AKU TAK AKAN MEREBUT ENGKAU DARI DIA

AKU TAK AKAN MEREBUT ENGKAU DARI DIA
episode 23 nonton bioskop


__ADS_3

sebelum pulang Rima singgah sebentar di sebuah toko untuk membeli keperluan pribadinya. Rima yang lagi memilih milih , tiba tiba saja , tidak sengaja ada yang menyenggol Rima. " maaf ..., gua gak sengaja liriknya kepada Rima. " tidak masalah " jawab Rima dengan tidak menghiraukan orang tersebut. " hai.... dia yang memanggil , tapi Rima tidak mempedulikannya . Rima yang sudah selesai belanjanya ia pun membayarnya ke kasir. " terima kasih " ucap Rima dengan menerima belanjaannya dan ia pun keluar dari toko tersebut. Rima yang sedang memesan ojek online , tiba tiba saja orang itu menghampiri Rima. " hai ... dengan memberi senyuman " kamu .. mau pulang " tanya ke Rima. " aku mau pulang apa urusan kamu " jawab Rima dengan menjauh dari orang tersebut. " sombong amat " batinnya. " tapi gua suka dengan cewe seperti ini , lirik dalam batin ia semakin penasaran dengan Rima. ngapain sih orang masih disitu , pergi kek gitu batin Rima dengan tindak tenang.


eh... stop Rima yang menghentikan Mario yang naik motor lewat dari depan dia.


" antar aku pulang ? ucap Rima kepada Mario. " apa apa sih mbak aku ada urusan ni, bisa bisa kau telat " ucap Mario . " ah...pokok aku di anterin ? dengan langsung menaiki motor Mario. " mbak kok naik sih ? tanya Mario. " suka aku, jalan" Rima yang tidak pedulikan Mario yang tidak suka. Mario pun menjalankan motor dengan terpaksa.


" syukur deh Mario lewat" , batin Rima dengan perasaan lega .


" Mario kita mau kemana ? tanya Rima karena arah jalan yang di bawa Mario bukan jalan ke arah kontrakannya. " aku kan sudah bilang ke mbak , aku ada urusan, eh malah mbak nyosor naik " ucap Mario. " tapi kamu bisa kan antar aku dulu ? rengek Rima. " mbak kalau aku antar mbak dulu , aku bisa telat ? dengan menambah kecepatan. " Mario pelan " teriak Rima dari belakang. " mbak aku buru buru ! dengan semakin cepat.. Mario... teriak Rima dengan terpaksa ia memeluk Mario dari belakang "


" gitu dong dari tadi " batin Mario dengan senyum senyum merasa puas. Mario memang sengaja menambah kecepatan motornya, dengan alasan jika ia buru buru. padahal dia tidak ada urusan.


" kamu mau ketemu dengan siapa ? tanya Rima , karena mereka sudah sampai di depan mall. ada deh.. jawab Mario dengan singkat. " ya udah kalau kamu mau ketemuan, aku pulang saja, ntar aku ganggu lagi " kata Rima dengan perasaan tidak suka jika Mario ketemuan dengan orang lain, apalagi jika itu perempuan.

__ADS_1


" eh tunggu kok asal mau pulang aja" dengan menahan Rima. " katanya kamu mau ketemuan , pasti kamu ketemuan dengan gebetan kamu kan ? ah.. aku pulang aja , ntar aku ganggu lagi ! Rima yang mulai tidak tenang ." kagak ganggu kok, ntar aku bilang ma dia kalau mbak itu kakak aku , jadi tenang saja " kata Mario yang tidak memperbolehkan Rima untuk pergi.


" kakak !! dengan melotot ke mario. " ogah ,aku mau jadi kakak kamu ? Rima yang melepaskan genggaman Mario. " lah.. aku harus bilang apa dong , gak mungkinkan aku bilang , mbak pacar aku ? kan gak lucu mbak ? Mario masih saja tetap kekeh pada pendiriannya. " ayok dong "dengan menarik tangan Rima". " dasar edan.. dia asyik pacaran , sedangkan aku jadi nyamuk " batin Rima dengan terpaksa ikut memasuk ke dalam Mall. mereka memasuki restoran yang ada di mall tersebut. mereka mencari tempat duduk yang masih kosong. " "dia mana , kok belum datang " tanya Rima yang sudah mulai gelisah. " siapa " Mario yang masih berpura pura . " itu ... gebetan kamu " Rima yang semakin tak tenang . " entar lagi mungkin datang kita pesan aja dulu, kamu mau apa .. ? tanya Mario dengan melihat menu. " terserah kamu saja " dengan wajah tak bersahabat. " mbak kenapa seperti gelisah gitu ? " Mario yang memperhatikan Rima yang tidak tenang. " gak apa apa" jawab Rima dengan pelan. Mario pun memesan makanan mereka dan tak lama kemudian pesanan mereka sudah di antar. tapi Rima masih saja tidak menyentuh makanannya. " kok tidak di makan sih mbak " tanya Mario. " aku tidak lapar " jawab Rima yang mengaduk aduk makanannya. " apa aku perlu suapi ? ucap Mario dengan menggoda Rima. "gak usah aku bisa sendiri " dengan memakan makanannya .


