AKU TAK AKAN MEREBUT ENGKAU DARI DIA

AKU TAK AKAN MEREBUT ENGKAU DARI DIA
episode 13 rindu


__ADS_3

setelah jam pulang kerja Rima langsung bergegas untuk pulang, Karena ia merasa tidak enak badan... setelah Sampai di depan hendak memesan taksi online, tiba tiba saja dewa memanggil Rima.


rim... rim... tunggu sebentar... dewa berlari kecil untuk menghampiri Rima. " ada apa wa" tanya Rima . " kamu mau pulang ya.. basa basi dewa untuk memulai obrolan. " iya, emang kenapa ... ,


aku mau bicara dengan kamu, adakah waktu kamu ? mau bicara apa sih wa..., kalau bicara bicarakan saja, emang ada apa tanya Rima. " kita jangan bicara disini, tidak enak di dengar orang, bicara nya di kafe dekat sini saja , gimana " dewa memberi penawaran. " terserah kamu deh " ucap Rima dengan mengikutkan dewa menuju motornya dan mereka pergi menuju kafe terdekat. setelah sampai di kafe mereka langsung masuk ke dalam kafe tersebut.


" kamu mau minum apa rim" tanya dewa dengan memberikan menu. " jeruk hangat saja" ucap Rima dengan singkat.


" mbak ... memanggil pelayan. " iya mas mau pesan apa tanya pelayan dengan sopan.


" jeruk hangat satu ,es kopi susu satu. di tambah roti bakar dua ya mbak " ucap dewa kepada pelayan tersebut.


" kamu mau nanya apa sih " tanya Rima untuk memulai pembicaraan.


" emang penting banget ya, sampai harus ke tempat ini " ucap Rima dengan menatap serius dewa. " seharusnya aku tidak ikut campur sih dalam masalah privasi kamu, tapi aku yang sebagai teman kamu , takutnya kamu akan salah langkah " kata dewa memulai apa maksud dari yang dia omongkan.


silahkan mbak mas ucap pelayan dengan menghidangkan pesanan mereka.


" terima kasih mbak " ucap dewa kepada pelayan itu.

__ADS_1


" maksud kamu apa sih wa,.aku belum mengerti apa yang kamu maksud, terus kamu bilang salah jalan ,maksud kamu salah jalan apa .. ? Rima yang tidak paham apa maksud dari dewa.


" hubungan kamu dengan pria itu ? .. tanya dewa dengan agak ragu , ia takut Rima akan tersinggung jika ikut campur masalah privasi nya.


" pria yang mana " belum juga mengerti.


* pria yang bernama Mario Mahendra jawab dewa.


emang kenapa ?, ada apa aku dengan dia ? sehingga kamu menyebut namanya ?" Rima agak terusik dewa menyebut nama Mario. tapi ia mencoba bersikap biasa dan ingin lebih tau apa maksud dari omongan dewa.


" Rim, apakah kamu tidak sadar dengan sikap kamu akhir akhir ini, dia itu anak yang masih labil, belum dewasa, dia juga belum berpikiran dewasa, masa kamu berhubungan dengan dia ? seharusnya kamu lebih bersikap lebih bijak ? dewa sudah menunjukkan apa maksud dari obrolan dia. " meski juga dia bersikap lebih dewasa, atau bisa memahami keadaan tapi jalur kalian berbeda rim, hubungan kalian akan bawa kemana ? bahkan kamu tau sendiri perbedaan kalian bukan di usia saja ! tapi di keyakinan kalian juga !. kata dewa dengan tegas.


" wa, aku tau apa kamu maksud, sungguh tau.! tapi kamu tidak tau apa yang aku rasakan, semakin aku mencoba menyembunyikan perasaan ini semakin sakit, sangat sakit... , di saat aku mencoba jauh dari dia, hati ini begitu sakit.. bahkan aku semakin merindukan dia.. kamu tidak tau itu dewa ? tidak tau dan tak akan pernah tau rasa ini ! karena kamu tidak pernah merasakan cinta seperti aku rasakan " batin Rima dengan mata berkaca kaca. " rim... kok kamu diam, tanya dewa kepada Rima yang hanya terdiam saja.


" jadi tolong jangan lagi bahas tentang dia, dan aku juga tidak terlalu suka jika kamu terlalu jauh mengusik masalah privasi aku " ucap Rima dengan keberatan atas kelancangan dewa untuk lebih mengetahui privasinya.


