AKU TAK AKAN MEREBUT ENGKAU DARI DIA

AKU TAK AKAN MEREBUT ENGKAU DARI DIA
episode 22 gosip


__ADS_3

"udah dong sita jangan nangis Mulu? "Santi yang kebingungan karena sita terus menerus menangis.


Loe sih, cari gara gara dengan mereka ? coba tadi Loe gak cari gara gara, mungkin kejadiannya tidak seperti ini lirik Santi . " jadi Loe nyalahin gua gitu ? sita yang tidak terima Santi menyalahkan dirinya. " gua gak bermaksud gitu sita ? syukur aja , Loe gak jadi di jual ma dia..! ngeri tau ! lirik Santi dengan membayangkan jika hal itu terjadi.


" gua mau pulang " Sita yang bergegas keluar dari kamar Santi. " eh... ini sudah tengah malam, gak usah loe pulang , nginap aja di sini " kata Santi dengan menghentikan sita untuk keluar. "


" tapi... Santi ? sita yang malas .


tak usah keras kepala ! dengan merangkul sita dan menutup pintu. " udah tak usah di pikirin lagi , yang penting sekarang Loe tu dalam ke adaan baik baik saja" lirik Santi dengan menarik selimut.


"ayu buruan tidur , emang kamu belum ngantuk apa , " Santi yang sudah menguap dan ia pun tak sadarkan diri.


" Santi.... Santi... ya ampun ni anak sudah tidur ", sita yang masih belum bisa tidur. ia masih membayangkan jika hal itu terjadi pada dirinya. sehingga membuat dia semakin susah untuk tidur.


" Lia bangun... teriak Rima membangunkan Lia masih tidur." berisik amat sih " ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. " Lia, kamu tidak kerja apa ? ini sudah pagi ? dengan menarik selimut yang di pakai Lia. " ya ampun Rima , aku masih ngantuk... ? lirik Lia yang masih memejamkan matanya.


"bangun gak , kalau kamu gak bangun aku siram ni ," dengan mengambil air dari kamar mandi dan membawanya pakai gayung . " iya iya... masih ngantuk juga " lirik Lia dengan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


" bagus..., gitu dong , buruan mandi biar kita berangkat " ucap Rima yang dari tadi sudah siap siap . " ni bawa sekalian " dengan menyodorkan gayung ke Lia.

__ADS_1


" iya iyaa...dengan menerimanya , ia pun masuk ke kamar mandi, setelah itu ia pun keluar dari kamar mandi.


" Rima ..., kok gak ada ? Lia yang mengacak acak lemari. " oh, iya aku sudah pindahkan ke lemari sebelah " Rima yang sibuk dengan ponselnya.


Lia memang sudah sering nginap di kontrakan Rima saking sering nginap , kontrakan Rima jadi rumah ke dua bagi Lia.


" kenapa kok senyum senyum sendiri " lirik Lia yang melihat Rima ketawa sendiri . " ada deh" jawab Rima . " jangan jangan kamu chatan dengan dia ya ? " Lia yang sudah kepo. " sok tau kamu , ayok berangkat entar kita telat lagi tutur Rima dengan bergegas. " telat juga gak apa apa kan bareng sama bos " dengan santai. " ayo buruan ... Rima yang sudah keluar . iya... dengan mengekor dari belakang.


Lia menghidupkan motornya dan langsung melajukan motornya menuju restoran.


" kalian ngomongin apa sih.. " tanya Caca kepada gengnya Sarah . " emang kamu tidak tau ca ? tanya Sarah . " tau apa... , itu si Lia ... emang kenapa dengan mbak Lia... , Caca yang belum paham apa maksud Sarah.


" kok mbak Sarah ngomong gitu sih ? gak baik Loe menjelekkan teman sendiri " ucap Caca. " kenapa kamu bela dia, emang benar kok. mentang mentang bos kita sahabatnya suka suka dia aja , ucap yang lain lagi dengan menyudutkan Lia. " iyalah kamu kan dekat ma dia,wajar lah jika kamu bela dia " tutur yang lain lagi. " kok jadi gini sekarang nyalahin aku " ucap Caca yang merasa teman teman nya seolah menyudutkan dia.


udah diam, tu orang sudah datang bisik yang untuk memberitahukan jika Lia sudah datang.


" pagi semua " sapa Lia kepada mereka , pagi juga .. tapi Caca doang yang membalas sapaan Lia. mereka hanya melihat Lia secara sinis dan pergi dengan satu persatu untuk menghindari Lia. " mereka kenapa ? tanya Lia kepada Caca . " kurang tau mbak " bohong Caca.


" dasar orang pada eneh semua " gumam Lia yang tak menghiraukannya.

__ADS_1


" ketika Lia mencoba mendekati mereka , mereka membuat jarak terhadap Lia. bahkan mereka tidak mau bicara sama sekali dengan Lia. " ini orang orang di restoran ini, pada bisu atau gimana sih ! batin Lia dengan heran.


" udah tak usah di pedulikan , ucap Caca memang dari tadi sadar jika yang lain membuat jarak terhadap Lia.


Lia orang yang super tak peduli dengan orang maka ia tak merasa masalah dengan sikap teman temannya itu.


hari pun sudah sudah sore, jam waktu Lia untuk pulang . sebelum ia pulang ia, masuk dulu ke ruangan Rima, setelah itu ia keluar lagi, ia melihat rekan rekannya seolah olah membicarakannya.


" apa mereka bicarakan ya ? sampai segitu mereka melihat aku ? batin Lia dengan penuh tanya. " ah... ngapain juga aku pikirkan, mau mereka menjelekkan aku atau tidak terserah mereka, yang penting jangan sempat aku dengar jika mereka menjelekan aku, habis ku buat " batin Lia dengan meninggalkan restoran.


" tok.. tok... tok... masuk teriak Rima dari dalam.


" permisi mbak " iya silahkan ucap Rima yang sibuk dengan laptopnya. " ada apa mas, bukannya sudah jam waktu pulang mas ? tanya Rima ke dewa.


" iya aku tau..., tapi ada yang aku bicarakan dengan mbak " Kata dewa dengan serius, Rima pun langsung menghentikan kesibukkan nya.


" ada apa " tanya Rima dengan siap mendengarkan. " gini loh mbak ,apakah mbak sudah mendengar kabar tentang Lia " tanya dewa . " kabar tentang apa ya " Rima yang belum mengerti. " gini mbak, anak anak yang lain sedang omongin tentang Lia, mereka mengadu ke saya, katanya jika Lia kerjanya hanya mengatur saja, dan kerja yang sebelum malah yang lain yang kerjakan, bukannya bagian Lia adalah di bagian dapur untuk bahan bahan keperluan yang akan di masak, tapi kenapa dia sekarang di bagian pelayan . seperti itu mbak " tutur dewa menjelaskan. " Oo... seperti itu, ok... besok biar saya akan meluruskan masalahnya ini. kata Rima dengan santai. " ok mbak jika seperti itu hanya itu saja yang saya sampaikan ucap dewa. dewa pun keluar dari ruangan tersebut. " ada ada aja anak anak batin Rima dengan meneruskan pekerjaannya.


dret.. dret... ponsel Rima bunyi. " siapa sih... batin Rima dengan mengambil ponselnya.

__ADS_1


" dasar... batin mawar dengan tersenyum setelah membaca pesan dari ponselnya. hari ni sangat melelahkan sekali " batin Rima dengan menggerakkan tubuhnya. Rima membereskan berkas berkas yang berantakan dengan rapi di atas meja dan ia pun mensudahi pekerjaan nya .


__ADS_2