" mana ya gebetan Mario kok gak datang datang ya " batin Rima yang masih gelisah. " ih ini jantung kok semakin tidak tenang saja , dari tadi bikin gelisah terus . aduh.. ada apa ini.. kok berdetak semakin kencang ya " batin Rima yang semakin gelisah.


" apakah ini cemburu ? gak gak ini bukan cemburu ! sejak kapan aku punya rasa kepada Mario. dari dulu aku gak ada rasa kepada dia ? iya dari dulu gak ada batin Rima dengan mencoba menenangkan perasaannya. ". mbak siap ini kita nonton ya " Mario membuka suara dari keheningan setelah beberapa menit. " nonton ? terus gebetan kamu gimana ? Rima yang semakin bingung . "." gebetan... malah Mario tertawa. " kok tertawa sih , Rima yang semakin bingung. " siapa juga yang mau ketemu gebetan, aku hanya ingin makan saja kesini, itu doang !!


puas kamu sudah bohongi aku " Rima yang mulai merajuk. " sorry... aku minta maaf ya mbak ya? serius deh aku tidak bermaksud bohong ke mbak, habis mbak asal naik aja ke motor orang ! lirik Mario dengan tertawa.


" syukurlah jika gak ada gebetan " batin Rima dengan tersenyum tipis dan masih berpura pura masih merajuk.


"mbak, aku mau nanya , mbak tadi gelisah kenapa ? dengan menggoda Rima. " siapa yang gelisah , aku gak ada gelisah kok " jawab Rima . benar .. jangan jangan mbak cemburu lagi ? " Mario yang masih saja menggoda Rima. " siapa yang cemburu sih , aku gak cemburu , ngapain juga aku cemburu " Rima yang sudah salah tingkah. " syukurlah mbak gak cemburu. aku kira mbak suka denganku ! ucap Mario dengan dingin .

__ADS_1


" kenapa aku harus suka dengan kamu, itu gak mungkin ? lirik Rima dengan sedikit kecewa atas pernyataan Mario.


mbak mau kan nontonnya " tanya Mario. " untuk memastikan lagi . terserah kamu saja " jawab Rima .


mereka pun nonton, mereka mengambil film horor karena mereka sama sama suka dengan film horor.


" mereka mengambil bangku paling tengah dengan membawa cemilan yang sudah mereka persiapkan. " mbak yakin nonton nya " tanya Mario untuk menyakinkan Rima. "kamu pikir aku penakut apa " jawab Rima dengan tenang . ok kita buktikan " Mario menantang Rima . siapa takut ucap Rima dengan percaya diri.


keheningan suasana bioskop membuat film semakin horor. " dan tak sadar Rima yang mulai agak takut ia tak sengaja menutup wajah ke bahu Mario. " film semakin serem sehingga Rima semakin takut. Rima pun semakin menutupi wajah nya dengan jaket Mario. " Mario yang melihat ulah Rima , ia hanya senyum senyum dan mencoba memeluk Rima .


pelukan Mario yang di respon Rima, Mario semakin erat memeluk Rima, Sampai ia tak melepaskan pelukan itu, malah membuat Rima semakin nyaman dengan pelukannya , saking nyaman pelukan Mario membuat dia tertidur . " mbak ... mbak batin Mario, dengan mengelus rambut Rima terkadang ia senyum senyum sendiri ketika melihat Rima tidur membuat dia gemas. " katanya tidak takut eh malah tidur " dengan menggelengkan kepalanya .


" mbak ... bisik Mario dengan mengelus rambutnya tapi Rima tetap tidak bangun. malah Rima semakin memeluk Mario seperti bantal guling di rumahnya. " mbak film sudah habis, mbak tidak mau pulang bisik Mario lagi. sedangkan penonton yang lain sudah pada keluar. " mbak... masih saja Rima tidak bangun ." Mario melepaskan pelukan Rima dan ia pun menggendong Rima keluar dari bioskop tersebut. " mbak ... bangun ... bisik Mario kepada Rima , aku ngantuk... jawab Rima yang nyaman di gendongan Mario. " tapi gimana kita bisa pulang jika mbak tidur.. ayo bangun ... ucap Mario yang sudah tiba di parkiran. " Rima yang masih belum sadar sepenuhnya turun dari gendongan Mario. " ayo naik , biar kita pulang ucap Mario dengan menghidupkan motor nya. " melihat kondisi Rima yang sangat ngantuk Mario pun membuka jaketnya dan mengikatkan tubuh Rima ke tubuhnya. " kok di ikat gini sih " tanya Rima yang belum sadar benar dari alam mimpinya. " gak apa apa buat jaga jaga " ucap Mario dengan melajukan motor pergi. " Rima yang yang ngantuk berat, membuat dia tertidur lagi di punggung Mario. " untuk sudah di buat sabut pengaman " batin Mario yang melirik Rima yang tidur pulas di punggungnya. " mbak mbak... batin Mario dengan senang sikap Rima yang seperti anak anak membuat dia gemas.

__ADS_1


__ADS_2