AKU TAK AKAN MEREBUT ENGKAU DARI DIA

AKU TAK AKAN MEREBUT ENGKAU DARI DIA
episode 4 kelaparan


__ADS_3

" kamu mencari siapa" tanya Tias ketika ia melihat Lia mencari seseorang. " gak, aku hanya


tidak melihat Rima hari ini, eh maksudku mbak Rima ? Lia yang belum tau jika Rima hari ini tidak masuk kerja. " oh... mbak Rima, jika tidak. salah sih, aku dengar hari ini tidak masuk karena ia sedang sakit " ucap Tias menjelaskan.


"oh, gitu ya" Lia melanjutkan kembali pekerjaannya. " sakit, sakit apa Rima ? kenapa dia tidak memberi tahuku ? batin Lia dengan bertanya tanya.


" eh mas dewa ? tanya Lia ketika dewa lewat dari depannya sedang membersihkan meja . " kenapa Lia ? dewa yang menghentikan langkahnya ketika Lia memanggilnya." aku mau tanya mas dewa , mas dewa tau Rima sakit apa ? Lia yang tidak sabaran dengan jawaban dewa. " oh Rima, tadi dia kasih kabar ke aku, katanya kaki dia keseleo " ucap dewa.


" emang kamu tidak tau, jika dia sedang sakit ? tanya dewa, karena dewa tau jika Lia adalah satu satu sahabat Rima. " justru itu, maka aku bertanya ke pada mas dewa" ucap Lia dengan gondok karena Rima tidak memberi kabar . " oh gitu, ya udah aku ke dapur, aku masih banyak pesanan tutur dewa dengan meninggalkan Lia.


" aduh lapar lagi " batin Rima dengan mengelus perutnya. " eh bocah... Rima membanguni Mario yang sedang tidur terlelap.


" eh bocah bangun !, dengan menggoyang goyangkan tangan Mario. Mario terbangun dengan mengusap matanya dan melihat Rima memberi senyuman seperti terpaksa. " ada apa mbak" tanya Mario yang masih setengah sadar .

__ADS_1


" hai.... aku lapar ! " dengan muka cemberut dan mengelus perutnya. " aku kira apaan mbak " Mario yang masih menguap dan tidur lagi.


" hai bocah... bangun..." teriakan kecil untuk membangunkan kembali Mario. " mbak aku bukan bocah, sudah beberapa kali aku bilang " Mario yang mendengar suara Rima tapi ia tetap


tidur. " aku lapar, cacing aku sudah demo, please belikan aku makanan " ucap Rima dengan memohon kepada Mario. " Mario pun bangun ketika mendengar rengekan Rima terus. "ok aku akan membelinya , tapi dengan syarat " ucap Mario. " apa syaratnya ", tanya Rima dengan kesal. " jangan aku di panggil lagi bocah " Mario dengan tajam melihat Rima , dengan melipatkan ke dua tangannya ke dadanya. " ya aku tidak akan lagi memanggil kamu bocah " dengan terpaksa daripada tidak jadi di belikan makanan karena ia sangat lapar.


Mario yang masih diam yang belum beranjak dari duduknya. Rima yang bingung buat Mario , dia harus membujuk Mario dengan apa lagi. " mas Mario please dong belikan aku makanan !! aku lapar banget ", Rima yang berusaha membujuk Mario dengan kata kata manis. " gitu dong, jadi enak di dengarnya. jadi mulai sekarang mbak manggil aku mas Mario saja ya, dengan puas ketika Rima memanggil dia dengan sebutan mas. " sekarang mbak mau makan apa " tanya Mario dengan semangat . " terserah kamu apa pun jadi, yang penting buat aku kenyang mas Mario" ucap Rima dengan memberi senyuman. " ok, mbak tunggu di sini ya, Mario yang bergegas pergi dari ruangan tersebut untuk mencari makanan. ketika Mario sudah keluar Rima merasa geli sendiri dengan dirinya.


ih... geli aku , ketika aku harus memanggil si bocah tengil itu dengan sebutan mas " ucap Rima dengan geli.


" kamu tidak makan " tanya Rima ketika Rima melihat Mario hanya ngelihatin dia terus. Mario hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum . " jika belum kenapa tidak makan ?" "Rima yang saja melahap makanan dengan begitu menikmatinya. melihat mbak makan seperti aku sudah kenyang " Mario yang terus


memperhatikan Rima sedang makan.

__ADS_1


" kamu melihat aku makan seperti orang rakus ya " Rima yang menghentikan makannya dengan melotot ke Mario. " tidak ...., bukan begitu mbak maksudku, ketika melihat mbak makan lahap banget .. seolah olah kenyang ke aku gitu mbak " goda Mario .


Rima yang tidak mempedulikan omongan Mario, dia anggap jika omongan Mario hanya angin saja sedang lewat dengan melanjutkan kembali makannya." kenyang juga " dengan meminun air mineral yang di berikan Mario. " kamu yakin tidak makan " tanya Rima sekali lagi. " nanti saja aku makannya, saat ini aku belum lapar " Mario yang merapikan makanan yang belum di makan sama sekali.


" Mario... eh mas Mario " Rima memanggil Mario dengan pelan. iya.. Mario menjawab dengan datar,!.ia sedang sibuk dengan makanan untuk di rapikan. eh.. gak jadi dah " ucap Rima dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali. " Oya mbak, aku pulang sebentar ya, aku mau mandi sekalian ganti baju, lagian ini sudah magrib . sekalian aku akan berikan makanan ini ke suster , mubasir jika di buang ";Mario dengan bergegas keluar.


"mbak aku akan kembali lagi " teriak Mario yang berada di pintu, dan pun keluar untuk pulang.


" Rima yang melihat Mario sudah pergi... " tak usah lagi kembali " teriak Rima dengan berharap Mario tidak kembali lagi ke rumah sakit.


" sus... ini ada makanan buat suster bisa bagi bagi dengan yang lain " dengan memberikan bungkusan tersebut kepada suster. " terima kasih banyak mas" ucap suster dengan senang . " sama sama sus , dengan meninggalkan rumah sakit dan ia melajukan mobilnya untuk pulang.


Tut... Tut... Tut... "kenapa tidak diangkat sih" batin Lia yang dari tadi sibuk menelpon Rima. Rima kemana sih, kok tidak angkat angkat ma dia" gumam Lia dengan mencoba menelpon tapi tetap saja tidak di angkat oleh Rima. " apakah aku ke kontrakannya saja" batin Lia untuk memastikan keadaan Rima. " seperti harus ke

__ADS_1


sana dari pada nanti Rima kenapa Napa ? Lia yang berpikiran hal buruk tentang Rima. " ih.. ngeri... Lia yang membayangkan sesuatu hal buruk yang terjadi dengan Rima. Lia mengunci kontrakannya dan langsung bergegas untuk pergi dengan seribu langkah menuju kontrakan Rima.


__ADS_2