
dret... dret... dret... suara ponsel Mario yang
bunyi di kantong jaket . saking nyenyak tidur Mario tidak mendengar ponsel berbunyi. Rima yang mendengar itu, ia terbangun. ia mengarahkan pandangan ke Mario yang tertidur di sampingnya. " hai...,hai Mario bangun" Rima yang mencoba membangunkan Mario . tapi Mario tetap saja tidak mendengar suara Rima yang memanggilnya.
"ini sudah jam beberapa ya " batin Rima dengan sandarkan tubuhnya. apakah sudah pagi atau gimana ya " batin Rima berpikir sendiri.
" selamat pagi mbak Rima " dokter yang membuka pintu langsung memberi salam ke Rima. " pagi juga dok " balas Rima. karena mendengar suara saling bercengkrama Mario terbangun dari tidur dengan mengusap matanya. eh, mas Mario sudah bangun" ucap dokternya kepada Mario. " eh dokter... ucap Mario dengan bergeser agar dokter memeriksa keadaan Rima. " kita periksa ya " ucap dokter dengan melihat ke adaan kaki Rima dan memeriksanya.
" bagaimana dok tanya Mario ketika dokter sudah selesai memeriksanya. "bengkaknya sudah berkurang, tidak ada semacam pembengkaan di tulangnya, jadi hanya tinggal pemulihan saja, dan hari ini juga sudah boleh pulang, tapi jangan terlalu banyak bergerak agar penyembuhannya cepat". kata dokter menjelaskan.
" Oo seperti itu ya dok, terima kasih dok ucap Mario dengan senang jika hari ini Rima bisa pulang. " sama sama, dokter pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.
" sekarang aja kita pulang ya " Rima yang langsung bergegas turun dari tempat tidur.
" hai pelan mbak, kata dokter jangan terlalu banyak bergerak " dengan membantu Rima.
" aku sudah bosan Mario disini, kita pulang ya " Rima yang membujuk Mario agar segera pulang. " iya kita pulang, tapi mbak tunggu disini, biar aku menyelesaikan administrasinya dulu " ucap Mario dengan bergegas untuk menuju ke tempat administrasi pembayaran.
setelah selesai, Mario memapah Rima keluar dari ruangan tersebut menuju ke mobil Mario.
__ADS_1
" apakah tidak pake kursi roda aja " Mario menawarkan ke Rima agar lebih mudah berjalannya. " tidak usah, tidak terlalu sakit kok. aku bisa " ucap Rima dengan mencoba berjalan pelan pelan.
" yakin " tanya Mario yang ragu. " yakin.. tidak apa apa kok, hanya masih ngilu saja " ucap Rima dengan meyakinkan Mario.
mereka pun pulang menuju kontrakan Rima, setelah sampai Mario membantu Rima dengan memapahnya masuk.
" Oya mbak , aku tinggal tidak apa apakan, soal ada urusan penting yang harus aku kerjakan " karena Mario mendapatkan pesan dari ponselnya. " pergi aja, aku tidak apa apa, terima kasih sudah menjagaku selama di rumah sakit ". ucap Rima kepada Mario. " sama sama mbak " Mario yang langsung pergi buru buru.
Rima masuk ke dalam dan langsung merebahkan badannya tempat tidur. " kenapa aku semakin dekat dengan dia sih" batin Rima tidak habis pikir beberapa hari ini ia menghabiskan waktu dengan bocah tengil itu.
" hai bro gua telat " kata Mario yang menghampiri teman temannya. yang berada di kafe." dari mana sih Loe ? jawab temannya yang bernama Andre. " habis dari rumah sakit.. rumah sakit... siapa yang sakit tanya Andre. " mbak Rima" jawab Mario dengan santai ..." siapa mbak Rima " tanya Andre lagi.
