
" Randa Abang kamu mana , kok belum keluar dari kamarnya " tanya Henny kepada Randa yang sedang menikmati sarapan nya. " masih tidur kali ma! jawab Randa. " memang ya Abang kamu kebiasaan telat bangun " tutur Henny dengan bergegas ke kamar Mario.
tok... tok... tok... Henny mengetuk kamar Mario.
Mario ... Mario.... dengan mengetuk kamar Mario., tapi Mario tidak membukanya. Henny mencoba membuka pintu kamar Mario ternyata tidak di kunci. Henny pun langsung masuk ke dalam. ya ampun... teriak Henny yang melihat Mario masih tidur. " Mario.... Mario ... bangun ..
Mario... dengan menarik selimut yang di pake Mario. " Rima sayang jangan ganggu aku , ini semua gara gara kamu ... ucap Mario yang masih berada di alam mimpi. " ya ampun ni anak, di bangunin bukan bangun malah mengigau lagi " dengan menggoyangkan tubuh Mario. " apa lagi sayang , aku gak bisa tidur tu gara gara kamu, aku selalu teringat ke kamu ? Mario yang masih mengigau. " mario..... ini mama ... bangun buruan teriak Henny. " mama ..... Mario yang terkejut dan langsung duduk dan mengusap wajahnya dengan menatap mama yang sudah berdiri di depannya. " mama ... ucap Mario. " kamu iya, udah anak kuliahan masih saja seperti anak SD " ucap Henny dengan geleng geleng kepala.
" kamu tidak kuliah hari ini " tanya Henny dengan muka masam.
"kuliah kok ma dengan berdiri mendekati Henny. "mama jangan marah gitu dong ma anak sendiri " ucap Mario dengan mencium pipi Henny dan tersenyum . Mario langsung bergegas ke kamar mandi sebelum Henny meledak. " ya ampun... punya anak ... lajang tapi masih aja seperti bocah kelakuannya " gumam Henny yang pusing melihat tingkah Mario .
" Randa , mama mana" tanya Danu dengan menarik kursi dan ia pun duduk
" mama di kamarnya bang Mario " jawab Randa yang sedang menikmati sarapannya.
Henny yang datang ke meja makan dengan muka masam dan kesal atas sikap putra pertamanya itu. " mama kenapa kok muka gitu " tanya Danu. " anak papa tu... pusing mama di buatnya " jawab Henny dengan menyiapkan sarapan buat Danu. " kenapa lagi dengan dia " tanya Danu dengan menyantap sarapannya. " udah kuliah, tapi masih saja kelakuannya seperti bocah SD" jawab Henny yang mencoba menenangkan dirinya.
" biarin aja, ntar dia sadar sendiri kok " jawab Danu dengan santai. " papa... kok di biarin , anak papa itu sudah Anak kuliahan loh ? masa di biarin terus... , kapan berubahnya pa ? Henny yang semakin pusing buat Danu. " mungkin nanti jika dia punya pacar gitu ? jawab Danu yang tak terlalu mikirin tingkah Mario.
__ADS_1
" terserah papa deh, mama pusing " Henny yang tak mau lagi berdebat mengenai anaknya yang pertama itu.
" ma, pa Randa berangkat dulu " ucap Randa dengan mencium punggung ke dua tangan orang tuanya. " iya, hati hati jangan pacaran Mulu " ucap Henny . " iya ma... teriak Randa yang sudah berada di pintu utama. " pagi ma pagi pa Mario yang sudah mau siap siap berangkat ke kampus.
Mario berangkat dulu ya " dengan mencium punggung tangan kedua orang tuanya. " tidak sarapan dulu" tanya Henny. " tidak usah ma, kelamaan nanti aku telat " jawab Mario dan langsung pergi.
" kenapa muka tu, kusut amat tanya Ardi kepada Mario yang baru saja tiba di kelas. " habis begadang " jawab Mario dengan tak bersemangat . " begadang ngapain.. main game ? , gak... tapi tidak bisa tidur ? tidak bisa tidur.. mikirin apa sih Loe , Sampai tak bisa tidur ? , gua mikirin mbak Rima " jawab Mario dengan spontan. " mbak Rima ? hahaha... Ardi yang tertawa seketika Mario menyebut nama Rima . " kenapa Loe ketawa , ada yang lucu ". ucap Mario . " Loe masih mikirin dia, aku kira kamu sudah move on dari dia, habis kemarin kemarin loe bilang tidak mau lagi dekat dekat dengan dia agar bisa move on dari dia, eh malah hahaha... Ardi ketawa lagi.
