
" selesai juga, batin Rima dengan menggerakkan tubuh yang terasa kaku. ah.. sudah waktu jam pulang batin Rima dengan
merapikan mejanya dan bergegas untuk pulang.
" Caca.. Rima memanggil Caca yang sedang bergabung dengan temannya yang lain. " iya mbak " jawab Caca dengan menghampiri Rima. " kamu lihat Lia tidak " tanya Rima yang tidak melihat Lia sama sekali. " Oya mbak, Lia baru saja pulang, seperti nya dia buru buru ? jawab Caca. " buru buru, emang kenapa "!tanya Rima lagi . kurang paham mbak" , Caca yang memang tidak tau kenapa Lia buru buru. " 0o gitu .. .
"Caca ayo buruan pulang" teriak temannya memanggil. " mbak duluan ya " kata Caca dengan bergegas menghampiri teman temannya.
"padahal ada yang ingin aku katakan ?" batin Rima . Rima kembali lagi lagi masuk ke dalam restoran. " mbak kenapa belum pulang " tanya dewa yang sudah mau berangkat untuk pulang. " ntar aja pulangnya.. lagian masih ada kerjaan yang belum selesai mas " jawab Rima.
" kamu itu baru pemulihan, jangan di paksakan untuk kerja, kamu istirahat saja, lagian kan ada chef Dinus yang akan handel restoran ". dewa yang menesehati Rima.
kaki kamu masih pincang jalannya, jika kamu terlalu banyak bergerak, pemulihan kesembuhannya semakin lama" tutur dewa lagi. " ok deh... ucap Rima dengan mengurungkan niatnya untuk lembur. " Oya Rima aku antar kamu ya pulang " kata dewa dengan memberi penawaran kepada Rima. " dewa selalu memanggil nama ke Rima jika di luar jam kerja, demikian juga Rima akan memanggil dewa dengan sebutan nama saja , jika di jam luar kerja.
aku bisa sendiri kok wa , jawab Rima dengan menolak. " kaki kamu masih pincang gitu jalannya " nanti kamu kenapa Napa gimana? " tanya dewa dengan penuh harap jika Rima tidak akan menolaknya.
" ok deh terserah kamu " Rima mengalah karena tidak enak terus menolak tawaran dari dewa.
mereka pun bergegas keluar dari restoran menuju ke parkiran di mana motor dewa di parkiran ." kita naik motor tidak apakan ? " tanya dewa
__ADS_1
tidak apa apa wa " dengan memakaikan helm yang di berikan dewa. " ayo naik.. biar kita
berangkat". ok.. ok .. Rima yang menaiki motor tersebut. dewa pun melajukan motornya.
"ah... pake acara lampun merah lagi... teriak Mario dengan kesal. dan tanpa sengaja ia melihat Rima dengan seseorang . " " bukan itu mbak Rima, dengan siapa dia " batin Mario dengan menyelidiki siapa yang berani membonceng Rima.
" apakah lelaki itu pacarnya mbak Rima " batin Mario dengan penuh tanda tanya. " ah gak mungkin, seperti mbak Rima belum punya pacar.. tapi jika pacar mbak Rima gimana ? ah pacar tak apa apa , yang penting jalur kuning belum melengkung " batin Mario yang tak karuan ketika melihat Rima dengan pria lain.
lampu merah berubah jadi lampu ijo, ia melihat motor itu melaju, maka Mario pun mengikuti motor yang membonceng Rima. karena ia semakin kesal melihat pria itu begitu akrab dengan Rima , maka ia menghadang motor tersebut.
"hai ... hati hati dong" teriak dewa dengan ngerem motornya. aduh.... teriak Rima yang kaget . "ada apa sih wa " tanya Rima yang kesal . " aku juga tidak tau rim, mobil itu berani menghadang kita " dengan mengarahkan pandangan mobil yang ada di depan mereka. " sepertinya tu mobil aku kenal , tapi mobil siapa ya " batin Rima dengan membuka helmnya. Mario pun keluar dari mobilnya dan menuju ke arah mereka . " ah si bocah tengil " ngapain dia... teriak Rima ketika Rima melihat Mario keluar dari mobil itu. " kamu kenal dia rim " tanya dewa karena mendengar ucapan Rima. "
" gua hanya bertanya saja ke Loe, Loe itu siapa dia ? dengan menunjukkan ke arah Rima . " apa urusan Loe, gua punya hubungan apa dengan dia " jawab dewa yang tidak merasa takut dengan sikap Mario.
