
" lagian aku memakai baju lengan panjang dan. celana panjang Tak akan membuat terasa dingin kok". dengan memaki kan jaket ke Rima.
" terima kasih " dengan senyuman tipis.
hujan masih deras, di tambah lagi larut malam membuat Rima semakin ngantuk.
mbak , kok bisa ada di acara tersebut " tanya Mario dengan penasaran kenapa Rima ada di acara pesta kampusnya.
" pihak kampus ketering ke restoran kami " jawab Rima dengan singkat. " Oo gitu... melirik Rima yang sedang menguap.
kenapa aku ngantuk banget ya" batin Rima dengan menahan rasa ngantuk ya.
jangan ngantuk dong... batin Rima dengan melihat ke adaan hujan masih saja deras, di tambah lagi suara petir sangat keras.
" mbak ngantuk.. tanya Mario yang melihat Rima yang semakin menguap. Rima hanya tersenyum tipis , karena ia memang sangat ngantuk sekali. Mario mendekat duduk ke arah Rima. " mau ngapain " tanya Rima ketika Mario sudah dekat banget dengan dia. Mario menyandarkan kepala Rima ke bahunya. "tidurlah, jika nanti sudah reda aku bangunin " ucap Mario masih saja bersikap biasa. karena memang benar benar ngantuk tak menunggu beberapa detik Rima sudah tidur.
Mario tersenyum sendiri ketika ia melihat wajah Rima. " tidur aja, mbak masih aja kelihatan cantik" batin Mario dengan mengelus rambut Rima.
" mbak, gimana aku bisa jauh dari mbak, semakin aku jauh, rasa ini semakin kuat, apalagi jika mencoba tidak peduli dengan mbak, perasaan ini semakin sayang ke mbak" batin Mario dengan tak henti memandang wajah Rima.
__ADS_1
" bahkan mbak tidak ada rasa sama sekali ke aku, setiap aku mencoba mendekati mbak, mbak selalu membuat jarak antara kita , iya aku tau, mbak tak akan pernah bisa jatuh cinta dengan pria seperti aku, apalagi aku yang selalu mbak katain yang masih bocah batin Mario lagi dengan perasaan yang tak karuan.
" seharusnya kamu sadar Mario, dia Tak akan mencintai kamu, kamu tau bukan, kamu bukan pria idaman dia,dia itu lebih suka dengan pria yang dewasa, mapan , bukan seperti kamu yang masih ingusan.. " batin Mario berdebat dengan hatinya sendiri.
" terus aku harus bagaimana mbak, bagaimana aku bisa melepaskan mbak sedang cinta ini semakin kuat ? apa yang aku perbuat mbak , sedang takdir sudah pertemukan kita, aku tidak bisa lari dari takdir ini, semakin aku lari semakin takdir membuat kita semakin dekat... dengan mata berkaca kaca. aku sangat rindu dengan mbak... sangat rindu... dengan mencium kening Rima.. begitu lama Mario mencium kening Rima sehingga ia tak sadar air matanya bertetesan sehingga membuat mata Rima jadi basah, karena air mata Mario jatuhnya Dimata Rima.
Rima yang akan sadar mata sudah basah, ia terbangun... Mario langsung mengusap air matanya dan membuang wajahnya .
karena mata basah, Rima mengusapnya dan heran kenapa matanya bisa basah seperti itu.
" hujan belum reda ya " Rima bertanya karena Mario tidak melihat sama sekali ke arahnya dari Rima bangun.
" seperti hujan sudah agak reda, kita sudah bisa berangkat.. gak enak jika orang orang melihat kita berdua disini , dengan bergegas ke arah motornya tanpa melihat Rima sama sekali.
karena sikap dingin Mario tiba tiba membuat Rima merasa canggung dekat Mario. " ayu. buruan... ucap Mario dengan memakai helpnya.
Rima yang saja duduk di halte membuat dia bingung harus bersikap bagaimana dengan Mario yang tiba tiba saja ia bersikap dingin.
" mbak , mau pulang apa tetap masih disitu " manggil Rima . "iya " Rima yang bergegas menghampiri Mario.
