
" hai mbak aku pasti kan kita akan bertemu lagi " teriak Mario kepada Rima dan Lia yang sudah agak jauh.
Mario kembali lagi masuk ke dalam kafe, dia di sambut oleh teman teman dengan tertawa melihat tingkah Mario.
"gimana bro berhasil gak " tanya temannya ingin tau jawaban dari Mario.
" sial" ucap Mario dengan kesal.
teman teman Mario bukan merasa iba malah semakin mentertawakan Mario.
" hahaha..." Lia melepaskan tawanya yang ia tahan dari dari tadi. " kamu kenapa tertawa" ucap Rima dengan heran.
" Rima , Rima, ada ada saja kamu! kenapa kamu tidak mau kenalan dengan dia ? orang ganteng, manis , tinggi, jika di perhatikan tidak terlalu kelihatan anak sekolahan " ucap Lia dengan menggoda Rima.
" yang benar saja Lia, masa aku kenalannya sama anak SMA an, ucap Rima dengan gondok.
" gak apa apa,sekali kali sama brondong " ucap Lia yang semakin tertawa.
" apaan sih kamu Lia, ingat umur ... ! ucap Rima semakin gondok karena di goda Lia terus.
iya iya... ,habis lucu sih ucap Lia yang masih cekikikan.
" Lia, aku duluan ya , aku harus kembali lagi ke resto, soalnya kerjaan aku masih banyak" ucap Rima dengan bergegas dan melambaikan tangan ke Lia.
" mimpi apa aku semalam, sehingga aku di pertemukan dengan bocah tengil seperti dia, amit amit jika bertemu lagi dengan dia" batin Rima, dengan menaiki angkot yang menuju ke restoran
" mbak Rima dari mana" ucap salah seorang karyawan kepada Rima.
" saya dari luar ,.ada urusan , ada apa ? tanya Rima kepada karyawan tersebut.
" maaf mbak, saya tadi meletakan catatan barang masuk ke gudang di atas meja kerja mbak ? ucapnya. "0h, terima kasih ya" ucap Rima dan ia masuk ke dalam ruangan kerjanya.
" jam sudah menunjukkan pukul 22.00 wib, waktunya restoran akan di tutup. semuanya sudah di kunci .. ucap Rima kepada karyawan karyawannya. " sudah mbak ucap mereka serentak.
maka mereka pun pulang ke tempat mereka masing masing.
" Rima yang masih di depan restoran, sibuk dengan menerima telpon, tiba tiba saja hujan datang.
" iya hujan lagi " batin Rima dengan menghentikan telponnya. seperti nya hujan lama reda " batin Rima dengan bergumam. karena hujan tidak reda reda juga, Rima mengambil ponselnya dari tas coba memesan taksi online ponselnya ke habisan daya. Rima menunggu sampai hujan reda. " akhirnya reda juga hujannya " batin mawar dengan bergeges.
Rima mencari angkot , tapi angkot tidak ada karena sudah larut malam, sehingga angkot jarang berkeliaran. apalagi jam sudah menunjukan pukul 23.00 wib.
" ya ampun sudah jam 11 malam " batin Rima.
Rima mencoba mencari ojek, mana tau masih ada ojek yang lagi mangkal. tapi sayang ojek sering mangkal tidak jauh dari restoran sudah pada tidak ada.
" aduh, gimana ini" batin Rima kebingungan.
" hai cantik lagi apa " tanya dua pemuda yang sedang mabuk mencoba mendekati Rima.
Rima tidak menjawab kedua pemuda itu, ia mencoba menghindari dari ke dua pemuda mabuk itu. " hai cantik, mau kemana " salah seorang dari pemuda itu dengan mengejar Rima. " maaf bang, saya hanya ingin pulang" ucap Rima dengan menepis tangan pemuda itu yang memegang tangan Rima.
" kok, buru buru pulang cantik, bersenang senang dulu dengan Abang " ucapnya dengan tidak sadarkan diri.