" gua hanya bertanya saja, jika Loe sudah menjawab pertanyaan gua, gua gak akan ganggu Loe " kata Mario yang menahan emosi.
" apaan sih..." tanya Rima yang tidak mengerti apa maksud Mario dengan pertanyaan nya. " mbak diam saja, aku hanya bertanya ke dia " ucap Mario dengan tidak sabaran atas jawaban dewa.
" dewa menatap Rima yang tidak paham apa maksud dari pria yang ada di hadapannya ini. " jawab ... " dengan menahan emosi . " dia rekan kerja aku sekalian teman aku " jawab dewa .
__ADS_1
Mario.... terdiam dan merasa lega ternyata dewa hanya teman saja. " ok... terima kasih atas jawabannya ucap Mario dengan perasaan lega.
"mbak pulang bareng aku " Mario yang langsung menarik tangan Rima. " hai apa apaan sih... asal tarik tarik saja, dengan menahan mereka. "ini bukan ada urusan dengan Loe ya " jawab Mario. " iyalah ada urusan dengan gua , dia ini teman gua " jawab dewa. " hanya teman kan bukan pacar... ? tanya Mario yang tidak mau kalah. Mario menarik tangan Rima lagi tapi di hentikan oleh dewa lagi. " mau Loe Apa sih... " Mario yang sudah kesal. " hai orang aneh.. tiba tiba Loe menghadang , terus membawa teman gue begitu saja, emang Loe siapa ? tanya dewa yang sudah mulai emosi.
" Loe Nanya gua siapa ... kenalin gua Mario Mahendra calon pacar dia" dengan melirik Rima. " calon pacar ?? dengan menatap Rima.
" lepasin aku Mario dengan melepaskan genggaman Mario. " kamu kenal dia rim " tanya dewa yang masih kebingungan dengan ucapan Mario. " Rima menganggukkan kepalanya.
sudah jelaskan bukan ! dengan menarik tangan Rima dan membawanya pergi. " Mario... teriak Rima yang mencoba melepaskan genggaman Mario tapi tidak bisa tenaga Mario lebih kuat.
" mbak berisik amat sih" ucap Mario dengan tak tanggung tanggung langsung menggendong Rima. " Mario turunin aku " teriak Rima ... tapi Mario tidak mempedulikannya, ia membawa Rima ke mobilnya .ia pun melajukan mobil untuk pergi , tatapan dewa yang masih kosong belum sadar atas apa yang dia dengar dari Mario.
" sejak kapan Rima kenal dengan pria itu.. ? bukan selama ini Rima tidak pernah mau mengenal laki laki mana pun ? terus kenapa Rima dengan cepat nya menerima laki laki yang baru ia kenal?" batin dewa Penuh tanda tanya.
Rima memang jarang dekat dengan seorang pria, banyak sih mencoba mendekati Rima., tapi tak ada satu pun pria yang bisa mengambil hatinya. " Rima yang masih nyaman dengan kesendirian, meski umur sudah cukup matang untuk menikah. tapi ia masih berfokus ke pekerjaannya. bahkan dewa juga sudah berusaha mendekati Rima, sampai sekarang dewa belum bisa menaklukkan hati Rima yang begitu sulit menerima pria. selama dewa mengenal Rima , dewa sudah menaruh hati ke Rima, tapi Rima yang selalu menutup hatinya kepada setiap pria yang mencoba mendekatinya.
" ah gak mungkin.. Rima pacaran dengan orang itu " batin Dewa dengan menyakinkan diri sendiri yang dia dengar belum tentu sebenarnya. " dewa melajukan motor dengan perasaan yang tak karuan dan masih syok atas pengakuan orang aneh itu.
,
__ADS_1