__ADS_1
mereka pun pergi dari tempat itu, dengan melajukan motornya dengan cepat .
Mario memang sengaja bawa motor, karena jika ia bawa mobil maka sita akan meminta nya agar menghantar dia pulang, tapi jika naik motor sita tak akan memintanya karena ia tidak suka naik motor, Mario memberi alasan jika mobilnya lagi di bengkel.
Mario juga sengaja pulang tidak bareng dengan teman temanya, karena ia pingin sendiri ketika ia melihat Rima di waktu pesta tersebut sangat dingin terhadapnya. sehingga membuat ia tak karuan atas perasaannya.
tau taunya malah bertemu dengan Rima di jalan, sebenarnya Mario tak ingin menghampiri Rima, tapi karena hujan membuat Mario mengurungkan niatnya , ia melihat Rima dalam ke sendirian di larut malam di tambah lagi hujan begitu deras. ia juga berteduh dengan berjarak jauh dari Rima, seenggaknya ia bisa memantau Rima. setelah hujan reda ia. juga melihat Rima mencari alat kendaraan untuk mengantarnya tapi tidak ada juga maka Mario tidak tega melihatnya, ia pun menghampiri Rima yang berada di halte tersebut.
" Mario...ucap Rima dari belakang nya . Mario hanya melirik saja dari depan. " bolehkah aku memelukmu " tanya Rima tiba tiba saja. Mario terkejut mendengar perkataan Rima yang tiba tiba saja meminta agar dia memeluk nya , tapi Mario hanya diam saja , tidak memberi jawaban . " maaf ya " ucap Rima dengan memeluk Mario dari belakang . " Rima yang begitu rindu dengan Mario membuat terasa hangat ketika memeluk Mario dari belakang, tanpa sadar Rima meneteskan air matanya dan menahan tangisannya dari belakang agar tidak di dengar oleh Mario. " semakin Rima merasakan rindunya terobati maka semakin erat Rima memeluk Mario. " bocah.... aku sangat rindu denganmu sungguh rindu.... batin Rima semakin mendekap Mario dari belakang "
karena Mario juga merasa dekapan Rima begitu erat dan membuat dia merasa pelukan itu sangat ia rindukan , sehingga ia memperlambat melaju motornya. " aku tak ingin pelukan ini berakhir begitu saja, aku ingin mbak akan memeluk diriku kelak " batin Mario... dengan mata berkaca kaca. tanpa terasa mereka Sampai juga di kontrakan Rima. " sebelum turun Rima mengusap wajahnya agar tidak ketahuan jika ia sedang menangis. " terima kasih ya , sudah mengantar aku, Oo ya aku minta maaf jika tadi memeluk kamu, aku tak ada niat apa apa , hanya karena aku merasa dingin saja, ucap Rima dengan bersikap biasa . " ok tidak apa kok, jawab Mario dengan cuek. Mario pun melajukan motornya untuk pergi. " tapi Rima menjadi jadi menangis setelah Mario pergi. " apakah kamu tidak tau kenapa aku memeluk kamu bocah tengil.., teriak Rima dengan tak karuan.
" karena aku rindu denganmu.... sangat rindu... aku bingung... kenapa satu hari saja aku tidak dapat melihat kamu, rindu ini semakin jadi jadi... hati ini rasanya sakit jika tak ada kabar kamu satu hari saja , hati tak tenag..jika aku tidak melihat dalam satu hari saja teriak Rima yang melampiaskan keresahannya.
di tengah jalan Mario menghentikan motornya.
" mbak.... aku cinta sama mbak... sungguh cinta... teriak Mario dengan mengeluapkan emosinya..
apa yang aku harus lakukan mbak... ! dengan sikap mbak tersebut aku bingung.... ! mbak membuat jarak antara kita, tapi ... takdir selalu mempertemukan kita... aku harus bagaimana mbak..??. jika mbak tidak ada rasa sedikit pun untuk ku teriak Mario dengan sekencang kencangnya... agar emosi bisa terlampiaskan. '
__ADS_1