
" pagi mbak Rima " sapaan karyawan yang ada di restoran " pagi juga " ucap rima dengan bersemangat karena sudah 2 hari tidak masuk kerja. Rima yang langsung masuk ke ruangannya. " aduh kangen aku dengan kursi
ini" batin Rima dengan menduduki kursi yang ia rindukan. " hari ini pasti melelahkan , karena pekerjaan yang aku tinggalkan " batin Rima dengan membuka berkas berkas yang sudah masuk ke ruangannya.
" pagi bos ku" ucap Lia yang nyelonong gitu saja. " ada apa Lia" tanya Rima kepada Lia yang
cengar cengir. " kamu sudah sembuh ... Lia yang masih senyum senyum, kamu lihat bagaimana, Rima yang curiga atas sikap Lia.
" aku hanya bertanya kepada kamu ! ada hubungan apa kamu dengan Mario, aku masih penasaran jika kamu tidak cerita kepadaku " kata Lia dengan penuh harap Rima cerita . " apakah tidak sempat, ketika sudah pulang ? tanya Rima dengan sibuk dengan pekerjaan yang sudah mulai. " lagian ini belum jam kerja Rima, jadi kamu punya waktu untuk mengatakannya, kata Lia dengan memaksa Rima. " ok ok aku cerita " Rima dengan menghentikan pekerjaannya. Rima menceritakan semua dari bermula ia di kejar sama pemuda yang sedang mabuk terus jatuh , di tolong Mario , akhir di bawa ke rumah sakit oleh Mario".
so sweet banget.... ! ucap Lia dengan terpesona akan cerita Rima. so sweet apaan " tanya Rima ketika Lia menganggap cerita Rima dramatis .
" itu pertemuan yang sangat dramatis banget.. sang putri di kejar kejar orang jahat , tiba tiba saja seorang pangeran datang menolong sang putri dari orang jahat tersebut " Lia yang membayangkan seperti drama drama Korea.
" udah, udah... halunisasi , kamu keluar aku mau melanjutkan lagi pekerjaan ku" . Rima dengan mengusir Lia. " kamu usir aku Rima " teriak Lia yang masih mau dengar cerita Rima. " bukan usir.....,, tapi waktunya udah kerja", ucap Rima dengan menarik tangan Lia dan membawanya keluar. " dasar bos edan.. teriak Lia dengan mengejek Rima. "awas kamu ya " teriak Rima lagi kepada Lia yang sudah pergi ke dapur.
__ADS_1
" dasar punya sahabat kepo nya di atas rata rata batin Rima dengan melanjutkan pekerjaannya.
" siapa sih yang juga jadi sang Putri bocah tengil itu,
masa aku pacaran dengan berondong yang benar saja ? batin Rima dengan kesal .
tok... tok... tok... ada apa lagi Lia ? teriak Rima dengan melempar sebuah pulpen ke arah pintu. "aduh..." teriak dewa yang kena lemparan dari Rima. " sorry mas, aku kira Lia Rima yang merasa bersalah karena melempar dewa dengan sembarangan. " mas tidak apa apa "Rima yang merasa panik. " tidak apa apa kok mbak" ucap dewa dengan mengusap kening yang kena lemparan. " maaf mbak, saya hanya memberi tahu bahan bahan yang kita perlukan hari ini", dengan memberikan sebuah catatan yang dia bawa dengan meletakkan di atas meja" " oh, ok dengan megambil membuka catatan barang di perlukan. " mbak gimana kabar sekarang , apakah sudah sembuh total ? " tanya dewa yang masih khawatir dengan ke adaan Rima.
" saya sudah sembuh kok mas, maka saya hari ini masuk " jawab Rima yang sibuk membaca catatan di berikan dewa.
" syukurlah jika begitu mbak, saya lega mendengarnya " dewa yang merasa senang .
" hai Mario loe kuliah di sini juga " tanya sita kepada Mario yang sedang santai menikmati bakso yang ia pesan. " loe Sita" dengan melirik sita. " boleh gua duduk disini " , Mario hanya menganggukkann kepalanya . gua tidak nyangka jika kita bisa satu kampus, gua pikir loe akan kuliah di luar negri "sita membuka obrolan . Mario hanya diam, tidak menanggapi perkataan sita. " Oya Mario... , lusa gua ngerayain ulang tahun, gua harap loe bisa datang ya " dengan memberikan sebuah undangan. ok, Mario yang menerima undangan tersebut.