" gak ada lucu juga , kenapa sih Loe tertawa " Mario yang pukul punggung Ardi dengan tasnya. " gimana gua gak ketawa, kemarin Loe bilang Lo gak mau lagi dekat dengan dia, karena Rima jaga jarak dengan Loe, sekarang Loe bilang kepikiran ma dia ! ya gua bingung kasih saran gimana ? jawab Ardi .
" menurut gua sih wajar mbak Rima jaga jarak ma Loe, dia mungkin suka pria dewasa gitu.. ya mungkin seumuran lah dengan dia ? jadi menurut gua, jika Loe masih mau memperjuangkan dia, Loe harus berubah lah, seenggaknya Loe bersikap lebih dewasa gitu " ucap Ardi memberi saran
" perempuan itu lebih suka pria yang bersikap dewasa , coba Loe ubah deh, cara Loe mendekatinya, ya seperti pria dewasa yang mendekati wanita yang ia suka ! tutur Ardi . " jadi menurut Loe gua kurang dewasa gitu , gua sudah umur 18 tahun bro, itu Sudah si katakan dewasa ucap Mario . " iya gua tau..tapi cara Loe mendekati dia itu, pake cara anak SMA , ya mana kena ? ucap Ardi mengejek " ah... pusing gua jawab Mario...
selamat pagi anak anak sapa dosen yang datang pagi pak jawab mereka bersamaan. maka dosen memulai membuka materi yang akan mereka pelajari.
" siang mas, pesan apa tanya pelayan kepada Randa . " mau pesan " dengan membuka menu yang tersedia . pesan ini mbak dengan menunjukkan menu . Oya mas siap. kami akan persiapkan ucap pelayan dengan meninggalkan
Randa . " mana ya... " dengan mengamati sekeliling restoran . " kok dia tidak ada " batin Randa dengan masih mengamati sekeliling restoran. " silahkan mas " ucap pelayan dengan menghidangkan pesanannya. " terima kasih mbak " ucap Randa. " mbak , tunggu.. pelayan yang sudah bergegas ingin pergi. " iya mas" jawab pelayan. " em, di restoran ini yang bernama Rima ada gak ? tanya Randa . " maksud mas mbak Rima bos restoran ini ? tanya pelayan . " iya mungkin seperti itu" jawab Randa. " Oo ada kok mas, tapi dia di ruangannya , emang ada perlu apa ya mas ?" tanya pelayan itu. " boleh kamu panggilan dia , bilang aja adek ipar nya mau ketemu " jawab Randa dengan santai. " Oo mas ini adek ipar mbak Rima ? ok mas bentar ya aku tak panggilan ucap pelayan dengan bergegas ke ruangan Rima. " mbak Rima punya adek ipar ? bukan mbak Rima jomblo " batin Caca yang masih bingung.
__ADS_1
tok... tok... tok... Caca mengetuk pintu ruangan Rima. " silahkan masuk " ucap Rima dari dalam.
Caca membuka pintu dan menghampiri Rima yang berada di meja kerjanya. " ada apa ca ? tanya Rima yang sedang sibuk dengan laptopnya. "mbak ada adek ipar mbak , dia mau ketemu sama mbak " ucap Caca . " adek ipar... " Rima bingung maksud Caca . " adek ipar gimana sih ca" tanya Rima yang belum mengerti . " iya adek ipar mbak, sekarang dia ada di depan sedang makan ! katanya sih mau ketemu sama mbak ! ucap Caca. ya udah ntar lagi aku depan " jawab Rima . " iya mbak " ucap Caca dengan meninggalkan ruangan Rima. " siapa sih yang ngaku ngaku adek ipar... " batin Rima dengan bergegas. keluar dari ruangannya.
