
setelah kepergian Mario dan temannya Andre , Rima merasa lega dan ia melanjutkan kembali pekerjaannya.
" siapa rim ? dewa yang bertanya kepada Rima ketika Rima mau masuk ke ruangannya.
" oh... hanya teman saja "jawab Rima singkat. " tapi kamu bilang tadi tidak kenal dengan dia ? tapi sekarang kamu bilang teman ? tanya dewa yang masih penasaran . " dia itu temannya teman aku ! emang kenapa , kok kamu tanya tanya gitu ! ucap Rima. " gak, hanya karena kamu tadi bilang aja gak kenal sama dia, takut dia ada niat aja sama kamu , kata dewa. " oh.. gitu... Rima masuk ke dalam ruangannya. " rim... ? tapi rim sudah masuk ke dalam ruangannya. " siapa sih dia... lelaki itu tadi ? apakah teman nya pria yang waktu itu ? ah... buat aku pusing aja " batin dewa yang semakin pusing dan ia kembali lagi ke dapur.
ada ada apa dengan bocah itu ? batin Rima dengan menduduki kursinya. " tapi kenapa aku tadi jujur ya ! seharusnya aku tadi bilang aja kalau punya hubungan Sama dewa ! jika aku bilang punya hubungan dewa , dia kan gak ganggu aku lagi ! kenapa tadi aku jujur sih.. lirik Rima dengan kesal.
__ADS_1
" puas Loe sekarang " ucap Andre ketika melihat Mario begitu senang. " apa sih Loe ? ucap Mario yang masih saja gengsi. " dasar Loe bucin akut ! ucap Andre . sembarangan loe ngomong " ucap Mario dengan menjalankan mobilnya. " emang ia " jawab Andre.
" syukur deh to cowok bukan siapa siapa mbak Rima , jadi masih ada dong kesempatan lagi untuk dekati mbak Rima " batin Mario dengan senyum senyum sendiri. " Loe kenapa senyum senyum sendiri " lirik Andre ketika ia melihat Mario tersenyum sendiri.
" siapa yang senyum sendiri " Mario tidak mengakuinya. " alah... gak usah bohong Loe ma gua, pasti senang banget kan ketika tadi tu mbak Rima bilang gak punya hubungan dengan tu cowok, ngaku aja Loe , dari muka aja kelihatan ! kata Andre . " iya.. iya.. gua memang senang banget... jadi gua masih ada dong kesempatan dekati mbak Rima lagi " kata Mario dengan senang . " terserah Loe dah" Andre yang pasrah apa kata Mario.
aduh... ini motor kenapa ... ucap dewa ketika motor goyang goyang. "kenapa wa.."teriak Rima dari belakang . " gak tau rim " dengan menghentikan motornya. mereka turun dari motor dan dewa memeriksa nya dan ternyata ban kempes. " yah... sial teriak dewa. " kenapa wa" tanya Rima. " ban kempes rim" dengan kesal. seperti kita harus mencari bengkel terdekat deh " kata dewa dengan mendorong motornya. " gak apa kan kita jalan kaki dulu " tanya dewa dengan rasa tidak enak hati . " gak apa apa kok " jawab Rima dengan membantu dorong motor dewa.
__ADS_1
" dewa ... ! seseorang menyapa dewa. dewa mengarahkan pandangannya ke suara yang memanggilnya . " Devi ... ? ucap dewa ternyata yang memanggil dia adalah Devi. " motor kamu kenapa ? tanya Devi dengan memperhatikan motor yang di bawa dewa. " ban kempes Dev ! jawab dewa. Devi yang yang memandang serius ketika Devi melihat seorang wanita bersama dewa. " oh... kenalin Dev dia Rima ? rim , dia Devi ucap dewa. " salam kenal " ucap Rima dengan tersenyum tipis . " oh ini namanya Rima ! cantik sih , pantas dewa tergila gila dengan nya ! batin Devi dengan serius menatap Rima. " Rima yang merasa di perhatiin terus membuat dia merasa canggung. " Devi... ucap dewa. " ah... Devi yang sadar dari lamunannya. " iya kenapa dewa ? tanya Devi. " kamu kenapa ? kok serius amat perhatikan Rima ? tanya dewa karena dewa juga memperhatikan Devi begitu serius melihat Rima. " gak kok " gak kenapa Napa " ucap Devi. " oh..ok kami mau melanjutkan lagi mencari bengkel, ayo rim " ucap dewa dengan mendorong motornya. " " mari mbak " ucap Rima kepada Devi.
" sial... teriak Devi ketika dewa Dan Rima. sudah jauh. " apakah perempuan itu sudah menerima cinta dewa... batin Devi yang penuh tanda tanya dan ia merasa gelisah.
" wa.. dia siapa kamu ? tanya Rima yang penasaran. " bukan siapa siapa , hanya pernah ketemu dengan dia saja " jawab dewa dengan singkat. " oh gitu... tapi... Rima menghentikan omongannya. " tapi kenapa rim ? dewa karena Rima menghentikan omongannya. " sepertinya dia itu suka dengan kamu ! jawab Rima. " jangan asal ngomong rim ! kenal juga belum lama , masa suka sih ! ucap dewa agak terkejut atas perkataan Rima. " jika aku lihat dari tatapannya seperti itu sih wa , matanya itu mengeluarkan pancaran yang berbeda ketika ia melihat kamu " kata Rima . " Rima...Rima..., pancaran mata orang kamu bisa lihat, tapi pancaran dari mataku ke kamu tidak bisa lihat ! batin dewa dengan menarik napas panjang. " dia cantik kok " ucap Rima dengan memuji Devi. " terus jika cantik , kenapa ! . iya... apa salah sih kamu coba lebih dekat dengan dia ! mana tau cocok ! ucap Rima dengan memberi saran . dewa hanya tersenyum tipis ketika ia mendengar perkataan Rima. " Rima Rima... kenapa sih bukan kamu saja yang memberi kesempatan ke aku ? batin dewa dengan agak kecewa dengan perkataan Rima . " itu sepertinya bengkel " kata dewa dengan cepat mendorong motornya. " iya... benar kata Rima dengan mendorong motor dewa.
" akhir ketemu juga bengkel" ucap dewa setelah sampai di bengkel. " pak... ucap dewa kepada Tungkal bengkel. " kenapa mas " tanya tukang bengkel dengan menghampirinya. " motor saya kempes pak " jawab dewa . " oh.. iya.. jawab tukang bengkel dengan mengambil peralatan yang ia perlukan . " dewa dan Rima pun duduk di tempat yang sudah tersedia untuk tamu bengkel tersebut
__ADS_1
" sorry ya rim, niat antar kamu pulang malah ban motor kempes " ucap dewa dengan perasaan tidak enak hati. " gak apa apa kok wa, santai saja . gak masalah kok. " jawab Rima . " aku tidak merasa tidak enak hati aja ke kamu ? ucap dewa dengan wajah melas. " gak usah perasaan gak enak hati gitu ! kita kan sudah berteman lama, jadi tak usah enakan gitu ! ucap Rima dengan tersenyum . " ya ampun rim, sampai sekarang kamu masih saja anggap aku teman ! batin dewa dengan tersenyum .