" awas loe tidak datang, aku berharap banget loe akan datang di hari spesial gua ? ucap sita yang penuh harap. " iya gua datang, tapi kalau tidak ada halangan, Mario yang sudahi makannya dan mengambil tas ranselnya untuk pergi. "hai.. loe mau kemana " sita yang menghentikan Mario untuk pergi. " ya masuk kelas lah, sebentar lagi gua ada kelas" kata Mario.
__ADS_1
"Oo gitu , ya silahkan.. kata sita dengan malu malu. " loe aneh sita " Mario yang tidak suka melihat sikap sita yang sok dekat dengan dia.
sita adalah teman satu sekolah Mario sewaktu SMA , dengar dengar sita itu suka dengan Mario, tapi Mario tidak pernah menanggapinya. karena ia tidak suka dengan sita yang bersifat kekanak Kanakan Dan manja . Mario pun pergi menuju kelasnya.
" tidak pernah berubah, selalu dingin sama gua " batin sita yang kesal dengan sikap Mario.
" hai sita " dengan merangkul sita , loe kenapa kok muka nya di tekuk gitu " tanya temannya yang bernama Santi. " " gua kesal san, dia selalu dingin ke gua " ucap sita yang semakin kesal.
" maksud loe Mario ? dengan memastikan jika yang di pikirannya benar. siapa lagi kalau bukan dia ! ucap sita yang tak habis pikir dengan sikap Mario. " ya ampun sita, Loe masih saja ngejar Mario, apakah Loe tak bosan apa, Jika Mario terus menolak Loe ? kalau gua mah, udah cari yang lain ? kata Santi yang tau harus berbuat apa lagi terhadap sita yang selalu curhat tentang Mario. Mario yang selalu menolak sita, bahkan Mario sudah berulang ulang kali mencoba menjelaskan ke sita , sita tetap saja kekeh pada pendiriannya, sita suka dengan Mario sejak ia kenal dari bangku SMA. Sampai sekarang, meski selalu di tolak Mario tetap saja sita terus mengejar Mario yang tidak pernah suka dengan dia.
" Loe gak tau rasanya di posisi gua san... , gua itu suka banget dengan Mario... , apa sih kurang gua, ah... apakah gua kelihatan jelek banget... atau kurang seksi... tutur sita . " Loe itu bukan jelek atau kurang seksi ta, tapi namanya perasaan orang kita tidak bisa paksakan " . " pokoknya gua tidak mau tau, jika aku tidak bisa memiliki Mario , maka tidak ada satu orang pun yang boleh jadi pacar Mario " api yang membara di pikiran sita. " terserah Loe sita, pusing melihat tingkah sahabatnya .
ayo, ke kelas ntar lagi kita ada kelas kata Santi dengan menarik tangan sita. " tak usah lagi muka cemberut gitu, Mario terus di pikirin, Mario aja tidak pernah mikirin kamu " Santi yang bergumul kepada sita yang tidak bisa move on dari Mario. " nama nya juga cinta san..." sita yang semakin menjadi jadi. " cinta cinta boleh, tapi jika ditolak terus tapi tetap mengejar itu namanya bukan cinta, tapi bodoh " ucap Santi yang gondok dengan sita yang selalu mengejar Mario.
" Loe ngatain gua bodoh ah.. " dengan menghentikan langkahnya dan merasa sakit hati . " sita, gua tidak mengatakan loe bodoh, tapi cinta Loe terlalu bodoh untuk memilih, " masih ada cinta di luar sana yang bisa menerima Loe dengan apa adanya, bukan Mario yang selalu menolak Loe dengan berbagai alasan kekurangan Loe, dan gua tidak mau Loe selalu di zona seperti ini terus " ucap Santi dengan menesehati sita.
__ADS_1
" Loe tidak tau rasanya bagaimana jika posisi gua san ?, jika ngomong itu mah gampang " sita dengan mata mulai berkaca kaca. " gua ngerti apa yang Loe rasakan, tapi Mario tidak memiliki perasaan yang sama ke Loe sita, please kamu pasti bisa melepaskan Mario, mulai lah lebaran baru dengan membuka cinta baru gitu ?
" sorry jika kata kata gua membuat Loe tersinggung , gua tidak bermaksud membuat loe terluka dengan ucapan gua ,dengan memeluk sita. " gua cinta dengan dia san " ucap sita yang sudah meneteskan air matanya.