membuat ia sampai ketiduran.


" aduh" Rima yang terbangun.. ia melihat seseorang ada di sampingnya, ketika ia memperhatikan ternyata Mario yang tertidur. "ni bocah nungguin aku" lirik Rima dengan menatap Mario.


"siang mbak Rima" ucap dokter tiba tiba saja muncul, Rima hanya membalas dengan tersenyum. dengan memeriksa keadaan Rima. sepertinya malam ini , mbak masih harus nginap dulu, biar pemulihan lebih cepat " ucap dokter dengan memeriksa keadaan Rima.


" dia pacar mbak ya" tanya dokter kepada Rima , ketika melihat Mario yang masih tertidur.


" ah... Bu.... ucapan Rima terpotong ketika Mario sadar dari tidurnya. " maaf aku tertidur " ucap Mario dengan mengusap matanya. " tidak apa apa, lagian mbak Rima juga saya sudah periksa. jika bisa malam ini , mbak Rima masih nginap di sini, biar pemulihannya lebih cepat, karena pembelaan di kakinya masih belum sembuh total " kata dokter. " oh, gitu ya dok " ucap Mario. " kamu beruntung punya pacar seperti dia mbak Rima, dari tadi mas Mario nungguin mbak terus" kata dokter dengan tersenyum .


Rima yang kebingungan dengan maksud dokter, yang tiba tiba saja dokter mengira jika Mario dan Rima sedang berpacaran.


" ok , saya undur diri dulu" ucap dokter dengan bergegas pergi dari ruangan tersebut.


" siapa juga mau pacaran dengan bocah tengil seperti dia " gumam Rima dengan kumat Kamit mulut bergumam. " mbak kenapa " tanya Mario ketika melihat Rima yang seperti baca mantra.


" terserah aku mau ngapain ! kamu pulang saja, aku bisa jaga diriku sendiri" ucap Rima yang kepada Mario yang masih saja, setia menemaninya. " jika aku tidak mau , gimana ? tanya Mario yang tidak mempedulikan, malah ia asyik memainkan ponselnya.

__ADS_1


" apakah kamu tidak punya kerjaan, selain ganggu aku " teriak Rima dengan kesal melihat tingkah Mario yang tidak mempedulikannya.


" mbak jangan berisik , ini rumah sakit bukan hutan ! pasien yang lain butuh ketenangan " kata Mario dengan melotot ke Rima yang semakin berisik dengan suaranya yang cempreng. " aku juga butuh ketenangan, biar aku tenang kamu pulang ya... " ucap Rima dengan merayu Mario. " mbak ..., mbak itu sendiri tidak ada yang menemani jika terjadi sesuatu ke mbak bagaimana ? tanya Mario dengan seribu alasan agar Rima tidak mengusirnya. setiap kali Rima berusaha , ada saja alasan Mario, sehingga Rima menyerah membiarkan Mario menemaninya.


__ADS_2