" sorry rim, jika aku terlalu mengusik masalah privasi kamu, aku hanya kamu tidak ambil salah langkah saja" dewa menghentikan dari maksud obrolannya.


" seperti aku harus pulang, aku tidak enak badan " Rima yang langsung bergegas meninggalkan dewa. " rim , teriak dewa dengan mengejar Rima ke arah keluar. " tunggu" dengan menahan Rima. " ada apa lagi wa" dengan menghentikan langkahnya. " aku antar ya", kata dewa. "tak usah , aku bisa sendiri kok pulangnya, dengan melangkahkan kakinya" . " rim.. teriak dewa lagi. " please wa,aku hanya pingin sendiri" teriak Rima yang masih melangkahkan kakinya untuk pergi.

__ADS_1


"ah ... ah... ah... teriak Mario dengan mengacak acak rambutnya. " apa sih lebihnya pria itu rim ? teriak dewa dengan hati hancur.


" bahkan kamu tau sendiri , kamu itu tak akan bisa bersama dengan dia, tapi kamu masih saja menaruh hati kepada dia... " apa kurang ku Rima ...? " teriak dewa sehingga orang orang ngelihatin dewa. apa... apa lihat lihat ... dengan kesal.


" apa sih maksud dewa ngomong seperti itu ? dengan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.


karena Rima yang merasa pusing ia pun tertidur , setelah beberapa jam kemudian ia terbangun lagi..." kok aku bisa tertidur ya" batin Rima dengan mengambil ponselnya di atas meja untuk melihat jam. " ah... Rima kaget karena jam sudah menunjukkan pukul 22.00 wib. ya ampun perasaan aku tidur hanya sebentar saja" batin Rima dengan bergegas untuk mandi . setelah mandi ia pun tidak bisa lagi untuk tidur, ia mencoba melelahkan dirinya dengan mencoba membuka media sosial Sampai ia bosan, tapi dia juga belum ngantuk padahal sudah menunjukkan 0.1.00 wib. pikirannya semakin menjadi jadi.


" Mario aku sangat kangen... dengan terisak Isak, apalagi dari pesta kampus itu ia tidak pernah lagi bertemu dengan Mario. Rima sengaja membuat jarak antara dia dan Mario, karena ia tau jika ia semakin dekat dengan Mario maka ia tak akan bisa mengontrol perasaannya. " saking rindunya setiap malam ia tidak bisa tidur hanya karena menahan rasa rindu ia rasakan. tiba tiba ia teringat jika ada sesuatu yang belum ia pulangkan ke Mario.


Rima membuka lemari bajunya dan mencari yang ia inginkan dan ia menemukan nya.


ia tersenyum dan langsung memeluk jaket Mario. ".aku kangen dengan mu bocah tengil... isakan Rima semakin jadi jadi, ia memeluk jaket Mario dengan erat, ia membawa jaket itu ke dalam tidur dengan memeluk jaket tersebut.


karena kelelahan Rima menangis sehingga ia terbawa arus mimpi dan ia pun tertidur dengan memeluk jaket Mario.


" mbak Rima lagi apa ya". batin Mario yang masih saja dalam lamunannya. " padahal jam sudah menunjukkan pukul 03.00 wib pagi , tapi Mario juga belum bisa tidur. " Mario yang hanya dari tadi melihat Poto Poto Rima yang ada di media sosial.


" mbak ... tega amat kamu mbak, aku telpon kamu tidak angkat, aku chat kamu tidak di balas kata Mario yang tidak paham dengan Rima.

__ADS_1


"sampai kapan mbak akan membiarkan aku seperti ini, menahan rasa ini sendiri..? ini tidak bisa di biarkan... aku tidak sanggup jika begini saja, .. aku harus katakan ini semua, soal ia menolak aku, itu urusan belakang, yang penting aku sudah katakan kepada dia, aku tidak sanggup menahan rasa ini sendiri batin Mario dengan tidak karuan dan gelisah dengan perasaan sendiri.


" iya besok kan hari Minggu, aku coba ke kontrakannya, apa pun terjadi... pokoknya itu urusan besok. Mario yang bertempat menemui Rima , karena sudah hampir dua Minggu ia tidak berjumpa dengan Rima.


__ADS_2