" mbak ? teriak Randa memanggil Rima ketika ia melihat Rima " Rima yang mendengar suara yang memanggil nya dengan mengarahkan pandangan dengan menunjuk kan dirinya , Randa pun mengangguk-angguk untuk menjawab Rima. Rima pun menghampirinya orang yang memanggil nya. " ada apa ya... tanya Rima yang belum paham siapa yang memanggilnya." mbak ni aku Randa " jawab Randa kepada Rima yang masih bingung. " Randa"... Oya ya ampun , maaf mbak nggak ingat sama sekali ! ucap Rima yang sudah mengingatnya . " silahkan duduk mbak" Randa yang mempersilahkan Rima untuk duduk. " kamu sendiri ? tanya Rima. " iya sendiri, emang mbak Rima mau dengan siapa ? sama bang Mario gitu...? tanya Randa kembali ke Rima. " gak gitu loh Randa , aku kira dengan pacar kamu ? itu loh yang kemarin , siapa sih namanya, mbak lupa ? tanya Rima dengan mengingat ingat. " maksud mbak yanda ? jawab Randa " " iya Yanda ... , dia itu bukan pacar aku mbak ? dia hanya teman sekolah saja, gak lebih ! . " pacar juga gak masalah sama mbak, orang cantik kok ? . " tapi dia bukan pacar aku mbak ! Randa dengan wajah mangyun . " ok.. ok .., tapi ngomong ngomong , kamu mau ngomong apa sama mbak ? tanya Rima yang penasaran dengan kedatangan Randa. " nggak ada apa apa, cuma mau ngomong doang sama mbak ? jawab Randa dengan polos."ah.... , kamu gak ada perlu gitu " tanya Rima dengan memastikan lebih jelas. " iya, aku hanya ingin ngobrol aja sama mbak, habis jika ngobrol sama mbak asyik orang nya" jawab Randa yang menikmati makanannya. " Oya mbak ... mbak sudah makan siang kah ? tanya Randa yang dari tadi asyik ngobrol jadi ia lupa menawarkan makan bareng." mbak sudah makan siang kok ", gak apa apa lanjutin aja makannya, biar mbak temani kamu makan " jawab Rima dengan gemas melihat Randa.
" andai Mario sifat kayak Randa , udah dari kemarin aku ... apa apa sih kamu Rima , kok jadinya ke Mario ! batin Rima .
" gak gak... , jauhkan pikiran kamu yang tak masuk akal itu " batin Rima dengan yang berdebat dengan perasaan sendiri.
" itu siapa ... batin Lia yang dari tadi memantau Rima yang sedang berbicara dengan Randa.
anak SMA lagi, serius ni si Rima batin Lia yang penuh tanda tanya. " mbak ngapain... ngintip ngintip gitu ! " bisik Caca kepada Lia yang sedang serius mengintip mereka. " ca... kamu tau tu siapa cowok ? tanya Lia yang masih fokus mengintip. " kata sih, tadi adik ipar ? jawab Caca dengan apa adanya . " ah... adik ipar ?.. pekik Lia yang terkejut. jangan kencang kencang mbak, nanti di dengar sama mbak Rima to ? jawab Caca pelan. " habis sih kamu bilang adik ipar , iya kaget aku ? pacar saja Rima belum punya , malah adek ipar sudah ada ? Lia yang semakin bingung. " serius to mbak Lia , habis tu si cowok yang bilang ke aku , katanya dia mah adik ipar mbak Rima to mbak ? kata Caca dengan yakin.
" kalian ngapain.. ngumpet ngumpet gitu..? tanya dewa yang lihat Caca dan Lia. " mas dewa... Caca dan Lia bersamaan mengucap "
masih ada kerjaan banyak malah mengendap endapan gini " kata dewa yang menatap tajam ke mereka ." iya mas ucap mereka dengan pergi ke dapur. " mereka lagi ngintip siapa sih ? batin dewa dengan mengintip juga ." ah... tu kan Rima, dengan siapa dia ? anak SMA , yang benar aja Rima ? masa sama anak SMA sih ! " batin dewa yang masih tidak percaya dengan apa yang lihat .
" makasih banyak ya mbak , sudah menemani aku makan" ucap Randa dengan senang . " ok gak apa apa mbak juga senang bisa ketemu dengan kamu ! jawab Rima.
__ADS_1
Oya mbak boleh kita Poto bareng ? " tanya Randa . " buat apa ? , iya buat kenangan kenangan Saja " ucap Randa. " terserah kamu lah " jawab Rima yang tidak keberataan . Randa pun mendekat ke Rima dan mengambil gambar mereka. " terima kasih mbak , aku pamit pulang dulu ! kata Randa . " kamu hati hati " kata Rima , Randa pun pergi meninggalkan restoran tersebut dan Rima kembali ke ruangannya.