Loe memang super nekat bro" Andre yang tidak habis pikir dengan pemikiran Mario. " namanya juga cinta , cinta itu tidak mengenal umur ! Mario yang tidak mempedulikan pendapat teman temannya. " terserah kamu saja dah... gitu dong itu baru nama teman teman gua " ucap Mario.
mereka pun saling membicarakan kemana akan mereka lanjutkan sekolahnya, sudah berbagai universitas mereka bahas, ada saja yang tidak sesuai seperti mereka inginkan.
"aku dengar, kemarin mbak Rima masuk ke rumah sakit ya " Caca yang bertanya kepada Lia yang sedang menikmati makan siangnya. "iya,tapi tadi pagi Rima sudah pulang kok ". Oo gitu" Caca yang juga sama menikmati makan siangnya. " Lia... bisik Caca dengan melihat melihat di sekelilingnya." " apa ..." jawab Lia.
" apakah kamu tidak tau gosip baru baru ini , Caca yang masih berbisik. " gosip apa ? tanya Lia yang penasaran . " itu loh Lia , aku dengar dengar sih.. kalau mas dewa itu suka dengan mbak Rima ! ucap Caca dengan pelan agar tidak kedengaran orang... " uhuk uhuk....Lia yang keselek mendengar perkataan Caca . " kamu tidak apa apa, dengan memberikan minuman ke Lia. Lia pun meminumnya .. yang benar ca" tanya Lia dengan masih syok. " kurang paham sih, ini masih gosip " ucap Caca. " jika gosip kenapa kamu bercerita ke aku " kata Lia yang kesal . " aku pikir kamu tau Lia " Caca yang kepo tentang hubungan Rima dan dewa.
__ADS_1
" Caca... teriak dewa tiba tiba memanggilnya .
uhuk ... uhuk.... uhuk... Caca yang keselek mendengar suara dewa. "maka jangan gosip siang bolong gini, minum ! kata Lia mengejek Caca. " Caca... teriak dewa lagi memanggil. "iya mas... dengan menghampiri dewa. " setelah selesai jam istirahat ya langsung ke dapur ya " ucap dewa. " siap mas dewa " kata Caca . dewa pun pergi menuju ke dapur " syukurlah..."ucap Caca dengan mengelus dadanya dan menghampiri Lia yang sedang mentertawakan Caca . " apa ada yang lucu "dengan muka masih panik. " habis kamu sih... untung aja tidak di dengar sama mas dewa, bisa bisa kamu di sate ma dia " kata Lia yang masih mentertawakan Caca.
" dret... dret... dret... ponsel dewa berbunyi.
" iya mbak Rima .. ada apa ya tanya dewa kepada Rima, karena Rima yang sedang menelponnya. Caca yang yang bersama dewa sedang sibuk di dapur dengan mencoba menguping pembicaraan dewa dengan Rima.
" ok mbak aku akan kirim ke email mbak jawab dewa lagi, karena semakin kecil suara yang di dengar Caca , maka Caca semakin mendekati dewa dari belakangnya. " ok mbak sama sama jawab dewa untuk mengakhiri telpon.
" kamu lagi ngapain sih ca " ketika dewa menghadap ke belakang tapi Caca sudah berada persis di depan nya. " mas dewa " Caca yang malu sendiri dan kebingungan. " kamu ada ada saja, ayu buruan masih banyak pesanan yang belum di antar ke tamu kata dewa dengan mempercepat kerjanya. "iya mas" Caca dengan cepat cepat membantu dewa.
" untung mas dewa nya tidak tau kalau aku sedang menguping " batin Caca dengan mengelus dadanya .
" kamu kenapa, ada masalah tanya dewa dengan tatapan tajam. " gak gak kok mas " Caca yang semakin mempercepat kerjanya. "
jika mas dewa tau sedang menguping pembicarannya, bisa bisa aku di bakar hidup hidup " batin Caca dengan perasaan ngeri.
dewa yang adalah chef yang tegas, dan tidak suka bercanda apalagi dalam pekerjaan. bahkan dewa di juluki chef paling galak dari pada chef yang lain nya. " muka yang selalu serius , sehingga karyawan yang ada restoran tidak berani banyak bicara,apalagi candain dia.
__ADS_1