Rima yang merasa tidak aman, ia berlari dengan sekencang kencangnya untuk menghindari ke dua pemuda mabuk itu. kedua pemuda itu terus mengejar Rima. " ya ampun mereka masih saja mengejar aku" batin Rima dengan tergesa gesa berlari. tanpa sengaja ia menabrak seseorang " maaf , maaf mas saya tidak sengaja" ucap Rima tanpa memperhatikan orang yang di tabrak nya. Rima tetap saja berlari karena ke dua pemuda itu semakin dekat.
__ADS_1
AU ..! teriak Rima yang terjatuh." mau kemana cantik , kenapa lari dari Abang" ucap pemuda itu. " Rima mencoba untuk berdiri tapi kakinya terasa sakit banget.. " please bang jangan di apa apain aku " ucap Rima yang sudah ketakutan. " tidak sayang, kami tidak akan apa apakan kamu, kami hanya ingin bersenang senang saja denganmu " ucap nya dengan mencoba menyentuh Rima. " tolong .... " teriak Rima yang ketakutan.
tiba tiba saja , seseorang menarik kedua pemuda itu, dan mengajar habis habisan dan tidak memberi ampun kepada ke dua pemuda itu. " pergi kalian... dari sini jangan sempat aku melihat kalian lagi, habis kalian " ucap orang yang mengajar kedua pemuda mabuk itu.
" Rima yang ketakutan hanya bisa memeluk lutut kakinya dengan perasaan campur aduk dan menundukkan kepalanya.
" mbak" ucap orang itu dengan menyentuh tangan Rima.
"tolong lepaskan aku " teriak Rima yang semakin ketakutan dan semakin menunduk .
" mbak, apakah mbak baik baik saja, orang yang ganggu mbak sudah pergi " ucap nya dengan menyakinkan Rima. Rima yang mendengar nya dan langsung memeluk orang itu dengan gemetaran karena ketakutan. " mbak ... orang itu sudah pergi, tidak akan mengganggu mbak" ucapnya dengan menenangkan Rima.
" terima kasih" ucap Rima dengan mensudahi pelukannya.
" kamu" teriak Rima dengan kaget ternyata orang yang menolong nya adalah anak SMA yang ada di kafe tadi sore..
" tidak usah kaget gitu dong mbak, biasa aja, lagian kita sudah ketemu tadi siang " ucap Mario dengan santai.
AU..... teriak Rima yang mencoba berdiri tapi kakinya terasa sakit. " mbak , kenapa , kaki sakit ! ucap Mario dengan membantu Rima untuk berdiri.
" terima kasih sudah menolongku " ucap Rima kepada Mario.
" terima kasih, hanya terima kasih saja" tanya Mario dengan menatap Rima dengan tajam.
" jadi, aku harus bayar beberapa " ucap Rima kepada Mario.
" aku tidak butuh bayaran" ucap Mario.
" jadi aku harus bagaimana " tanya Rima.
" " kok pake syarat sih" ucap Rima dengan protes. " gimana mau atau tidak" ucap Mario .
" baik, tapi jangan aneh aneh syaratnya " ucap Rima dengan cepat agar ia cepat pulang.
" syaratnya hanya dua saja kok" ucap Mario .
" apa " tanya Rima . " pertama, nama mbak siapa ? tanya Mario dengan mengulurkan tangannya.
" Rima syahputri panggil saja aku Rima " ucap Rima dengan menjabat tangan Mario. dengan terpaksa ia harus memberitahu namanya.
" syarat ke dua ... aku bolehkan minta no telpon mbak " ucap Mario dengan kesenangan.
Rima hanya terdiam ketika Mario meminta no ponselnya, ia merasa tidak nyaman jika no ponsel jika di beri kepada orang yang tidak di kenal." boleh kah tidak " ucap Mario dengan ponsel yang ada di tangannya. " 08569599**** ucap Rima dengan menyebutkan no ponselnya.
" dasar licik" batin Rima.
" ok " ucap Mario dengan merasa puas apa yang ia inginkan telah ia dapatkan.
" aku sudah boleh pulang bukan " tanya Rima.
" boleh, tapi pulang denganku mbak" ucap Mario.
" eh, bocah tengil syaratnya cuman 2 ya, kenapa kamu menambahkan syaratnya" teriak Rima yang sudah kesal melihat Mario.
" hai mbak, siapa juga yang menambahkan syarat. mbak yakin pulang sendiri dengan kaki pincang gitu ? lagian ya mbak ini sudah larut malam, tidak ada lagi kendaraan umum yang bisa ditumpangi. mbak mau lagi di ganggu oleh pemuda tadi ! ucap Mario dengan memperjelas.
__ADS_1
"iya juga ya " batin Rima .
" mau atau tidak " tanya Mario memberi penawaran lagi.
" iya,iya.. aku mau, tapi kamu jangan macam macam ! ucap Rima dengan mengancam.
" Mario tidak mempedulikan perkataan Rima ,ia melangkahkan kaki menuju ke mobilnya.
AU.. teriak Rima dengan kesakitan. Mario menoleh ke belakang , ia melihat Rima yang kesusahan untuk berjalan. Mario menghampiri Rima, " sakit " ucap Rima yang sedang kesakitan.
" ayo naik" ucap Mario dengan jongkok dengan meminta Rima naik ke punggungnya.
" kamu yakin " ucap Rima dengan ragu ragu..
" yakin" ucap Mario.
Rima pun menaiki punggung Mario dengan meluk Mario agar tidak terjatuh.
" mbak makan apa sih setiap hari, badan kecil gini kok berat banget" ucap Mario kepada dengan menggoda Rima . " jika berat turunin aku " ucap Rima karena tidak suka di godain Mario.
" bercanda kok mbak " ucap Mario dengan cengingisan.
setelah sampai di mobil mereka pun pergi dari tempat itu.
." Mbak bangun.. " ucap Mario coba bangunkan Rima yang ketiduran.
" mbak ... bangun.. , apakah di sini kontrakan mbak" ucap Mario ,yang sebelumnya Rima sudah memberi tahu alamatnya.
" tapi saking pulesnya tidur, Rima tidak mendengar jika Mario membangunkan dia.
" mbak cantik jika tidur gini, manis kelihatan " batin Mario yang menatap wajah Rima. akhirnya Mario memutuskan tidak membangunkan Rima.
setelah beberapa menit kemudian, Rima sadar dari tidurnya, tapi ia mendapati jika Mario tertidur. " ya ampun aku tertidur " batin Rima. ia melihat Mario yang sedang tidur, ia mencoba membangunkan Mario, tapi ia tidak berani. " manis juga bocah ,batin Rima yang sedang menatap Mario. " apa apaan aku ini, sadar Rima , sadar.. batin Rima. karena ia tidak menyangka jika ia bisa berpikir seperti itu.
" Mario, Mario.. bangun... memberanikan diri untuk membangun Mario. tapi Mario juga tidak bangun bangun. " gimana ini, jika lama lama disini warga akan mengira lagi apa apa .! batin Rima semakin khawatir.
bangun Mario... teriak Rima dengan suara keras sehingga membuat Mario kaget.
" apa sih mbak, kok teriak gitu " ucap Mario dengan kesal.
" habis kamu di bangun kagak bangun bangun." ucap Rima.
" hai mbak, ini semua gara gara mbak" ucap Mario dengan kesal.
" kenapa gara gara aku" tanya Rima yang tidak mau di salahkan
" iya, habis mbak tidur kayak kebo" ucap Mario.
" enak aja ucap Rima tidak terima atas perkataan Mario.
" aku turun.. buka " , ke buru warga akan melihat kita, mereka kira kita lagi apa apa gitu " ucap Rima. "iya ,iya... ucap Mario ke luar dari mobil dan membuka pintu buat Rima. Mario memapah Rima sampai di depan kontrakannya.
" sekali lagi terima kasih" ucap Rima kepada Mario. Mario hanya membalas dengan senyuman dan kembali ke mobilnya.
" dasar bocah tengil " batin Rima ,ia pun masuk ke dalam.
__ADS_1